The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
17. Nikah


__ADS_3


Alin masih mengurus semua persiapan pernikahan, dari dekorasi hingga kue. kali ini sang raja menawarkan dimana dia ingin menikah jadi gadis kecil itu memilih sendiri  tempat pernikahanya


'Laguna beach, California' disinilah mereka sekarang.


Alin memilih ini karena Ru nggak bisa libur, jata liburan nya telah ia pakai dan kebetulan sekali hari ini dia bakalan landing di california buat beberapa jam


Semuanya ikut terkecuali Fang'er, karena sang Raja dan Ratu pergi meninggalkan Istana dengan otomatis salah satu keturunan Raja harus tinggal dan menjalankan pemerintahan.


Alin merasa ngantuk sekali beberapa hari ini dia kurang tidur karena begitu banyak undangan dan hal yang perlu dia urus


"Kakak, ini ada undangan yang belum dikirim" ucap Ray seraya meletakkan nya didepan meja Alin


Alin melihat beberapa undangan itu dan nama yang tertera, setelah itu Alin menghela nafas


"Ini milik rekan kerjaku. Sebaiknya ini kukirim sekarang"


"Tapi kak besok kakak harus bangun pagi, kan Akadnya dipagi hari. Sini biar aku saja yang mengantar nya!"


Alin terkekeh "Emang kamu yakin bisa! Undangan ini harus dikirim ke boston, apa kau tau boston itu dimana?"


Ray menggelengkan kepalanya "A... Aku nggak tau" ucap Ray seraya menahan malu


"Boston itu kau harus naik kereta dari sini kira-kira 3-4 jam. Lalu undangan ini diantarkan ke Massachusetts General Hospital, apa kau bisa pergi ke sana?"


Ray hanya diam dan tidak menjawab kakaknya saat ini. Alin menghela nafas dia mengambil sempel obat yang telah di risetnya "Aku akan kembali setelah mengantarkan sampel dan undangan ini,  jadi kau tak perlu khawatir lagian kan pernikahannya masih 18 jam lagi. Kau tenang saja aku akan menelfon mama,  papa dan yang lainnya saat sudah ada dikereta. Aku tak akan kabur jadi kau tenang saja" ucap Alin


Ray masih tercengang saat Alin sudah melesat jauh dari hadapannya "Ini yang mau nikah siapa sih?" gumam Ray seraya menepuk jidat





~• Massachusetts General Hospital


Tidak seperti yang diharapkan sebelumnya, kini Gadis Kecil itu hanya bisa pasrah dia berharap dia tak kan terlambat dipernikahannya


Tangannya memegang pisau berlumur darah, walaupun jauh di hatinya ada rasa khawatir dia tetap tenang pikirannya hanya terfokus pada nyawa orang dihadapannya


"Scalpel!" ucap alin, dokter pengganti disampingnya memberikan alat itu ke alin.  Ya ini bukan Operasi kecil yang biasa dilakukan, operasi ini biasanya butuh waktu seharian


~•Disisi lain di kota Newyork, Ruan Ruo beserta kru kabin baru saja landing mereka tak bisa landing di california karena ada masalah teknisi


"Akh shit,  why this heppens?" grutu Ru seraya menarik kopernya. Allen sebagai copilot hanya bisa menenangkan temannya satu itu dia tau hari ini seharusnya menjadi hari paling bahagia untuk temannya itu


"Rumireo Radeya,  lo nggak perlu takut lo pasti bisa nikah hari ini"


Ru menatap miris Allen "Gimana caranya? Lo tau kan pernikahan gua tuh di California sedangkan guanya sekarang ada disini"


Awalnya Allen ingin merahasiakan hadiahnya sampai temannya yang satu itu menikah namun apa daya saat ini kan darurat


"Ini hadiah gue ke lo, jadi jangan marah" seketika Allen menarik tangan Ru ke area parkir


Dari jauh Ru melihat sesuatu yang familiar dimatanya "VENUS!"

__ADS_1



Ruan Ruo bingung harus tertawa atau menangis saat ini. Dia senang bisa melihat kekasihnya tapi yang membuatnya sedih adalah mobil kesayangannya itu ada disini seharusnya saat ini venus berada diistananya dilondon bakalan perlu waktu yang sangat lama untuk mengirim Venus kembali pulang.


"Kau membawa Venus kemari?" tanya Ruan Ruo seraya mengambil kunci bertulis RR ditangan Allen


Dengan polos dan bangganya Allen mengangguk dan menjawab "Satu satunya penyelamat kita saat ini" ucap Allen seraya menunjuk ke arah mobil kesayangannya Ru itu


"Sialan lo Len!" gumam Ruan Ruo


Dengan menaiki Venus jarak antara Newyork city ke California tidak berarti apapun





Tak terasa hari begitu cepat berlalu sekarang matahari sudah akan terbenam namun sayang kedua mempelai saat ini masih belum menikah


"Mereka berdua keterlaluan?! Ini sudah sore dan mereka belum datang! Untung saja resepsi nikahnya diadakan malam hari" celoteh Omahnya Alin seraya meratapi jam yang terus berputar


Semua keluarga tak bisa berkata apapun mereka tau kondisi keduanya. Disatu sisi Alin harus menyelamatkan pasiennya dan disisi lain Ruan Ruo tak bisa landing di California karena masalah teknis.


Semua tamu yang akan datang dimalam hari sudah mulai berkumpul, Profesor Alpha meminta maaf dia menceritakan kenapa Alin yang harus melakukan operasi itu, itu semua berawal saat Alin mengirim kartu undangan pernikahan karena senang dengan kabar tersebut semua dokter melakukan perayaan besar besaran kebanyakan mereka mabuk berat karena minum kalau saja saat itu dirinya ada maka tidak ada yang berani untuk minum sedikitpun saat mereka masih harus bertugas, semua info dia dapatkan dari Dr. Arzan yang kebetulan tidak ikut minum dalam perayaan itu


Sementara Prof. Alpha membicarakan apa yang diketahuinya dari Arzan, Arzan menggerutu trus menerus didalam kereta boston - california dia lelah menyuruh Alin untuk bangun dan mengganti bajunya. selesai operasi tadi Alin langsung mengambil tasnya dan pergi dia bahkan tidak mengganti pakaiannya, untuk berjaga-jaga Arzan mengikuti Alin


Betul saja dikereta Alin tertidur wajahnya sangat kelelahan, bagaimana tidak dia begadang satu malaman untuk mengoperasi pasiennya


"Ali bagun? Kau nggak mau ganti baju" Arzan mengguncang tubuh kecil Alin kalau saja saat ini dirinya tidak lelah, Alin sudah pasti memarahi Arzan yang mengganggu waktu tidurnya "Biarin aku tidur"


Sebenarnya Arzan juga ikut begadang karena melakukan operasi tadi malam hanya saja operasinya tidak selama yang Alin lakukan


"Bangunkan aku saat kita sudah sampai" gerutu Alin


Tepat pukul 5 sore sebuah mobil mewah berhenti didepan Resort dimana semua tamu dan keluarga menunggu dari dalam mobil seorang pilot lengkap dengan seragamnya keluar dengan terburu-buru


Semua menatap takjub pria itu, ya dia mempelai pria yang ditunggu-tunggu namun apa daya saat mempelai pria sudah datang, mempelai wanitanya tak ada


"Kau terlambat!" ucap sang Ratu kepada anaknya itu. Ruan Ruo hanya bisa tersenyum masam sebelumnya dia sudah menjelaskan situasi nya lewat telepon


"Iya maaf ibu, aku terlambat!" gumam Ruan Ruo seraya memeluk ibunda tercinta. Ruan Ruo melirik sekeliling berharap melihat wajah cemberut Alin yang dipenuhi make-up yang sudah mulai luntur namun harapannya sirna saat dia bertanya "Ibu dimana Alin?"


Ibunya menjawab dengan nada santai "Dia belum datang"


What? Dia juga terlambat.


Wajah Ruan Ruo mulai membeku "Yang benar saja?!" gumamnya


Disaat dia berbalik dia melihat jas putih berkibar ditubuh seorang wanita "Maaf, Aku terlambat!" ucap Gadis Kecil itu seraya menarik nafas dalam dalam


Dia membenarkan rambutnya yang terurai. ya dia baru sampai setelah berjam jam dikereta "Ya sudah kalian masuk dulu!" ucap Ayah angkat Alin


"Ayah, Bunda kalian disini!" Alin tersenyum puas saat melihat keduanya dia memeluk erat mereka.


"I miss you two so much" gumam alin seraya mencium pipi mereka berdua

__ADS_1


Sebelum Alin pergi bundanya sempat telepon, di bilang ayahnya ada kendala dijalan jadi mereka berdua akan datang terlambat


"Sudah gede ih, masih aja suka nyosor" kekeh bunda dengan suaranya jahilnya


"I know" ucap Alin


Alin terkejut Matanya mendarat di pria berpakaian pilot, dia berdiri didepannya sekarang dan mulai memperhatikan dari atas hingga ke bawah Ruan Ruo sangat tampan dan penuh kharisma dengan pakaian pilotnya. sama seperti Alin yang terkejut melihatnya memakai seragam pilot jujur Ruan Ruo juga tak mengharapkan alin memakai jas dokternya bahkan wajahnya begitu cantik tanpa polesan, hidung yang mancung itu terlihat menawan dengan kacamata yang menggantung diatasnya. dilihat dari bajunya Ruan Ruo bisa tau apa yang habis dia lakukan "Abis bedah orang dok?!" ucap Ru seraya berbasa basi. Alin mengalihkan tatapannya dan menghela nafas "Aku pikir kau takut dan kabur! Apa kau yakin kau mau melanjutkan ini semua?!" tanya alin dengan nada tak acuh, Ruan Ruo memeluk wanita dihadapanya dan berbisik "Aku takkan mundur!" ucapnya dengan lantang


"Sudah Kalian berdua mau ganti baju dulu atau langsung nikah kasian tuh penghulunya dari tadi pagi papa tahan" ucap papanya Alin seraya menatap Alin dan Ruan Ruo bergantian


"Langsung aja pak" ucap Ruan Ruo


Prosesi pernikahan pun berlangsung


Setelah akad nikah mereka berdua melakukan Wedding Photography


Kebetulan sekali mereka menikah dengan pakaian kerja mereka


Jadi berduanya tanpak begitu serasi


Kata-kata Ijab Kabul masih mengiang di telinga Alin


Saat malam tiba


Resepsi pernikahan diadakan dengan meriah banyak rekan kerja Alin dan Ruan Ruo yang berdatangan


Bahkan Kapten Samy dan anak buahnya datang


"Kau Gadis Kecil, Akhirnya kau menikah juga?!" ucap Kapten Samy seraya mengulurkan tangan untuk memeluk tubuh kecil Alin namun keduanya dihalangi oleh Ruan Ruo


"Senang bisa bertemu denganmu kapten,  Aku sudah banyak mendengar tantangmu dari Alin" ucap Ruan Ryo seraya merangkul pundak Alin


Alin mengerutkan keningnya, bingung dengan perubahan sikap Ruan Ruo setelah Kapten Samy pergi


Ruan Ruo berbisik ditelinga Alin yang masih setia menyambut tamu "Kau bisakah kau ganti gaun mu itu?!"


"Why?" tanya Alin menatap Ruan Ruo


"Apa kau tak kedinginan?!" tanya Ruan Ruo lagi sebenarnya dia nggak suka melihat para pria menatap Alin dengan penuh nafsu


"Gaunku panjang jadi aku tak kedinginan" jawab Alin seraya mendorong Ru menjauh dari telinganya


Gaunnya emang panjang, tapi panjangnya tuh kabawah sedangkan pundak dan lehernya sama sekali tak tertutup


Ruan Ruo terpaksa melepas jas hitamnya "Pakai ini!" ucap Ru seraya menaruh jasnya dipundak Alin


"Cie... Ada yang perhatian nih,  baru juga nikah"


Semua mata tertuju pada mereka berdua


seseorang datang dari kejauhan "Tuan ada hadiah dari yang mulia Fangzue" ucap seorang pelayan




__ADS_1


~•


__ADS_2