The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
27. Pencari Masalah


__ADS_3


Plakkk...


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Alin. Alin menyeka darah disudut bibirnya dengan tangan, lalu menatap tajam pria yang menamparnya tadi


"What the hell is going on in here?!" gumam Alin. Ruan Ruo masih syok tubuhnya tadi bekerja tanpa sadar, dia menatap tangannya yang bergemetar "Al..." belum sempat Ruan Ruo melanjutkan kalimatnya, Fang zue yang melihat semua didepan matanya langsung menarik Alin ke belakang tubuhnya. berani sekali Adiknya itu menampar seorang wanita yang jelas jelas adalah istrinya demi wanita lain. Fang zue menarik kerah baju Ru lalu...


Bugghhh....


pukulan kuat menghantam perut Ruan Ruo, sudah jelas Ruan Ruo nggak diam saja dia balik memukul Fang zue dengan pukulan sama kuatnya. Fang zue terus terusan memukuli adiknya itu, melihat pertengkaran adik dan kakak itu membuat Alin menjadi kaget. Alin melerai keduanya "STOP IT!" pekik Alin dengan sangat nyaring


"Kalau kau mencintainya kau pasti nggak bakalan main fisik. dia wanita Ru, anak Orang, dia seorang kakak juga seorang adik terlebihnya dia istri mu, dia yang bakalan menjadi ibu dari anak anakmu tapi kau malah menyakitinya. aku nggak bakal diam Ru aku bakalan ambil Alin dari kamu kalau kamu masih berhubungan sama cewek itu!" ucap Fang zue didepan semuanya.


Alin menyilangkan kedua tangannya lalu menatap Ruan Ruo dengan mata memerah "Akan ku jelaskan, kalian semua mendekatlah" ucap Alin seraya memanggil semua orang yang melihat Drama Shenna tadi.


Semua orang berkumpul mengelilingi Alin, Shenna, Ru, dan Fang zue. Ditengah orang itu Shenna masih duduk dilantai dan menangis "Hiks...Hiks...Apalagi yang ingin kau lakukan? Hiks...aku tau kau tak suka aku dekat dengan Ru jadi kau menyiksaku seperti ini Hiks..."


Orang sekeliling mulai berbisik, Alin tak mempedulikan mereka dan dia masih menatap Ruan Ruo "Aku tau kalian semua berpikir aku jahat. Well emang aku iblis, aku tau kalian semua berbeda Persepsi tapi aku nggak akan mengalah jika itu menyangkut harga diriku. Sekarang aku akan menunjukkan siapa korban dan siapa yang jadi pelaku kejahatannya!"


Dari menatap Ruan Ruo, Alin beralih ke Wanita dibawahnya. Alin menunduk dan berjongkok lalu menyeringai ke arah Shenna tatapan yang begitu tanang membuat semua orang merasa takut


"Boleh ku Tanya kenapa Mrs.Shenna mengatakan aku telah menyiksa dirinya?!" ucap Alin dengan Formal.


Shenna sedikit gelagapan dia tak tau Alin akan mengajukan pertanyaan yang akan mengutungkan dirinya disatu sisi "Kau liat ini kau menyiksaku hingga kaki ku bengkak dan membiru. Awalnya kau tak terima aku datang ke sini saat Ru kembali ke kamar kau mendorong diriku ke tembok lalu mencengkram bahuku hingga sangat sakit setelah itu kau bahkan mendorongku hingga menghantam meja" ucap Shenna dengan percaya diri


Alin sedikit terkekeh wanita licik itu pintar membuat nada suara yang sedih "Sudah itu saja? Apa mau ditambah lagi?!" tanya Alin. Shenna menggelengkan kepalanya


"Al sudahlah dan maafkan aku" ucap Ru seraya menenangkan Alin. Gadis kecil dihadapannya bersikap tak peduli Alin bertepuk tangan "Kau pandai menebak perasaan, Aku emang nggak suka kau disini. Tapi apa kalian semua tau apa penyebabnya?!"


Seseorang diantara krumunan menjawab "Karena kau iri pada kecantikannya"


Alin terkekeh "Kenapa aku iri padanya? Mau ku kasih tau jawabannya ...." Alin menggerakkan Rahangnya yang sedikit mengeras lalu menjawab dengan santai "Aku tak suka karena Kau menyukai Mr.Ru sedangkan Mr.Ru telah menikah dan istrinya adalah diriku. Aku tak masalah jika kau hanya sekedar suka tapi kau sudah melewati batas kau bahkan menggodanya dan coba kalian liat" Alin menunjuk ke arah Shenna yang memegang kaki Ru dan wajahnya dibuat semanja mungkin


"Aku hanya memeganggnya lagian ini bukan yang pertama kali aku bahkan pernah berpelukan dan...., Kau saja boleh kenapa aku tidak?" Shenna hampir saja keceplosan saat berbicara.


Tatapan Alin mengarah ke semua orang yang mulai menatap ibah ke arah dirinya "Apa STATUSMU ? Apa kau sudah dinikahi Ru secara sah, atau kau sudah tunangan. Aku masih menyandang status ISTRI SAH dari tuan Ru, jadi aku memiliki hak atas dirinya. Dan oh ya apa tadi kau bilang aku mendorongmu kedinding dan mencengkram bahumu dengan kuat... Hah coba kau liat diriku" Alin menunjukkan kedua tangannya yang diperban oleh Ray tadi. Ru, Shenna, dan yang lain baru sadar tangan Alin terluka.


"Luka ini terkena serpihan kaca. Aku bahkan tak bisa menyentuh benda karena luka ini masih basah nah coba kalian liat" Alin berjalan ke arah Ray yang baru datang dan bingung apa yang terjadi. Alin mengambil pedang yang tergantung dipinggang adiknya itu


"Kalian liat lah!" Alin mengenggam gagang pedang itu di depan mata semua orang. Ya benar saja cairan merah mulai terliat di perban putih itu, bahkan ada dua tetes yang terjatuh ke lantai "Al CUKUP!" pekik Ru seraya merampas pedang digenggaman Alin. Ruan Ruo menarik tangan Alin yang masih terus mengeluarkan darah "Al kita ke kamar sekarang!" ucap Ru dengan nafas sedikit memburu. Alin menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan perkataannya


"Kalian liatkan aku bahkan tak bisa menggenggam pedang, kalau saja tadi aku memdorong Mrs.Shenna dengan kedua tanganku dan mencengramnya sudah pasti tanganku ini kan berdarah seperti ini. Dan tadi dia ada bilang dia terjatuh dan terkena meja karena diriku, itu semua karena dirinya sendiri. dia tadi menarik rambutku sangat kuat tapi kutahan sehingga dirinya sendiri terpental ke belakang, kakinya memerah


Karena dia tersandung meja dan tak dapat menyeimbangkan tubuhnya karena memakai High Heels!" wajah Shenna memerah karena penuturan Alin tapi dia masih tak mau mengalah


"Apa buktinya aku menarik rambutmu?!" ucapnya seraya menunjuk Alin. Alin menangkap tangan Shenna yang menunjukknya itu dan mengambil beberapa helai rambut yang terselip ditangannya. Alin menujukkan kesemua orang

__ADS_1


"Ini Rambutku, disini tak ada yang punya warna rambut coklat dan sedikit pirang seperti diriku. Dan aku punya rekaman cctvnya" Alin menujuk kearah atas pelapon dengan titik kecil disudut sisinya.


Alin menyuruh Ru membuka ponselnya dan mengecek rekaman itu. Semua orang menyaksikan rekaman itu dan Mata Ru memerah karena marah "Kau... Beraninya kau melakukan hal itu ke istriku!" ucap Ruan Ruo seraya menarik lengan Shenna


Alin bergumam dengan malas "Sekarang sudah terungkap kan disini aku korban. Sudah jadi korbannya


Mrs. Shenna bahkan aku jadi korban kekerasan fisik suamiku tersayang" Ruan Ruo semakin bersalah karena singgungan gadis kecil itu. Ray yang sudah tau kebenarannya menjadi sangat murka dia menarik lengan Shenna dari genggaman Ru dan menariknya keluar Lalu terdengar suara usiran yang sangat kasar


Alin tak ada niat melihatnya tapi berbeda dengan Ruan Ruo yang terlihat tak tega "Pergilah!" bisik Alin pada Ruan Ruo dengan sangat pelan.


Alin masuk ke kamar dan pergi ke washtafel dia membuka perban ditangannya dan mulai mencucinya hingga bersih, dia menatap wajahnya yang berantakan dicermin dan mengabaikannya


Alin sedikit terkejut saat melihat Ruan Ruo yang sudah duduk diatas kasur dengan kotak P3K, Alin duduk disampingnya namun masih agak berjauhan "Al maafkan aku!" gumam Ru. Alin menatap matanya dan melihat penyeselan yang mendalam "Tak apa, lain kali jangan diulangi. Jujur Ru kita berdua melanggar kontrak kita sebelum menikah, sebenarnya aku bisa saja melepasmu tapi tidak untuk wanita seperti Shenna" ucap Alin dengan nada ceria dan dia tersenyum


"Sini mana lukamu? Biar ku obati?!" ucap Ru. Alin sedikit terkekeh


"Lukaku ada banyak, kau mau obati dari mana?" gumam Alin.


Ruan Ruo melihat Alin dengan sedih benar saja ada banyak luka, di kedua telapak tangan ada goresan panjang ya walaupun sudah tak ada darahnya tetap saja goresan itu terlihat, disudut bibirnya Alin ada darah karena sedikit robek, dan yang ketiga ada di pipi nya yang bercap tangan Ruan Ruo. Pertama Ruan Ruo mengambil tangan kanan Alin lalu dia beri alkohol dan salep lalu diperbannya kembali "Berapa lama luka ini akan sembuh?!" tanya Ruan Ruo


Alin mengendikkan bahunya "Ntahlah mungkin tiga hari, seminggu, satu bulan, atau selamanya" ucap Alin dengan ngasal.


Setelah selesai Alin meminta Ruan Ruo untuk pergi keluar dan menyambut tamu tamu yang datang ke tahlillan. Tangan kecil Alin meraih sebuah kapsul obat ditasnya lalu menelannya seperti permen.


Saat malam sudah larut dan acaranya telah selesai Alin berpamitan dengan keluarganya.Kali ini mereka kembali ke Villa milik keluarga angkat Alin, Gadis kecil itu berbaring diatas tempat tidur dan memejamkan matanya belum dia tertidur pulas sebuah tangan menghelus kepala dan perutnya membuatnya sangat nyaman


Alin membuka tirai merah didepannya dan melihat ke arah jam tua di dinding lalu dia melihat tanggalan, dengan langkah gontai dia berlari untuk membuka pintu.


Dihadapannya ada hamparan Rumput luas dan ada sebuah bandara Brakkk... Hal yang diliat Alin adalah sebuah pesawat besar jatuh dihamparan rumput itu dan menghantam beberapa rumah warga.


Dirinya hendak melangkah maju namun kakinya terpaku ditempat dan dia melihat pesawat lainnya jatuh dipadang rumput itu dan menghantam ke rumah warga lainnya. Alin melihat itu sebanyak tiga kali, yang pertama pesawat itu masih utuh, yang kedua pesawat itu kehilangan sayapnya dan yang ketiga...pesawat itu jatuh terguling dan bagian badannya patah.


Seketika Alin terbangung dan mengambil segelas air. Gerakannya yang tiba tiba membuat Ruan ruo yang tidur disampingnya juga terbangun "Al ada apa?" tanya Ru.


Wajah Alin pucat dan bibirnya gemetaran "Ru...secarik kertas dan pulpen" tunjuk Alin pada nakas disamoing Ruan Ruo.


Ruan Ruo segera mengambil itu dan memberinya pada Alin. Alin dengan cepat menulis mimpinya


05/01 20**


19.00


Pesawat jatuh secara utuh


Kehilangan sayapnya


3.terguling dan badannya hancur

__ADS_1


Ruan Ruo yang melihat tulisan Alin bergidik ngeri "Apa kau menulis setiap mimpi mu Al?" tanyanya. Alin menggeleng lalu memperingatkan Ruan Ruo "Kau berhati-hatilah"


.....


Hari ini Alin tinggal di Istana karena perintah ibunya Ru yang merupakan ratu dikerajaan ini


Kebetulan Ruan Ruo tengah bertugas di london selama seminggu. Alin tidur dikamar mewah dan megah sangat disayangkan di istana sini dirinya harus mengikuti Tradisi mulai dari cara berpakaian hingga bangun pagi untuk menyambut raja dan para tetua lainnya


Satu hal yang membuat Alin betah adalah Istrinya Fang Rui yang kini tengah mengandung. Ya walaupun sedikit merepotkan tapi Alin bisa memakluminya


"Ling'er, cobalah pisang ini yang ini terasa berbeda dengan pisang lainnya"


Alin menggeleng ini sudah keberapa kalinya ibu hamil yang satu itu menyuruhnya makan pisang seperti dirinya


"Nggak Putri Wein. Kau saja yang makan"


"Sudah berapa kali ku bilang berhenti memanggilku seperti itu. Cukup panggil aku kakak atau Wei!" ucap wei seraya mengerucutkan bibirnya


Alin mengangguk dan kali ini menemani Wei berjalan jalan disekitar istana


"Kata Fang'er disini tempat para prajurit dilatih" jelas Wei seraya melihat mereka dengan tatapan mencari


"Kau mencari siapa?" tanya Alin seraya ikut ikutan melihat ke arena pelatihan yang penuh prajurit pria. Kali ini Alin memakai pakaian Ala victoria jadi dirinya tak semencolok Wei yang memakai hangfu berwarna pink.


Wei dengan polos tersenyum dan berbisik ditelinga Alin "Aku dengar dari para pelayan, disini banyak pria ganteng terutama jendral muda yang baru"


Alin hanya bisa nyengir mendengar bisikan Wei. dia harus mengingatkan kakak iparnya itu kalau dirinya sudah menikah dan sedang berbadan dua


"Kakak emang banyak pria tampan disini, tapi mereka semua tak setampan Kakak ipar Fang. Aku yakin wajah anak Kakak akan mirip ayahnya" ucap Alin seraya menghelus perut putri Wei yang sudah sedikit terlihat tonjolan


"Ling'er sebenarnya saat ini aku pengen.... Ini dedeknya yang minta seriusan"


"Heh yang benar saja aku belum mau mati ditangan Ru"


"Aku pastikan Ruan Ruo mu itu nggak bakal tau!"


Alin menghela nafasnya dan pergi ke arena Latihan


"Permisi!"


Baru Alin melangkah masuk semua pandangan mengarah ke dirinya dan semua yang sedang berlatih menghentikan latihannya


'WHY it should me?!'


~•TBC


#Selamat membaca

__ADS_1


__ADS_2