Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 54


__ADS_3

"Bel, aku benar-benar minta maaf. Aku sangat menyesalinya sekarang. Aku benar-benar sangat menyesal karena tidak mengatakan dengan terus terang padamu tentang pengkhianatan dua orang yang kamu anggap sebagai suami dan sahabat terbaikmu selama ini." Sejenak Alex menjeda ucapannya saat dia menyeka air matanya yang terus menetes membasahi pipinya. "Aku merasa sangat menyesal karena tidak merebutmu dari pria brengsyek itu. Dan, aku juga sangat menyesal karena tidak pernah mengatakan bahwa aku mencintaimu."


"Aku benar-benar sangat mencintaimu, Bel. Aku sangat mencintaimu. Dan yang menjadi penyesalan terbesarku setelah kamu pergi adalah, karena aku tidak pernah mengatakannya sebelum kamu pergi, dan aku juga sangat menyesal karena tidak bisa melindungi dari kedua orang licik itu."


Ya, Alex tahu jika sesaat sebelum Bella meninggal, Aaron dan Daisy memang sudah berusaha untuk mencelakai dan melenyapkan wanita itu. Meski pun ujung-ujungnya nyawa Bella terenggut bukan di tangan mereka, tapi tetap saja mereka berdua yang paling bersalah karena sudah melakukan aksi percobaan pembunuhan. Semua fakta itu bisa Alex ketahui karena dia yang membantu papa Bella mencari bukti rekaman CCTV yang telah dihapus untuk menghilangkan jejak. Kemudian setelah bukti itu ditemukan atas bantuan jasa orang yang profesional di bidangnya, bukti itu lalu papa Bella serahkan pada Anna dan Anna yang melaporkan Aaron dan Daisy ke polisi tanpa sepengetahuam Alex. Dia pikir Aaron ditangkap oleh polisi karena papa Bella yang membuat laporan dan menyerahkan rekaman video itu pada pihak berwenang, tapi ternyata tanpa dia ketahui, papa Bella tidaklah sendirian, ada Bella yang kini berwujud Anna yang turut andil menjebloskan kedua orang itu ke dalam penjara.


Sementara itu, Bella yang mendengar semua  ucapan Alex, apalagi pria itu mengatakannya diiringi isak tangis, membuat wanita itu langsung membungkam mulutnya sendiri dengan tangan. Dia tidak tahan untuk tidak ikut menangis apalagi saat melihat pria itu begitu menderita karena dihantui rasa bersalah atas kematiannya.


Tanpa Bella sadari kakinya terus melangkah ke depan hingga sekarang dia sudah berdiri tepat di belakang Alex. Sementara itu, Alex yang menyadari jika ternyata ada orang lain selain dirinya di tempat itu pun segera menyeka air matanya, lalu dengan cepat mengenakan kembali kaca mata hitamnya untuk menyembunyikan bahwa dirinya sedang menangis.

__ADS_1


Jujur saja, Alex merasa sangat malu jika sampai ada orang lain yang melihat sisi lemahnya. Apalagi melihatnya menangis di samping makam seorang wanita. Dia tidak ingin muncul berita-berita tidak mengenakkan tentang dirinya di kemudian hari. Meski pun jika berita itu benar adanya, tapi tetap saja dia tidak ingin ada orang yang menyebar luaskan tentang urusan pribadinya.


Alex segera berdiri dengan tegap dari posisinya. Sedikit pun dia tidak mau menoleh ke arah orang yang saat ini tengah berdiri di belakangnya. Itu karena dia tidak ingin orang yang ada di belakangnya itu sampai mengenali dirinya kemudian orang itu menyebarkan berita tentangnya jika seorang Alexander Huang menagis di samping kuburan mantan sekretarisnya yang selama ini diam-diam dia cintai.


Lebih baik aku segera pergi dari sini, sebelum orang itu mengenaliku. Batin Alex.


Baru saja dia memutar badannya hendak meninggalkan tempat itu secepat mungkin, tapi tiba-tiba Alex mendengar suara seorang wanita berkata, "Jika seandainya wanita yang kamu cintai itu masih hidup, apakah kamu ingin memperbaiki semua kesalahanmu dan mengatakan yang sejujur-jujurnya padanya?"


Mata Alex seketika membulat di balik kaca mata hitam yang dia kenakan. Suara wanita itu tentu saja sangat dia kenali. Sejenak pria itu berdiri mematung di tempat, tanpa berani menoleh ke arah sekretarisnya. Hingga tiba-tiba saja dia merasa gadis itu memeluknya dari belakang sambil terisak.

__ADS_1


Alex tidak tahu harus berbuat dan berkata apa saat dirinya dihadapkan di situasi seperti ini. Dia tentu saja merasa sangat terkejut karena sekretaris Anna tiba-tiba saja memeluknya. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya gadis itu memeluknya dari belakang, tapi entah mengapa dia merasa kali ini rasanya jelas jauh berbeda. Jika dulunya dia merasa sangat risih, sekarang dia justru merasa sangat nyaman berada di dalam pelukan gadis itu.


Seandainya aku bisa mengatakan bahwa sebenarnya aku ini adalah Bella yang hidup kembali menggunakan tubuh Anna Harold, aku pasti akan langsung mengatakannya padamu. Aku sungguh merasa sangat tidak tega melihatmu menderita seperti ini. Dan ku mohon, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang sudah menimpaku, karena semua itu adalah takdir yang sudah dikehendaki oleh Tuhan. Batin Bella.


Cukup lama keduanya terdiam dengan posisi Anna memeluk Alex dari belakang, hingga suara pertanyaan Alex memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Kenapa kamu menangis? Apa yang membuatmu menangis?" tanya Alex, tapi sayangnya tidak ada sedikit pun suara yang keluar dari mulut gadis itu untuk menjawab pertanyaannya.


Asal kamu tahu, aku menangis karena menyesali kebodohanku. Kenapa aku begitu bodoh hingga selama bertahun-tahun tidak pernah menyadari bahwa kamu sebenarnya sangat mencintaiku? Jelas-jelas dulu kamu selalu menunjukkan perhatianmu secara terang-terangan, tapi aku saja yang bodoh, aku saja yang buta, bahkan saking butanya sampai tidak bisa membedakan mana cinta yang tulus dan mana yang tidak. Batin Bella.

__ADS_1


"Apa kamu menagis karena ... kamu cemburu  aku menangisi wanita lain yang telah tiada?" Alex kembali bertanya pada gadis yang masih saja memeluknya dengan erat dari belakang.


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2