The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.3 Terungkap


__ADS_3

dari jauh Hana melihat pria tinggi dengan kulit putih duduk termenung dengan sedikit cahaya remang yang menyinari wajahnya, Hana perlahan mendekati Rafka lalu menepuk bahunya


"Maaf sudah membuatmu menunggu, sebagai gantinya bagaimana kalau ku antar ke tempat yang enak buat istirahat, sekalian mampir makan?!"


Begitu mengangkat kepala Rafka langsung memeluk Hana "Hey apa yang kau lakukan Afka? Lepasin sebelum aku marah!" Hana mendorong Rafka tapi tenaga nya tidak cukup kuat "Just give me one minute huge" Hana kini mengerti maksud Rafka,  hari ini memanglah hari yang panjang untuk nya wajar dia kelelahan.


Kali ini Hana sendiri yang menyetir mobil, dia membiarkan rafka beristirahat di kursi sampingnya. Hana membuka jendela dan membiarkan angin malam Menerpa wajahnya 'Udah lama banget nggak ngerasain dingin nya angin malam, rasanya aku ingin naik Lucifer motor kesayangan bunda dan menikmati malam ini' ucap Hana dalam batin nya,  Hana memberhentikan mobil tepat di pinggiran sebuah jembatan kebetulan disebelah jembatan ada gang kecil yang isinya banyak orang berjualan. Hana turun dari mobil tanpa membangunkan Rafka, mobil di biarkan menyala begitu saja.  Hana membaca palang  didepan gang sempit itu "Selamat datang di Pasar Malam Kamis" Hana terbawa suasana dan takjub dengan apa yang dilihatnya "Wah rame nya" awalnya di mobil Hana juga ikutan ngantuk ngeliat Rafka namun sekarang rasa kantuk nya hilang karena berbagai macam lampu warna warni berada disisi kanan dan kirinya "Neng, kerak telor neng!"


"Neng,  es jeruknya neng"


"Neng jagung bakarnya neng"


Banyak penjual menawarkan makanan ke Hana tapi sayangnya Hana menolak karena dia lagi pengen makan yang pedas "Pak rekomendasi makanan pedas yang enak disini apa ya?" tanya Hana pada penjual es coklat yang lagi dia beli. Pria itu menunjuk salah satu kedai ditengah jalan "Disana ada Cilok mbak, harga nya murah trus mbak bisa atur sendiri pedasnya"


"Oh yang itu, oke terima kasih ya pak" ucap Hana. Hana pergi ke kedai itu dan ternyata ada bebagai macam makanan selain cilok dan semua nya pedas "Bu saya pesan Ayam pedas Crispy nya satu box ya bu""


"Satu box isi nya 8 potong neng, harganya 100 ribu"


"Iya gak papa bu, sama cilok sekalian 10 ribu dua" ucap Hana. Sambil menunggu pesanan nya Hana berkeliling pasar malam sepanjang gang dipinggir sungai, Hana bertemu seseorang yang dia kenal disana "Eh, kamu Aisyah kan?"


"Hm... Kamu siapa?" wanita berjilbab yang cantik menatap Hana dari atas ke bawah "Kamu Hana, bule pasar disekolah pas SMP kan yang ikut pertukaran pelajar"


"iya bule, tapi bukan bule pasar-_-" protes Hana sebelum berjabat tangan "kamu apa kabar?" tanya Hana dengan wajah ramah


"Aku baik, kamu sendiri gimana? Udah kerja" Aisyah merangkul Hana agar lebih akrab


"Alhamdulillah sudah" ucap Hana


"Aish... Sayang banget padahal aku mau nawarin kamu kerjaan jadi model buat butik aku" ucap Aisyah bercanda


"hahaha... Kalau jadi model, Bayaran ku mahal nggak usah. sayang uangnya mending kamu pakai buat ngembangin bisnismu" ucap Hana lagi


"Kamu ke sini sendiri?" tanya Aisyah seraya melihat sekeliling Hana


"Oh aku sama teman, tapi dia di mobil,  kalau kamu gimana?" ucap Hana


"Aku sama Pac... Eh Kakakku, Iya aku ke sini sama kakak sepupu aku"


ucapnya seraya menunjuk pria tinggi dengan kulit kuning langsat khas orang indonesia, Hana tersenyum lalu menyenggol bahu Aisyah "Ganteng tuh, ada pacar nya nggak? Kalau nggak ada kenalin aku aja"


"Lah kamu belum punya pacar?" Aisyah tampak terkejut mendengarnya. Hana cengengesan lalu mengangguk dan menjelaskan


"Bukan belum punya tapi belum sempat" bisik Hana dengan nada ramah miliknya


"Sayangnya dia udah punya pacar, Han. Kalau mau aku carikan teman aku, kalau kamu mah tipe nya dia banget" Aisyah menunjuk seorang pria lagi, kebetulan sang pria tidak jauh dari mereka dan sedang membeli minuman


"Hahaha aku canda aja kok, Aku nggak serius juga minta dicarikan pacar" tolak Hana secara halus. asik berbincang Tak lama hujan deras turun "Eh hujan menepi yok, Han!" ucap Aisyah menarik lengan Hana seperti menarik adiknya sendiri, mereka berteduh ditempat Hana memesan makanan tadi "Neng, duh ibu cariin ini teh pesanan nya sudah jadi. Neng mah uang duluan dikasih jadi ibu nggak enak kalau makanannya ketinggalan" oceh Sang ibu penjual. Hana menawarkan Aisyah cilok "Nih satu buatmu!" ucap Hana langsung menaruh cilok ditangan Aisyah.  Hana tau jika dia tidak memaksa, Aisyah bakalan menolak "wah enak nih, Thanks ya" ucap Aisyah saat memakan cilok itu.

__ADS_1


Hana tertawa melihat wajah Aisyah yang merah karena kepedasan "Huhu.. Enak sekali, dingin dingin gini makan yang pedas pedas" gumam Aisyah. Hana mengangguk senang karena bertemu dengan salah satu temannya setelah sekian lama, walaupun pertemanan mereka bisa dibilang cuman 3 bulan saja karena saat itu Hana masuk sekolah di indonesia hanya sebagai murid pertukaran pelajar "Senang bisa bertemu kamu lain kali kita jalan bareng ya" Hana tertawa girang saat Aisyah mengangguk "Ayo, aja mumpung kamu disini aku bakal nunjukin kuliner kayak dulu"


"Wah, makan makan lagi nih"


Tak lama Dua orang pria menghampiri Aisyah "Kita cariin sekali nya lo enak enakkan makan disini!" ucap sepupunya Aisyah, temannya Aisyah yang satunya lagi bersikap cuek. Aisyah langsung menarik Hana dan menjadikannya tameng agar tak kena semprot "Yah tadi aku diajak ngobrol sama dia jadi lupa. Kenalin ini teman aku yang tinggal di Roma,  nama nya Hana" ucap Aisyah sambil mengunyah makanan nya.  Hana mengulurkan tangannya ke kedua pria itu untuk berjabat tangan "Hai, I'm Hana.  Maaf tadi Aisyah ku pinjem tanpa bilang dulu"


"OMG, dia bisa ngomong indo. Udah lama disini neng,  kenalin gue Wildan" ucap sepupu Aisyah. Yang satunya juga menyebutkan nama "Gw Yoga" belum sempat Hana menjawab Aisyah sudah berbicara lebih dulu "Dia sering bolak balik Roma-Indo jelas dia bisa bahasa kita lah. Lagian julukan nya juga Bule Pasar"


Wildan memberi Aisyah minuman yang dia beli, "Syah ini buat lo"


"Aish aku nggak suka yg rasa ini" tolak Aisyah


"Ya udah kita ke warungnya lagian dekat aja" Wildan menunjuk warung yang tak jauh dari tempat mereka berdiri


"Eh tapi kan hujan"


"Ya nggak papa kali ntar kan bareng aku, nih ada jas!" ucap Wildan dengan senyuman merekah diwajahnya


"Ya udah ayo, Han kamu mau nggak?"


Hana yang tadi fokus membalas chat Rafka, segera tersenyum lalu menolak dengan halus "Aku nggak bisa minum es kalau dingin begini, jadi kalian aja!"


"Oh Oke, nah kalo lu yog mau nggak?"


Wildan beralih ke temannya setelah merespon Hana "Nggak" balas nya singkat


Hana duduk di kursi yang disediakan ibu penjual sementara Yoga masih setia berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri, merasa canggung Hana mulai angkat bicara "Ga, jaket mu basah tuh kamu berdirinya terlalu pinggir"


Di kaki Hana ada kucing yang ntah datang dari mana mengeong seolah olah meminta makan "Uh so cute! Nihh ada ayam makan yah!" Hana berjongkok sambil mengeluarkan sepotong ayam dari box nya. baru saja mau digigit oleh kucing nya, Yoga menahan tangan Hana "Lu bego ya! Kasian kucingnya, itu ayam sudah pedas trus masih berasap gitu bukannya mengurangi rasa lapar kucing itu, yang ada kamu malah bikin dia kena diare..." kali ini respon Yoga tidak lah sedingin tadi sehingga memberi celah untuk Hana berkomunikasi "Yoo,  kan dia kucing. Sistem tubuhnya berbeda dari manusia, dari mana kamu tau dia bisa kena diare? Emangnya kamu dokter"


"Iya gue dokter"


"M A S A?  Aku nggak percaya tuh. Paling kalau aku tanya seputar dunia kesehatan kamu juga nggak bakal tau jawabannya" Hana bersikap kasar, kini dia tau harus bagaimana agar pria didepannya mau merespon dalam hati Hana bersorak riang dia lega bisa keluar dari situasi canggung


"Lu percaya diri banget.  Emang apa pertanyaan nya?" Yoga menantang Hana dengan gaya nya yang sombong, Hana menyeringai dengan tatapan licik "Siapa dokter pertama yang melakukan operasi pembedahan? dan Catatan apa saja yang dia buat tentang medis?"


"Abu al qasim al Zahrawi, bapak operasi pembedahan. Dia buat banyak catatan salah satu buku nya al Tasrif, itu aja yang bisa gue jelaskan karena orang yang bukan seorang dokter tidak akan mengerti jika gue jelaskan lebih lanjut mengenai pembedahan"


Yoga tersenyum seolah olah dia sudah menghancurkan kepercayaan diri Hana karena berhasil menjawab. Sambil Makan ayam yang tadi mau dikasih ke kucing Hana menimpali jawaban Yoga "Dia membuat lebih dari 200 alat medis yang masih kita pakai sampai sekarang.Dia juga berhasil melakukan Pengobatan kista sebaceous menggunakan jarum eksplorasi, dan perawatan fistula lakrimal dengan mengubahnya menjadi fistula ke dalam rongga hidung menggunakan kauterisasi"


Yoga cukup terkejut karena Hana tau istilah medis yang bahkan kebanyakan dokter sulit mengingatnya, orang biasa pasti tidak akan mengerti apa yang diucapkan Hana "Lu itu juga dokter?"


"Bukan.  Aku hanya mengajak mu berkomunikasi" tolak Hana mentah mentah. Yoga yakin kalau Hana juga seorang dokter "Jadi sedari tadi tujuan lu adalah membuat gue bicara panjang lebar. Dari tujuan lu gue bisa simpulkan lu itu pasti Psikiater kan?!"


"hah?" Hana kaget tapi terlalu keliatan kalau itu dibuat buat "Nggak usah pura pura. Apa salahnya sih ngakuin? Lagian itu profesi halal" Yoga duduk dikursi samping Hana. Untuk yang pertama kali nya Hana mendengar ada yang menyebutnya psikiater "Hahaha... Aduh ini pertama kali ada yang bilang aku psikiater. Orang lain mengira aku psikolog ..." Yoga memotong tawa Hana "Tapi gue benarkan?"


Hana tersenyum kecut karena sudah ketauan dia tidak berniat menyembunyikannya "Ya, aku psikiater tapi nggak di negara ini. Disini aku anak kuliahan yang ambil bidang bisnis"

__ADS_1


"Umur lu tua banget dong ya.  Karenakan mau jadi psikiater itu lu perlu lulus dari sekolah kedokteran, memiliki tahun magang medis, dan memiliki 3 tahun residensi dalam penilaian dan pengobatan gangguan kesehatan mental. Gue yang baru jadi bedah saraf aja sekarang umur 28" Yoga salah menilai Hana dari Covernya yang mirip anak dibawah umur


"nggak sopan menanyakan umur, yang jelas aku lebih muda dari pada kamu. Aku kelahiran ****"


"Hah? Kok bisa lu lompat kelas juga nggak bisa sampai segitunya kali"


Hana membisikkan yoga sebuah rahasia "aku masuk sekolah dasar umur 7 tahun, SMP ikut program lompat kelas jadi cuman 2 tahun, SMA cuman setahun. Jadi aku mulai kuliah kedokteran umur 16 tahun"


"Hah? Pasti lu sekolahnya bukan di indonesia dan pasti itu perlu uang yang banyak" ujar Yoga


"Ya iya kan aku nggak tinggal disini! Alhamdulillah sih untuk biaya orang tuaku nggak pernah ngeluh plus selalu mendukung" ujar Hana sedikit pamer. Dari gerak gerik mulutnya Yoga, Hana bisa melihat kalau dia lagi ngomong kasar berulang kali "What the f**k men, sekarang gue merasa jadi anak paling bodoh disini!" ucapnya miris. Hana menawarkan ayam di box nya "Nih makan, biar suasana hatimu enakan"


"Thanks" sambil makan yoga lanjut bicara "Gue praktek di Rs. citra nggak jauh dari sini"


"Eh berarti samaan sama Hanzel"


"Dr.  Hanzel yang dari luar itu? Dia siapa lu?"


"Eum kembaran" ucap Hana pelan. Yoga menghela nafas "hah, wah... Sekarang gue baru tau istilah orang bilang dunia itu sempit"


"H A N!" seseorang yang baru sampai memanggil Hana,  membuat Yoga lupa bertanya tempat prakteknya Hana "HAN... Aku keliling nyariin kamu hujan hujan eh kamu ke enakan makan disini!" Oceh Rafka, yoga merasa kalimat itu baru saja didengarnya tadi pas ada Aisyah "Yuk pulang udah malam banget ini" Rafka menarik tangan Hana yang masih memegang ayam yang berlumur saos "Ntar aku cuci tangan dulu" Hana meminjam wastafel ibu penjual, sementara itu Yoga menatap tak suka ke arah Rafka "Seharusnya lu biarkan saja dia makan sampai selesai!" ujar Yoga


"Suka suka gw lah, gw kan punya alasan ajak dia pulang" ucap Rafka dengan seringai


"Emangnya lu pacar nya?" tanya Yoga sedikit penasaran


"Iya gw pacarnya jadi lo menyingkir aja sana" ucap Rafka dengan kalimat ketus tapi nada santai seolah olah meremehkan Yoga yang bukan siapa siapa. 


Selesai Hana mencuci tangan Rafka membuka payung yang dia pakai "Ayo pulang!" ucapnya dengan nada tegas ke Hana.  Membawa box berisi ayam dan cilok Hana berpamitan dengan Yoga "Bye Ga,  see you!"


Yoga melihat Rafka memayungi Hana, terlihat mereka seperti pasangan yang baru pacaran dan lagi romantis romantis nya selain yoga ternyata tidak jauh Aisyah juga melihat Hana satu payung dengan Rafka, dari postur tubuhnya Aisyah yakin dia pernah mengenal pria yang bersama Hana


Disisi lain yang dilakukan Hana ke Rafka bukan lah romansa yang dibayangkan Yoga dan Aisyah. Yang dilakukan Hana adalah mencubit lengan Rafka karena kesal diperlakukan seperti anak kecil kayak tadi "Aku malu banget Afka! Kamu sih sudah kayak emak nyuruh anak nya pulang. Aku kan bukan anak kecil" protes Hana. Sambil berjalan memayungi hana, Rafka tertawa dia tadi puas mengerjai Yoga dibelakang Hana "Terima aja Han, bagi Hanzel kan kamu adik kecilnya jadi aku takut kamu dicariin"


"Kamu bohong mana pernah Hanzel berani nyuruh aku pulang" Selidik Hana karena merasa aneh


"Iya iya aku akui deh tadi itu cuman inisiatif ku aja abisnya aku nya lapar kamu malah nggak ada di mobil, kirain tadi udah di hotel"


Hana mengangkat box yang masih panas ditangannya "Karena kamu lapar Kita makan di mobil aja"


"Kemarin kemarin makan dipinggir jalan, sekarang kamu nyuruh aku makan di mobil! Benar benar ya kamu...." Rafka mau protes tapi tidak diberi kesempatan oleh Hana


"Kalau nggak mau ya udah, kamu nyetir aku makan"


"Eh jangan ntar aku nggak fokus"


10 menit kemudian,  diluar mobil masih hujan deras sementara Rafka dan Hana masih diparkiran yang sama di jembatan, lampu mobil sengaja dimatikan dan pakai lampu emergency untuk menghemat bensin.

__ADS_1


"Han, aku mau bilang sesuatu boleh kan?"


-Berlanjut


__ADS_2