The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
Sekuel The king's Bride 2


__ADS_3


•>Sinopsis2


Dia layak disebut Raja.....


Hidupnya bossy, Kerjaan nya selalu menyuruh!


tapi disisi lain dia pemimpin yang sangat bijak. dalam kurun waktu 6 bulan bisnis nya sudah ada diberbagai penjuru negeri dia handal dalam segala hal dan tidak pernah kalah dalam persaingan. dia tipe orang yang perfeksionis dan tidak suka pilihannya diganggu julukannya adalah raja iblis biarpun dia orang sibuk yang sudah bertemu banyak orang namun dia belum lah bertemu orang yang lebih super bossy dari pada dia....


Akan kah hidupnya berubah karena cinta?


Tak ada yang tau jodoh datangnya kapan dan dimana...


______________________________


Aku mau hubungan ku sama kamu kaya tunneling.


PRIVATE DAN GABISA DI GANGGU !


------------------------------


•>Author Pov


Hai readers....


Siapa yang lagi nunggu nunggu Kelanjutannya...


♪☆\(^0^\) ♪(/^-^)/☆

__ADS_1


yuuk langsung ke prolog (oh ya perlu di ingatkan ini bukan cerita Time Traveling ya 😸)





------------------------------------------------------------------------


Aku, dia dan orang lain kayak sel saraf. Rasa suka aku dan orang lain ke dia itu sama, hanya saja Orang lain menyampaikan perasaan melalui nodus ranvier Sehingga impuls perasaannya sampai lebih cepat. sedangkan aku tidak


---------------------


 Suara nyanyian burung, angin dari pepohonan, dan seruan anak kecil bermain  terus terdengar nyaring ditelinga Pria yang sedang istirahat diselang jam kerjanya.


"Hey... Kamu Pria besar jangan duduk terlalu pinggir bisa-bisa kau terkena bola" pekik seorang Gadis muda


Dilapangan tak bisa bermain pelan, apapun yang kamu katakan kamu tetap harus melempar bola dengan sekuat tenaga


Tanpa disadari pria itu bola basket terbang menghampirinya. tepat mengenai wajahnya yang mulus "HEY, KAMU!"


semua yang lagi bermain bola berhenti dan menatap pria yang membawa bola mereka "Sudahlah kamu pergi saja sana, biar aku yang bicara padanya" Ucap Pelatih pada gadis yang tidak sengaja melempar bola keluar lapangan.


Sang pelatih menepuk bahu pria itu dari belakang dan dengan gesit mengambil bola ditangannya "Bagaimana Tuan apa anda menikmati tidur siang disini?" tanya sang pelatih seraya duduk diatas kotak besar menghadap pria itu


pria itu mengatur nafasnya dan berusaha menghilangkan sakit diwajahnya "aku merasa terhormat karena terkena bola yang mereka pakai untuk pertandingan. tidur siangku tidak jadi masalah lagian dengan bekas luka ini aku yakin pak bos  akan mengijinkanku untuk pulang lebih awal" ucapnya dengan Formal dan nada yang lebih nyaring


"Oh, jadi inikah wujud asli Karyawan Teladan diluar jam kerjanya? Karena kamu akan pulang lebih cepat, Aku menunggu ucapan terimakasih dari mu" Pelatih terkekeh

__ADS_1


"Sudahlah Pelatih. aku  yang terkena bola jadi kenapa aku  harus berterimakasih? aku tadi hanya berbasa basi karena aku tidak mungkin menyalahkan kalian. namaku Rafka Adnan, aku kerja direstoran sebelah" Rafka tertawa sambil sedikit berbisik ditelinga pelatih "Jika aku marah yang ada kalian akan menghajarku beramai ramai" ucapnya dengan mata menyapu kearah tim basket dilapangan


Sang Pelatih menatap Rafka dengan lucu "Wah... Ternyata kamu lebih bijak dari dugaan ku!" Pelatih menepuk nepuk punggung pria yang berbalut kemeja


Sang Pelatih melirik kearah bola ditangan nya mumpung tim basket lain sedang pendinginan


"Kamu mau coba main berdua? tenang saja kau tidak perlu takut bermain denganku karena aku bukan pelatih, aku hanya orang lewat yang kebetulan ikut bermain dan membantu mereka" ucap Pelatih itu seraya menunjuk kearah lapangan disampingnya


Rafka berdiri dan tanpa ragu memegang bola layaknya dia memegang ribuan dokumen


"Sepertinya pagi ini kita punya pertunjukan, pelatih palsu" teriak Rafka sampai didengar banyak orang. rafka merasa dirinya telah ditipu jika gadis didepannya hanya orang lewat buat apa dia membuang waktu dengan bicara formal


Sang Gadis tertawa seraya balas berteriak "aku tidak ada bilang kalau aku pelatih kamu sendiri yang menyimpulkan tadi. padahal jika bertanya kamu bisa memanggilku Han!" han merebut bola ditangan rafka lalu dengan cepat melemparnya kedalam lapangan. Rafka berlari masuk tak kalah cepatnya


Didalam lapangan mereka berdua menjadi pusat perhatian para pejalan kaki dan tim basket lainnya "Ayo... Boss kalahkan Gadis kecil itu" pekik teman Rafka yang tidak sengaja lewat tadi. Permainan basket dilapangan itu berlangsung cukup lama, keringat telah mengalir dari kening Hana dan gitu juga dengan Rafka. dengan gerakan cepat dan tak terduga gadis itu mampu melempar kan bola ke ring dengan jarak yang cukup jauh


"Kamu Salah Memilih Lawan Big Boss!" gumam gadis itu seraya membawa bola kepinggir lapangan. Rafka tertawa "Kamu sungguh hebat Han, Walaupun biasanya seusia kita udah lama tidak bermain permaianan ini. kamu masih bisa dengan lincahnya melompat kesana sini layaknya kelinci!" ucapnya. han menghelus bolanya "Tentu saja... Diselang waktu kerja aku kan rajin olahraga. oh ya tadi kamu bilang 'seusia kita' btw yah umurku nggak beda jauh dari para remaja yang bermain dilapangan ini" gumamnya pada Rafka. orang-orang  bersorak meriah "Han!Han!Han!" teriak mereka bersamaan "Baik-baik untuk merayakan kemenanganku kali ini pak boss Rafka yang akan mentraktir kalian makan sepuasnya direstoran sebelah" gadis itu berteriak menambah kemeriahan disekitar lapangan. Rafka terkekeh dia masih tidak percaya dikalahkan oleh Gadis seusianya bahkan gadis itu berani minta ditraktir olehnya "Kamu kalah maka kamu yang bayar pak bos!" ejek gadis kecil itu saat melewati dirinya.


Rafka Adnan, Pria belasteran indo, Cina, dengan turki itu sangat menikmati istirahatnya dilapangan. hari ini dengan sedikit kejadian yang tak terduga, membuatnya ingat pada kampung halaman tempatnya dulu berkumpul dengan teman teman. Dia memandang jauh mencari sebuah banyangan dari kota yang telah dia lupakan "Hmm, Apa semua orang disana berubah?" gumamnya pada diri sendiri.


Tidak biasanya dia merasa fresh seperti sekarang, mungkin emang karena dia sibuk sampai jarang gerak sebab itu dia merasa perubahan suasana hati yang luar biasa setelah melakukan sedikit olahraga.


Setelah menepati janjinya pada gadis yang mengalahkannya, dia pun melihat sekeliling selain orang orang yang ditraktirnya tidak ada lagi orang lain yang masuk ke restoran


"Apa Kalian liat Han?"


"Tidak. Mungkin dia sudah pergi duluan" ucap rekan tim basket yang tadi bermain dengan Hana


Rafka menghela nafas,  ntah mengapa perasaannya saat ini berubah ubah apalagi setelah memikirkan Han

__ADS_1


"Aku adalah diriku, kan ku biarkan Angin membawa diriku berpetualang meski harus mendaki gunung, ataupun melewati Samudra aku tetap lah diriku ntah sampai dimana angin akan membawa hatiku berlabuh" ucap Rafka seraya mengulang setiap kata yang selama ini dia yakini


•> Berlanjut


__ADS_2