
Abi memasuki pelataran kediamannya. Setelah motor berhenti sempurna, saat Abi memarkirkan motor Mentari segera beranjak dan berbalik arah berjalan menuju rumahnya. Setelah Abi sadar Mentari berjalan ke arah berlawanan, Abi mengejar Mentari dan menarik tangannya.
"Eh... Mau kemana? Lo bilang mau belajar nyetir motor." Tanya Abi bingung.
"Tar! Gue ganti baju dulu." Jawab Mentari kesal.
"Ganti baju balap?" Gurau Abi.
"Ish!! Kakak tuh ya... Ga liat apa pakaianku ga bener kayak gini malah diajak pergi keliling kampung. Malu tau kak." Ucap Mentari dengan nada kesal dan agak tinggi.
Suara mentari terdengar sampai ke balkon lantai dua milik Abi tepat disana mommy dan Kakak Abi sedang memulai sarapan. Mendengar keributan di halaman rumahnya, mommy segera melihat apa yang terjadi di bawah sana. Dilihatnya anak tersayangnya dan gadis kesayangannya sedang adu mulut.
"Hei sayang... Ngapain masih pagi udah ribut hah?" Tanya mommy.
"Paling kurang jatah kali mom..." Dave menimpali.
"Hush! Dave." Pekik mommy sambil melotot ke arah Dave.
"Kalian masuk sekarang!" Perintah mommy.
Keduanya masuk ke dalam rumah Abi dan baru saja sampai di ruang tamu yang luas terlihat mommy Abi sedang menuruni tangga dengan Dave mengekor di belakangnya.
"Kalian baru pulang?" Tanya mommy sambil menuruni tangga. Sedangkan Dave terkejut mendapati seorang wanita cantik di samping Abi.
"Enggak mom, semalem Abi ditawari menginap di rumah tante May karena memang pulangnya agak kemaleman." Jelas Abi.
"Trus tadi kalian ngapain ribut di luar?" Sambung mommy Abi.
"I... itu tant...Mentari kesel sama Kak Abi. Mentari malu tante diajak ke rumah orang pake baju begini... Kak Abi main tarik - tarik aja tadi." Jelas Mentari dengan nada manja dan sambil memainkan jari tangannya pada tali kerut camisole nya.
"Udahlah cantik, gitu aja kok kesel, nanti cantiknya ilang loh..." Kata mommy Abi berusaha menengahi.
"Eh, kamu udah sarapan? Yuk ikut tante." Mommy Abi membawa Mentari ke dalam rumah entah apa yang mereka akan lakukan. Mommy Abi memang sudah menyayangi Mentari sejak dulu. Dia selalu berharap bisa hamil lagi dan mendapatkan anak perempuan secantik Mentari.
"Eh dek! Dia Mentari? Adik Surya kan?" Tanya Dave penasaran.
"Iya. Mang napa?"
"Kok dia marah - marah keluar rumah pake baju gitu. Emang dia biasanya pake baju apa?" Tanyanya penasaran
__ADS_1
"Ya casual gitu, tapi ya kalo dirumah ya kek gitu aj tampilannya." Terang Abi.
"Lo sering kerumah Mentari kan?"
"Iya. Banyak footprint gue disana."
"Lo kuat dek? Ato lo jangan - jangan sukanya sama Surya."
"Anjay lo bang. Ya gue kuat - kuatin. Itu baru segitu bang, yang lebih kebuka aj gue dah pernah liat bang." Timpal Abi .
"Menag banyak lo dek. Dah lo cobain dek?"
"Apanya bang?" Tanya Abi bingung.
"Ya Mentari. Berapa banyak cowo yang udah mampir ya?"
"****! Otak lo bang. Mentari itu belum pernah dijamah cowok. Belum ada bekas tangan cowok lain kecuali gue ama abangnya. Apalagi bekas yang lain, dijamin bersih. Coba aj cek pake infra red." Terang Abi lagi dan Dave ber ooo ria sambil berlalu meninggalkan Abi sendirian dalam kebingungannya. Dia bingung arah pembicaraan dengan kakaknya barusan.
Dave masuk kedalam rumah mencari sumber suara tawa di dalam rumahnya. Didapatnya sang mommy berbincang ria sambil menyantap sarapan di meja makan bersama seorang gadis cantik. Sesekali keduanya tertawa, entah apa yang membuat mereka tertawa dan apa sebenarnya yang mereka bicarakan. Dave sementara hanya mengamatinya dari jauh sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan alibi sarapan bareng. Pffffftt.
"Widiwh seru banget nih kayaknya... Ngobrolin apa sih?" Sapa Dave menotong sesi tawa tiwi mommy dan Mentari.
"Cieee... Anak kencur sekarang udah mau kuliah...udah daftar dimana?" Sambung Dave lagi.
Dave di hati Mentari adalah sosok yang dia mimpikan. Saat Mentari memasuki awal pubertas dan saat itu Dave adalah sosok anak SMA yang tampan dan keren di mata Mentari. Namun sayang, tak ada komunikasi yang terjadi diantara keduanya sejak saat itu, hingga saat ini keduanya baru saja membuka percakapan yang sukses membuat Mentari sangat grogi.
"Apaan sih kak Dave siapa juga yang anak kencur. Aku dah keterima donk di FEB." Jawab Mentari dengan sedikit grogi menahan degup jantungnya yang hampir lari.
"O..o..ow.. pantesan si Abi mendadak pindah haluan." Gumam Dave.
"Eh... Gue boleh minta nomor ponsel lo ga?" Dave menyodorkan ponselnya sambil berkerling.
"O...ow boleh." Jawab Mentari terbata. Mentari meraih ponsel milik Dave dan mengetikkan nomor ponselnya. Kemudian menyerahkan kembali ponsel itu pada Dave.
"Ma...maaf tante mommy, Mentari pamit dulu. Barangkali dicari Bunda, soalnya tadi perginya belum pamit." Pamit Mentari.
"Yah... Yah... Ko pulang sih... Kan kita belum ngobrol." Cegah Dave sedikit genit.
"Iya gak papa sayang. Sering - sering main ya nak... Hadiah tante nanti siang kayaknya baru dateng deh. Tunggu ya sayang... Kamu pasti suka." Ucap mommy sambil memeluk dan mengecup dahi Mentari seperti anaknya sendiri.
__ADS_1
"Dah tante mommy... Makasih buat semuanya..." Pamit Mentari setelah mencium pipi dan bersalaman dengan mommy Abi.
Sampai di halaman depan rumah Abi, Mentari melihat Abi sedang berbincang dengan pak Rahmat.
"Dorrr!!" Mentari mengagetkan Abi.
"Paan sih. Jadi ga latihan motornya?" Tanya Abi memastikan.
"Jadi dong... Yuk!" Ajak Mentari.
"Yaudah gue mandi dulu." Ucap Abi.
"Gue juga pulang dulu ya... Barangkali bunda nyari." Pamit Mentari yang mendapat anggukan dari Abi.
Mentari keluar dari halaman depan kediaman Abi dan langsung masuk ke halaman kediaman milik keluarganya. Ya! rumah mereka tepat bersebelahan. Hanya dibatasi satu lapis tembok keliling yang paling tingginya sekita kurang lebih 3 meteran.
Saat sampai dirumahnya Mentari segera masuk ke dalam kamar tidurnya. Merebahkan diri di tempat tidurnya sambil memainkan ponselnya.
Mentari sedang asik menjelajah dunia maya dan membalas pesan secara acak. Dia memilih mana pesan yang penting dibalas dan mana yang hanya basa - basi. Tiba - tiba muncul panggilan dari Abi.
"Hey sun flower keburu siang nih...!" Gerutu Abi di seberang.
"Jadi kagak?" Sambungnya lagi.
"Iye bentar lagian loe mandi sejam. Ngantuk lagi kan gue. Iya bentar - bentar gue ganti baju dulu." Jawab Mentari.
Mentari berjalan menuju halaman rumahnya. Dia kini mengenakan setelan joger pants 3/4 dengan T-shirt putih.
Saat membuka pintu rumahnya dia terkejut mendapati Accura NSX berwarna Valencia Red Pearl terdampar di halaman rumahnya.
"Hmmm... Mobil siapa ini?" Gumamnya pelan. Sambil berjalan mengitari mobil dan melihat ke dalam mobil untuk mengetahui siapa yang memarkirkan mobil itu tepat di depan teras rumahnya.
Tiba - tiba pintu terbuka dan seseorang muncul setelahnya.
"Taraaaa..." Dave muncul dari dalam mobil sambil membentangkan tangannya.
"Dari mommy buat anak perempuannya" sambungnya sambil menaik turunkan alisnya.
"Kok... kok kesini?? Bang Dave salah alamat kali..." Sahut Mentari.
__ADS_1
"Iya... Kata mommy ini dianterin buat Mentari" Ucap Dave tak kalah gugup sembari menggaruk tengkuknya asal.
"Haaaaa...h...."