
Setelah sekian lama mencoba akhirnya Abi mencoba untuk menumbalkan seseorang. Siapa lagi kalo bukan Mentari yang jadi tumbalnya. 🤭
Mentari akan ikut bersama mobil Abi hingga cafe milik Jo yang memang letaknya tidak jauh dari kampus. Selanjutnya Abi akan mengantarkan Haifa sampai kerumahnya. Tentu saja Jo keberatan dengan akal - akalan Abi. Tapi apa boleh buat, Mentari aja setuju demi Haifa dan Abi katanya.
Seperti hari - hari sebelumnya, Mentari diturunkan tidak jauh dari cafe. Hari ini tampaknya Jo belum ada di cafe, karena belum ada mobil Jo di halaman cafe. Tiba - tiba dari belakang ada sebuah mobil berwarna kuning melaju dengan cepat, dan sangat mepet dengan trotoar hingga tangan Mentari terserempet spion mobil itu dan ia tersungkur di trotoar.
Melihat kekasih bosnya tersungkur di trotoar, seluruh karyawan cafe berkerumun dan berusaha menolong Mentari. Mereka membawa Mentari masuk ke dalam cafe dan mengobati luka Mentari di ruang istirahat karyawan. Sandi satu - satunya karyawan yang memegang kunci ruangan Jo, membukakan ruangan itu untuk Mentari.
"O... Sandi yang punya kunci ruangan itu." Batin Karina sambil terus mengamati Sandi. Karena setahu Karin dan karyawan lainnya tidak ada yang memegang kunci ruangan itu kecuali Jo sendiri.
Setelah selesai mengobati Mentari, Monica melaporkan keadaan Mentari melalui grup chat, berharap Jo membukanya dan segera datang ke cafe. Monica membawa Mentari ke ruangan Jo yang telah dibukakan Sandi.
"Terima kasih Monica." Ucap Mentari sambil tersenyum namun menahan sakit.
Monica dengan telaten mengobati Kaki mentari yang luka dan lebam serta pergelangan Mentari yang tampak bengkak.
"Sandi, tolong bawakan handuk dan air hangat ya..." Pinta Monic pada Sandi.
Sandi segera membawakan yang Monic pinta. Jo datang tergopoh - gopoh dengan napas tersengal - tersengal dia berhambur dari pintu dan langsung memeluk Mentari. Dipindainya tubuh Mentari dari ujung kepala sampai ujung kaki. Dia mendapati lutut gadisnya di balut plaster serta tampak lebam dan pergelangan tangan yang sedang dibalut handuk putih.
"Kamu gak papa sayang?" Ucap Jo sambil terduduk dihadapan Mentari lalu menangkup wajah Mentari dengan kedua tangannya dan mengecupi keningnya.
"A... aku gak papa ko kak." Jawab Mentari sambil meringis merasakan ngilu di lutut dan pergelangan tangannya.
Jo membuka pergelangan tangan Mentari yang ditutupi handuk.
"Ya Allah sayang, ini ko bisa sampe bengkak gini? Ayo kerumah sakit."
"Gausah ya kak... di pijit aja sama pak Samsul di rumah." Pinta Mentari.
"Gak. Ini harus ke rumah sakit. Ayo buruan." Jo terburu - buru membawa Mentari ke rumah sakit.
Mentari hanya bisa pasrah saat Jo membopong tubuhnya menuju mobil dan membawanya ke Rumah Sakit yang memiliki Trauma Center untuk mengobati cedera Mentari. Setelah melakukan pemeriksaan dan pemindaian, pada tangan Mentari terjadi dislokasi karpal dan pada lutut Mentari terjadi fraktur pada bagian pattela. Jadi untuk sementara dia akan kesulitan berjalan dan menggunakan tangan kanannya, karena pasti akan terasa ngilu pada bagian yang cedera.
Jo mengantarkan Mentari kerumah, sebelumnya Jo mampir ke toko alat kesehatan untuk membeli 2 kursi roda. Jo kembali membopong Mentari ke dalam rumah kemudian menurunkan 1 kursi roda.
"Ya ampun, non... kaki sama tangan non kenapa?" Seru Mbak Marni sehingga ART yang lain ikut mendekat mengerubungi Mentari dan Jo.
__ADS_1
"Aku gak papa ko. Ini Kak Jo aja yang lebay." Jawab Mentari sambil meringis. Sementara yang lain mengerubungi Mentari, Mbak Marni menelpon Bunda melaporkan apa yang dialami Putrinya.
"Udah ya... Mentari gak papa kok. Mentari mau istirahat dulu ahh..." Mentari mencoba berdiri dan melangkah ke kamarnya dengan sigap Jo mengangkat tubuh Mentari dan kembali membopongnya menuju kamar Mentari.
"Ckckckck... Anak muda perkasa... Hati - hati bawanya ya mas." Ucap Mbak Marni.
"Kalo butuh apa - apa kasih tau saya mas." Sambung ART yang lain.
"Mas Jo ki pancen baik banget yo... gak sah diminta langsung hap."
"Kak, aku mau ganti baju. Kaka keluar dulu bisa kan..." Pinta Mentari.
Jo mengambilkan beberapa potong baju dari dalam lemari. Dan pergi ke dapur untuk mengambil handuk dan tempat air.
Setelah mendapatkan tempat air dan handuk dari mbak Marni Jo kembali ke kamar Mentari. Mengisi tempat air dengan air hangat dari kamar mandi dan menuangkan essential oil lalu membersihkan tubuh Mentari dengan telaten. Bunda yang datang tergopoh - gopoh dari pintu masuk memelan saat melihat Jo sedang membersihkan badan Mentari.
"Kamu gak papa nak?" Tanya Bunda sambil memindai putri satu - satunya.
"Mentari gak papa kok bund, Kak Jo aja yang berlebihan." Jawab Mentari sambil mengalihkan pandang pada Jo.
"Bukan berlebihan, Aku cuma gak mau ada efek berkelanjutan ko gak ditangani dengan baik dan benar." Bela Jo.
"Terima kasih Jo, kamu dah jagain Mentari. Maaf kalo anak buat ngerepotin kamu." Ucap Bunda.
"Apanya yang repot bunda, buat Jo Melati itu segalanya, kalo Mentari kenapa - Napa itu bisa jadi karena kelalaian Jo. Maaf ya bunda, Mentari jadi cidera."
"Gak papa sayang. Terima kasih." Ucap bunda lagi.
"Ini udah sore kalian belum makan kan... bunda minta mbak Marni bawain makanan dulu." Pamit Bunda.
Bunda datang bersama Mbak Marni dengan banyak makanan. Bunda menyuapi Mentari makan karena tangan kanan Mentari mengalami cidera. Malam harinya ayah tak kalah heboh menyadari keadaan anak gadisnya itu.
"Kak, udah malem. Kakak istirahat gih. Kakak pasti capek." Pinta Mentari.
"Aku gak papa ko sayang." Ucap Jo sambil membelai kepala Mentari.
Kamu istirahat di kamar tamu di bawah, atau di kamar Surya aja kalo mau." Timpal Ayah. Wajah Jo menyiratkan bahwa ia sudah sangat lelah.
__ADS_1
"Terima kasih om." Ucap Jo karena dipersilahkan menginap dirumah mereka. Padahal rumah dia juga Deket ada di sebelah.😂🤣🤭
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
-Cute Kitten😍🤩🥰-
Mentari : Guys gue nitip
absen
^^^Haifa : Siap!!^^^
^^^Cassa : Siap!!^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Little Sunshine... Lo ngampus nggak?" Abi berteriak - teriak sambil masuk ke dalam kamar Mentari.
"Lhoh? Lo masih di tempat tidur, dan Lo kak Jo, cepet banget dateng ya." Sambungnya lagi sambil mendekat ke arah tempat tidur Mentari.
😱😱😱
"Ya Allah... Lo ke... na.. pa..." Tanya Abi yang kaget melihat keadaan tangan Mentari.
"Gue gak papa." Jawab Mentari singkat.
Dengan Cepat Abi mengambil gambar Mentari yang terkapar dengan pergelangan tangan yang dipasangi Bidai dan mengirimnya pada Haifa.
Haifa : "Ini siapa? Itu Mentari kan? dia kenapa?😭"
^^^Abi : " ni Abi. Iya tuh Mentari^^^
^^^kemarin kecelakaan."^^^
Haifa : "Kok bisa?"😭😭😭
^^^Abi : "Tar gue ceritain pas^^^
__ADS_1
^^^ di kampus ya..."^^^
"Akhirnya datang juga kesempatan buat gue kirim pesan ke Haifa."😍🥰 Gumam Abi kegirangan dan matanya berbinar.