
Ryando membawa mereka ke salah satu resto Jepang andalannya. Mereka menuju VVIP Chamber dalam resto tersebut. Hidangan langsung dibawakan tanpa harus memesan secara spesifik. sepertinya Ryando sudah terbiasa dengan tempat ini, karena dia tampak familiar dengan para waitress disini.
"Tempat langganan Lo?" Tanya Dave.
"Ya. Punya rekan gue. Kita sering ngumpul disini." Jawab Ryando.
"Silahkan dinikmati." Ucap Ryando mempersilahkan Dave dan Mentari menikmati hidangan yang telah dihidangkan di hadapan mereka.
Mereka bertiga menikmati santapan khas Jepang sambil berbincang - bincang panjang lebar. Mereka sangat cepat menjadi akrab, mereka berbincang dan tertawa bersama.
Selama perbincangan, sesekali Ryando mengalihkan pandangan dan mengamati setiap reaksi yang ditunjukkan oleh Dave. Maklumlah latar belakang Ryando tidak sederhana. Ada rahasia yang bahkan Dave tak akan menyangkanya.
Hingga tanpa disadari waktu menunjukkan pukul 4 sore. Mereka terlalu asik berbincang sampai lupa waktu.
🎶🎶🎶
Ponsel Mentari Berdering.
-Bunda bun bun-
"Iya bun..." Sahut Mentari.
^^^"Masih di cafe sayang?"^^^
^^^Tanya Bunda.^^^
"Lagi keluar sama
bang Dave bun." Jawab Mentari
^^^"Bunda mau nitip^^^
^^^ambilkan pesanan^^^
__ADS_1
^^^bunga di Clover Florist^^^
^^^bawa ke rumah sakit^^^
^^^ya sayang, bisa?"^^^
^^^Pinta Bunda^^^
"Siap Bunda." Jawab
Mentari mantap.
^^^"Baiklah. Terima^^^
^^^kasih sayang.^^^
^^^Hati - hati di jalan."^^^
^^^memutuskan panggilan.^^^
"Bunda minta di ambilin pesanan bunga." Ucap Mentari.
"Boleh mampir ke Clover Floris dulu?" Ucapnya lagi sambil menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.
"Yaudah gak papa nanti kita mampir dulu, lagian sekalian lewat juga." Jawab Ryando.
Dalam perjalanan pulang mereka mampir ke sebuah toko bunga yang berlogo daun semanggi "☘️Clover Florist☘️"
Setelah mobil terparkir dengan sempurna, Mentari bersiap beranjak dari kursi penumpang.
"Gue ditinggal aja." Ucap Mentari.
"Gak papa, gue tungguin ko. Sekalian Jalan." Sahut Ryando.
__ADS_1
"Beneran? Lo gak lagi buru - buru nih?" Tanya Mentari.
Ryando mengangguk. Mentari paham maksudnya. Kini dia melangkah menuju ke dalam toko bunga. Sementara Dave, ia mengekor di belakang Mentari.
Mereka langsung di sambut oleh pemilik toko bunga, sehingga tak memerlukan waktu lama untuk mengambil bunga yang bunda pesan. Tanpa di duga, ternyata pesanannya sangat banyak. Beruntunglah Dave mengikuti Mentari masuk ke dalam toko bunga jika tidak, Mentari pasti harus dua kali membawa pesanan bunga - bunga ini. 😩😣
Mentari segera melakukan panggilan ke Bundanya saat tangannya sudah terbebas dari bunga - bunga pesanan Bunda.
"Bunda, bunganya Mentari bawa ke rumah pake apa? Banyak banget gini. Mentari kan tadi pagi naik motor Bun..." Keluh Mentari dengan mengerucutkan bibirnya. Bahkan ia menghentakkan kakinya saking kesalnya. Bisa - bisanya Bunda lupa kalau Mentari hari ini mengendarai motor, bukan mobil.
Dave yang mengamati Mentari yang sedang menelpon merasa geli sendiri melihatnya.
"Gemesin banget sih." Gumam Dave.
Setelah selesai menelpon Bundanya, Mentari menghampiri Ryando lewat jendela kemudi.
"Bang, Mentari sampe sini aja deh. Bunganya dianterin ke rumah sakit Bunda, bukan ke rumah. Mentari naik taxi aja dari sini, daripada Abang harus muter - muter nantinya." Terang Mentari.
Ryando mengalihkan pandangan ke arah Dave. Dave berkedip dan sedikit mengangguk pelan.
"Okey. Gue tunggu sampe taxinya dateng." Ucap Ryando.
Mentari memesan taxi online via aplikasi. Dan setelah taxi datang, mereka memindahkan bunga - bunga itu ke dalam taxi.
"Gue temenin Mentari. Thanks ya. Gue hubungi Lo nanti." Ucap Dave sambil melambaikan tangan lada Ryando.
Setelah Ryando tancap gas dari tempat itu, Dave naik ke dalam taxi online menemani Mentari.
"Makasih Bang." Ucap Mentari.
Tanpa membalas ucapan Mentari, Dave mengulas senyum manisnya dan mengusap puncak kepala Mentari. Ahh... Senyum manis itu pernah menjadi senyuman favorit Mentari beberapa tahun silam.
Dave mengeluarkan ponselnya dan meminta seseorang mengantarkan mobil yang ia tinggalkan di cafe untuk dibawa ke rumah sakit yang akan mereka singgahi.
__ADS_1