
Rasa lelah dan kantuk yang dirasakan oleh Bella seketika menghilang. Mendapatkan kembali memori ingatan yang pernah dia lewati bersama Anna di masa lalu jelas membuat rasa penasarannya kian membuncah. Sebenarnya apa pemicunya sehingga nama Anna bisa dicoret dari daftar kartu keluarga Harold? Dan seorang gadis ceria dan energik seperti Anna kenapa bisa putus asa hingga akhirnya memutuskan untuk bunuh diri? Apakah murni karena patah hati atau mungkin ada alasan lain yang lebih kuat dan menjadi pemicu utamanya.
"Tunggu dulu. Dewa Harapan tadi mengatakan bahwa presdir Huang sekarang sudah memiliki tunangan. Tapi sejak kapan dia bertunangan? Seingatku, selama bertahun-tahun aku menjadi sekretarisnya, dia sama sekali tidak pernah dekat dengan wanita mana pun. Apa jangan-jangan, Anna bunuh diri karena presdir Huang akan bertunangan?" gumam Bella penasaran sambil menerka-nerka.
"Ah, lebih baik sekarang aku mengunduh semua data informasi tentang Anna. Karena itu pasti bisa membantu menjawab semua rasa penasaranku," putusnya kemudian.
Bukan hanya membantu menjawab semua pertanyaan yang ada di benak Bella, tapi dengan mempelajari berbagai macam informasi tentang Anna di masa lalu, Bella akan lebih mudah menyusun rencana untuk melakukan pencapaian misi kehidupan yang kedua ini.
Setelah menunggu selama beberapa menit, data yang dibutuhkan oleh Bella akhirnya ter-download juga. Tanpa membuang-buang waktu, dia pun segera mempelajarinya.
Bella mulai membaca informasi itu dengan seksama paragraf demi paragraf. Rupanya, 6 bulan sebelum Anna meninggal, dia memang sudah diusir dari rumah besar keluarga Harold karena dia difitnah oleh ibu tiri dan kakak perempuan satu-satunya.
"Tunggu dulu. Apa maksudnya ini? Anna Harold diusir dari rumah karena difitnah oleh nyonya Irene Harold dan nona Carissa Harold?" Bella kebingungan sendiri membaca informasi itu karena setahunya nyonya Irene Harold merupakan ibu kandung Anna. Kenapa di data tersebut malah mengatakan bahwa mereka sebenarnya tidak memiliki ikatan darah.
"Apa jangan-jangan informasi ini keliru?" gumam Bella sambil berpikir. "Tapi tidak mungkin juga informasi ini keliru karena semua informasi yang tertera di sini semua nyata adanya, tidak bisa diada-ada."
"Ah, lebih baik sekarang aku membacanya sampai selesai agar aku tidak kebingungan." Bella memutuskan untuk kembali membaca artikel itu dengan seksama. Dan dia akhirnya mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuatnya kebingungan. Rupanya, Anna memang anak tiri dari nyonya Irene karena Anna terlahir dari rahim istri simpanan tuan Harold.
Sekitar 23 tahun lalu saat Anna terlahir ke dunia, sang ibunda telah berpulang sesaat setelah melahirkan putri tercintanya. Tuan Harold yang tidak ingin darah dagingnya terlantar setelah istri simpanannya meninggal pun memutuskan untuk membawa Anna pulang dan mendaftarkan nama Anna di dinas pencatatan sipil sebagai anak keduanya dengan istri sahnya, nyonya Irene.
Awalnya nyonya Irene tidak setuju dengan keputusan suaminya, tapi karena tuan Harold mengancam akan menceraikannya kalau dia tidak kunjung setuju, mau tidak mau nyonya Irene pun terpaksa harus menyetujuinya. Bahkan hingga detik ini, tidak ada yang tahu mengenai hal tersebut selain hanya mereka sekeluarga saja.
Nyonya Irene sangat membenci Anna melebihi apa pun di dunia ini, sejak gadis itu masih bayi hingga sekarang. Wanita paruh baya itu memang selalu mencari cara untuk menyingkirkan Anna. Dia hanya ingin putri kandungnya, Carissa Harold, yang mewarisi seluruh harta kekayaan yang keluarga mereka miliki. Dan akhirnya, keinginan nyonya Irene itu terwujud juga setelah dia dan Carissa memfitnah Anna dengan cara merekayasa foto Anna sedang tidur dengan 3 laki-laki yang berbeda.
__ADS_1
Tuan Harold yang percaya dengan foto-foto palsu itu tentu saja merasa sangat malu dan murka. Dia merasa Anna sudah melempar kotoran ke wajahnya dan mencoreng nama baiknya. Hingga akhirnya tuan Harold mengusir putri bungsunya itu dari rumah dan mencoret nama Anna dari daftar kartu keluarga mereka.
"Kasian sekali. Kenapa nyonya Irene dan nona Carissa begitu jahat. Padahal, selama ini aku pikir mereka itu orang yang sangat baik," gumam Bella. Dia merasa sangat sedih dan prihatin dengan apa yang sudah dialami oleh Anna.
Bella lalu melanjutkan memabaca informasi lain tentang Anna. Tepatnya kenapa Anna memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.
Bella terus membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat, paragraf demi paragraf. Rupanya, penyebab utama Anna memutuskan untuk bunuh diri adalah, karena dia merasa patah hati karena cintanya terus-terusan ditolak oleh pria itu. Mirisnya, setelah dirinya dicoret dari kartu keluarga, kakaknya Carissa justru malah dijodohkan dengan Alexander Huang oleh tuan Harold.
Anna jelas marah mengetahui hal itu. Dia merasa tuan Harold pilih kasih pada kedua putrinya. Jelas-jelas tuan Harold tahu bahwa dia yang sangat menyukai Alex sejak dulu, lalu kenapa malah sang kakak yang dijodohkan dengan pria tersebut. Kenapa bukan dirinya? Yang membuat Anna semakin sakit hati dan patah hati, Alex sama sekali tidak menolak dijodohkan dengan Carissa, tapi kenapa saat dirinya yang menyatakan cinta dan mengejar-ngejar pria itu, pria itu malah selalu menolaknya mentah-mentah.
Rupanya, tanpa sepengetahuan Anna, ibu tiri dan kakaknya kerap kali menjelek-jelekkan dirinya di hadapan pria tersebut. Sehingga setiap kali Alex menatap Anna, pria itu malah merasa risih dan jijik. Ditambah lagi sikap bar-bar Anna yang dengan terang-terangan menyatakan cinta di depan Alex hingga puluhan kali.
Terakhir kali Anna dan Alex bertemu, sehari sebelum Alex dan Bella pergi ke luar kota untuk melakukan perjalanan bisnis. Waktu itu Anna diam-diam menyusup masuk ke dalam apartemen Alex dengan menyamar sebagai layanan tukang bersih-bersih. Saat itu Alex sangat marah setelah tahu bahwa ternyata Anna yang menyamar jadi petugas kebersihan. Pria itu lalu mengusir Anna dengan kasar.
Merasa tidak ada lagi tujuan dan semangat hidup, serta tidak ada lagi yang menyayangi dan menginginkannya. Bahkan sang ayah yang teramat sangat dia sayangi juga tidak peduli lagi padanya. Setelah beberapa hari menjalani hari-harinya dengan sangat sedih dan terpuruk, Anna pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Tidak ada lagi alasan untuk dia bertahan hidup di dunia ini.
Bella menangis terisak saat mengetahui seberapa menyedihkan kehidupan seorang Anna Harold semasa dia hidup dulu. Awalnya Bella mengira bahwa hidupnya lah yang paling menyedihkan karena dikhianati oleh suami dan sahabat yang sudah sangat dia percayai, tapi ternyata kehidupan Anna jauh lebih menyedihkan lagi daripada itu.
"Anna, aku berjanji padamu, aku pasti akan mewujudkan misi kedua ini demi kamu," ucap Bella seraya menepuk pelan dadanya. Raga milik Anna yang sekarang sudah menjadi miliknya.
.
.
__ADS_1
Selama 1 minggu terakhir, Bella menghabiskan waktunya untuk menyelidiki keadaan target-targetnya. Setelah melakukan penyelidikan tersebut, Bella akhirnya menemukan informasi bahwa presdir Hawei Group sedang mencari sekretaris baru. Rupanya, setelah Bella meninggal, Alexander Huang sudah 6 kali mengganti sekretaris. Itu artinya, Alex rutin mengganti sekretarisnya dalam kurun waktu 6 bulan terakhir.
Mengetahui fakta bahwa presdir Hawei Group belum mampu menemukan pengganti yang pas untuk menggantikan posisi dirinya sebagai sekretaris ideal, Bella pun memutuskan untuk membawa Anna mengikuti seleksi. Dengan cara seperti itu, Bella sebagai Anna bisa mendekati Alex. Bukan tanpa alasan Bella ingin mendekati Alex terlebih dahulu ketimbang keluarganya, karena jika dia sudah berhasil mendekati Alex dan berhasil menjadi sekretaris baru presdir Hawei Group tersebut, dia akan lebih muda untuk mendekati keluarganya kembali. Terutamanya tuan Harold yang merupakan kolega bisnis Alexander Huang. Lalu setelah itu dia akan mencari cara untuk merebut Alex dari Carissa Harold.
.
.
Dari sekian banyak calon kandidat yang mendaftar, Anna adalah salah satunya. Pagi ini dia datang ke perusahaan Hawei Group untuk mengikuti tes seleksi dan wawancara.
"Nona Anna, sebelumnya saya tidak percaya bahwa Anda juga akan mengikuti seleksi." Kay, asisten pribadi Alex yang ditugaskan untuk menyeleksi para peserta yang sudah mendaftar.
Asisten Kay menatap Anna dari atas ke bawah, 6 bulan tidak pernah melihat gadis di depannya membuntuti sang atasan, Anna jelas terlihat banyak berubah dari segi penampilan dan pembawaan. Dulu, Anna memang terlihat sangat cantik dan manis dengan penampilannya yang kekinian. Tapi sikapnya yang bar-bar dan terkadang sedikit arogan menjadi nilai minus tersendiri dimata orang lain.
Tapi sekarang, Anna jelas sudah jauh berubah di mata asisten Kay. Gadis bar-bar itu kini sudah menjelma menjadi wanita dewasa dengan pembawaan yang anggun dan mempesona. Dengan mengenakan blouse berwarna broken white yang dipadukan dengan rok pendek berwarna krem, serta rambut coklat panjangnya yang dia kuncir kuda membuatnya terlihat seperti sekretaris sungguhan dimata asisten Kay.
Bagaimana tidak, casingnya saja yang Anna Harold, di dalamnya, dia tetaplah Bella Chintya Adinatha, sekretaris presdir Hawei Group yang tidak tergantikan di hati sang atasan hingga detik ini.
"Asisten Kay, apakah salah kalau aku juga ingin mendaftarkan diri menjadi sekretaris presdir Huang?" tanya Anna, sambil tersenyum manis menatap pria tersebut.
"Ti-tidak, Nona," jawab asisten Kay sambil tersenyum paksa.
Ternyata bukan hanya penampilannya saja yang berubah, tapi gaya bicaranya juga. Seketika nona Anna mengingatkanku pada mendiang sekretaris Bella. Batin asisten Kay.
__ADS_1
B e r s a m b u n g ...