
Mereka pergi ke sebuah Mall terbesar di Ibukota, mendatangi sebuah gerai ponsel ternama dan membeli sebuah ponsel baru untuk Mentari. Atau mungkin lebih dari sebuah. Pffftttt.
Mentari tampak sedang memilih model untuk ponsel barunya, namun ia sepertinya lebih tertarik pada ponsel model flip. Mentari sedikit menimbang antara ponsel berlensa lebar berlogo buah seperti miliknya sebelumnya, atau ponsel dengan model flip yang ada di hadapannya saat ini. Sebenaranya, ia tak peduli dengan ponsel yang ia gunakan, toh ia hanya menggunkannya untuk menerima telepon dan pesan. Maka ia menjatuhkan pilihan pada ponsel yang dapat dilipat seperti ponsel slide jaman dahulu yang pernah ia miliki, mungil dan tak makan tempat menurutnya.
Setelah memilih model ponsel, ia kembali dipusingkan dengan warna ponsel yang akan ia ambil. Antara Bora Purple, Rose Gold, Atau Blue.
"Jadi warna mana yang kamu suka, Ungu yang kalem, Rose Gold yang cantik, atau Biru muda yang tenang?" Tanya Dave sambil menopang dagu dan bersandar pada kaca etalase.
"Menurut Abang, mana yang cocok untukku?" Mentari sebenarnya lebih memilih warna Bora Purple, namun ini sangat iconic sebagai fans BTS. Sebenaranya tak mengapa jika ia memilih warna ungu ini, toh Mentair juga sering mendengarkan lagu - lagu milik BTS, dan lagi Mentari kehilangan ingatannya jadi dia pun saat ini masih belum mengenali kesukaannya di masa lampau.
"Kayaknya Rose Gold bagus deh. Cantik, kaya kamu." Gombal Dave.
"Jadi aku pilih yang Bora Purple aja deh, yang ga cantik tapi kalem." Ucap Mentari sambil menyunggingkan senyum ke arah Dave.
"Kok gitu? Percuma nanya kalo gitu." Dengus Dave pura - pura kesal.
Mentari terkekeh melihat polah Dave yang pura - pura kesal. Ia terkikik hingga matanya menyipit dan lesung pipinya terbentuk. Melihat betapa cantiknya Mentari saat terkikik, membuat Dave gemas dan mencubit hidung Mentari.
"Iiiiiihhhh saaaaakiiiiit banggggg" Mentari meringis hidungnya Dave cubit. Dave melepaskan cubitannya, kemudian tubuh merangkul Mentari.
"Issshhhh awas... Abang jahat!" Ucap Mentari sambil mengembungkan pipinya dan mendorong Dave menjauhi tubuhnya. Hal ini malah justru membuat Dave gemas. Dave kembali merengkuh tubuh Mentari, mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan wajah Mentari dan Mendaratkan kecupan di keningnya.
"Wah... Jadi kangen sama adek dirumah. Kalian kakak - adik yang akur ya!" Ucap penjaga gerai yang sedari tadi menunggu Mentari memilih ponsel.
"Emang kita mirip kakak - adek mbak?" Ucap Dave tak terima sambil menunjuk dan membandingkan wajahnya dengan wajah Mentari.
"Iya kakak, emang kakak bukan kakak - adik sama mbak cantik ini?" Balas Penjaga gerai.
"Eh... bukanlah, ini cewek gue! Enak aja kakak - adek." Sungut Dave Kesal.
__ADS_1
"Eh maaf... soalnya kakak mirip sama mbaknya. Sama - sama rupawan, dan lagi biasanya kalo cewek - cowok pacaran, ceweknya dandan abis - abisan dan merengek manja ke cowoknya. Nah kalo kakak - kakak ini akrab dan tenang banget kaya kakak - adek habisnya." Papar Penjaga Gerai sambil tersipu.
Dave memandang Mentari sesaat.
"Emang beda sih cewek gue." Ucapnya menyombong pada Penjaga gerai.
"Yaudah deh mbak, tolong yang Bora Purple, set lengkap smartwatch, semua jenis cover, wireles chargher duo, buds, sama smart-tagnya. Kalo ga ada warna purple, ambil warna silver atau natural kecuali hitam." Pinta Dave lengkap. Dengan Segera Penjaga gerai tersebut segera mencari dan menyiapkan pesanan yang diminta Dave. Mentari menggelengkan kepalanya dan terkekeh melihat betapa detailnya pesanan yang Dave sebutkan. Begitu detail dari jenis dan warnanya.
Tak lama kemudian Penjaga gerai muncul bersama dengan temannya membawa pesanan yang diminta. Dave memeriksa semua pesanan dari jenis hingga warna yang diminta.
"Ada lagi yang kamu pengin gak?" Dave menatap Mentari yang takjub dengan pesanan yang Dave minta. Benar - benar full set ini sih. Mentari menggeleng.
"Ini sih udah lebih dari cukup bang. Mbak saya minta invoice nya 2 ya." Pinta Mentari yang membuat Dave dan Penjaga Gerai bingung.
"Kenapa minta Invoice 2?" Tanya Dave kebingungan.
"Buat dikasihkan ke Bunda, Mentari kan ga bawa cukup uang buat ini semua Bang. Nanti Mentari minta ke Bunda." Ucap Mentari diakhiri dengan senyum lebarnya. Penjaga Gerai pun mengulum senyumnya mendengar pemaparan pelanggan di depannya.
"Makan siang yuk, Abang laper nih." Ucap Dave sambil mengusap perutnya.
"Baiklah." Sahut Mentari.
Mereka berdua menuju sebuah resto untuk mengisi perut keduanya. Mereka menikmati makanan yang dihidangkan resto tak lama setelah mereka memesan. Keduanya makan dengan khidmat, sesekali Dave menyela aktivitas mengunyahnya dengan pertanyaan tak penting, atau sekedar membasahi kerongkongannya dengan minuman mereka. Namun, tanpa mereka sadari dari kejauhan sepasang mata tampak mengamati keduanya. Sorotan tajamnya mengarah pada Dave. Sepertinya wanita tersebut mengenali Dave. Wanita itu mengeluarkan ponselnya, dan nampak menghubungi sesorang. Diseberang pandangannya nampak Dave mengeluarkan ponselnya dan menjawab telepon.
-Dave-
"Ya Chell."
Dave menjawab panggilan dari Michelle, wanita yang sedang mengamati mereka dari jauh. Dave tak segan menjawab dan menyebutkan nama sang penelepon dihadapan Mentari.
__ADS_1
-Michelle-
"Lagi dimana beb?"
-Dave-
"Gue lagi makan siang bareng cewek gue."
-Michelle-
"Cewek Lo?? Terus gue siapa Lo?"
Michelle geram mendengar jawaban dari Dave. Pasalnya ia masih menganggap Dave masih kekasihnya.
-Dave-
"Lo? Lo kan mantan gue? Ingetkan?"
Ucap Dave menegaskan. Kemudian Ia memutuskan panggilan teleponnya dengan Michelle dan melanjutkan sesi makan siangnya yang terjeda.
Mentari yang mendengar respon Dave saat menerima telepon hanya bisa menunggu Dave untuk menjelaskan. Ia berniat tak akan membuka mulut untuk bertanya macam - macam karena itu bukan urusannya. Sedangkan diseberang sana Michelle nampak sangat kesal melihat pemandangan seperti tak terjadi sesuatu di antara pasangan yang dia amati.
Dave selesai menghabiskan makan siangngya. Dave merasa aneh karena Mentari terlihat biasa saja meski mendengar percakapan antara diarinya dan Michelle tadi.
"Kamu ga ada yang mau ditanyain?" Dave meletakkan gelas yang baru saja ia habiskan isinya sambil membuka keheningan. Mentari menggeleng.
"Beneran?" Sambung Dave. Kini Mentari mengangguk.
"Dia mantan cewek gue, Michelle baru 3 bulan kita pisah." Dave menjelaskan tanpa diminta, dan Mentari hanya mengangguk menanggapi pernyataan Dave.
__ADS_1
Kini Dave justru menjadi salah tingkah dengan respon yang Mentari berikan. Kenapa Dia bahkan tidak penasaran atau marah? Kenapa reaksi Mentari begitu santai.