TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Karma dibayar Tunai


__ADS_3

Perjalanan dari Rumah Sakit menuju Rumah mereka memakan waktu kurang lebih 3,5 jam perjalanan. Saat ini waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, dan jalanan lumayan ramai lancar. Dave duduk di samping Mentari di seat penumpang. Sesekali Dave mencuri pandang lewat spion di depan, nampaknya Mentari mencoba terjaga dari kantuknya. Ingin rasanya Dave meletakkan kepala Mentari dipangkuannya saat ini.


"Tidur aja gak papa, kayaknya kamu capek banget." Ucap Dave.


"Iya kak." Jawab Mentari singkat.


Mentari mencoba menyandarkan tubuhnya lebih nyaman di kursi mobil kemudian memejamkan matanya perlahan. Perlahan tapi pasti, Mentari kini tengah menyusuri alam mimpi. Setelah dirasa cukup pulas, Dave mengubah posisi tidur Mentari dengan meraih bahunya agar kepala dan bahunya bertumpu pada paha Dave.


Nampaknya Mentari memang sangat kelelahan, dalam hitungan menit dia sudah tertidur dengan pulas. Dave memandang lekat - lekat wajah gadis yang kini tertidur di pangkuannya. Dia tak sadar sepasang mata di kursi kemudi tengah mengamati melalui spion tengah. Driver Dave mengulas senyum, "Sepertinya Mas Dave sedang kasmaran." Gumam sang Driver.


Tiga Jam perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai di rumah, dan saat ini sudah tengah malam. Mereka sudah berada di depan teras rumah Mentari saat ini. Dave membangunkan Mentari perlahan namun, Mentari tak juga bangun. Akhirnya Dave meminta Driver untuk memanggil ART di rumah Mentari untuk membantu membukakan pintu rumah hingga kamar Mentari.


Setelah pintu rumah dibukakan oleh seorang ART, Dave keluar dari mobil sambil mengangkat tubuh Mentari. Ia membawa Mentari yang tertidur hingga ke dalam kamarnya, dan membaringkan tubuh Mentari di tempat tidurnya.


"Nitip Mentari ya bu." Ucap Dave pada ART yang membantunya membukakan pintu.


"Baik mas." Sahut ART tersebut. Dave meninggalkan rumah Mentari dan pulang ke rumahnya yang berada tepat di samping rumah Mentari.


Sesampainya di rumah, Dave segera menuju ke kolam renang di halaman belakang rumahnya. Dia melepaskan pakaian yang dikenakannya dan hanya meninggalkan pants menempel pada tubuh bagian bawahnya. Dave melakukan sedikit pemanasan sebelum akhirnya terjun ke dalam air. Dave melakukan diving di dalam air, menenggelamkan seluruh tubuhnya di dalam air dan menahan nafas di dalam air selama beberapa saat.


Setelah beberapa saat berada di dalam air, Dave naik ke permukaan. Dia melihat sosok Adiknya berdiri di bibir kolam sambil membawa Bathrobe. Dave meluncur ke dinding tepat dibawah kaki Abi.


"Ga dingin Bang?" Ucap Abi sambil beralih ke posisi jongkok.

__ADS_1


"Enggak sih. Lo belum tidur?" Tanya Dave.


"Udahlah. Tapi denger suara orang nyebur kolam, gue kebangun." Papar Abi.


"Sorry kalo gitu." Ucap Dave.


"Tidur lagi gih. Taruh aja bathrobe-nya disana." Sambung Dave sambil menunjuk ke kursi di samping kolam renang.


Dave meluncur kembali ke tengah kolam ketika Abi berbalik. Namun, Abi berbalik untuk duduk di kursi bukan untuk kembali ke kamarnya.


"Bang, besok Lo ikut jemput mommy juga kan?" Tanya Abi pada Dave yang berada di Tengah kolam.


Dave berenang kembali ke arah tepi dan keluar dari kolam. Dengan cekatan Abi menyodorkan Bathrobe yang dibawanya pada Dave.


"Kita besok jemput mami berdua." Ucap Dave sambil menepuk bahu Abi yang masih dalam posisi duduk.


"Bang!" Panggil Abi sambil pandangannya menerawang.


"Hmmmmm." Sahut Dave.


"Lo gak lagi targetin Mentari kan?" Tanya Abi.


"Maksud Lo?" Tanya Dave bingung.

__ADS_1


"Lo lagi ga targetin Mentari jadi cewek - cewek yang Lo koleksi kan bang?" Tanya Abi geram.


"Gue lagi ga targetin Mentari kok." Jawab Dave.


"Tapi, beberapa hari ini gue memang suka sama Mentari." Sambung Dave.


Mendengar kalimat terakhir Dave membuat Abi geram. Pasalnya Abi tahu pria seperti apa kakaknya ini. Dia kerap berganti teman tidur, meski tanpa hubungan apapun. Bahkan ketika dia menjalin hubungan pun, dia kerap melakukannya kecuali pacarnya yang terakhir. Dia malah menerima hal serupa seperti yang ia lakukan pada pacar - pacar sebelumnya. Ibarat kata, Karma dibayar tunai.


Abi beranjak dari posisi duduknya, Ia berdiri dan mencengkeram bahu Dave.


"Jangan Dekati Mentari." Ucap Abi geram.


"Gue tahu dengan jelas cowok macem apa Lo bang! Gue bakal jagain Mentari, biar ga jadi mainan Lo bang!" Ucap Abi dengan penuh penekanan. Kemudian beranjak meninggalkan Dave.


"Gue jamin, gue gak bakal mainin Mentari." Ucap Dave. Langkah Abi terhenti dan berdecak.


"Ck!! Gue gak percaya bang." Ucap Abi tanpa menoleh.


"Gue jamin." Sahut Dave.


"Gue gak butuh ucapan, sebagai pria gue butuh actionnya!" Ucap Abi masih geram.


"Liat aj, gue bakal jagain Mentari lebih baik dari Lo." Ucap Dave dengan sangat

__ADS_1


tenang.


__ADS_2