The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.15


__ADS_3

Hanzel terkejut melihat kembarannya "Jadi ini kamu Han?"


Hana meneguk air karena kelelahan "Bisa kamu kipas aku kak? Sungguh panas sehingga rada sesak untuk bernafas" ucap Hana disela dia meneguk air


Hanz langsung mengambil buku lalu mengipasi Hana "Kamu seharusnya menjaga kondisi kesehatan mu, kalau lelah kenapa kamu nggak istirahat? terus kenapa tadi kamu gak mau membuka kepala kostum nya?" tanya Hanz seraya melakukan dua perkejaan sekaligus, dia mengipasi Hana sambil mengecek kondisinya "Jika Papa atau bunda tau, habislah kamu kena ceramah" gumam Hanz.


Hana banyak berkeringat "Aku perlu mandi" Hana hendak berdiri namun dihentikan Hanzel


"Buka kostum mu dan Makan dulu!" ucap Hanzel seraya menyodorkan makanan. Hana melakukan apa yang diperintahkan Hanz lalu mulai makan


di sela makan dia mulai bercerita


"Selesai memberi kata sambutan ketika keluar aku melihat ibu ibu paruh baya dia kelelahan jadi aku menyuruhnya istirahat dan aku membantunya. Menurutku jika aku membuka kostum ini didepan umum maka badut kostum tidak lagi menarik dimata mereka karena itulah aku berakhir di kondisi ini. ini pengalaman pertama untuk ku" ucap Hana


Hanzel masih mengipasi Hana namun melihat banyak keringat dan wajah Hana yang pucat tidak kunjung mereda, Hanzel pun menawarkan


"Mau pake infus? kalau mau aku siapkan sekarang"


"Apa kondisiku seburuk itu?"


"Walau sudah makan dan minum wajah mu masih pucat, apa kamu masih sesak nafas?" tanya Hanz.

__ADS_1


"apa kondisiku seburuk itu?, aku lemas hanya karena kelelahan. jika mandi lalu berbaring aku rasa setelah itu akan baik baik saja" Hana tau kondisi tubuhnya sedang tidak sehat dan akan lebih cepat sembuh jika di infus dan beristirahat namun jika kelihatan orang tuanya kalau tangan nya di infus maka akan gawat.


"Kalau begitu mandilah, aku akan ke kamarmu untuk mengambil obat dan baju ganti"


"oke terimakasih kak" ucap Hana saat Hanzel kembali Hana pun segera mengganti pakaiannya lalu berbaring di ranjang dan tertidur dengan cepat. Hanz terus mengecek kondisi Hana dan akhirnya dia memutuskan untuk memberi satu infusan tanpa sepengetahuan Hana


Sementara itu di kedai Rafka kerepotan karena Hanzel tidak kunjung kembali sedangkan banyak orderan yang datang. "Pak Rafka!" Suara tak asing terdengar. Rafka melihat ke asal suara dan disana ada Tari yang mengantri di paling belakang. Hanzel menyuruh Tari masuk ke kedai "Bisakah kamu membantuku?" tanya Rafka seraya menyodorkan Appron "Tapi bagaimana dengan istri bapak, apa saya boleh melakukan ini? atau gini saja agar kita nggak berduaan saya panggil teman teman yang kerja di restoran untuk segera kemari"


"Istriku sedang sibuk lagian Ini kan jam kerja jadi jangan libatkan mereka dan oh ya kenapa kamu kemari?"


"Saya ditugaskan manajer untuk menemui seorang klien restoran dan kebetulan tempatnya tidak jauh dari sini"


Jelas Rafka. Tari tidak keberatan jika harus membantu boss nya "Kalau begitu saya bersedia"


semua sibuk pada pekerjaannya masing masing. ketika Hana terbangun dia melihat jarum yang tercucuk ditangannya "Ini pasti ulah kak Hanz" Hana melepaskan infusan lalu melihat ke arah jam "Wah bentar lagi kedai harus tutup mungkin kak Hanz sedang bersama Rafka"


ketika di kedainya Rafka, Hana sama sekali tidak melihat Hanz dan hanya ada Rafka berdua seorang wanita di kedai itu ,"Apa itu Tari?"


Hana tidak tinggal diam dia, dia segera ngambil brosur lalu membantu kedai Rafka "Tuan dan Nona, spesial hari ini kami ada menu best seller masakan khas Indonesia. Kapan lagi nih ada kesempatan mencoba makanan khas Indonesia? anda tidak perlu mahal mahal beli tiket pesawat ke Indonesia karena di kedai ini sudah ada makanannya. ayo silakan dicoba" Hana menuntun orang lewat agar mengantri di kedai Rafka.


Rafka merasa lega setelah melihat Hana "Syukurlah!" gumam Rafka sendiri. tadi dia sempat khawatir karena Hana yang berkata akan membantunya malah tidak muncul. Hana bukan tipe yang ingkar janji dan Rafka tau jika Hana melanggar janjinya Hana pasti tidak baik baik saja.

__ADS_1


Hanz mengantarkan pesanan dan dia melihat Rafka yang sesekali melirik Hana yang dengan ceria menarik pelanggan ke kedai "Apa kamu suka Hana?" tanya Hanz to the point


"kalau iya kenapa? apa mulai sekarang aku harus memanggilmu kakak ipar?" Rafka mengatakan itu dengan nada main main. Hanz menghela nafas "Sebaiknya jangan suka dia karena itu akan membuat mu berada di medan perang. bukan hanya kamu yang menyukainya. aku memberi nasihat ini bukan karena aku kakak kembarnya Hana itu karena aku menganggap mu teman"


"Terimakasih sarannya pak dokter tapi hidupku pilihanku" Ucap Rafka seraya tertawa bersama Hanzel.


disisi lain Hana melihat Mr.Beni yang sedang melihat lihat, Hana menghampiri Mr.Beni "Tuan pasien terhormat, apa anda sudah makan?" tanya Hana dengan nada yang dibuat formal. Mr Beni tertawa melihat tingkah laku dan nada suara Hana berbeda "Saya sedang mencari makanan karena nanti pertunjukan wayang akan segera dimulai saya perlu mengisi tenaga. Makanan apa yang direkomendasikan dokter disini?" tanya Mr.Beni, Hana menggeleng lalu dia berkata "Jika itu dokter Jerry maka rekomendasi nya pasti salad sayur. ini hari santai tidak perlu mendengarkan dokter, makanlah makanan yang anda inginkan. kalau dari semua makanan di kedai kedai ini saya menyukai masakan Indonesia jadi saya merekomendasikan nasi liwet. jika anda mau anda bisa makan bersama saya, kali ini biarlah saya yang mentraktir anda. Bagiamana?"


Mr.Beni terlihat puas "Baiklah kalau begitu jangan lupa es teh manis satu karena nasi liwet enak disantap dengan es teh" Hana tertawa melihat Mr.Beni benar benar mengabaikan perkataan dokter jerry, dia tau kalau Mr.Beni memiliki riwayat diabetes jadi dia mesti menghindari makanan manis.


"Kalau begitu silakan saya akan memandu anda ketempat duduk yang kosong, setelah itu saya akan memesan menu" Ucap Hana seraya menarik tangan kakeknya Rafka


Hana datang dan pamer pada Rafka "Afka kamu liat yang duduk disitu? itu Mr.Beni aku berhasil membawanya lalu dia mau makan masakan buatan mu dan dia juga request es teh jadi kamu harus pakai gula rendah glukosa


"Terimakasih..." ucap Rafka sedikit terharu dengan kerja keras Hana untuk mendekatkan dirinya dengan sang kakek


"Oh ada mbak Hana? apa kabar mbak dan anak nya?" tanya seseorang dari arah luar. Han tersenyum lalu dia bertanya "Anak siapa yang kamu maksud? bukan kah aku sudah bilang kalau itu hanya akting"


"Tapi..."


-Berlanjut-

__ADS_1


__ADS_2