The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.14 Rencana


__ADS_3

Hanz datang dengan raut wajah panik, dan mendengar itu Hana tidak tinggal diam "Nggak lah. Rumor dari mana itu? Ah hah... bodohnya seharusnya aku tidak perlu bertanya padamu" Hana tau pasti ada yang mengawasi dirinya dan Rafka saat belanja dan orang itu pasti akan melaporkan nya pada papanya Hana


"Apa kamu sudah membekap mulutnya? bisa gawat kalau ini dianggap serius oleh papa" tanya Hana langsung to the point


"Ini beneran kamu gak hamil kan? aku tau kalau adikku tidak sebodoh itu sampai bisa hamil diluar nikah" tanya Hanz dengan serius. Hana menggigit bibir nya lalu apa yang dilakukan berikut nya membuat Rafka dan Hanz kaget


BUGHH...


Suara keras terdengar dan Hana sedikit menahan sakit "Hanzel kamu liat sendiri kan? aku tidak hamil tadi itu buktinya jika aku hamil dan memukul perutku sekuat itu pasti aku sudah mengalami pendarahan saat ini" ujar Hana. Hana baru menyadari tangan Rafka ada di tempat dimana perut nya tadi dipukul "Ahh...Maaf aku refleks megang perutmu setelah dipukul, apa kah tadi itu sakit? seharusnya kamu tidak perlu sampai melukai dirimu" Jelas Rafka yang langsung disetujui Hanz


"Kamu cukup menjelaskan nya saja maka aku akan percaya" ucap Hanz.


"Bohong, aku tau pola pikiran mu Hanzel, kamu pasti bakalan nyuruh aku pakai testpack buat memastikan aku hamil atau nggak kan? Testpack itu hanya akan membuang waktu ku yang berharga" Hana menghela nafas


dan dengan nada dingin memerintah Hanz "Jika tidak ada hal penting lainnya, kamu bisa keluar sekarang! karena masih ada banyak hal penting"


"ya jangan galak gitu dong Han, oke deh sebagai permintaan maaf aku bakalan gabung sama kalian" ucap Hanz seraya duduk di samping Hana.


"Hal penting apa? yang tadi kalian bahas"


Rafka menjelaskan makanan yang lagi dimakan Hana "Nanti Aku mau jual nasi Liwet di kedai makanan, tapi kata Hana orang sini jarang makan nasi"

__ADS_1


Saat Hana mau menambahkan pendapat nya dia lengah terhadap gerakan cepat Hanzel mengambil sesendok nasi miliknya. Hana menatap kembaran nya itu dengan sinis "Tidak sopan!" oceh Hana pelan.


Sambil mengunyah Hanz memasang wajah serius lalu menaruh sendoknya dan dia tersenyum puas "Ini Enak. orang sini jarang makan nasi maka itu peluang besar. Mereka hanya jarang memakannya bukan berarti mereka tidak menyukainya selain itu ini sangat enak aku yakin orang sini juga menyukai nya" Jelas Hanz. Hana mengangguk lalu menunjukkan jempol nya ke arah Rafka "Oke masalah sudah terselesaikan setelah berpikir aku juga berpendapat sama dengan kak Hanz. ini peluang besar bagimu untuk memperkenalkan makanan Indonesia ke mata dunia. aku juga akan mencari cara agar kedai kedai nanti ramai pembeli"


Pembahasan hal penting hari itu pun terus berlanjut hingga tidak terasa hari teater pun telah tiba dan semua telah disusun sedemikian rupa


dokter Jerry, dokter Yoga dan para staf semua berpakaian rapi. begitu banyak tamu yang datang, baik itu pasien maupun orang luar semua nya berbaur di satu tempat tanpa di beda-bedakan. Keluarga Hana semua duduk dibarisan kedua dari depan karena mereka datang diawal. yang duduk di samping Hanzel bukan lah Hana melainkan Rafka.


Mc sudah memulai acara dan banyak sambutan singkat dari orang orang penting. Hanz menarik tangan Rafka "Apa kamu liat adikku?" tanya Hanz. Rafka menggeleng, saat dia datang dia tidak melihat Hana dan hanya melihat Hanzel sebab itu dia duduk disampingnya "Aku tidak melihatnya, bukan kah sebagai pembangun Pusat Rehabilitasi ini Hana harusnya memberikan sambutan? siapa tau saja dia ada dibalik panggung?!" ucap Rafka. Hanzel menggeleng "Menurut mu kenapa aku yang jadi pimpinan Hotel HK bukan nya Hana padahal soal bisnis Hana jauh lebih baik dariku?"


"Karena Hana tidak mau hotel HK" tebak Rafka. Hanz menggeleng "Bukan karena dia tidak mau. tapi karena dia membenci hal yang merepotkan seperti ini, selama bisa dikerjakan orang lain dia tidak perlu turun tangan itu lah pikiran Hana..." Rafka menepuk pundak Rafka lalu menunjuk ke arah panggung teater


Di situ Hana masuk dengan tampilan yang menawan layak nya selebritis terkenal, make up yang cukup tebal menjadi ciri khas nya jika dalam "Dia lagi di mode bisnis, dia bukan Hana melainkan nyonya Khana" ujar Rafka sementara Hanz masih tidak percaya dengan apa yang di liatnya "Setelah bertahun tahun baru kali ini..." Hanzel langsung mengeluarkan ponselnya untuk merekam kejadian langka didepannya


Hanz menyenggol Rafka karena sedari tadi matanya tidak lepas dari Hana "Adikku itu pasti dia sangat menyukai acara ini sehingga dia sungguh berusaha sebaik mungkin" ujar Hanz ikut melihat ke arah Hana


"Sebaiknya kita kembali ke kursi" ucap Hanz lagi seraya menarik lengan Rafka agar dia segera mengikuti


ketika 15 menit mau jam istirahat, Rafka pergi ke kafe bersama Hanz. kali ini Hanz sendiri lah yang menawarkan diri untuk jadi asisten nya Rafka sementara itu dilain sisi Ada badut memakai kostum lagi duduk di tempat yang teduh


Badut itu membagikan brosur kedai makanan. Hanzel dan Rafka juga tidak melewatkan untuk berdiri bersama di sana dan foto bersama badut

__ADS_1


"di Suasana yang panas begini pasti sulit membagikan brosur di luar, apa kamu mau air?" tanya Hanz pada sang badut. Rafka mengangguk setuju badut kostum sangat menggemaskan dan banyak orang orang yang berfoto dengannya juga apalagi foto sama sekali tidak dipungut biaya, disaat yang lain menikmati teater sang badut justru sibuk diluar gedung menarik perhatian agar ada yang mau datang di kedai "Ini pasti strategi Hana untuk menyewa orang dengan kostum. benar kan?" tanya Rafka seraya menunggu Hanz mengambil minum buat badut dari kedai mereka. orang di dalam kostum itu tidak membalas ucapan Rafka dan terus bekerja ketika melihat orang lewat "Oh ya tentu saja kamu tidak tau siapa itu Hana" gumam Rafka sendiri.


Hanz datang membawa sebotol air lalu memberikannya dan orang didalam badut membungkuk sebagai ucapan terimakasih "Kalau kamu lapar datang lah ke kedai kami, nanti akan kami beri makanan gratis" ucap Hanz. lalu Hanz berbalik ke arah Rafka "Kita harus cepat kembali, tadi ada pesanan yang masuk" ucap Hanzel. mereka pun bergegas melakukan pekerjaannya masing masing.


Orang didalam kostum sungguh energik dia tidak hanya membantu 1 kedai makanan melainkan semuanya.


setelah jam makan siang berlalu dan menjelang sore dari kaca gedung dapat diliat badut itu kelihatan kehabisan tenaga



diantara banyak nya kedai, kedai milik Rafka yang paling laris karena disaat jam makan siang telah lewat pun masih ramai pembeli, terutama pembeli nya adalah para gadis sekolah. Rafka menyikut Hanzel lalu berbisik "Pergilah beri badut itu makanan dia sudah banyak menolong kita. pasti dia tidak kesini untuk makan karena ramai pembeli" bisik nya.


tanpa menunggu lama Hanzel langsung menyerahkan tugasnya pada Rafka dan menghampiri sang badut


"HEY..." hanzel menepuk kaki badut yang lagi duduk. Hanz kira orang itu bakalan kaget tapi tidak ada respon sama sekali seperti orang tertidur


"Apa kamu tidur? tidak bagus tidur dalam keadaan masih memakai kostum apalagi ditengah cuaca panas begini. Aku bantu kamu lepaskan kepala kostum ya"


mendengar itu sang badut langsung membenarkan posisi duduknya dan melakukan peregangan lalu menggeleng ke arah Hanzel "Kenapa kamu tidak mau melakukan itu? aku jadi curiga kalau kamu..." ucapan Hanz terpotong karena badut tiba tiba limbung untung saja dengan Refleks Hanz menangkapnya dan tanpa menunggu persetujuan dari badut dia langsung memapahnya ke arah ruang perawatan.


di sana orang didalam kostum melepaskan kepala kostumnya

__ADS_1


.


-Berlanjut-


__ADS_2