TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Ditinggal Abi


__ADS_3

Mentari berjalan diapit bodyguards gantengnya. Mereka menonton film yang menceritakan makhluk bertubuh biru dengan telinga runcing dan ekor panjang. Usai menonton mereka pergi mengisi perut mereka.


Mentari duduk di hadapan Jo disampingnya Mentari Abi duduk dengan bangga.


"Mentari, jujur deh gue penasaran." Abi membuka percakapan di sela - sela makan mereka.


"hmmm..." Jo dan Mentari menjawab sambil menoleh ke arah Abi.


"Gue ama kak Jo gantengan siapa?" Abi mengerlingkan mata ke arah Mentari dan Jo yang dibalas sesuap spring roll yang di masukkan dengan paksa oleh Jo ke mulut Abi.


"Gantengan Lee Min Ho." Jawab Mentari santai.


"Ah Lo mah..." Gerutu Abi malas.


"Tapi beneran nih... Apa yang Lo suka dari kita berdua." Tambah Abi penasaran.


"Ya terang aja gue suka kalian karena kalian baik, kalian temen aku dari kecil. Kita kan udah Deket dari kecil."


"Kalo secara fisik?" Abi terus mengorek pertanyaan sepertinya dia ingin mendapat pengakuan.


"Kalian nyadar kan kalo kalian berdua ganteng? Sapa yang ga suka coba? Secara dua cowok ganteng di samping gue."


"Lagian Lo kenapa lagi tiba - tiba nanya gitu. Lo nyadar kan Lo banyak dikejar cewek cantik?" Mentari mengomeli Abi.


"Atau... lo pengen tau selera gue?" Tanya Mentari menelisik.


"Low ganteng Kak Abi, banyak cewek yang ngantri pengen lo perhatiin. Lo juga ganteng kak Jo, Gue suka kalian berdua gimana dong?" Papar Mentari sambil menggenggam tangan mereka berdua.


"Jadi Lo mau nge-harem? Boleh juga." Sahut Jo Enteng.


"Enak aja, gue yang ogah." Sungut Abi.


"Threesome juga boleh." Gumam Jo nakal yang langsung membuat Mentari melotot.

__ADS_1


"Apa tuh?" Ucap Mentari penasaran.


Sontak Membuat Abi dan Jo terbahak. Mereka menertawakan gadis di hadapannya yang ternyata masih cupu. Disaat mereka sedang berbincang seru, tertangkap mata oleh Clara yang sedang hang out bersama dua sahabatnya Fira dan Yunita. Clara tidak sengaja mendapati ketiganya sedang bercanda seru sambil menggenggam tangan di salah satu resto yang dia lewati.


"Gila juga tuh cewek, Dia gaet dua cowok ganteng sekaligus. Awas aja benalu gatel." Gumam Clara sambil mengepalkan tangannya. Sepertinya Clara belum juga move on dari Abi, karena selama ini Clara belum mendapatkan pacar, hanya menjalin hubungan tanpa status dengan beberapa cowok yang ganti secara berkala.


Kembali ke Mentari, Jo dan Abi. Abi terus melontarkan pertanyaan - pertanyaan aneh yang membuat Jo sesekali tertawa simpul. Nyatanya Abi belum puas dengan jawaban - jawaban yang Mentari utarakan.


"Jadi, kalo gue sama Jo yang lamar kamu, kamu mau pilih yang mana?"


"Eh bentar, Apa yang kamu sukai dari fisik kak Jo? Lo belum jawab." Cecar Abi.


"Kak Jo juga ganteng kali, sama kaya Lo. Cuma dari dulu gue suka sama mata biru kak Jo." Ucap Mentari sambil mengedipkan matanya dan memandang kak Jo di hadapannya. Jo hanya tersenyum menanggapi tatapan Mentari, sedangkan Abi langsung penasaran menatap Jo dan meyakinkan diri bahwa mata Jo berwarna biru.


"Lo siwer? Hey non, liat tuh mata Jo item gitu. Mata gue juga bisa jadi biru kalo pake contact lens." Gerutu Abi.


"Itulah bedanya kak Jo, mata dia tuh biru muda asal Lo tahu. Dia pake lens item justru biar ga menarik perhatian para pemburu cowok ganteng." Papar Mentari sambil mengagumi Jo. Jo tersenyum pongah. Dia merasa sudah menang dari Abi.


"Mana coba gue liat kalo dia beneran punya mata biru." Tantang Abi.


"What!!! Jadi selama ini Kakak memakai lensa untuk menyembunyikan mata biru kakak ini?" Jo kaget setengah hidup dengan kebenaran yang ia dapatkan. Yang dia tahu selama ini orang menggunakan lensa berwarna untuk mempercantik mata, tapi manusia di depannya ini malah memakai lensa untuk menyembunyikan mata indahnya.


Jo melepas lensa satunya dan membungkusnya lagi. Kini Jo mengeluarkan kaca matanya dari dalam tas. Tampilannya kini justru menambah kesan nerdy cool. Keduanya kini terkagum - kagum dengan ketampanan Jo yang naik satu level.


"Gimana Beb, kamu pilih Abi atau Aku yang jadi suamimu." Goda Jo.


"Dua - duanya boleh?" Gurau Mentari serakah.


"Kalo gue mah gak papa. Gimana Bi? Mentari mau kita berdua." Ledek Jo.


"Yaudah gue mau. Kalo itu buat Lo bahagia sayang."


"Gue Senin, Loe Selasa dan begitu seterusnya. Gantian ya."Tambah Jo.

__ADS_1


"Sip. Deal ya!" Seru Jo sambil bersalaman. Namun malah dihalangi oleh Mentari.


"Eh... eh... eh... kalian apaan sih. Emang Gue apaan kalian gilir gitu. Otaknya somplak ya... Idih kasian amat, ganteng - ganteng somplak." Gerutu Mentari sebal.


"Kamu mikir apa sih sayang." Ucap Jo sambil mengusap puncak kepala Mentari.


"Maksud kita itu, kita jagain kamunya tuh giliran. Biar sama sama jagain kamu." Papar Jo menjelaskan.


"Gak usah! Makasih. Aku bisa sendiri kok. Kalian gak usah repot - repot." Jawab Mentari ketus.


Sejak Mentari kecil, Mode manyun adalah mode menggemaskan bagi Jo. Saat ini Jo ingin sekali ******* bibir itu. Namun sayang ada Abi di samping Mentari. Kali ini Jo harus menahannya dulu.


Sesi makan selesai, mereka kini menuju cafe milik Jo. Usai menikmati hidangan gurih dan pedas nampaknya Mentari masih ingin makan yang manis. Mudah saja bagi mereka menuruti keinginan Mentari asal Mentari bisa tersenyum bahagia.


Sesampainya di cafe, seperti biasa cake favoritnya adalah strawbery cheese cake dipadu Iced Americano. Sedangkan Abi dan Jo hanya memesan Espresso double shoot. Mereka memandangi Mentari yang sedang menikmati cake nya dengan sangat bahagia, mereka tidak ingin merusak kebahagiaan gadis yang mereka sayangi ini.


"Udah gede masih aja makan belepotan." Jo membersihkan cream yang sedikit menempel di bagian atas bibir Mentari.


"Ish... Masih ada Abi disini, kalo gak ada Abi pasti udah gue bersihin pake lidah gue." Gumam Jo dalam hati.


🎶🎶🎶


Ponsel Abi berdering. Namun setelah Abi memeriksa nama yang tertera, Abi enggan mengangkatnya. Ponsel itu terus berdering hingga 5 kali.


"Angkat Kak. Pasti Clara deh. Dia ga bakalan berhenti nelpon Lo sebelum Lo angkat tuh telpon dari dia. Lagian berisik tahu." Mentari menasehati.


"Yaudah gue angkat."


Abi menerima panggilan dari Clara di panggilan selanjutnya. Setelah menerima panggilan itu, dia pergi untuk menemui Clara di suatu tempat. Abi pergi dengan mobil Jo dan berjanji segera kembali setelah urusan dengan Clara selesai.


Selagi menunggu Abi pergi, Jo mengajak Mentari ke ruangannya. Jo meluapkan hasrat yang sedari tadi ia tahan. Jo mencium dan ******* bibir manis Mentari, mengabsen tiap giginya dan melilitkan lidahnya. Mentari melepaskan kacamata yang dikenakan Jo agar dia dapat menyaksikan mata biru yang sedang membara. Jo menempelkan lidahnya pada bagian belakang telinga Mentari yang membuat Mentari menggeliat, kemudian dikecupnya leher jenjang nan indah. Lagi lagi tubuh Mentari menggelinjang. Degup Jantung yang begitu cepat bagi keduanya, nafas yang memburu, serta hasrat yang menggebu.


Mentari mulai menikmati kecupan, belaian dan sentuhan tangan Jo ditubuhnya. Mereka terus berciuman, Jo membawa Mentari ke atas sofa. Meletakkan Mentari dipangkuannya. Ada sesuatu yang sesak dan mengganjal di bawah sana. Satu tangan Jo menekan tengkuk Mentari untuk memperdalam ciumannya sementara tangan yang lain bergerilya dan membelai bagian tubuh Mentari.

__ADS_1


Sesekali tubuhnya Menegang, Menggeliat, Menggelinjang dan merasakan getaran yang menggebu. Hingga inggin menggerakkan badan dan menekan yang mengganjal di bawah sana. Jo melepaskan ciumannya dan menciumi bagian leher yang terbuka. Jo melepaskan cardigan yang Mentari kenakan, dan menyisakan camisole berwarna hitam di tubuh Mentari. Aroma tubuh Mentari kini menjadi candu bagi Jo. Semakin mencium aromanya, semakin hasratnya menggebu. Diciumnya bagian camisole yang terbuka, membuat pandangan Mentari menjadi berkabut, Badannya Menggeliat, Jo menekan posisi Mentari diatas pangkuannya dan satu ******* berhasil lolos dari keduanya.


__ADS_2