TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Dari Clara


__ADS_3

"Tari... Mentari..." Panggil Abi sambil mengetuk pintu kamar Mentari.


"Apa sih pagi - pagi udah heboh aja! Kurang kerjaan Lo?" Gerutu Mentari.


"Coba liat jam berapa sekarang Lo ga ngampus? " Cecar Abi.


"Kak Jo juga udah nunggu di bawah! Buruan!" Sambung Abi lagi.


Sudah jadi hal yang biasa bagi Abi dan Jo. Ketika Mentari datang bulan, dia pasti akan bangun siang dan mereka harus menunggu entah Jo atau Abi yang datang.


Jo selalu ada di samping Mentari. Terkadang Mentari merasa bersalah jika mengganggu aktifitas Jo. Namun Jo bersikeras untuk selalu menemani Mentari. Meski berulang kali Mentari menolak berangkat bersama. Saat Mentari ingin berangkat dengan motor maka ia bersama Jo maupun Abi akan mengendarai motor masing - masing.


Tiga puluh menit Mentari menyiapkan diri dengan celana jeans dan jaket denim Mentari turun dari kamarnya. Tasnya sudah ia gendong, tinggal menyambar kunci dan helm full face miliknya. Saat melewati ruang keluarga disana sudah ada Jo dan Abi dengan masing - masing sandwich di tangan mereka.


"Yuk berangkat" Ajak Mentari.


Mereka berpamitan pada Mbar Marni karena bunda sudah berangkat ke rumah sakitnya. Mereka bertiga mengendarai kuda besinya masing - masing. Ketiganya mengendarai kuda besi berwarna hitam. Jadi mirip konvoi.


Pandangan sinis selalu Mentari dapat dari kaum hawa yang iri padanya. Buat mereka Mentari terlalu rakus hingga dua cowok tampan di kampus mereka bisa jalan di belakangnya bersamaan. Padahal Mentari juga tak ingin begitu, Justru si para cowok yang over protektif hingga ia harus menerima sentimen publik. Si area parkiran Mentari melambai pada gadis berhijab panjang yang baru saja memarkirkan motor maticnya.


"Haifa..." Mentari memanggil dan melambai ke arah Haifa yang baru saja melepas helm nya.


Haifa membalas lambaian tangan Mentari. Haifa memeluk Mentari saat Mentari sudah berada di dekatnya.


"Wuidih... Mentari selalu menyinari kedua pria tampan dibelakangnya." Kekeh Haifa. Yang mendapat tepukan ringan di bahu dari Abi dan Jo hanya tertawa ringan.


"Ya begitulah, dialah Mentari kami, semangat hidup kami." Ungkap Jo.


"Cieleh Kak Jo." Ketiganya terkikik ringan.


"Kalo emang cantik mau dandan kaya apa juga emang cantik." Puji Haifa sambil memeluk kembali sahabatnya.


"Aku sama Haifa ya... Kalian sampe sini aja." Pinta Mentari.


"Tapi..." Ucapan Jo terjeda.


"Aku aman sayang, lagian udah di kampus, ada Haifa juga." Mentari meyakinkan.


"Oke. Tapi kalo kelas sudah selesai, kabari aku. Segera!" Jo mengabulkan keinginan Mentari.

__ADS_1


Mentari pergi ke kelasnya bersama Haifa sedangkan Jo bersama Abi.


"Kemarin malam aku liat kamu sama cewek di taman."


"Oooh... iya. Akhir - akhir ini Cewek itu sering ngehubungi gue. Gue agak males sebenarnya." Papar Abi.


"Terus?"


"Gue gak tahu, dia ngajak ketemu malem - malem di taman. Gue belum tau apa modusnya." Ungkap Abi.


"Yaudah Lo jalani aja dulu sapa tau cocok."


"Ga ada gregetnya buat gue sih, apalagi kita udah kenal dan gue dah tau gimana dia waktu dia masih sama Surya." Abi menjelaskan pada Jo.


"Kali aja beda kalo sama Lo."


"Gag lah, ini aja gue udah males ladeninnya."


"Daripada Clarisa, gue lebih penasaran ke cewek lain." Sambung Abi lagi.


"Asal jangan Mentari awas Lo ya!" Jo melotot pada Abi.


"Yealah kak, Mentari mah gue udah ga penasaran lagi kali." Kekeh Abi.


Mereka berpisah di depan ruang dosen dan menjalani kesibukan belajar masing - masing. Dua Mata Kuliah selesai sudah. Saatnya mengisi energi di cafe bersama Haifa dan Cassandra. Setelah memilih kursi, Cassandra memesankan makanan untuk ketiganya. Tidak lupa Mentari mengirim pesan text untuk Jo.


*Aku dah selesai. Aku di cafe bareng Haifa, Cassandra. kalo Kakak dah di parkiran kabari aku. ๐Ÿ˜˜


^^^*Ok. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜^^^


Mereka menikmati makanan yang Cassandra bawakan. Mereka bercerita banyak hal. Hingga ada suara yang ia kenal berada di belakang Mentari.


"Eh benalu... Lo juga jadi benalu buat temen cewek Lo?" Kata suara itu.


"Lo bukan cuma jadi benalu buat cowok tapi jadi benalu juga buat cewek. Sebenernya bisa Lo tuh apa sih? Cuma bisa jadi benalu Lo?" Ejek di pemilik suara itu lagi.


Mentari tau persis siapa pemilik Suara itu. Cassandra yang sedari tadi menahan amarahnya hendak berdiri dan menyambar si nenek lampir di belakang Mentari. Namun Haifa dan Mentari menahannya. Dicekalnya tangan Cassandra yang hendak beranjak mendekati Clara. Cassandra mengurungkan niatnya, disantapnya mie dihadapannya dengan penuh emosi.


Di pintu cafe Jo bersama Mike dan Noni memasuki ruangan. Mike adalah teman Jo yang memiliki potongan rambut sama dengan Jo. Mike memiliki tampang Asia dan Jo memiliki tampang Eropa mereka sama - sama mengikat rambutnya ala samurai.

__ADS_1


Cassandra agak tenang karena pawang Mentari datang. Dia tahu dengan pasti Clara ga akan berkutik saat ada Jo. Benar saja Clara bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. Namun ketika melewati meja Mentari, dia menyelipkan beberapa kertas foto yang ditelungkupkan menghadap meja dan tersenyum pergi.


Mentari tak tau apa maksud Clara barusan. Dibukanya 5 lembar kertas foto yang tertelungkup di atas Meja.


๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ Horrorr...


Lima lembar foto itu berisi foto - foto saat Abi dijebak Clara. Semuanya berlatar belakang kamar hotel dengan banyak tanda Kissmark pada keduanya. Mentari segera menyimpan foto - foto itu ke dalam ranselnya.


"Apa itu Tari?" Ucap Cassandra penasaran.


"Bukan apa - apa kok." Jawab Mentari bohong.


"Bener?" Telisik Haifa.


Mentari mengangguk. Kedua temannya bukan tipikal teman yang memaksa menceritakan segala sesuatu pada mereka. Mereka berdua berpikiran terbuka, mereka menyadari ada hal yang pantas untuk diceritakan, dan mereka juga berhak menyimpan cerita mereka sendiri. Tapi mereka tetap solid dan mau membantu jika salah satu dari mereka mengalami kesulitan.


Jo dan dua temannya mendekati meja Mentari. Mereka bertiga memenuhi meja Mentari. Jo di samping Mentari, Mike diantara Mentari dan Cassandra dan Noni diantara Haifa dan Jo. Ketiganya bertukar cerita dan menceritakan kejadian tentang Clara barusan.


"Apa isi fotonya?" Tanya Jo.


"Nanti aku kasih tahu." Jawab Mentari.


"Kayaknya aku butuh ketemu Abi deh kak." Jo memicingkan matanya ketika mendengar ucapan Mentari. Sepertinya Jo bisa menebak apa yang Clara berikan pada Mentari.


"Non, kira - kita Abi dah keluar kelas belum?" Tanya Jo ke Noni. Noni si pemilik jadwal satu fakultas.


"Kayaknya bentar lagi deh." Jawab Noni sambil mengecek jadwal di ponselnya.


"Ok. Thank." Ucap Jo sambil menepuk bahu Noni.


"Kalo thank itu minimal di belai bang, bukan di tepok mulu." Gerutu Noni tak terima.


"Tar kalo gue belai Lo meleleh lagi deuh. Ribet dah." Jawab Jo.


Mike membelai kepala Noni sambil


hanya tertawa geli melihat Noni selalu di jahili oleh Jo.


"Mana lagi nih yang mw gue belai." Tanya Mike ke Noni dengan gaya genitnya.

__ADS_1


Jo mengirim pesan text untuk Abi.


*Kalo udah selesai, mampir ke cafe gue. "darurat"


__ADS_2