The King'S Bride <•End•>

The King'S Bride <•End•>
2.19 Utang


__ADS_3

"Apa ini?"


"Ya kita naik itu. tunggu apalagi ayo!" Hana menarik tangan Rafka ke arah helikopter.


"Bukan kah naik mobil saja sudah cukup"


"jaraknya cukup jauh dan sulit ditempuh jika memakai mobil selain itu perlu melewati beberapa post pemeriksaan. itu cukup merepotkan" ujar Hana.


pada akhirnya mereka pun pergi menaiki helikopter pribadi, ketika sampai di rumah kediaman keluarga Hana.


"Tuan Rafka, anda di tunggu tuan besar di ruang kerja dan nona Khana anda di tunggu nyonya Alinch di paviliun. Saya akan mengantar tuan Rafka, Mari ikuti saya!" ucap salah satu pengurus rumah. Hana mengangguk "Pergilah! aku akan menemui bundaku terlebih dahulu. setelah itu aku akan menyusul" ucap Hana.


Rafka pergi menemui Ru di ruang kerja "Duduklah!" ucap Ru. Rafka duduk dan mengamati sekeliling ruangan "Kenapa baru pertama kali melihat ruangan penuh dengan koleksi pesawat?" tanya Ru.


"jadi anda seorang pilot"


"Ya, itu dulu"


Ru duduk di depan Rafka seraya menghela nafas "hmm... aku dengar kamu melamar putriku. benar begitu?"


"iya benar" ucap Rafka dengan lantangnya


"apa putriku menerima lamaran nya?"


"dia setuju" ucap Rafka. Ru menyeringai lalu berdecak "Ckck... ya dia setuju tapi saya tidak"


"Kenapa tidak om?!" tanya Rafka dengan spontan. Ru menggebrak meja depan nya "om?! kamu panggil saya om. kita bahkan tidak saling dekat apalagi hubungan keluarga"

__ADS_1


"Maaf saya kelepasan bicara"


ucap Rafka. Ru meminta pelayan mengambilkan sebuah album


"kamu liat ini?"


di album ada banyak foto pria dari berbagai macam negara "Apa ini?"


tanya Rafka. Ru menunjukkan seorang pria yang ketampanan nya luar biasa "Kamu tau ini siapa? Pria ini Joshua dari anggota keluarga kerajaan spanyol. dia pria yang sempurna untuk jadi menantu saya"


"Saya yakin dia bukan tipe Hana" ucap Rafka. Ru mengangguk "Dia datang kemari untuk melamar Hana. tapi sangat disayangkan Hana langsung menolaknya pada saat itu juga"


"Saya memang tidak setampan pria pria yang ada di foto itu Tuan, saya juga bukan orang kaya. saya hanya menjalankan bisnis kecil"


"Ya saya tau itu. saya sudah mencari tau tentang mu bahkan mengenai masa lalu mu. kamu tidak perlu merendahkan diri mu dihadapan saya" Ru tiba tiba bertepuk tangan


dan tersenyum bangga "Saya sebenarnya kagum ketika melihat data yang saya terima mengenai mu. sangat jarang anak muda yang bisa bertahan tanpa dukungan keluarga atau orang tua itupun di negeri sendiri apalagi kalau di negeri asing tapi kamu membuktikan kamu tidak perlu siapa pun untuk bertahan bahkan memulai bisnis yang sekarang sedang dimasa berjaya nya. jika ini perekrutan Partner bisnis saya akan dengan senang hati menandatangani kontrak" Ekspresi Ru berubah lagi dari yang tadi tersenyum menjadi wajah yang sangat serius "Sayangnya ini mengenai putri saya"


"dia gadis yang materialis. kamu tau sebagian besar pria di album ini di tolak karena masalah uang" Ru bercerita mengenai Hana "Saat aku tanya pria yang seperti apa yang dia mau, dia menjawabnya pria yang lebih kaya, lebih baik, dan lebih mapan dari dirinya"


"Sayangnya di manapun saya mencari tidak ada tipe pria seperti itu. tidak ada yang bisa menandingi putriku itu"


walaupun ada nada kecewa tapi ekspresi Ru tidak bisa berbohong dia sangat bangga pada putrinya. Ru melanjutkan ceritanya


disisi lain Hana terkejut dengan siapa yang di liat nya "Aisyah?!"


Alin menengahi keduanya

__ADS_1


"Iya dia Aisyah. kita banyak berutang pada nya, selama ini bunda terus mencari dan ternyata selama ini dia dibawa pergi oleh bibinya"


"Utang? kita punya utang?" Hana masih bingung dengan apa yang dikatakan Alin. Aisyah masih berdiri dia tidak menyangka akan bertemu Hana


Alin menyuruh keduanya duduk "Jadi Hana saat kamu kecil, ayahmu pernah mengalami kecelakaan dan butuh donor jantung segera. saat itu jantung bunda tidak cocok dan keluarga kita tidak ada yang cocok.


ibunya Aisyah sangat baik sebelum ajal menjemput dirinya. dia memberikan jantung nya untuk ayahmu. dia hanya butuh satu syarat yaitu bunda menjaga anak anak nya"


"Oh jadi anak itu aisyah?!" Hana bersalaman lalu tersenyum dengan sangat tulus "Terimakasih. Jasa orang tuamu tidak ternilai berkat jasa itu ayah masih bisa hidup"


aisyah terlihat canggung dengan antusias dari Hana sikapnya 180° berbeda dengan Alin yang tersenyum puas melihat sikap Hana.


setelah itu Hana memasang wajah serius mendengarkan ucapan Alin "Dia anak yang sangat baik, aku menawarkan 55% saham Glory Fashion. tapi dia menolak dia bilang dia tidak perlu uang" Hana terkejut mendengarnya "Benarkah? kenapa kamu tidak mau? 55% itu adalah seluruh saham milik keluarga kami di toko itu. jika kamu memiliki nya kamu akan menjadi pemilik utama toko itu dan omset nya perhari bisa lebih dari 75 juta jika dikonversi ke rupiah. Glory Fashion bukan toko biasa Aisyah" jelas Hana. aisyah mengangguk "ya aku mengerti tapi bunda mu dulu sudah membantu ku dan itu lebih dari cukup" ucap Aisyah. Hana tidak mengerti apa yang dimaksud aisyah


"Kapan itu? dan bantuan dalam bentuk apa?"


"waktu aku tk" ucap Aisyah. Mata Hana terbelalak kaget saat aisyah tk itu artinya "Bukankah bunda sudah membalas budi ibunya Aisyah? saat itu bunda pergi bahkan meninggal kan aku dan Hanz" Hana mengingatkan kembali kenangan pahit masa kecil tanpa sang bunda.


"Saat itu bunda hanya membantunya menyelesaikan permasalahan dan tidak memberi dia apapun. Apa menurut mu itu sepadan dengan jasa orang yang telah menyelamatkan nyawa ayah mu?" tanya Alin dengan tenang


Hana tersenyum pahit tidak kah masa kecil yang telah dia korbankan sudah cukup untuk membayarnya, orang lain tidak tau penderitaan apa yang dirasakan Hana dan Hanzel saat jauh dari bunda nya. Hana mengendalikan emosinya lalu tersenyum dan langsung to the point "Jadi Aisyah, jika kamu tidak mau saham, apa yang kamu inginkan? tenang saja semua harapan mu bisa terkabul didepan bundaku"


Aisyah berpikir sebentar lalu dia mengeluarkan sebuah foto "Aku punya adik perempuan, dan dia menyukai pria lalu menunjukkan foto nya padaku setelah itu aku rasa kamu mengenal orang ini, karena aku pernah melihatmu bersamanya"


"Apa kamu bawa fotonya?"


"Tentu saja aku bawa, aku ingin adikku bahagia jadi aku perlu bantuan sederhana" ucap Aisyah seraya mengeluarkan foto di hp.

__ADS_1


Hana memperhatikan baik baik foto itu. "ini kan?!"


-Berlanjut-


__ADS_2