The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
29. Penyelesaian


__ADS_3

Alin duduk ditepi dermaga dibelakang istana lama, tadi dia baru saja mengantarkan keluarganya ke bandara. dia sengaja menyuruh Ray ikut bersama mama dan omahnya agar ada orang yang menjaga mereka, semua telah di diskusikannya dengan Prof.Alpha dan beliau lah yang akan mengurus semuanya begitu Ray telah sampai di london.


Mr. lee dan Mrs Huan juga sudah berangkat kini istana makin terasa sepi, putri Wein sedang menjalankan yoga bersama kak Amy nya. sedangkan Ru sedang jam nya melatih para prajurit kerajaan, kegabutan melanda gadis kecil itu


"Sebentar lagi perang bukankah akan bagus kalau aku belajar naik kuda. disini kan nggak ada mobil ataupun motor" gumam Alin seraya berjalan ke arah kandang kuda saat melewati jerami


Brukkk...


kakinya tersangkut dan dia pun terjatuh "Akh... shittt, siapa yang naro batang pohon disini sih?" ntah mengapa kejadian itu begitu familier buat Alin. tiba tiba saja seseorang memegangi kakinya dari dalam jerami, pengen teriak tapi sudah keburu ngeliat siapa yang ada didalam jerami itu "Kau ngapain?" tanya Alin menatap Fang zue yang masih berbaring diatas tumpukan jerami. Fang zue duduk lalu membenarkan pakaiannya "Aku sedang tidur siang tadi sebelum seorang pencuri menginjak kakiku" ucapnya dwngan nada santai


"Apa perlu ku injak lagi tuh kaki?" tanya Alin seraya menyeringai. Fang zue menarik tangan Alin tiba tiba hingga dia pun jatuh terduduk "Tidak baik bagi seorang pencuri untuk memprovokasi seorang raja" ucap Fang zue seraya mengangkat dagu Alin. Spontan Alin memukul tangan Fang zue yang memegang dagunya "Aku bukan pencuri" ucap Alin dengan geram seraya menjauh


Alin mengambil kuda hitam dari kandangnya Lalu lompat menaikinya selayaknya seorang profesional "Kau mau kemana membawa kuda milikku?" tanya Fang zue.


"Huh? ini kuda milikmu?" belum sempat Alin turun kuda itu sudah berlari dengan kencangnya


Kyaaaa....


Alin berteriak senyaring nyaringnya. dia memeluk leher kuda itu dengan sangat kuat, dari belakang Alin bisa mendengar suara kuda dan sebuah teriakan. "Tegakkan tubuhmu, cobalah menarik tali nya..."


"Nggak bisa... Aku bahkan tak bisa membuka mataku" ucap Alin dengan lemasnya


"Percaya padaku, cepat lah didepan sudah terlihat perbatasan"


Alin memperbaiki postur tubuhnya lalu perlahan membuka matanya dan menarik tali kekang sesuai instruksi Fang zue. begitu jalan kuda melambat Alin dengan beraninya merentangkan kedua tangannya dan menikmati Angin


Fang zue lompat dari kudanya lalu mengambil tali kekang kuda yang dinaiki Alin


"Ini sudah jauh melewati perbatasan sekarang kita sudah ada di wilayah kerajaan musuh"


"Kenapa kau menganggap mereka musuh?" tanya Alin seraya turun dari kuda ketika memasuki pekarangan pedesaan "Mereka adalah orang orang yang memberontak dan melepaskan diri dari kerajaan kita"


"kenapa mereka ingin melepaskan diri dari kerajaanmu, semua itu pasti ada alasannya"


ucap Alin membuat Fang zue tersadar akan sesuatu...

__ADS_1


"karena disini cuacanya cenderung dingin, jadi kami tidak seberapa mengurusnya lagiankan disini jarang penduduknya" Jelas fang zue.


Kini Alin tau alasan nya, itu semua bukan hanya Karena cuaca eks trimnya tapi juga karena tidak diurus. yang Alin liat sejauh ini hanyalah perternakan domba, kuda, dan sapi


"Kenapa disini begitu miskin?" gumam Alin.


Ada beberapa penduduk yang terbatuk batuk ketika Alin lewat "Permisi pak, boleh saya memeriksa anda?" tanya Alin seketika penduduk lainnya turut berkumpul. Alin


langsung sedikit gelagapan menangani banyak nya orang "Nona tolong anda obati anak saya ini dia muntah darah belakangan ini"


Alin dan Fang zue ditarik penduduk ke sebuah rumah dengan halaman yang luas "Mohon antri terlebih dahulu" ucap Fang zue dengan sedikit geram gara gara sikap barbar penduduk sini. Alin menghela nafasnya dia tidak banyak membawa perlengkapan medis di dalam kantong jas jadi hanya bisa sedikit membantu. setelah diperiksa sebagian besar dari mereka mengalami Flu dan kedinginan, Alin cukup memutar otak bagaimana dia bisa menyembuhkan semua orang disini "Kau tidak perlu menyembuhkan mereka bukan kah menyembuhkan mereka sama saja membantu musuh?!" bisik Fang zue yang terus diabaikan oleh Alin. Alin mendapat sebuah ide begitu melihat beberapa tanaman yang dibawa penduduk "Eh tunggu mau kau apakan tanaman ini?"


"Mau dibuang karena disini terlalu banyak dan mengganggu hewan ternak" ucap Pria itu seraya berlalu pergi. Alin langsung menghentikan pria itu "Tunggu... Tolong kumpulkan ini semua dan berikan padaku" ucap Alin. Alin mematahkan tanaman itu lalu mencium aromanya 'Ini ginseng atau jahe biasa?' Sulit bagi Alin membedakannya tapi menurut keduanya memiliki khasiat yang sama. Alin menyuruh beberapa orang untuk membantunya mencuci lalu menumbuk tanaman itu setelah itu direbusnya bersamaan setelah itu dibagikan ke setiap orang yang ada "Lain kali buatlah ini, jika kalian merasa kedinginan. cukup tumbuk satu tangkai untuk diminun dua kali sehari, ingatlah walaupun tanaman ini sangat berkhasiat tapi tidak baik jika diminum terua menerus" ucap Alin sekali lagi sebelum pergi. Beberapa penduduk membungkuskan ginseng itu untuk Alin "Ini sebagai tanda terimakasih kami nona"


.....


Dijalan pulang Fang zue bertanya pada Alin "Kenapa kau tidak memperbolehkan aku meminumnya?" Alin menghela nafasnya "Kalau dirumah Ada putri Wein terserah kamu mau minum berapa banyak. lagian kan kamu nggak sakit kalau kamu meminumnya itu justru akan menjadi obat perangsang" jelas Alin


tiba tiba saja kuda yang ditarik Fang zue dan Alin menjadi tidak terkendali "Awas" bisik Alin bersikap waspada pada daerah sekelilingnya . betul saja kini Dia dikepung oleh beberapa prajurit. orang orang yang ada disekitar segera bersembunyi "Wah... tanpa di duga, musuh masuk ke kandang harimau" ucap salah satu prajurit. Alin dan Fang zue segera bertarung melawan mereka namun karena cukup banyak prajurit mereka kalah jumlah,


keduanya dibawa ke istana dibagian utara kerajaan


"Kalian saudaraan?" tanya Alin dengan terkejut, pantas saja fitur kedua orang didepannya tidak lah jauh berbeda. Erlando mengangkat dagu Alin "Coba kita liat boneka porselen yang kau bawa kali ini begitu cantik. bukan kah aku sudah bilang jika ke sini seharusnya kau membawa seorang dokter yang bernama Ling ling" ucapnya denga seringaian.


"Dia bukan boneka, dia istri nya adikku Ruan Ruo" ucap Fang zue. Alin melihat ketertarikan dimata Erlando "Wahh, sungguh hebat seorang pilot beristri seorang dokter pasti kehidupan bersamanya sangatlah bahagia" ucap Erlando


"Boleh ku tanya siapa namamu nona?"


ucapnya penuh dengan sopan santun kali ini.


"Jika kamu pria lembut yang beretika maka tidak seharusnya kamu mengikat seorang wanita" ucap Alin dengan nada tak acuh


"Oooh... aku lupa biar aku lepaskan tali ini dulu" Erlando langsung mengarahkan pedangnya ke arah Alin. dalam sekali tebasan tali itu pun terlepas "Namaku Alin Craetta dari london"


"London? dan kamu seorang dokter? itu artinya kamu adalah dokter ling ling karena hanya ling ling satu satunya dokter dari luar"

__ADS_1


ucapnya penuh selidik. dengan tenang Alin mengangguk cepat atau lambat semua pasti akan ketahuan "Ya itu aku. to the point sekarang kamu mau apa?"


"Hmm... kenapa terlalu terburu buru? besok akan ku beritahu sekarang istirahat lah dulu" ucap Erlando seraya menginstruksikan pelayan untuk membawa Alin ke kamarnya


"Tapi bagaimana dengan Fang'er?" tanya Alin sebelum pergi


Erlando menyeringai "Dia akan dihukum" ucapnya dengan pelan.


saat malam tiba pelayan yang membawa makanan Memberitahu nya kalau Pangeran Fang zue diasingkan ke pulau terpencil dalam benak nya Alin berpikir tidakkah mereka tau kalau Fang zue sekarang adalah seorang raja.


Ditengah hujan badai didalam kamar yang gelap, Alin menangis sejadi jadinya seraya menatap kedua tangannya. dia terus saja membuat masalah kali ini bahkan Fang zue menjadi korban 'Tidakkah aku bisa sekali saja menyelamatkan orang yang penting dihidupku ini?' gumamnya pelan, dia teringat perkataan menyakitkan dari omahnya di ingat dulu dia bahkan berjanji akan menjaga opahnya agar tetap hidup selama perang berlangsung namun semua hanya angan semata dirinya yang masih berusia lima tahun tidak mampu berbuat apa apa saat opahnya lagi kritis 'Akh... Nggak ada gunanya nangis sekarang. yang terpenting adalah membebaskan Fang zue dulu dari pulau pengasingan'


kini Alin berdiri didepan pintu kamar Erlando, dia mengetuk beberapa kali hingga dia membukanya "Mari kita bahas masalah perang!" ucap Alin. Alin menawarkan kerja sama yang cukup membantu perekonomian kedua kerajaan jika saling bekerja sama "Jadi tidak perlu adanya perang? kalau aku setuju saja tapi bagaimana dengan kerajaanmu itu? Aku telah mengasingkan raja mereka. mereka pasti tidak akan tinggal diam"


"Selama kau berjanji membawa Raja kami kembali dengan selamat maka tidak akan ada perang yang terjadi dan keuntungan sebesar ini akan dituai oleh kedua belah pihak" ucap Alin. sebenarnya bukan tipe Alin berbicara soal politik dan bisnis "Ya baiklah. aku akan mengirimmu kembali duluan besok lalu Fang zue. dan oh ya aku perlu bantuanmu menyembuhkan seseorang"


"Terserah kau saja"


......


ke esokan harinya Alin menyembuhkan Ibu dari Erlando "Dia tidak bisa sembuh total jika tidak di kemotrapi penyakitnya sudah terlalu lama. saranku kau membawanya berbiat di negeri luar yang memiliki peralatan lebih lengkap"


"Penyakit apa sebenarnya?" tanya Erlando


Alin pun menjelaskan sedatail mungkin "... Jadi kanker darah ini sedikit sedikit memakan tubuhnya sehingga dia menjadi kurus"


Disisi lain kerajaanya Ru sudah hampir menggila mencari Alin dan juga Fang Zue yang menghilang secara bersamaan, ada rumor buruk dimasyarakat kalau Alin merebut Raja dan pergi kawin lari dengannya...


"Cepat cari mereka dan Tutup mulut orang yang menyebarkan rumor itu" ucap Ruan Ruo yang percaya dengan Alin. matahari yang awalnya diufuk timur kini berada diufuk barat keduanya masih belum ditemukan, Ruan Ruo tidak berani menelfon kedua orangtua nya jika mereka tau keadaan akan semakin memburuk


Tokkk... Tokkkk...


Suara ketukan dari luar membuat Ru spontan membuka pintu dan diliatnya Alin dengan tubuh lemas berjalan ke arah dalam "Kau dari mana saja? Dimana Fang zue?" tanya Ru secara beruntun. Tidak kuat dengan kepala pusingnya Alin pun pingsan begitu saja


begitu sadar Alin menceritakan semuanya kepada Ru. Sekarang mau tidak mau dia harus mengambil tindakan karena tahta kerajaan menjadi kosong sementara

__ADS_1


.......


~•TBC


__ADS_2