
Sky Restaurant.
Alex dan Kay sampai lebih dulu dari Anna di restoran. Setelah menunggu selama beberapa menit, gadis itu pun akhirnya datang juga. Untuk menjaga privasi mereka apalagi saat nanti Anna meminta hal yang tidak-tidak yang sekiranya bisa membuat harga diri Alex terjatuh, Alex sengaja memesan ruang VIP untuk menghindari dirinya dipermalukan di depan umum.
"Maaf, aku terlambat," kata Anna.
"Duduklah." Kay berdiri dari duduknya lalu menarik kursi yang ada di sampingnya untuk ditempati Anna duduk.
"Terima kasih." Anna tersenyum pada Kay. Namun sebelum dia duduk, terlebih dahulu dia menyapa pria berwajah dingin dan datar yang sedang duduk di seberang meja mereka.
"Selamat siang, Presdir Huang."
Yang disapa sama sekali tidak menanggapi, justru malah fokus pada tablet yang ada di dalam genggaman tangannya.
Melihat hal itu, Kay langsung memberi kode pada Anna untuk duduk. Keduanya sama-sama tahu jika Alex datang ke tempat itu karena terpaksa melakukannya.
Hening selama beberapa saat. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut ketiga orang itu, hingga akhirnya 2 orang pelayan datang membawa menu makan siang yang sudah dipesan oleh Alex sebelumnya.
"Setelah makan, baru kita bahas apa tujuan utama kita datang kemari." Alex berkata dengan nada dingin tanpa pernah sedikit pun menatap ke arah Anna semenjak gadis itu duduk satu meja dengannya.
"Makanlah," kata Kay sambil tersenyum pada Anna yang sedang duduk di sampingnya, dan gadis itu pun menjawab dengan anggukan disertai senyuman.
Ketika Alex dan Kay sedang fokus pada makanan di piringnya masing-masing, Anna malah sedang sibuk menyingkirkan seledri yang bertebaran di atas makanannya menggunakan sumpit.
"Kenapa kamu membuangnya?" tanya Kay.
"Aku tidak suka makan seledri," jawab Anna.
Aku tidak suka makan seledri.
Aku tidak suka makan seledri.
Aku tidak suka makan seledri.
Kalimat yang baru saja keluar dari mulut Anna seketika terngiang-ngiang di telinga Alex. Sejenak dia langsung berhenti mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya. Dia malah fokus pada rasa sesak yang tiba-tiba menyerang dadanya tanpa diminta. Ucapan Anna barusan mengingatkannya pada seseorang yang juga tidak suka makan seledri.
__ADS_1
Namun dengan cepat Alex menguasai hatinya. Dia tidak boleh merasa sedih dan merasa kehilangan berlarut-larut karena Bella pasti sudah tenang di alam sana.
Tidak ada obrolan yang keluar dari mulut ketiganya selama mereka menikmati makanannya masing-masing. Hingga pada akhirnya setelah mereka bertiga selesai makan, Bella menatap hidangan penutup yang ada di hadapannya. Hidangan penutup dengan toping parutan keju dan satu buah ceri di atasnya. Jelas Bella tidak bisa menikmati hidangan penutup itu karena dia alergi dengan keju.
Bella melirik hidangan penutup milik Kay, hidangan penutup yang jelas berbeda dengan apa yang dia punya.
"Mm ... Asisten Kay, bisakah kita tukaran?" tanya Anna.
"Tukaran apa?" tanya Kay.
"Hidangan penutupnya," jawab Anna. "Aku tidak bisa makan keju, aku alergi keju," tambahnya.
"O-oh. Boleh. Ini." Kay menukar hidangan penutupnya dengan hidangan penutup milik Anna, tapi pria itu merasa sangat aneh karena sekarang Anna jelas banyak sekali yang berubah. Mulai dari sikap, penampilan, sampai makanan kesukaan. Setahu Kay, makanan pedas dan keju adalah makanan favorit Anna, tapi kenapa sekarang semuanya berubah jadi berlawanan.
Anna tersenyum saat menerima hidangan penutup milik Kay. "Terima kasih."
Sementara itu, Alex tiba-tiba merasa ada yang aneh. Untuk yang kedua kalinya ucapan Anna kembali terngiang-ngiang di telinganya.
Aku tidak bisa makan keju, aku alergi keju.
Aku tidak bisa makan keju, aku alergi keju.
Aku tidak bisa makan keju, aku alergi keju.
Apakah ini sebuah kebetulan? Batin Alex, sambil terus menatap Anna yang tengah menikmati puding mangga yang tadinya adalah milik Kay.
Entah mengapa sekarang di mata Alex, Anna tiba-tiba berubah menjadi Bella. Bella yang kini tengah menikmati hidangan penutupnya sambil tersenyum ke arah Alex, dan tanpa sadar Alex ikut tersenyum padanya.
"Ekhm!"
Lamunan Alex seketika buyar ketika mendengar suara deheman Kay yang cukup keras. Seketika pria itu jadi salah tingkah sendiri. Menyadari yang dia tatap sedari tadi sambil tersenyum bukanlah Bella melainkan Anna membuat Alex mengusap wajahnya.
Apa yang aku lakukan? Kalau gadis bar-bar itu melihatku tersenyum padanya dan dia menjadi salah paham, aku yakin, dia pasti akan besar kepala nantinya. Gumam Alex dalam hati.
"Sebaiknya sekarang kita mulai pembahasan," kata Kay mencoba mencairkan suasana yang sedari terasa sunyi dan membosankan, mengingat Alex sama sekali tidak ada inisiatif untuk meminta Anna secara langsung untuk menjadi sekretarisnya, serta meminta maaf soal tuduhan tak berdasarnya waktu itu pada Anna.
__ADS_1
"Baiklah. Sebaiknya kita jangan membuang-buang waktu lagi." Alex memperbaiki posisi duduknya seraya menatap ke arah Anna. "Apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku?" tanyanya kemudian, tatapannya yang tajam serta mengintimidasi membuat Anna tidak bisa berkata-kata.
Kenapa dia terlihat menyeramkan sekali sih? Dulu dia tidak pernah seperti itu. Batin Bella. Ini pertama kalinya dia melihat tatapan Alex yang seolah-olah ingin menelannya bulat-bulat.
Kay yang melihat Anna malah menunduk ketakutan saat ditanyai oleh Alex pun memilih untuk menggantikan Anna menjawab pertanyaan atasannya itu.
"Begini, Presdir, tadi Nona Anna berkata bahwa, dia baru akan menyetujui permintaan Anda untuk menjadi sekretaris presdir yang baru kalau Anda sendiri yang meminta Nona Anna secara lansung untuk menjadi sekretaris Anda. Juga jika Anda mau meminta maaf atas tuduhan tak berdasar yang Anda tuduhlan waktu itu pada Nona Anna" jelas Kay.
"Benar begitu?" tanya Alex, masih dengan tatapan tak bersahabatnya pada Anna.
"Iya benar, Presdir." Sekilas Anna menatap Alex saat menjawab, namun secepat kilat dia kembali menundukkan pandangannya. Tatapan tajam Alex benar-benar membuatnya ketakutan. Padahal sebelum dia berangkat, semangatnya sudah berapi-api ingin membuat Alex berlutut meminta maaf padanya serta memintanya untuk menjadi sekretaris presdir yang baru, tapi begitu sudah bertemu langsung, baru diberi tatapan tajam saja sudah membuat nyalinya menciut.
"Kalau begitu aku minta maaf soal tuduhanku waktu itu dan jadilah sekretaris presdir yang baru," kata Alex tanpa basa-basi. Sangat jelas terdengar bahwa pria itu sama sekali tidak tulus melakukannya. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari Anna, Alex dengan cepat sudah meninggalkan tempat itu. Dia sungguh tidak sudi jika Anna Harold semakin menjatuhkan harga dirinya.
Lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padamu. Batin Alex sambil tersenyum smirk.
"Presdir! Anda mau kemana?! Tunggu dulu!" teriak kay. Baru saja Kay ingin menyusul Alex tapi Anna tiba-tiba saja menarik pergelangan tangannya agar duduk kembali.
"Tidak usah, biarkan saja," cegah Anna.
Melihat betapa angkuhnya Alex saat meminta maaf pada Anna membuat Bella semakin kesal pada pria itu. Dia ingin membuat perhitungan pada Alex dengan cara menolak permintaanya yang sangat tidak tulus, tapi seketika dia teringat akan misinya.
Lebih baik aku jangan menunda-nunda waktu, karena aku sangat yakin bahwa pasti sangat sulit untuk meluluhkan pria angkuh itu, apalagi merebutnya dari tunangannya. Sekarang aku hanya harus fokus untuk menjalankan misiku, karena mulai detik ini, aku sudah kembali menjadi sekretaris presdir yang baru. Lihat saja nanti, aku akan mengubah pandangan presdir Huang terhadap Anna menggunakan kemampuanku. Batin Bella.
Kay mengulurkan tangan ke arah Anna. "Selamat bergabung di Hawei Group, Sekretaris Anna." Kay tersenyum setelah mengucapkannya.
Anna membalas uluran tangan Kay sambil ikut tersenyum. "Terima kasih, Asisten Kay. Mohon bimbingannya."
B e r s a m b u n g ...
...__________________________________________...
...PERHATIAN!!!...
...Jika bab berikutnya 'Bab 33' tanpa judul masih muncul, mohon diskip aja ya Bestie🙏🏼 Soalnya itu naskah kotor Otor yang belum direvisi sama sekali. Kalian bisa membaca Bab 33 yang asli dengan judul 'Mencari Kesalahan....
__ADS_1
...Sebenarnya Bab 33 tanpa judul itu sudah dihapus, tapi entah mengapa hingga detik ini masih muncul di aplikasi🤧...