The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.17 Pengakuan


__ADS_3

"Sebenarnya aku menyukaimu" Wajah Rafka benar benar memerah saat mengatakan nya. Hana menghela nafas "Apa ini sebuah candaan?" tanya Hana dengan serius. Rafka memegang erat tangan Hana "Aku serius. aku benar benar menyukaimu"


"Sejak kapan?" Hana masih tidak percaya dengan tatapan menyelidik Hana mencoba melihat kebenaran dimata Rafka


"Sejak pertama kali kita ketemu. mungkin kamu tidak ingat tapi kita bertemu di lapangan basket saat itu"


jelas Rafka sambil menatap mata Hana


"Apa yang membuatmu menyukaiku? aku bukan wanita yang baik ataupun manis"


"Aku bukan menyukaimu karena hal itu. Diawal aku terus terbayang dirimu, karena kamu berani dengan lantangnya membela rekan tim mu, kamu gadis yang nekat tapi itu membuktikan kamu orang yang pemberani. kamu bukan tipe pemalu seperti kebanyakan wanita dan selama ini selain almarhum ibuku hanya kamu yang bisa mengerti aku"


Rafka jeda sesaat lalu dia mengingat kembali


"Ketika bertemu dengan mu kembali, aku pikir aku telah lama melupakan perasaan itu. tapi kamu justru trus trus an bertingkah sehingga perasaanku jadi campur aduk. aku pikir ini hal yang wajar karena kita berteman tapi kenyataan nya melihat mu dekat pria lain, ada perasaan yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan. aku tidak ingin kamu melihat pria lain selain aku, aku tidak ingin melihatmu bersedih dan aku ingin kamu selalu bisa tertawa" Rafka menjelaskan dengan bahasa yang cukup romantis. Hana sendiri sempat terbawa suasana tapi setelah itu dia cepat sadar "Jadi setelah mengungkapkan perasaan mu ini. apa yang kamu ingin kan dariku?" tanya Hana.

__ADS_1


Rafka berkata dengan serius "kalau kamu tidak ingin menjawabnya aku tidak masalah. tapi biarkan aku tetap berada di sisimu"


Hana terlihat terbebani dengan pernyataan Rafka "bukan itu yang ingin aku dengar. jika aku menerimanya apa kamu akan menikah denganku?"


Rafka mengangguk "Tentu saja. Walaupun aku tidak sekaya keluarga mu. aku akan berusaha sebaik mungkin untuk membuatmu bahagia, aku tau kamu sekarang tidak ingin menikah jadi aku tidak akan memaksa"


"Apa kamu yakin?" tanya Hana sekali lagi. Rafka menghela nafas dan melepas tangan Hana "Hah... aku lelah sudah berapa kali aku bilang aku itu serius. apa kamu mempermainkan aku Han?"


Hana menggeleng "Aku merasa kasian padamu, karena papaku nggak bakalan berbaik hati jika mendengar mu akan menikahi ku. sebagai temanmu aku saranin jangan"


"Kalau begitu bawa aku bertemu keluargamu" Rafka nampak bertekad Hana mengangguk lagian tidak ada alasan bagi papa nya untuk menolak Rafka karena Rafka sudah membuktikan diri sesuai apa yang diperintahkan bunda nya Hana.


tiba tiba Hana mendapatkan pesan penting. Hana berhenti sesaat lalu raut wajahnya berubah senang "Rafka Kakek mu setuju. kamu dapat menjadikan ini peluang mendekatkan diri dengannya" ucap Hana dengan senang seraya memeluk Rafka


Rafka pun merasa kan hal yang sama rasa senangnya membuat dia merasa tenang karena dia telah mengeluarkan beban berat dipikirannya

__ADS_1


setelah menutup kedai bersama Hana. Rafka langsung bersiap dibelakang panggung.


di kursi telah banyak orang yang menunggu untuk acaranya dimulai. bahkan disana ada keluarga Hana "Apa kamu gugup?" tanya Mr.Beni. Rafka mengangguk "Ya aku gugup tapi aku yakin aku bisa menghadapi nya" ucap Rafka penuh dengan tekat


pada akhirnya penggelaran wayang sukses besar. Rafka pun telah berbicara pada Mr.Beni perihal apa yang telah dialaminya. Kakek Rafka pun setuju untuk menyerahkan kembali aset milik ibu nya Rafka.


ketika acara teater selesai Hana dan Hanzel pergi menemui Rafka. Hana langsung memeluk Rafka "Thank you so much. berkat mu Teater kami sukses besar" ucap Hana dengan senang. Rafka membalas kembali pelukan Hana "Aku juga berterima kasih karena ide dan saran mu


aku berhasil berbaikan dengan kakekku"


Hana menatap mata Rafka "Benarkah? Syukurlah! aku sungguh senang mendengarnya" Rafka mengangguk membenarkan pertanyaan Hana.


"Ekhmm... kalian berhenti lah bermesraan nya" Hanzel yang merasa nggak dianggap pun pada akhirnya protes. Hana mengejek Hanzel "Makanya cari pasangan biar bisa dipeluk seperti ini"


-Berlanjut-

__ADS_1


__ADS_2