TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Apa Jo baik - baik saja??


__ADS_3

Dave menemani Mentari hingga pagi. Dia bahkan tak menyadari dirinya masih belum mandi sejak pulang. Haifa bangun untuk memulai ritual paginya. Dia membangunkan Abi yang masih tertidur pulas.


"Bangunkan abang kakak, biar aku yang jaga Mentari." Ucap Haifa.


"Hmmm.... " Sahut Abi yang masih setengah sadar sambil mengangguk.


Abi membangunkan Dave yang tidur sambil duduk di samping Mentari.


"Bang..." Panggil Abi.


"Bang..." Panggil Abi lagi. Namun belum ada reaksi dari Dave.


"Bang..." Panggil Abi sekali lagi dan kali ini berhasil membuat Dave mengerjapkan matanya.


"Bang... Bang Dave..." Panggil Avi sekali lagi. Dave masih mengerjapkan matanya beberapa kali. Menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam pupilnya dan mengusap wajahnya.


"Kenapa dek..." Jawab Dave dengan suara serak khas bangun tidurnya.


"Bang, Lo pulang dulu gih, istirahat di rumah. Abang pasti capek. Biar Haifa yang jagain Mentari. Kalo Abang dah istirahat, Abang kan bisa kesini lagi." Papar Abi.


"Gak papa ko, Lo ambilin baju gue sama alat mandi gue gih di kamar. Gue tunggu buruan." Pinta Dave.


"Tapi Bang..." Sanggah Abi.

__ADS_1


"Udah gak papa, lo gak usah kuatir." Ucap Dave.


Abi sebenarnya tak tega, tapi apa boleh buat, Dave memintanya begitu. Lebih baik dia menurut saja. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, Dave sangat perhatian pada Mentari. Bahkan melebihi perhatiannya pada adiknya.


Namun, sebenarnya tidak demikian. Dave adalah sosok yang perhatian, pada Abi sekalipun. Namun Dave gengsi untuk menunjukkan perhatiannya pada Abi. Sehingga Dave hanya menanyakan kondisi Abi lewat mami mereka.


Abi kembali dengan baju dan alat mandi Dave 15 menit kemudian. Dave menggunakan kamar mandi milik Mentari untuk membersihkan diri.


Dave memandangi kamar mandi bernuansa biru muda dengan aroma yang khas. Dia berjalan ke dalamnya sambil tangannya menyusuri dan memeriksa tiap benda yang ada di dalamnya. Dia mengamati botol - botol kaca berisi essential oil. Mengamati merk shampoo dan sabun yang ada di dalam kamar mandi Mentari. Setelah sesi pengamatan seleaai, ia bergegas membersihkan tubuhnya yang semalaman terabaikan.


Saat Dave membuka pintu kamar mandi, ia tak melihat Mentari di atas tempat tidurnya. Dave menelusuri setiap sudut ruangan untuk menemukan Mentari. Ketika pandangannya mengarah ke balkin, terlihat sosok yang ia cari disana. Rupanya Mentari sedang berada di balkon kamarnya. Balkon? Tunggu!!!


"Apa Dia mau coba bunuh diri? Ini gak bisa dibiarkan." Gumam Dave pada diri sendiri.


Dave bergegas menghampiri Mentari yang berdiri tepat di samping pembatas balkon. Karena Dave takut Mentari akan melakukan aksi nekat, Dave langsung menarik tubuh Mentari kepelukannya.


"Aku yakin Jo pasti baik - baik saja." Ucap Dave mencoba menenangkan Mentari sambil memeluknya.


Mentari kembali terisak meski ia sudah berusaha menahan isakannya sejak tadi, karena Mentari terus memandang rumah yang terletak tepat di seberang balkon kamarnya. Rumah Jo, sang kekasih hati yang kini entah bagaimana kabarnya.


"Teman - temanmu masih di bawah, apa kamu mau sarapan bareng mereka?" Tanya Dave sambil menatap Mentari.


Mentari mengangguk. Kemudian ia dan Dave turun untuk sarapan bersama yang lain. Saat mereka menuruni anak tangga, Haifa dan Noni sedang membantu di dapur sedangkan Cassandra dan Abi membersihkan gazebo. Hanya Mike belum terlihat keberadaannya. Seperti biasa, Haifa suka sekali makan di gazebo diatas kolam koi. Sehingga kali ini pun mereka akan makan di gazebo.

__ADS_1


Mentari langsung berbaur dengan teman - temannya di dapur. Sedikitnya ia menyadari bahwa kesedihannya sudah merepotkan banyak orang di sekitarnya. Ia akan mencoba untuk kembali tegar dan menerima apapun hasil dari pencarian tim rescue. Sejauh ini belum ada korban jiwa dengan ciri - ciri yang sesuai dengan Jo. Begitu pun dengan hasil data mortem, belum ditemukan yang cocok. Mereka masih berharap Jo selamat namun belum ditemukan. Semoga segera bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Itulah ucapan yang memberikan mereka dengar dari para penyelamat.


Selama jasad belum ditemukan, Bunda dan Ayah berkeyakinan bahwa masih ada harapan. Harapan dan doa selalu mereka panjatkan agar putra sahabat mereka segera ditemukan. Ya putra sahabatnya yang sangat dicintai oleh putrinya.


Hari ini Mentari mencoba kembali beraktifitas, mereka berencana mengajak Mentari bermain ke suatu tempat. Mereka akan menghabiskan senja di sana, tentu saja Dave mendadak masuk dalam hitungan.


Sebelum sore, mereka sudah lepas landas menuju tempat bermain, mereka akan diantarkan satu per satu ke rumah masing - masing untuk mengambil barang yang mereka butuhkan. Haifa, Cassandra dan Mike pergi bersama Abi sedangkan Mentari dan Noni pergi bersama Dave.


Mereka pergi menghabiskan senja bermain di pantai. Mereka tau ini hanya akan melukai Mentari, namun mereka tak ingin Mentari menjadi trauma dengan laut bahkan membenci laut. Mentari berjalan menyusuri bibir pantai ditemani Dave. Tiba - tiba Mentari menghentikan langkahnya. Tatapannya memandang jauh ke laut lepas.


"Jo... apa kau bisa dengar aku... berjuanglah untuk tetap hidup... aku menunggumu..." Teriak Mentari dengan lantang saat ombak berdebur ke arah mereka.


"Aku harap kau baik - baik saja Jo." Ucap Mentari lirih. Mentari menjatuhkan tubuhnya di hamparan pasir yang masih hangat, jejak sinar matahari masih tersisa di hamparan pasir ini. Tubuhnya terduduk, dan bulir bening itu perlahan mengalir kembali dari pelupuk matanya.


Dave menemani Mentari duduk di atas pasir tanpa alas duduk. Memandang jauh sampai batas cakrawala. Kepergian Matahari diiringi lembayung senja yang menguning dengan indah.


"Wahai ombak... tolong sampaikan pesanku pada kak Jo." Gumam Mentari lirih. Dalam imajinasinya, deburan ombak yang saling bersahutan itu akan menyampaikan pesannya pada Jo.


Dave kembali menjadi pawang air mata Mentari. Dibawanya kepala Mentari bersandar di bahunya. Bersama mengantar senja pulang ke rumahnya, tenggelam di antara cakrawala.


"Jangan sedih Mentari, pencarian kita masih belum selesai, kita masih akan terus mencari. Abang akan membantu pencarian dengan cara apapun. Kita pasti akan menemukan Jo kembali. Waktu akan memberikan jawaban tentang dimana Jo berada saat ini." Ucap Dave sambil menyisir dan membelai lembut surai Mentari. Sesekali ia mengecup puncak kepala Mentari yang bersandar di bahunya.


Belaian lembut Dave serta semilir angin sore di pantai membuat Mentari terbuai dalam rasa kantuk yang sangat. Hingga akhirnya Mentari terlelap.

__ADS_1


Dave membiarkan dirinya menjadi bantal sandaran bagi Mentari. Tangannya tetap membelai surai hitam panjang milik Mentari. Aroma wangi yang lembut dari rambut Mentari, membuat Dave ingin mengecupnya berkali - kali.


"Andai Jo tak akan pernah kembali, akankah Kau menerimaku sebagai gantinya? Jo... dimana kamu saat ini?" Gumam Dave sambil mengalihkan pandangannya dari wanita cantik di sampingnya ke cakrawala yang terhampar luas di hadapannya.


__ADS_2