The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
10. Berani berbuat


__ADS_3

Keduanya terengah-engah saat musik selesai. Semua orang bertepuk tangan



"Thank you My Lady"



"This is an honor for me mister"



Keduanya segera menepi dan membiarkan Raja dan Ratu melanjutkan Acara



Sang Raja mengumumkan pertunangan pangeran Pertama



"Tuan dan nyonya yang dihormati hari ini akan ada perayaan Ganda Pangeran pertama kita Fangzue selain berulang tahun, dia akan bertunangan dengan Tuan Putri Su dari keluarga Rosella"



Keluarga Rosella adalah gabungan keluarga kerajaan dari India dan Arab. Semua orang tau sebagian besar pedagang luar yang sering datang adalah pedagang arab dan india mereka telah banyak membantu kerajaan saat krisis pangan terjadi



Alin menatap Tuan Putri dan Pangeran pertama disamping Raja 'Hmm... Kayaknya wajah itu pernah ku liat sebelumnya tapi dimana?'



"Hutan" ooh hutan benar dihutan pria itu Tuan bodoh yang membeli Obor dan pematik api dengan harga tinggi



Seketika rasa sesak nafas menerpa diri gadis kecil itu Ruan Ruo yang sibuk dikelilingi banyak gadis tidak seberapa mempertahatikan dirinya



Efek terlalu lama berada di ruangan terang itu penglihatan alin menjadi kabur akhirnya alin pergi ke teras luar. disana ada kolam Renang dan taman bunga



Gadis itu duduk dibangku taman dan menghela nafas "Hmm..."


Dia menutup matanya yang kabur saat melihat cahaya terang untunglah taman itu tidaklah seterang Aula tadi



Ntah mengapa tatapan alin saat membuka matanya terus terfokus pada sebuah istana, istana itu tidak diberi penerangan sehingga memiliki kesan yang menakutkan "Itu... Istana lama" gumam alin



Istana lama adalah istana bekas kabakaran besar yang sudah tidak ditempati lagi dan dibiarkan begitu saja banyak orang bilang tempat itu angker tapi aslinya itu adalah tempat terindah yang pernah ada



"Kalau tak salah ayah pernah mengajakku kesana, pasti disana masih banyak tanaman langka seperti dulu"



Kretek... Kretek... Kretekk....



"Seseorang Tolong" suara paruh baya terdengar dari arah kolam renang, alin yang mendengarnya segera pergi mengeceknya



Disitu sudah berkumpul beberapa orang yang mengelilingi kolam renang "Tuan tolong selamatkan nyonyaku" tak ada satupun dari mereka yang bergerak mereka takut merusak penampilan mereka hanya untuk seorang wanita "Seseorang Tolonglah dia"



Sepertinya wanita tua yang berteriak minta tolong itu adalah pelayan dari wanita yang tercebur dikolam. Di Aula tak ada yang mendengar teriakan nya karena terlalu ramai dan mereka semua sibuk dengan acara pemberian hadiah ke pangeran



Byurrr....


Tanpa ragu alin yang melihat itu melemparkan heelsnya dan melompat ke dalam kolam dia meraih tubuh wanita yang tercebur itu. Wanita itu sangat cantik dan begitu mirip dengan ibunya dia menarik tubuh itu kepinggir "Ibu!"



Ruan Ruo berlari ke pinggir kolam dan membantu alin mengangkat wanita itu "Ibu bangunlah" walau sudah dipanggil berkali-kali wanita itu masih tak membuka matanya "Seseorang cepat panggil kan Dokter"



Dokter tak akan sempat!


jika wanita itu tak diberikan pertolongan segera dia akan meninggal kehabisan nafas



Alin yang sudah naik ke atas kolam mendorong tubuh Ruan Ruo menjauh "Ru Menyingkirlah!" awalnya Ruan Ruo hendak membentak gadis itu namun melihatnya menekan dada ibunya beberapa kali dia mengerti apa yang sedang dia lakukan



'Menekan dada tidaklah cukup'



"Ru apa kau merokok?"



"Tidak tapi aku habis minum Anggur"


Tak ada cara lain alin membuka membetulkan posisi wanita itu lalu mulai membuat nafas buatan



Di mata semua orang itu adalah hal tabu yang dilarang semua agama, tatapan jijik dilemparkan ke alin dari beberapa Gadis yang merupakan dokter di Istana mereka yakin alin hanya cari perhatian dan nggak akan bisa menyelamatkan wanita itu. Alin nggak peduli dia mau dipandang seperti apa yang dipedulikan saat ini hanya nyawa pasien dihadapannya



Uhukkk... Uhukk... Uhukkk....

__ADS_1


Wanita itu mengeluarkan seteguk air dari mulutnya, saat kedua tatapannya bertemu terdapat kilat cahaya lega dimata biru alin.


"Madam are you Alright?"



Alin membantu wanita itu duduk dengan posisi benar saat wanita itu membenarkan rambutnya yang basah wajah bersihnya terlihat dengan jelas.


Ratu...


Dia adalah Ratu...,


Semua orang terdiam mereka mulai menyesal telah melewatkan kesempatan untuk menyelamatkan keluarga kerajaan "" kalau bukan karena hanya ada lampu yang remang didekat kolam, mereka pasti akan mengenali wanita itu.



Sang Ratu memeluk alin dan mengelus rambutnya yang basah


"Terimakasih nak" ucap sang ratu dengan lembut. Ntah mengapa muncul keinginan alin untuk membalas pelukan wanita itu, dia seketika teringat bunda angkat dan mamanya di rumah. Perlahan alin membalas pelukan wanita itu dengan kehangatan "That Okay, Everything will be alright madam" gumam alin



Raja dan pengeran pertama datang dengan terburu - buru


"Kau tak apa istriku? Aku takut setengah mati setelah mendengar kecelakaan itu"



Sang ratu melepaskan pelukan alin lalu pergi ke sisi raja dan memeluknya "Aku tak apa, maaf membuatmu khawatir!"



Ruan Ruo memberikan handuk kepada raja untuk dipakaikan ke ratu "Istriku lain kali kau dilarang ceroboh"



"Iya ibu itu benar kau seharusnya menemaniku tadi di dalam" ucap Fangzue seraya merangkul ibunya



Sang ratu tersenyum hangat ke arah alin "Malaikat kecilku selalu menolongku, berkat gadis itu aku saat ini baik baik saja"



Netra sang raja mendarat di alin saat raja hendak berterimakasih dan bertanya suatu hal alin mengalihkan pembicaraan "Raja suasana diluar sini sangat dingin tidak baik bagi tubuh sang Ratu yang basah, akan lebih baik untuk kalian membawa ratu ke kamarnya untuk istirahat!"



Sang Raja mengernyit ini baru pertama kalinya seseorang memerintahnya sejak bertahun-tahun



'Dia sungguh Cucunya...


kau sungguh mengirim penggantimu ke hadapanku...,


Bahkan dia lebih baik dari mu terimakasih ...'



"Ayoo Ratuku kita kembali ke kamar dan oh ya pelayan bawa nona ling ke kamar ganti dan siapkan baju ganti terbaik untuknya" pintah sang raja




"Sama-sama itu kewajibanku sebagai dokter untuk menyelamatkan pasien, jadi kau nggak perlu takut"



"Aku nggak takut"



"Jangan bohong, sudah jelas kau ketakutan"



"Nggak aku nggak bohong aku beneran nggak takut"



"Bohong kau jelas takut aku bisa bedain orang tenang sama orang yang ketakutan"



Ruan Ruo mendengus kesal walaupun berdebat dia enggan melepaskan pelukannya dari gadis itu kulitnya lembut dan wanginya sangat menenangkan "Lepasin nggak!" bentak alin



"5 menit, aku pinjam pundakmu 5 menit"


Alin menatap Ruan ruo yang masih gemetaran dia persis seperti anak anjing yang ditinggalkan tuannya



"Iya tapi ada syaratnya"



"Apa itu?"



"Akui kalau kamu berbohong"



Ruan Ruo mulai terkekeh "Iya aku bohong aku minta maaf jujur aku sangat takut saat liat ibuku tenggelam seperti pepatah darah lebih kental dari pada air ketakutannya ibu menjadi ketakutan ku, aku nggak bisa berpikir jernih tadi untung saja ada kau disana"



Alin menghelus rambut pria itu walaupun dirinya lebih pendek tapi saat ini wajah pria itu sedang bertumpu dipundaknya jadi itu memudahkannya "jangan khawatir aku ada disini" gumam alin



'Ya dia ada disini

__ADS_1


Semua akan baik-baik saja


Aku percaya itu dan aku percaya padanya...'







"Hmm..." alin menghela nafasnya mendengar ocehan kakaknya Amy. Begitu kakak iparnya Ferata datang alin langsung menatapnya dengan tajam



"Kak Ata kau bawa gih istrimu! ini hari minggu sumpah demi apa, aku tuh pengen istirahat"



Ferata mendekati dua gadis itu "Lagi omongin apa sih? Kok kayaknya seru amat berdua"



Alin mendengus kesal "Bukan ngomong lebih tepatnya disini alin korban ocehannya kak amy, kak ata kalau punya istri dijaga, diperhatiin biar nggak kekurangan kasih sayang tuh istrinya"



Ferata menatap gadis didepannya dengan bingung sejak kapan adik iparnya peduli dengan hal seperti itu lagian kan dirinya selalu ada untuk amy "Emangnya Amy ngomong apa ke kamu?"



"Dia ngoceh kalian sudah nikah hampir 1 tahun tapi masih belum punya anak, dia bilang mungkin caramu diranjang bermasalah. Dia bahkan menjelaskan bagaimana posisimu diatasnya...Mhm..." Amy membekap mulut adiknya itu



"Akh... Apaan si kak?"



"Kamu juga sih pake ngadu segala"



Alin memutar bola matanya dengan malas hal seperti ini sudah biasa baginya



"Amy telinga adikmu ini pasti sudah terkontaminasi olehmu, jadi kita nggak perlu menahannya saat didepan dia" Ferata mecium pipi amy



Bugh...


Alin melemparkan bantal sofa ke tepat ke wajah kakak iparnya yang mesum itu "Kalian Pasutri Mesum keluar dari sini! aku nggak mau rumah ini kena imbasnya dan kalian mengontaminasi mataku yang masih polos"



Ferata terkekeh dia betul-betul senang bisa membuat adik iparnya itu marah


"Ya kami akan keluar kalau kau memberi solusi masalah kami"



Dengan kesal alin membuka lemari obat yang dikunci lalu tangannya meracik sebuah obat "Kalian tak perlu melakukannya setiap hari, Kak Ferata ku anjurkan kamu banyak beristirahat sehingga bisa menghasilkan Sperma yang bagus"



Alin melatakkan sebuah obat di meja "Obat ini mungkin membantu kalian tapi kalau tak membantu jangan salahin obatnya kerena kehadiran seorang anak itu tuhan yang ngatur bukan obat atau diri kita. Cukup satu obat puyer yang kalian campur dalam air kalau kalian coba lebih aku nggak tanggung akibatnya"



Wajah keduanya bersinar "Oke makasih adik Ipar kau yang terbaik"



"Ya sekarang pergilah"



Setelah mengusir keduanya alin beranjak kehutan dengan keranjang beserta jas putih dokternya



Plumbago Indica L


Alin begitu bersemangat saat menyebut nama itu sudah cukup lama dia nggak main ke hutan. Ditelfon profesor alpha menyuruhnya membuat obat Rematik dengan resep baru dari tanaman langka itu



"Plumbago Indica L aku harap bisa menemukanmu, kalau diingat ingat buku mengatakan tanaman itu disebut Akar Binasa karena warnanya yang merah" gumam alin



Jalanan nya mulai sangat rusak saat gadis kecil itu melewati bawah tebing



Brakk


Gadis kecil itu jatuh tersungkur ditanah kakinya tersandung sebuah batang pohon "Shit... pohon sialan" gumamnya



Alin hendak menendang batang itu namun dilihatnya itu bukan batang pohon biasa "Kyaaa.... Itu orang"





~•


__ADS_1



__ADS_2