TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Dave


__ADS_3

Masih diambang kesadarannya... Mentari mengitari mobil merah itu. Usai mengtari mobil pemberian tante mami ia mengadahkan tangannya dihadapan Dave sesekali digerakkan jari jarinya.


"Ponsel please..." Pintanya.


"Buat apa?" Dave tidak mengerti mengapa Mentari meminta ponsel miliknya.


"Aku mau nelpon mami ka..." Jelas Mentari.


"Oooooo..." Dave ber ooo ria sambil menyodorkan ponselnya.


"Please deh ka... Pin nya..." Pinta Mentari.


"Eh iya... 030292..."


"Jujur amat... Ga takut gue stalking stalking gitu?" Gerutu Mentari. Ia tidak menyadari angka yang barusan adalah tanggal lahir dia sendiri.


"Ga ada yang penting lagian." Sahut Dave sambil menyandarkan punggungnya di bodi mobil.


"Eh... Tunggu - tunggu tadi angkanya sandinya kaya kenal?" Selidik mentari yang dibalas cekikikan dari Dave.


"Kaka stalkerin aku ya..." Tuding Mentari.


"Enggak tuh." Jawab Dave singkat sambil mengalihkan pandangannya.


Terang saja Dave stalkerin sosmed Mentari, Dave penasaran dengan pertumbuhan Mentari dari gadis bau kencur hingga berubah menjadi Bunga Matahari.


Mentari mencari nama tante mami si ponsel Dave dengan mengetikkan nama "mommy" tapi tidak ditemukan kemudian dia mengetikkan dengan ejaan yang lain "mami" dan benar saja "my beauty mami❤️". Imut sekali pikir Mentari.


Kemudian dia mendial nama tersebut. Setelah beberapa kali mencoba mendial dan tak diangkat, Mentari menyerahkan ponselnya pada Dave.


"Tolong sampaikan terimakasih ke tante mami ya ka, mungkin saat ini tante mami sibuk." Ucap Mentari dengan nada sedikit kecewa.


"Iya... Jangan kuatir, nanti aku sampein kok. Bila perlu nanti aku bilang ke mommy kalo Mentari yang pengen ngobrol sama mommy, pasti mommy seneng dan langsung nelpon kamu." Papar Dave sambil mengelus puncak kepala Mentari.


Dave membukakan pintu mobil. "Yuk, cobain mobil baru." Ajak Dave sambil menarik tangan Mentari masuk ke dalam mobil.


"Ta... Tapi kak..." Mentari berusaha menjelaskan namun pintu mobil sudah tertutup.

__ADS_1


Setelah Dave masuk mobil dan duduk di sebelahnya Mentari berusaha menjelaskan bahwa dia sudah memiliki janji dengan Abi.


"Udah... Gampang nanti aja lagi. Lagian kalian tiap hari libur. Tiap hari ketemu." Sanggah Dave.


Kayaknya Dave modusin Mentari.


Dengan berat hati Mentari mengikuti keinginan Dave. Saat keluar dari area rumah Mentari, ia melihat Abi diatas motor pak Rahmat, sepertinya dia sudah siap melatih Mentari mengendarai motor.


Mentari POV


Aduh... Kak Abi maaf... Aku g bisa nolak kak Dave. Aku juga ga bawa ponsel lagi ... Kalo aku bawa ponsel pasti kak Abi ga bakal nunggu gitu.


Mentari POV END


Mentari menoleh ke arah Abi dan menyilangkan tangan tanda membatalkan janji. Abi pun melihat tanda yang diberikan Mentari dan dia pun mencoba mengerti.


"Yah... Keduluan kakak." Gumam Abi lirih dengan sedikit kekecewaan dibendungnya.


Di dalam mobil Mentari memikirkan kekecewaan Abi. Dia merasa tidak enak hati dengan apa yang baru saja dia lakukan.


"Aku ga enak sama kak Abi." Jawab Mentari.


"Sebenernya sejauh apa sih hubungan kamu sama Abi?" Selidik Dave.


"Biasa aja sih kak, kan dari dulu kita barengan terus. Jadi ya... Biasa aja sih." Jelas Mentari.


"Masa sih, emang ga ada feel gitu ke adik gua?" Goda Dave.


"Apaan sih kak..."


"Secara Abi itu ganteng, pinter, tajir, pasti banyak cewek yang mau jadi pacar Abi." Papar Dave.


"Iya sih... Emang banyak cewek posesif ke kak Abi. Ceweknya kemaren juga posesif banget. Tapi kalo aku mah gak tau tuh. Biasa aja." Jelas Mentari.


"Ooooo..." Ucap Dave.


Hening sejenak.

__ADS_1


Dave sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia bingung akan menanyakan apalagi pada gadis disampingnya ini. Jika ia menanyakan soal pacar... Itu terlalu terburu buru menurutnya.


"Kak... Kakak mau kemana si?" Tanya Mentari memecah keheningan.


"Mau ke... Anu... Itu..." Aduh Dave lupa menyusun rencana.


"Ha...????" Mentari kebingungan dengan reaksi Dave.


Kok kak Dave kaya ababil gini sih?? Gumam Mentari dalam hati dengan sedikit illfeel melihat reaksi Dave, pasalnya dulu Mentari menganggap Dave makhluk Perfect cool.


"Makanlah, siang gini." Susul Dave kemudian. Dia kehilangan taktik. Padahal Dave adalah playboy level pro. Sebut saja artis pendatang baru si Bilki bilki di senggol sedikit dia udah klepek klepek kaya ikan kurang air.


Tampang dan pakaiannya memang glamour, tapi belum pernah dia mendekati wanita dengan kedudukannya. Lain halnya dengan cewek cewek yang berusaha nempel ke Abi. Cewek yang nempel ke Abi mereka tau dari kalangan mana Abi berasal. Dan rata - rata mereka merendahkan Surya dan Mentari. Mereka menganggap Surya dan Mentari adalah benalu  untuk Abimanyu.


Nyatanya mereka keliru, justru keluarga Abi yang menjalin kemitraan dengan kelurga Surya dan Mentari. Adapun usaha A&C corp berkembang pesat juga karena sering ditayangkan di stasiun televisi tempat Ayah Surya dan Mentari bekerja.


Awalnya ayah mentari hanya General Marketing di salah satu stasiun televisi namun kini ia memiliki setengah saham dari stasiun televisi tersebut. Dan Bunda memiliki Rumah Sakit Bersalin yang ia kelola tentu dengan bantuan properti dari keluarga Abi.


Sehingga baik anak maupun orangtua memiliki hubungan timbal balik yang harmonis.


Dan kini Dave dan Mentari memasuki sebuah rumah makan dengan konsep nature. Sebuah pondokan lesehan diatas kolam ikan yang jernih dengan ikan koi berwarna - warni di dalamnya. Serta dihiasi teratai yang sedang bermekaran diatas kolam.


Mentari tampak bahagia sekali. Setelah memilih pondokan, Mentari segera duduk di tepi pondokan yang memang terbuka dindingnya. Hanya ada empat penyangga, atap dan alas namun tak berdinding. Mentari mencelupkan kakinya ke kolam, tak jarang ikan - ikan koi itu menempel di kaki Mentari itu membuatnya semakin riang. Layaknya balita yang main air di kolam ikan.


Dave memandangi Mentari dengan damai, teduh dan bahagia. Setidaknya itu yang dirasakan Dave saat ini ketika memandang Mentari bermain air di kolam.


"Polos banget lo." Guman Dave sambil tertawa simpul.


Terang saja Mentari polos, belum ada yang berani dan mampu menjamah Mentari. Dan hati Mentari pun hanya berdetak untuk Dave hingga saat ini.


Berbeda dengan cewek cewek yang mendekati ataupun di dekati Dave. Mereka adalah cewek centil, manja, stylish, gaul, modis. Sedangkan Mentari itu alami dan apa adanya. Hmmmm...


Selagi asik memandang, Dave dikagetkan dengan kedatangan seorang waiters bernama Bimo. Yang menanyakan pesanan dan kemudian bertanggung jawab melayani mereka sampai mereka selesai membayar bill.


Usai mengisi perut mereka, Dave kembali melajukan mobilnya ke arah rumah mereka. Ditengah perjalanan perjalanan ponsel Dave berbunyi. Dilihatnya nama Abi terpampang jelas di ponsel Dave saat ini.


Setelah melakukan pembicaraan yang sepertinya Abi menanyakan keberadaan mereka saat ini. Dave hanya menyetir mobil itu dalam keheningan. Hening tanpa sepatah katapun terucap selama perjalanan. Hingga akhirnya tibalah mereka di kediaman Mentari.

__ADS_1


__ADS_2