TERSENYUMLAH MENTARI

TERSENYUMLAH MENTARI
Mobil Kuning


__ADS_3

"Tariiiii...." Haifa berhambur dari pintu masuk kamar Mentari sambil merentangkan tangannya bersiap untuk memeluk Mentari. Noni dan Cassandra menyusul di belakang Haifa.


"Lo kenapa?" Sambil membolak - balik tubuh Mentari yang sedang duduk. Memeriksa di balik selimut dan matanya tertuju pada tangan dan lutut Mentari yang dibebat.


"Itu kapan kejadiannya? Ko ga cerita ke kita?" Rengek Haifa.


"Gue Gak papa ko." Ucap Mentari sambil Tersenyum.


"Makasih udah dateng!!" Seru Mentari sambil merentangkan satu tangannya yang bebas. Haifa dan Cassandra membalas pelukan Mentari.


"Kalian dateng bertiga? Tahu darimana lagi nih. Gue kan sengaja gak mau bikin kalian kuatir." Ucap Melati.


"Tau dari Abi. Haifa sama Noni bareng Abi tadi, Gue sendirian naik Moni." Terang Cassandra. Moni itu nama motor sport milik Kak Noni. Moni itu singkatan dari "Motornya Noni".


Abi masuk ke kamar bersama Mbak Marni dengan beberapa minuman dan kue. Dia juga mengeluarkan beberapa jenis buah dari dalam lemari pendingin di kamar Mentari.


"Anggap saja rumah sendiri." Ucap Abi sambil mengerlingkan mata.


"Idih tamu ga ada akhlak." Ejek Noni.


"Gue cuma mewakili tuan rumah." Ucap Abi.


"Dia emang sering bolak - balik rumah gue kak. Saking seringnya dia berasa tinggal disini. Tuh kamarnya ada di sebelah." Terang Mentari.


Noni mengangguk, melihat sekeliling mencari sosok yang seharusnya ada disini, tapi ini malah gak ada. Noni mendapati Foto di dinding dan di atas nakas, sepertinya itu Mentari diapit dua cowok. Noni meraih foto di atas nakas.


"Ini Lo, Abi sama sodara Lo?" Noni menunjuk satu per satu wajah dalam foto.


"Iya itu kakak kembar gue, sahabat kak Abi yang udah meninggal." Papar Mentari.


"Oh ... maaf." Cicit Noni.


"Terus Jo dimana? Bukanya dia harusnya disini?" Sambung Noni.


"Kak Jo baru pagi ini pulang ke rumah, katanya dia ada urusan sebentar." Jawab Mentari.


"Ayo silahkan dinikmati hidangannya, Kak Abi, tolong bukain pintu balkon dong." Pinta Mentari.


Mereka bertiga menikmati sajian yang dihidangkan di balkon kamar Mentari. Sedangkan Sandra masih bersama Mentari di dalam kamar.

__ADS_1


"Lo gak papa Tari?" Ucap Sandra.


"Gue gak papa ko." Jawab Mentari.


"Lo inget gak mobil yang serempet kamu? warnanya?" Tanya Sandra menelisik.


"Hmmm ... gue gak yakin sih..." Jawab Mentari ragu.


"Soalnya pas gue di kamar mandi tadi, ada yang rencana ikutin mobil Abi. Tapi gue gak tahu pastinya itu siapa." Jelas Sandra.


"Makasih Lo udah khawatir San... Tapi kayaknya beneran kecelakaan deh." Ucap Mentari.


Sementara di cafe Jo sedang memeriksa rekaman cctv bersama beberapa karyawan. Dari rekaman cctv di depan pintu terlihat mobil berwarna kuning yang sengaja melipir ke tepi, padahal situasi sekitar sedang lengang. Jo mencurigai mobil berwarna kuning tersebut, dan mencatat nomor polisi mobil yang menyerempet kekasihnya.


"Mampus deh, plat nomornya ketemu lagi." Batin Karina.


Jo berencana melaporkan mobil kuning itu kantor polisi. Dia ingin mencari tahu modus si pelaku.


Setelah Jo pergi dari cafe, Karina melaporkan apa yang ditemukan Jo ke rekanan jahatnya. Bagaimanapun ia tidak ingin terseret bersama Clara saat semuanya terungkap. Sehingga semuanya harus bersih tanpa jejak.


Usai menyelidiki kecelakaan yang dialami Mentari, Jo kembali ke rumah kekasihnya itu. Alih - alih pulang ke rumah, Jo memilih pulang ke rumah kekasihnya. Saat ini Mentari ditemani Haifa dan Abi, sedangkan Noni sudah pulang lebih dulu dengan Cassandra.


"Ma.... maksudnya kak?" Ucap Abi tergagap kebingungan.


"Gue tau Lo lagi PDKT Ama Haifa, gue juga udah kasih kesempatan biarin Mentari buat ditumbalin demi perkembangan hubungan kalian. Tapi Lo juga harus jagain cewek gue dong." Terang Jo berang.


"Sebentar, Kak... ini kenapa? kenapa kak Jo tiba - tiba marah?" Tanya Mentari mencoba memahami situasinya.


"Coba sekarang kalian liat." Ucap Jo sambil mengkoneksikan ponselnya dengan televisi hadapan mereka.


Mereka menyaksikan kronologi kejadian. Tepat setelah mobil Abi melaju, ada sebuah mobil berwarna kuning yang dengan sengaja menyambar Mentari dari belakang, dan membuat Mentari langsung jatuh tersungkur dengan kedua lutut menahan tubuhnya.


"Astaghfirullahu..." Ucap Haifa sambil menutup mulutnya. Ia terkejut kejadian yang menimpa Mentari benar - benar setelah Mentari turun dari mobil yang mereka tumpangi.


"Kok bisa?" Ucap Abi tak percaya.


"Gue bener - bener ga nyangka bakal kaya gitu kejadiannya kak. Gue minta maaf." Sesal Abi.


"Maafin gue Tari... kak Jo... Ini karena kecerobohan gue." Sambungnya lagi.

__ADS_1


"Gue gak papa kok." Jawab Mentari. Di sampingnya Haifa sudah berkaca - kaca. Air matanya nyaris tumpah menerima kenyataan bahwa yang dialami Mentari melibatkan keberadaan dirinya.


"Maafin gue Tari." Haifa menangis tersedu sambil memeluk Mentari.


Mentari mencoba menenangkan Haifa, sedangkan Jo membawa Abi ke balkon dengan aura yang masih membara. Dari awal Jo sudah keberatan dengan cara Mentari mengusulkan dirinya menjadi perantara hubungan mereka. Jo merasa tak bisa jauh dari Mentari. Mentari tak boleh jauh dari pandangannya sedikit pun.


Jo dan Abi kembali masuk ke dalam ruangan. Mereka melihat Haifa masih tersedu - sedu berpelukan dengan Mentari. Melihat keduanya sudah kembali, Haifa melepaskan pelukannya.


"Haifa, Yuk Pulang." Ajak Abi.


Mereka berpamitan, kemudian Abi mengantarkan Haifa sampai kerumahnya dengan selamat.


"Apa yang kak Jo ucapin tadi bener?" Haifa mengingat kembali ucapan Jo dirumah Mentari.


"Lo korbanin Mentari buat deketin gue?" Sambung Haifa.


"Bukan dikorbankan, Mentari dengan senang hati menawarkan bakal bantuin gue buat deketin Lo." Jawab Abi.


"Tiap gue ajak pulang Lo, Lo selalu nolak. Tapi kalo ada Mentari Lo baru mau. Jadi ya gue ajak aja Mentari sekalian." Papar Jo lagi.


"Maaf, Gue diamanatin sama orangtua gue, buat ga berdua sama cowok diruang tertutup." Jelas Haifa.


Hening sejenak.


"S***t!! Gue lupa sial itu." Batin Abi.


"Ohh... maaf. Gue hargai itu." Ucap Abi.


"Tapi sekarang kita berdua di dalam mobil." Batinnya lagi.


"Tapi sekarang kita berdua di dalem mobil." Ucapnya kemudian.


Haifa tersadar, ia saat ini duduk berdua di dalam mobil. Ia segera menarik handle pintu mencoba untuk keluar. Abi yang melihatnya hanya terkekeh.


"Tenang aja. Gue ga sebobrok yang Lo pikir. Gue gak bakal apa - apain Lo." Ucap Abi sambil terkekeh, kemudian ia membuka kunci pintu mobilnya.


Abi keluar dari mobil dan membukakan sisi pintu lain untuk Haifa.


"Terima kasih." Ucap Haifa sambil beranjak keluar dari mobil.

__ADS_1


Abi membiarkan Haifa berlalu dari hadapannya. Setelah Haifa memasuki pintu rumahnya, barulah Abi masuk dan mulai melajukan mobilnya.


__ADS_2