The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
14. Hari pertunangan


__ADS_3


'Apa seburuk itu kah menikah denganku?' pikir Alin dengan kesal."Biar bagaimana pun ini sudah diputuskan raja. Tidak ada kesempatan lagi jika semua ini sudah diresmikan" jelas Alin.



Fang zue mendekat pada Alin "Menikahlah denganku dan jadilah selirku satu satuya. Maaf aku tak bisa menjadi kan mu permaisuri ataupun ratu karena..."



"Maaf Pangeran aku tak tertarik jadi selir. Dan bukan kah sudah peraturan kerajaan, istana tidak boleh memiliki selir? Kau seorang pangeran seharusnya lebih tau tentang itu" Alin memotong ucapan Fangzue sebelum lebih jauh



"Kalau begitu jadilah Ratuku. Ayah pasti nggak akan keberatan dengan status mu sebagai cucu Letnan Swannetta"



"Oh tapi tetap saja itu artinya kau mau menduakan aku. Aku tidak tertarik untuk dimadu" ucap Alin seraya terkekeh. Wajah Fangzue sedikit lebih suram dari sebelumnya


"Jangan meminta lebih, hal ini seharusnya sudah cukup"



"Tidak aku tetap tidak mau" ucap Alin. Fangzue tidak pernah berpikir kalau Alin yang menjadi ratu, maka Alin akan menyinggung putri Wein su sebagai seorang temannya



"Kak sudahlah jangan mencoba mendekati Alin biarpun kami mencoba membatalkan pertunangan ini, biarkanlah kami sendiri yang menganinya kakak tidak perlu ikut campur" Jelas Ruan Ruo seraya menarik lengan Alin untuk berdiri dibelakangnya



"Kau pasti akan menyesal"





~..............................~



Hari ini adalah hari pernikahan Fang Zue dan juga hari dimana Alin dan Ruan Ruo secara resmi bertunangan. Tinggal 12 hari lagi menjelang pernikahan keduanya



"Apa ini tak terlalu cepat ma, pa?!" Alin yang duduk satu meja dengan keluarganya mulai cemberut. Risetnya saja masih belum selesai selain itu masih banyak hal yang perlu dilakukan



Galau!


Satu kata itu yang bisa mendeskripsikan keadaan alin yang sekarang.



"Kau kenapa?" tiba - tiba saja ruan ruo datang dan duduk disebelah alin.



Alin tak menggubris pertanyaan Ruan Ruo, ia hanya setia melatakkan dagunya diatas meja



Tiba-tiba saja suara melengking menginstrupsi keduanya "Ekh... Adik-adik iparku, kenapa kalian berdua ada disini?! Belum nikah aja sudah nempel mulu" ucap putri wein menggoda keduanya



Ya putri wein sekarang adalah istri sah Fangzue dan menjadi kakak ipar Ruan Ruo



"Apaan sih kak?!" gerutu Alin dengan wajah ditekuk



"Eh... Yang mau jadi calon pengantin kenapa mukanya suram gitu? Jangan gitu ah senyum dong, kan dengan senyum semua orang terlihat cantik"



"Kalau Ruan Ruo yang senyum. Dia juga cantikkan kak, bukan aku aja?"



Dengan sangat plin plan putri wein menganggukan wajahnya "Iya"



Muka Ruan Ruo menjadi merah sedangkan alin tertawa terpingkal pingkal



"Hahaha"


Suasana menjadi cair saat alin tertawa

__ADS_1



"Sudah-sudah kau ini lin'er, kau sengaja ya membuat kakak ipar mu ini keceplosan dan merasa malu sendiri" ucap putri wein'er seraya menyipitkan matanya



Alin hanya terkekeh melihat sikap nya itu



"Oh ya aku ke sini bukan mau mengobrol, aku mau menyerahkan kerudung ini"


Alin mengambil kerudung tipis di tangan Wein'er



Ruan Ruo yang ikut mengamati kerudung yang diberikan wein'er akhirnya membuka mulutnya "Kak kenapa kau memberi alin kerudung, Pakaiannya Alin  nggak sesuai apabila harus di pasangkan dengan pemberianmu ini"



Alin hanya diam saja menunggu respon Putri wein "Anak nakal,  kau tau apa? Kau itu pria mana mengerti maksud wanita, lagian itu hadiah pertama yang ku berikan padanya sebagai adik iparku"



"Ckck, adik ipar? Yg seharusnya kau panggil adik ipar itu aku bukan dia"



"Sama sajakan cepat atau lambat kalian berdua akan menikah dan dia menjadi adik ipar kecilku"



Ruan Ruo dan putri Wein mulai berdebat, alin mendesah lalu beralih ke arah Fangzue yang sedari tadi hanya diam disamping putri wein



"Tuan kau seharusnya menghentikan mereka?"



Fangzue menatapnya dengan nanar "Tuan? Aku tidak setua itu hingga kau harus memanggilku tuan"



Alin memutar mata kearahnya "Terserah"



Seketika tangan alin ditarik putri wein, alin tak bisa tak bertanya "Kakak ada apa? Kenapa kau menarik tanganku"




"Sari?" alin membayangkan sari difilm bollywood



"Orang didaerahku semuanya Menyebutnya begitu"



"Nah terus kenapa kak?"



Alin menjadi bingung saat putri wein menyeringai



"Kau bisa menari kan?!"



Alin mengangguk seraya menelan ludahnya "Kalau begitu bantu aku"


ucap Putri Wein dengan menaikkan dagunya



"Bantu apa?" sekarang firasat alin menjadi buruk



"Kau pernah nonton film bollywood kan?"



Alin yang langsung tau maksud putri wein segera mundur beberapa langkah darinya "Nggak aku nggak mau"



Muka putri wein berubah sedih "Kenapa? Kalau kau tak mau, itu artinya aku kalah dari Ruan Ruo"



"Ruan Ruo mengatakan apa emangnya?" tanya alin penasaran

__ADS_1



Putri wein menatap alin dengan sedih "Dia bilang aku nggak bisa mengenalkan kebudayaanku disini, karena semua orang disini kuno dan tak tau apapun tentang india"



"trus dia bilang... Kalau aku ingin menari sekalipun tak akan ada regu wanita yang membantuku karena wanita disini bisanya berdansa dan bukan menari"



Alin melotot mendengarnya. Ruan Ruo benar-benar tlah meremehkan wanita "Kak aku bisa bantu kamu, tapi kamu harus berjanji satu hal!"



"Apa itu lin'er?!"



"Jangan menyerah"



Putri Wein setuju jadi alin segera mengumpulkan beberapa wanita yang tak lain Ibu, amy, vrela, oma, ms. Xue, ms. Ruo, dia bahkan mengajak yang mulia ratu. Awalnya putri wein mencotohkan beberapa gerakan yang harus diikuti lalu setelah semuanya bisa dia menyuruh semuanya mengganti gaun nya dengan pakain modern khas india



Alin melepaskan ikat rambut nya dan membiarkan surai lembutnya jatuh bagaikan air terjun



Seketika lampu mati seluruh ruangan menjadi gelap. ditengah aula pesta Putri wein sudah siap dengan duduk dilantai satu lampu menyala dan dia mulai berbanyi saat putri wein hendak berdiri, alin muncul dari  balik tubuhnya bagaikan sebuah bayangan yang muncul, tak ada yang menduga kalau yang menari disamping putri wein itu adalah alin karena wajahnya tertutup kerudung tipis hanya separuh wajahnya saja yang terlihat jelas



Semua mata terfokus pada kedua orang itu tak terkecuali dengan Ruan ruo dang Fangzue



Gerakan alin begitu lembut sehingga sangat mempesona dibawah lampu redup, dia betul betul seperti sebuah bayangan. Semua orang mulai berbisik "Siapa Gadis misterius yang menari dengan putri wein kita?! Dia sungguh cantik apa dia bukan manusia?"



Alunan lagu india dan suara nyanyian putri wein sangat serasi. Fangzue berbisik ke Ruan Ruo "Suaranya bagus" gumam Fang Rui seraya menunjuk putri wein, Ruan ruo menyesap anggur ditangannya "Ya bagus sangat bagus" timpal Ruan ruo seraya menyeringai



Tangan Fang zue beralih menunjuk ke arah wanita dengan kerudung yang menutupi sebagian wajah bagian bawahnya "Kau tau aku penasaran dengan gadis cantik yang misterius itu? Apa dia penari yang dibawa Wein'er kesini?!"



Ruan ruo menggelengkan kepalanya dia jelas tau kalau gadis itu adalah Alin, siapa lagi kalau bukan dia yang membantu kakak iparnya itu.



'Shit! kalau begini aku yang bisa-bisa kalah' gumam Ruan ruo dalam hatinya jujur dirinya terpana saat melihat kulit putih dan halus terpangpang jelas dihadapannya



Saat lampu menyala wanita-wanita lain ikut menari, Ruan Ruo dan Fang zue menganga melihat siapa siapa saja yang menari kali ini



"IBU!" pekik mereka berdua bersamaan



Sang ratu tidak menghiraukan mereka dia hanya menikmati setiap tariannya, menantunya saja bisa menari kenapa dia nggak bisa?!



Lagu berubah menjadi ritme yang cepat dan bersemangat kali ini gerakan lembut dan lambat alin ikut juga berubah menjadi cepat dan tak terlihat mata gerakannya begitu lentur dan tertata dengan rapi



"Gadis itu sangat berbakat" gumam orang-orang



Tak mau kalah akhirnya Ruan Ruo menarik tangan Fang zue dan ayahnya. Walaupun sedikit bahasa india yang dia tau, itu sudah cukup baginya untuk bisa bernyanyi.



Melihat para pria menari, para wanita sempat berhenti menari dan melihat takjub apa yang ada didepan mereka bahkan dibalik kerudung tipisnya alin sempat menganga



Tak mau kalah para wanita juga menari lagi dengan penuh semangat dan antusias hingga sebuah suara menghentikan semuanya



"DIAM DAN HENTIKAN SEMUANYA!"




•~

__ADS_1


__ADS_2