
Di Rumah Sakit mereka langsung disambut oleh beberapa pegawai Rumah sakit non-tenaga medis. Mereka membawakan bunga - bunga yang dibawa Dave dan Mentari.
Setelah semuanya dibawa masuk oleh para pegawai Rumah Sakit, Mentari memutuskan untuk segera pulang. Ia melangkah ke arah pintu masuk dengan Dave mengekor di belakangnya.
"Mentari." Panggil Bunda. Ketika sampai di ujung pintu masuk, sebelum pintu tersebut otomatis terbuka.
Dave yang mendengar nama Mentari disebut, segera berbalik dan menepuk punggung Mentari. Mentari menoleh dan melihat sosok Bundanya mendekat ke arahnya.
"Bunda..." Ucap Mentari sambil memeluk Bundanya.
"Makasih sayang ya, maaf bunda lupa kalo hari ini kamu bawa motor." Ucap Bunda sambil memeluk dan mencium pipi Mentari.
"Makasih loh bang, udah bantuin Mentari, maaf ya... bunda ngerepotin Abang." Ucap Bunda setelah melepaskan pelukan Mentari kemudian menepuk ringan bahu Dave.
"Iya bunda, dengan senang hati. Kan Dave dah pernah minta ijin ke Bunda." Ucap Dave.
Bunda mengangguk dan tersenyum lembut menanggapi ucapan Dave. Senyum Dave mengembang lagi. Tanpa disadari Mentari pun ikut terbawa suasana.
"Kalian mau langsung pulang?" Tanya Bunda sambil mengedarkan pandangan antar Mentari dan Dave.
"Iya Bunda, nunggu mobil Dave nyampe." Jawab Dave.
__ADS_1
"Gak mau mampir ngopi dulu? Sambil nunggu mobil?" Bunda menawarkan.
"Bunda gak pulang malam ini?" Tanya Mentari.
"Kayaknya engga deh sayang, Bunda malam ini pulang ke apartemen aja yang deket, gak papa kan?" Ucap Bunda.
"Iya gak papa Bunda, lagian Bunda keliatan capek banget saat ini juga. Kalo Bunda pulang, Bunda bakal nambah capek di jalan." Ucap Mentari sambil memainkan rambut Bundanya.
"Tapi Bunda usahakan untuk pulang, Bunda janji." Ucap Bunda.
"Jaga kesehatan ya Bun." Ucap Mentari lagi.
Sebuah ruang kerja yang luas, rapi dan bersih. Tembok bernuansa nude yang kalem, dan dihiasi foto anak laki - laki dan perempuan yang nyaris mirip. Siapa lagi kalau bukan foto Mentari dan Surya. Dave memandang sekeliling ruangan. Selain foto - foto Mentari dan Surya, terdapat juga beberapa penghargaan untuk rumah sakit.
Saat ini bunda sedang membuatkan mereka secangkir kopi dengan instant coffee maker di sudut ruangan tersebut. Sedangkan Mentari dan Dave duduk di salah satu sofa di ruangan itu. Ketika Bunda membawa dua cangkir kopi bersamaan, Dave dengan tanggap beranjak dari duduknya dan membantu Bunda membawakan cangkirnya.
"Makasih Dave." Ucap Bunda sambil berlalu.
Dave meletakkan kopi - kopi itu di table tea yang terletak di tengah - tengah sofa yang berhadapan.
"Kamu sering kesini?" Tanya Dave sambil meletakkan cangkir kopi di hadapan Mentari.
__ADS_1
"Dulu iya, sekarang udah enggak lagi." Jawab Mentari sambil mengangkat Cangkir kopi yang baru saja Dave letakkan.
Mereka dilanda keheningan selama beberapa menit. Sebelum akhirnya Bunda bergabung bersama mereka berdua.
"Maaf ya... bunda repotin kalian berdua." Sesal Bunda.
"Enggak ko Bun, Dave gak papa." Sahut Dave.
Dave menikmati kopinya dengan khidmat. Hingga sebuah panggilan masuk dari ponsel Dave memecah keheningan.
"Iya... Baik. kami segera kesana." Ucap Dave pada seseorang dalam panggilan.
"Bun, driver Dave dah nyampe. Kita pamit dulu." Ucap Dave berpamitan.
"Baiklah. Sudah larut, kalian harus segera istirahat." Sahut Bunda.
"Mentari gak papa kan, pulang bareng Dave?" Tanya Bunda.
"Mentari gak papa kok Bunda." Jawab Mentari.
Dan akhirnya Dave dan Mentari pulang dari Rumah Sakit bersama Driver Jo yang standby.
__ADS_1