
Abi baru saja menyelesaikan kelasnya dan segera memacu kuda besinya menuju cafe milik Jo. Abi langsung menemukan letak Mentari duduk bersama Jo. Baru saja Abi menempelkan bokongnya di tempat duduk, Mentari langsung menyodorkan lima lembar foto yang ia keluarkan dari ranselnya.
😮😮😮
"Darimana lo dapet ini?" Ucap Abi sambil menahan amarah dan melirik ke arah Jo.
"Clara yang kasih itu ke gue." Jawab Mentari.
"Ini maksudnya apa coba?" Sambung Mentari.
"Apa ini yang bikin Lo kemaren - kemaren ngilang?" Selidik Mentari. Mentari adalah orang yang sangat peka dalam beberapa hal kecuali, yang menyangkut dirinya sendiri.
Abi mengangguk lemah. Abi menceritakan kronologinya pada Mentari. Semuanya, tanpa ada yang terlewat. Mentari melirik ke arah Jo.
Jo mengangkat bahunya. 🤷.
Ketiganya sedang serius berbicara ketika pelayan cafe bernama Karina datang untuk mengantarkan pesanan mereka. Karina yang sedari tadi mengamati gerak gerik mereka bertiga tampak tertarik dengan lima buah lembar foto yang tergeletak di atas meja.
"Kayaknya gue pernah liat tuh cewe dimana ya?" Batin Karina.
Karina meninggalkan meja mereka bertiga dengan rasa penasaran.
"Jadi sebenernya, yang jadi cowok Mentari itu Jo atau cowok itu?" Gumam Karina penasaran.
Karina melihat ketiga orang itu melintas dan masuk ke dalam ruangan Jo. Di dalam ruangan Jo terjadi proses interogasi yang sangat sengit. Mentari kecewa karena Abi tidak menceritakan padanya, Dia merasa Clara mengolok - oloknya.
"Coba kalo Lo cerita dulu ke gue ka! Gue ga mungkin sedungu itu bersikap, Gue bisa belain Lo di depan orang banyak. Lo tuh!" Kalimat Mentari mengambang, Mentari tidak dapat mengutarakan kekecewaannya lebih banyak.
Jo hanya diam dan mencoba menenangkan Mentari. Dipeluknya tubuh Mentari dan di kecupinya kening Mentari. Mereka tidak tahu bahwa diluar sana ada sepasang telinga yang menempel di daun pintu.
__ADS_1
Lonceng di pintu cafe berbunyi, tanda ada seseorang memasuki cafe. Karina menoleh ke arah pintu, dan Olala... didapatinya sosok wanita yang mirip di dalam foto. Karina segera mendekati meja wanita itu.
Karina langsung akrab dengan wanita bernama Clara itu, dia melaporkan apa yang baru saja ia lihat dang dengan pada Clara. Karina berpikir, Clara bisa dia jadikan Sekutu untuk menjauhkan Mentari dari Jo.
Setelah mendengarkan laporan Karina, Clara mendial nomor Abi dan mengajaknya bertemu. Abi yang sudah berang dengan tingkah laku Clara segera keluar dari ruangan Jo dan mendapati Clara berada di dalah satu kursi di cafe Jo. Abi menarik Clara dengan kasar dan dibawanya dengan mengendarai motor ke salah satu hotel.
Abi menyeret paksa Clara dan membawanya masuk ke kamar. Abi kesetanan di dalam kamar dia berteriak ke arah Clara. Abi menghubungi nomor seseorang untuk membawakannya sesuatu.
"Lo manipulasi gue hah?" Ucap Abi dengan nada tinggi sambil menunjuk wajah Clara yg ia baringkan di atas tempat tidur.
"Lo apain gue malem itu." Abi terus berteriak pada Clara, Abi membuka bajunya dan celananya kasar.
Tok tok
Pintu di ketuk dan Abi segera membuka pintu dan mengambil alih nampan yang orang itu bawa. Sebotol minuman dan dua buah gelas.
"Lo suka kan? Lo mau ini kan? Fine!" Abi. amat berang, dia hanya ingin menggertak Clara. Namun Clara tak bergeming Clara justru mendekatkan badannya ke arah Abi. Clara menjamah tubuh atletis Abi.
Abi melajukan motornya ke arah rumahnya. Tepat di lampu merah menuju rumahnya, dia melihat Haifa sedang berjalan menyebrang zebra cross di depannya. Abi mengikuti Arah Haifa berjalan. Ketika lampu sudah hijau Abi melajukan motornya mengikuti Haifa. Abi menghentikan laju motornya ketika melihat Haifa sedang berjongkok di pinggir jalan sambil mengeluarkan tisu dan makanan kucing dari dalam tasnya. Tisunya ia jadikan alas makanan kucing untuk beberapa kucing di hadapan Haifa saat ini.
Abi mengamati Haifa dari seberang jalan dan setelah Haifa mulai beranjak pergi Abi menghampiri Haifa untuk menawarkan boncengan. Haifa sempat menolak tawaran Abi namun Abi memaksa sehingga Haifa terpaksa menerima ajakan Abi.
Abi mengantarkan Haifa ke rumahnya. Nampak Rumah yang tidak terlalu besar namun asri di sebuah perumahan. Pagar besinya dililit tanaman berbunga warna merah, dan sebelum pintu masuk rumah ada parit dengan jembatan menuju teras rumah Haifa. Parit teras rumah Haifa terhubung dengan kolam ikan ala Jepang di depannya yang berisi ikan Koi warna warni dan besar besar.
Setelah memastikan Haifa masuk ke dalam rumahnya, Abi kembali melajukan motornya menuju rumahnya. Abi merasakan debaran ketika bersinggungan dengan Haifa. Padahal sudah satu tahun dia kenal Haifa, namun akhir - akhir ini jantungnya tidak stabil saat bersinggungan dengan Haifa. Meski jarak antar mereka jauh, jika mata Abi sudah melihat sosok Haifa, jantungnya berasa tergelitik. Seperti ada ribuan kupu - kupu yang memenuhi rongga perut hingga dadanya.
"Haifa..." Gumam Abi sambil tersenyum.
Usai membersihkan tubuhnya, Abi menuju rumah Mentari. Rupanya dirumah Mentari sudah ada Jo yang sedang makan malam bersama keluarga Mentari.
__ADS_1
"Ayo sini Nak, makan bareng kita." Ajak Bunda pada Abi yang baru memasuki ruangan.
"Kamu pasti baru pulang kan... belum makan juga pasti." Sambung Bunda.
Tanpa sungkan Abi langsung menuju salah satu kursi kosong disana. Dulu saat Surya masih hidup pun Abi sering makan malam bersama mereka. Begitulah hubungan keluarga mereka terjalin, Pertemanan masa kuliah, rekanan bisnis, bertetangga, dan pertemanan anak - anak mereka. Sejauh ini berjalan sangat baik dan harmonis. Beruntunglah para ibu sangat mengerti masalah psikologi manusia jadi sehingga mereka lebih sering saling menjaga dan mendukung daripada saling menjatuhkan.
Usai makan Mentari, Abi dan Jo berkumpul di gazebo belakang rumah yang berada di atas kolam ikan koi.
"Ahh... ikan koi, bikin inget Haifa." Batin Abi yang wajahnya memerah, hatinya tergelitik hanya karena teringat Haifa.
"Napa Lo kak, senyum - senyum sendiri?" Tegur Mentari.
"Enggak kenapa - napa kok. Ikan koi nya bagus, besar - besar, nambah banyak ya?" Ucap Abi asal.
ABI POV
Huff ... huff... huff... Kok bisa mendadak deg deg an gini... Biasanya kan gue juga biasa aja ke dia. Ga ada orangnya aja jantung gue heboh. Gimana kalo orangnya depan mata coba? Gimana cara minta nomornya Haifa ke Mentari ya.. Cari alesan apa ya...
POV End
"Tadi gue anter Haifa sampe rumahnya."
Ujar Abi.
"Ekhem..." Jo hanya merespon dengan berdehem.
"OOO... jadi inget ikan koi dirumah Haifa?" Canda Mentari.
"Inget ikan koi atau yang punya ikan koi?" Sambung Mentari.
__ADS_1
Mentari terkikik dengan candaannya sendiri, sementara Jo tidak bereaksi karena tidak faham dari sudut mana yang lucu. Jo menatap Mentari dan memberi kode dengan dagunya, ia minta dijelaskan situasinya.
"Gini loh sayang, yang punya ikan koi tadi habis dianterin pulang sama kak Abi. Jadi pas liat kolam ikan koi, eh... jadi inget ikan koi yang tadi." Papar Mentari sambil cekikikan.