The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.4 Rajin


__ADS_3

Hana penasaran apa yang ingin dikatakan Rafka "Apa?"


"Besok aku balik ke italia, ada masalah di restoran milikku plus Orang yang penting untukku lagi perlu bantuan disana!"


"So...  Are you going to leave me? Kita bahkan belum revisi skripsi ku" protes Hana dengan kesal, 'jika tau tadi aku tidak akan repot repot nemenin dia seharian ini' oceh Hana dalam batinnya


"gini, bagaimana kalau aku yang ngerjain skripsi mu disana?" ujar Rafka


"No... Kalau kamu yang ngerjain yang ada pas sidang nanti aku nggak bakalan bisa jawab pertanyaan" Hana menghela nafas "Pergilah... Aku izin kan kamu pergi tapi janji jangan lama lama"


Melihat raut wajah Hana yang kecewa, Rafka merasa tidak enak "Malam ini aku masih ada waktu, gimana kalau dipake revisi sedapatnya seperti yang ku bilang kamu hanya salah penyusunan kata katanya saja? Misalkan ntar nggak sempat Jika ada pertanyaan mendetail kamu bisa tanyakan ke dosen yang kamu kenal"


Hana yang sedang mencuci tangannya di luar kaca mobil mengangguk setuju, "Boleh tuh, revisi di kamarku aja!"


"Hah kamar mu?! Emang boleh?" tanya Rafka yang barusan dia merasa salah dengar. Hana menghela nafasnya "Ya boleh lah tapi kalau kamu takut aku apa-apain ya udah kita pindah aja di ruang kerjaku di lantai atas hotel"


*********


"Welcome to my room" ucap Hana seraya membuka pintu, tidak seperti dugaan Rafka ruang kerja Hana tidak lah begitu luas "why? Nggak puas? atau mau di kamarku saja?"


Rafka menggeleng menurutnya ini sudah lebih dari cukup untuk dua orang "Disini jauh lebih baik Jadi Yuk kita ku mulai!" ucap Rafka seraya duduk di kursi. Hana mengeluarkan beberapa dokumen untuk membantu bahan skripsi nya lalu dia letakkan di lantai,  tak lupa Hana melepas sepatunya dan duduk lesehan "Loh kok dibawah Han?!" ucap Rafka yang tak enak karena tuan rumah duduk dibawah, Hana mengendikkan bahu "Aku lebih suka disini, bisa sambil rebahan atau tengkurap"


"Ya iya juga sih" Rafka turun dari kursinya dan duduk di samping Hana. Tidak berlama lama mereka membahas skripsi.


Jam terus bergulir seperti air sungai, keduanya terlihat sempoyongan dan kehabisan tenaga. Semalaman mereka tidak ada yang tidur membahas skripsi


Tokkk Tokkk.... Krekk


"Han!" seseorang masuk ke ruang kerja Hana dan ternyata itu Hanzel, niat awal adalah memarahi Hana karena nggak balik ke kamarnya semalam. Hanz melihat dua orang terkapar dilantai dengan banyak kertas yang sudah tersusun rapi di samping mereka, mereka tidur dengan posisi bersebrangan dibatasi  bantal sofa. Mendekati mereka Hanz memeriksa kondisi adiknya, 'Ah syukurlah masih berpakaian lengkap, dia juga tidak demam. Adikku ini terkadang ceroboh jadi aku khawatir!" Hanz mengangkat tubuh Hana dari lantai yang dingin, Rafka yang baru bangun setelah tidur Sejam, kaget karena ada orang yang mau membawa Hana pergi..


"Mm, Hey siapa kamu?" tanya nya dengan pandangan kabur, setelah mengucek mata Rafka baru melihat jelas siapa pria didepannya. Hanz menaruh satu tangannya di depan mulut lalu bicara pelan 'Sst... Aku akan membawa adikku ke kamar!' Rafka ikutan bangun dan membantu Hanz membuka beberapa pintu untuk sampai dikamar, setelah menaruh Hana ditempat tidur nya. Hanz bicara diluar dengan Rafka "Terimakasih sudah menjaga nya seharian. aku tau dia sengaja nggak bilang ke aku karena takut aku mengira kalian pacaran. dia baru bilang saat sudah larut kalau dia diruang kerja"


Rafka tersenyum malu "Sebenarnya Hana banyak membantu ku jadi semalam aku balas membantu nya ngerjain skripsi"


"Oh jadi itu yg kalian kerjakan sampai nggak pulang ke kamar"


"Iya, aku nggak enak aja kalau masuk ke kamar cewek" Jelas Rafka takut Hanzel salah paham dengan maksud perkataan nya


"Sebaiknya sih dikamar ya lagian kamarku sebelahan dengan Hana jadi bisa dipantau. Kalau kayak tadi orang lain bisa salah paham masih untung yang tadi masuk aku dan Hana sudah menjelaskan di chat" ujar Hanzel, tadi nyaris saja OB yang biasa membersikan ruangan Hana yang membuka pintu ruang kerja


"mm, aku tidak kepikiran sampai situ"


"Oh ya aku ada nerima pengajuan cuti mu? Kamu mau balik  ke italia?" tanya Hanzel dengan wajah penuh pengertian


"Iya hari ini rencananya langsung berangkat"

__ADS_1


.....................


Sesampainya di italia, Rafka langsung mampir ke restoran nya dan meminta semua berkas yang terkait "wah, keliatan banget nih.  Ada banyak tikus!"


"Pak jadi apa yang harus kita lalukan?" tanya sekretaris Rafka yang bernama Yuna


"Ya sudah jelas cari tau siapa tikus tikus itu. Trus membuangnya ketempat seharusnya!" Pasokan bahan yang untuk keperluan dapur restoran justru, dibawa pulang oleh beberapa oknum tidak bertanggung jawab tidak masalah jika itu barang sisa tapi ini barang yang baru diorder, yang seharusnya cukup untuk sebulan jadi tidak cukup dan pada akhirnya restoran harus memasok lagi "Ini yang membuat dana pengeluaran jadi naik tiap bulannya"


Rafka bersyukur masalah ini cepat diketahuinya dan masih bisa diatasi.


Disisi lain Hana tidak kalah sibuknya dengan Rafka, Hana dan Lucy janjian di kampus, Hana ditahan di post satpam karena pakaiannya "Duh neng maaf. Ini teh menyalahi Aturan"


"Apa nya pak?"


"Kalau ke kampus mah kudu pake Kemeja, nggak boleh kaos"


Hana memperhatikan pakaiannya, dia tadi asal milih aja "Nah kan udah ku duga!" ucap seseorang dari kejauhan. Hana dan satpam melirik ke empunya suara dan ternyata itu lucy "aku pikir kamu bakalan pake celana pendek trus baju kaos ke sini. Syukurlah kamu masih tau sopan santun pake celana panjang,  nih aku bawain baju ala kadarnya"


Hana memeluk lucy "Thanks sis" Hana berlari untuk mengganti bajunya di WC terdekat setelah beberapa saat hana keluar dengan baju dari lucy,rambutnya sengaja di sanggul karena belum mulai saja Hana sudah merasa gerah "hollyS***, kamu pake baju apapun tetap cocok ya han. Aku jadi iri sialan!"



"Nih baju udah kayak papan catur, untungnya warnanya biru bukan hitam putih" gumam Hana


"Excuse me miss, do i know you?"


"Eum, kamu siapa? Pake indo aja gak papa kok"


"Oalah bisa toh bahasa indo. Eh mukamu itu loh kok gak asing"


"iya aku pernah kuliah disini beberapa kali"


"Oh aku ingat kita sekelas tapi kamu itu mahasiswa yang ngambil kelas daring kan? Aku teh orang yg selalu nyiapin peralatan dosen sebelum kamu mulai daring kalau nggak salah nama mu Khana bukan?"


"Panggil Hana aja"


"aku Faruq, kamu mau ngapain disini bukannya tinggal skripsi an"


"Iya ini aku mau nemuin dosennya"


Hana memegangi skripsi yang sudah di revisi bersama Rafka hingga larut malam


"Ya sudah semangat ya. ruangan dosen ada dilantai atas" ucap Faruq


"Eh aku dipanggil, senang bisa bertemu denganmu...dah..." ucap Hana dengan nada ramahnya.

__ADS_1


-Seminggu kemudian-


Hana benar benar serius dengan skripsi nya, rekor baru untuknya selama 7 hari nggak pernah absen dari perpustakaan kampus dia selalu hadir bahkan tepat waktu, itu semua karena Janjian dengan para dosen. "Wah jadi rajin sekarang kamu ya Han" Hanzel memuji kembarannya dengan nada sedikit mengejek. Hana menghela nafas dengan penuh kesabaran tidak lupa dia memasukkan termos kopi untuk di kampus "Kamu nggak tau aja, Sangking bersemangatnya. aku bertanya pertanyaan yang tidak ku bisa ke semua dosen yang pernah ngajar aku di kampus. Sekarang hanya perlu tunggu jadwal sidang"


"Trus rencana mu balik ke jerman bagaimana? pengobatan mu tidak bisa ditunda lebih lama jika lebih lama lagi gelar psikiater mu bisa dicabut"


"Selesai sidang jika lulus aku langsung balik ke sana" ucap Hana singkat karena malas meladeni Hanzel. Hana menyanggul rambutnya lagi hari ini setelah memastikan semua perlengkapan nya siap dia segera berangkat


Saat tiba di kampus mahasiswa lain merasa aneh melihat orang yang turun dari gojek "Makasih pak" ucap Hana dengan ramah,  Hana sudah bisa berbaur dengan orang sekitarnya jadi teman teman yang sekelasnya dari minggu kemarin tidaklah lagi merasa canggung "Hai, Han"


"Halo Faruq"


Faruq menghampiri Hana begitu melihatnya. Hana memperhatikan Faruq terus mengikuti nya "Ada apa?" tanya Hana langsung ke inti. Faruq cengengesan saat ditanya lalu setelah beberapa saat dia mulai angkat bicara "Han, kamu ikutan hiking nggak? Ini acara tahunan kampus untuk mahasiswa semester awal dan akhir"


"Hiking maksud kamu Naik gunung?"


"Iya selain naik gunung kita juga berkemah di alam" jelas Faruq. Yang ada dipikiran Hana hanya skripsi nya jika dia pergi maka akan sulit bertemu dosen "Aku nggak ikut, aku harus mengejar jadwal dosen untuk bertanya hal hal yang belum ku mengerti" namanya mau sukses pasti butuh pengorbanan, seperti istilah berakit rakit ke hulu berenang renang kemudian. Hana nggak bisa membuang waktunya lebih lama lagi karena dia harus berobat sebelum kondisinya memburuk


"Sayang banget Han, semua dosen aja ikut" gumam Faruq


Saat berjalan ke kelas berbarengan Hana bertemu dengan dosen yang mau ia temui dikelas "Eh Hana, kebetulan ada. tolong bantu bapak pasang ini di papan depan kelas ya! Bapak mau ke toilet"


"Apaan nih pak? Kan ntar bapak ngajar dikelas" tanya Hana, sambil mengambil lembaran kertas dari pak Soleh. Pak Solehleh menunjuk ke judul yang ada dikertas "Perkuliahan dimulai kembali minggu depan Hana. Para dosen mau refreshing dulu, dah ya bapak buru buru nih"


Hana mengusap wajahnya terlihat Hana sangat terbebani dengan liburnya perkuliahan "Napa sih han? Kok kayak nya kamu nggak senang libur. Aku kan tadi sudah bilang semua dosen ikut pergi hiking"


Sangking geramnya Hana meremas tangan hingga luka, Faruq tidak melihat ada yang aneh dari ekspresi Hana jadi dengan santainya dia bertanya hal yang sama "Kamu yakin nggak ikut?"


"Nggak! Sumpah aku kesal banget Ruq. Aku udah batalin tiket pesawat buat balik ke jerman minggu ini karena sudah dapat jadwal sidang minggu ini eh tau tau nya malah libur. aku bakalan nanya lagi deh semoga aja dosen dosennya pada bisa semua datang ke sidangku" Hana terus mengoceh hingga didepan kelas. Faruq mengangguk mengerti dia tau tiket pesawat tidaklah murah apalagi tujuan nya sangat jauh "Jadi apa rencana mu?!"


"nggak mungkin tiket yang dibatalin bisa balik lagi kan? Butuh waktu buat ngurusnya. Aku mau menenggelamkan diri di perpus aja sambil nunggu hari sidang" Hana mengambil jalan tengah dari pada dia terus menerus kesal dan dia tidak tau siapa yang harus disalahkan.


Faruq menggeleng "Aku saranin kamu istirahat aja dulu Han, bibir kamu pucat" Faruq menunjuk ke arah Ruang perawat. Hana menggeleng, Dia sudah sarapan kopi pagi tadi jadi tidak mungkin baginya untuk terlelap jika dipaksa istirahat "Udah abis nempel ini dibeberapa kelas, aku mau ke perpus. Aku pagi sampe malam minumnya kopi Ruq, jadi nggak bisa tidur!"


"nanti kamu pings...an" Faruq seperti melihat adegan yang di slow motion sampai perkataan nya pun ikut ter jeda beberapa saat


Brukk...


Hana tiba tiba saja tumbang, padahal tadi dia masih kuat mengoceh "Duh, lambe turahmu Ruq, Ruq. Pingsan betulan kan anak orang!" Faruq menyerahkan kertas titipan pak soleh pada mahasiswa lain baru dia menggendong Hana ke ruang klinik


Ketika membuka mata Hana sempat bingung "Dimana ini? Ahh kok kepala sakit ya!" pekik Hana.


"Han..."


-Berlanjut-

__ADS_1


__ADS_2