
"Tapi... Mbak. Saat gak ada mbak saja pak Rafka manggil mbak Istri"
Ucap Tari. Rafka pura pura tidak melakukannya dan melihat itu Hana menghela nafas biar bagaimanapun akan lebih baik jika diperjelas "Itu hanya akting Tari agar teman teman kamu gak nempel sama Rafka, tidak kah kamu sadar Tari kenapa Rafka memanggilku istri di depanmu juga? Dia itu sedang membangun tembok agar kamu tau batasan kalau hubunganmu dengan nya hanya sekedar bisnis dan gak bisa lebih. Ya aku tau apa yang ku bicarakan ini terdengar jahat tapi itulah kenyataannya. kamu boleh tanya deh ke Rafka" Jelas Hana
Tari terdiam sambil menatap Rafka. Rafka pun merasa bersalah "Maafkan aku tapi apa yang kamu katakan itu salah Han, itu hanya persepsi mu bukan apa yang aku pikirkan ketika aku manggil kamu istriku. ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tari sebenarnya aku..."
"Bercanda. kamu lagi bercanda kan? itu kan yang kamu mau bilang" Hana tertawa lalu Hana membungkuk ke arah Tari "Aku minta maaf karena aku sok tau dan telah salah menilai tindakan Afka, abaikan saja ucapan ku yang tadi aku harap kamu tidak tersinggung"
"Eh nggak papa mbak. duh saya jadi gak enak tapi sebenarnya pak Rafka dan mbak tidak perlu menjelaskan apapun pada saya. ini karena sudah tidak ada pembeli lagi dan stok nya juga sudah habis, saya rasa saya sudah bisa pulang. kalau begitu saya pulang ya mbak, pak"
"Tari tunggu bawalah ini pulang buat dimakan di rumah, terimakasih sudah mau membantu saya disini saya akan mengirim bonus ke kamu lewat manajer nanti" ucap Rafka.
"Terimakasih ya Tari. kalau kamu senggang kamu bisa nonton teater tidak lama lagi ada pertunjukan wayang" ucap Hana dengan senyum seolah olah tidak ada yang terjadi
"Baik pak, dan mbak saya pamit dulu"
selepas Tari pergi, Hana pun tidak ada lagi membahas masalah tadi padahal bukan itu yang ingin disampaikan Rafka "Han, tadi aku tidak bercanda aku..."
__ADS_1
"Hustt! nanti saja kita bahas, kamu tau kan kakek mu Beni Samsudin masih menunggu makanan nya. bantu lah aku bawa!" ucap Hana.
Rafka pun pergi bersama Hana membawa makanan. Hana duduk seolah olah tidak tau kalau Mr.Beni sedang menatap tidak suka ke arah Rafka "Ini Ya Han, aku mau balik dulu karena harus nutup kedai"
"Ehh... Mau kemana? sini dulu" Hana menarik tangan Rafka. jadi ketiganya duduk bersama "Mr.Beni kenalkan ini Rafka Hermawan, dia lah yang membuat masakan ini" ucap Hana. Hana bertingkah seolah dia tidak tau hubungan antara Rafka dan Mr.Beni
Mr.Beni hanya diam dan lanjut makan. sementara itu ada telfon masuk secara dadakan "Saya permisi dulu karena harus mengangkat ini" ucap Hana.
Rafka memulai pembicaraan "Aku dengar dari Hana, Kakek akan berpartisipasi dalam teater wayang. Apakah itu benar kakek?"
Mr Beni hanya mengangguk sambil menikmati makanan nya. Rafka bercerita "Ketika membuat masakan ini aku teringat masakan yang dibuat Almarhum Mama untuk pertama kalinya aku membuat ini"
Mr.Beni mengangguk lalu melanjutkan makan nya "Apa hubungan mu dengan dokter Hana?"
untuk yang pertama kalinya setelah marah Mr.Beni bertanya pada Rafka
"Untuk Sekarang kami adalah Partner Bisnis dan juga teman" jawab Rafka tanpa Ragu. Mr.Beni mengangguk setuju "Dia anak yang baik. Sejak pagi dia membantu orang" Rafka mengerti maksud dari kakek nya ketika tiba tiba dia memuji seseorang itu artinya sang kakek sangat menyukai orang itu dan itu adalah sebuah peringatan agar dia tidak kehilangan orang tersebut.
__ADS_1
Hana kembali dengan raut wajah cemas "Mr.Beni saya baru dapat informasi, kalau tamu Indonesia yang anda undang untuk memerankan wayang bersama anda terjebak di bandara karena cuaca buruk"
"Jadi bagaimana? apakah teater wayang kali ini di skip saja? aku tidak bisa memainkan wayang sendiri" Mr.Beni juga bingung lalu Hana memikirkan sebuah solusi "Apakah ada orang Indonesia yang bisa menggantikan tamu anda? Karena jika dibatalkan orang yang sudah berkumpul akan merasa kecewa"
"Walaupun ada orang Indonesia disini dia tidak ada yang hapal alur cerita yang akan di wayang kan. akan lebih baik pengganti beliau adalah orang memiliki pengalaman"
Rafka mengajukan diri "Bagaimana jika aku yang menggantikan nya? Aku pernah bermain wayang bersama kakek sewaktu aku kecil dan aku masih ingat alurnya" tanya Rafka. Hana terlihat lega "Syukurlah, ada yang bisa. jadi pertunjukkan wayang yang dinanti bisa berjalan dan artinya penggelaran Teater ini terbilang sukses. Apakah anda tidak keberatan Mr.Beni jika pengganti nya adalah Rafka? lagian Rafka memanggilmu Kakek jadi itu artinya kalian adalah keluarga jadi seharusnya tidak masalah"
Mr.Beni menghela nafas lalu bangun dari tempat duduk nya "Aku perlu waktu untuk memikirkan nya. nanti aku akan beritahu keputusanku" ucapnya sebelum pergi.
Hana menyelesaikan makannya lalu melihat Rafka yang masih menatapnya "Ada apa? bukan kah katamu kamu mau menutup kedai?"
"Terimakasih Hana berkatmu aku rasa sikap kakek yang sebelumnya sekarang ada perubahan"
"Ya sama sama lagian kan kita saling membantu"
"Dan Hana masalah yang tadi aku rasa aku harus jujur padamu sekarang"
__ADS_1
"Sebenarnya aku...."
•Berlanjut