
Semua orang lagi gencar-gencar nya mempersiapkan Teater nanti. Dokter Jerry dan Yoga mempersiapkan pertunjukan yang nanti nya akan berlangsung. Sementara itu dengan memaksa dokter Jerry menandatangi surat izin keluar, Hana dan Rafka diperbolehkan pergi dari pusat Rehabilitasi dalam jangka waktu tertentu.
Saat ini Hana dan Rafka berada di Pusat perbelanjaan lebih tepatnya ini mereka ada di pasar tradisional.
"Syukurlah kali ini tidak perlu kabur" ucap Hana. Mereka berdua berpakaian kasual namun secara kebetulan warna baju mereka sama jadi jika diliat dari jauh mereka seperti pengantin baru yang lagi belanja. Rafka menyadari hal itu dan dia tertawa "Ya syukurlah. Sampai sini semua berjalan lancar. Banyak sukarelawan yang mau ikut berpartisipasi dan kedai makanan juga diberi modal awal dan kamu tau apalagi ?" tanya Rafka
Hana sedikit bingung dan bertanya "Hah? apalagi ? itu saja kan" sambil mendorong troli belanja Rafka merangkul tangan Hana "Kita lagi jadi pusat perhatian karena terlihat seperti pasangan, ini bisa jadi ajang promosi teater nanti. Jika ada yang bertanya kita bisa sekalian mempromosikan teater"Jelas Rafka.
Rafka balas tersenyum pada ibu ibu yang tersenyum dengan Ramah kearahnya. sementara Hana menatap Rafka takjub "Wah... Pantes restoran mu berkembang pesat. yang punya ternyata pebisnis yang andal. jika saja kamu pengangguran saat ini aku akan merekrut kamu untuk jadi Marketing Manager di hotel HK"
"Aku menolak, jika itu terjadi aku harus memanggilmu Bu Boss" ucap Rafka dengan seringai diwajahnya. Hana tertawa dari kepribadian Rafka Hana tau kalau dia bukan tipe orang yang mau di jadikan bawahan "Baiklah karena saat ini seperti katamu kita terlihat jadi pasangan mari berpura pura jadi pasangan yang bahagia. Ayo sayang!" ucap Hana dengan nada yang dibuat senatural mungkin. Hana pergi mengambil beberapa sayur
"Istriku jangan berlari, aku takut anak kita kenapa napa!" Ucap Rafka dengan setengah Berteriak. Mendengar itu Hana diam mematung ditempat dan kini wajahnya memerah karena malu "Ada apa istriku sayang? sayuran ini bagus untuk mu dan anak kita" ucap Rafka menggoda Hana. Rafka berniat bersikap Nakal lagi namun dia mendapat cubitan dari Hana "Kamu terlalu berlebihan suami ku. anak apa yang kamu maksud? sudah jangan bercanda"
"Ouch Hana sakit lepasin..." Rafka mencoba melepaskan cubitan Hana di punggungnya. Melihat kedekatan keduanya pedagang sayuran tertawa "Wah melihat kalian, aku jadi teringat masa awal aku menikah. Suami ku juga sama seperti nya suka sekali bercanda. aku akan memberi kalian diskon anggap saja sebagai ucapan selamat untuk pernikahan kalian dan semoga kalian segera mendapatkan Anak"
Rafka tersenyum puas seraya membayar sementara Hana sangat malu saat menerima bungkusan sayur dari pedagang "Terimakasih, sebenarnya sayur ini buat kedai kami dipusat rehabilitasi. disana akan ada Teater dan terbuka juga untuk umum. Ini awal kami belajar membuka kedai nanti disana akan ada banyak makanan lainnya"
"Pusat Rehabilitasi bukan kah itu tempat orang yang memiliki masalah mental? Bagaimana bisa diadakan teater" tanya pedagang sayuran seraya memberi uang kembalian pada Rafka. Kali ini Hana yang angkat bicara "Pasien dengan gangguan Mental yang parah akan mendapat penjagaan. disana tingkat keamanannya telah terjamin dan nantinya juga ada lembaga pemerintahan yang turut hadir dalam acara tersebut. teater itu adalah bentuk dukungan untuk pasien agar mereka dapat mengenal dunia luar dan memiliki keinginan untuk sembuh lebih cepat"
"Benar kah kalau begitu apa aku boleh datang? nanti aku juga akan mampir ke kedai kalian"
"Terimakasih bu, kami sangat senang jika anda bisa mampir ke kedai kami" ucap Rafka dengan nada Ramah. setelah itu Rafka dan Hana kembali berbelanja "Ayo istriku selanjutnya kita pergi beli apa?"
"Sebenarnya dari bahan bahan di list ini, Aku masih tidak tau kamu mau buat apa. kamu juga tidak memberitahukan aku Afka" Hana menggembung pipinya dengan ekspresi cemberut. Rafka langsung mencubit pipi Hana "Ini Rahasia, pulang nanti aku akan membiarkan kamu yang pertama kali mencobanya"
"Benar kah ? kamu sungguh baik, aku tinggal makan dan menikmati makanan buatan mu" Hana langsung merubah nada suaranya. Rafka menyeringai dan ide jahil muncul lagi di kepalanya "Tidak ada yang gratis Hana. jika kamu mau makan kamu harus bekerja dahulu, aku butuh asisten" ucap Rafka
"hah? aku jadi bawahan mu nggak mau ah" Hana menggeleng kan kepalanya
Rafka tau pasti kalau soal makanan Hana pasti nanti nya akan berubah pikiran "Ya kita liat saja nanti saat pulang" gumam Rafka.
__ADS_1
Saat mecari bahan terakhir seseorang menyapa Rafka "Pak Rafka!" itu adalah Tari. Tari bersama teman temannya dengan baju kasual datang menyapa Rafka "Wah dia tampan sekali Tari, apa dia bos mu?"
"Apa dia sudah punya pacar?"
"Apa dia orang yang kamu suka itu"
"Hust!!! kalian ngomong apa sih? dia ini bos ku jadi sopan lah!" ucap Tari.
Hana yang baru selesai mengambil bahan terakhir melihat Rafka dikelilingi para gadis "Sungguh ya, baru di tinggal bentar lalat sudah banyak yang ngumpul di dekatnya emang dia makanan!" Oceh Hana dari jauh. ide membalas Rafka pun terbesit di benaknya. Hana membawa sebotol susu "Suamiku, aku tidak bisa menemukan Susu ibu hamil. Apa aku boleh membeli ini saja sayang? aku yakin anak kita pasti baik baik saja tanpa susu itu" ucap Hana seraya mengelus perutnya.
Para Gadis menatap Hana dengan terkejut sedangkan Rafka masih dengan ekspresi datar seperti yang sebelumnya saat dia menghadapi teman teman Tari namun Hana menyadari telinga Rafka memerah. para gadis mundur lalu saling bicara "Wah dia sudah punya istri bahkan dia sudah mau jadi ayah"
"Istrinya juga sangat cantik kayak tuan putri aku serius aku pernah melihat keluarga kerajaan secara langsung dan aura istrinya persis seperti mereka"
"mereka sungguh pasangan yang sempurna. tidak terbayang anak nya nanti setampan atau secantik apa"
"Mereka Romantis banget!"
Tari menyapa Hana "Anda Nona Hana yang bertemu di hotel sebelumnya kan. Senang bisa melihat anda lagi saya minta maaf atas perilaku teman teman saya. Saya juga baru tau kalau ternyata pak Rafka sudah beristri maafkan saya karena saya pernah mampir ke hotel pak Rafka dan itupun dimalam hari" Tari sedikit merasa canggung menjelaskan nya, Hana menepuk pundak Tari "Lihatlah aku Tari, aku tidak salah paham dengan hubungan kalian. Afka ingin aku merahasiakannya agar dia dapat fokus pada urusannya disini jadi bisakah kamu tetap diam tentang hal ini" Hana memberi isyarat pada Tari dengan Mata kalau saat ini dia sedang akting namun dia tidak kepikiran kalau Tari sebenarnya tidak mengerti isyarat dari nya
"Kalau gitu maaf menganggu waktu kalian. silakan lanjutkan belanja saya juga harus kembali bersama teman teman saya" ucap Tari. Rafka memeluk pinggang Hana lalu melambaikan tangannya pada Tari "Berhati-hati lah dijalan! Bye..."
Hana lanjut mendorong Troli "Kamu seperti nya menikmati ini" ucap Hana
dengan maksud mengingatkan Rafka karena tangannya masih di pinggang Hana
"Ya aku puas bermain akting hari ini, sungguh ini seperti bayangan jika kedepannya kita beneran menikah. aku pikir menikah itu hal yang buruk tapi ternyata menyenangkan" ucap Rafka seraya tersenyum puas. Hana menghela nafas karena sepertinya dia perlu memberi Nasihat pada Rafka sebelum dia salah jalan
"Menikah itu akan menyenangkan jika kamu bertemu orang yang tepat, selain itu banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan jika ingin menikah jangan sampai kamu salah pilih dan menyesal"
"Aku rasa aku tidak akan menyesal jika aku menikah denganmu" Rafka mencoba bercanda dengan Hana lagi namun Hana tidak terpengaruh
__ADS_1
"Jika kamu mengatakan itu pada wanita lain, aku yakin saat itu juga salah satu dari mereka rela langsung nikah ditempat. sayang nya ini kamu ngomong nya ke aku ya mental lah... Hahaha" Hana tertawa begitupun dengan Rafka
"Yah aku tau kalau kamu pasti tau aku sedang bercanda jadi aku berani bercanda mengenai hal itu"
"Lain kali aku akan menganggap nya serius dan kamu tau sendiri bermain dengan ku bagaikan bermain api. siap siap aja menghadapi papaku" Ancam Hana dengan nada yang datar.
•
•
Kali ini Rafka dan Hana mencoba bikin makanan seperti yang dibilang Rafka sebelumnya
"Ini mau buat apa chef?" tanya Hana. seraya memakai Appron. ya Hana berubah pikiran tepat seperti apa yang dikatakan Rafka.
"kita buat saja dulu dengarkan lah instruksi ku. kamu cuci dan potong potong sayurannya!" ucap Rafka
Hana melakukan apa yang disuruh Rafka dan pada akhirnya selesai juga
" sekarang bisa kamu beritahu aku, apa ini?" tanya H
"Ini masakan indonesia nama nya Nasi Liwet. Nasi Liwet adalah hidangan nasi khas Indonesia yang dimasak dengan santan, kaldu ayam, dan rempah-rempah sehingga memberikan nasi rasa yang kaya, aromatik, dan gurih. Nasi liwet adalah cara memasak nasi tradisional Jawa dengan santan. Ada juga varian nasi liwet ala Sunda yang berbeda rasa dan penyajiannya. namun kali ini aku sedikit memodifikasi nya dengan sayuran lalu nasinya aku bakar dengan daun pisang. cobalah aku yakin kamu suka!" jelas Rafka
Hana mencoba memakannya "Wah enak loh tapi kamu yakin mau jual ini? orang sini jarang makan nasi"
ditengah diskusi seseorang membuka pintu taman kaca milik Hana secara Paksa
"HANA...Benarkah kamu Hamil? sedang apa kalian disini?!"
-Berlanjut-
__ADS_1