Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 56


__ADS_3

Alex melajukan mobilnya meninggalkan lokasi pemakaman Bella. Saat ini Anna tengah duduk di sampingnya sambil sesekali mencuri pandang ke arah pria tersebut dengan kedua sudut bibir yang terus saja melengkung ke atas.


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri sambil mencuri pandang ke arahku?" Alex bertanya tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dan tetap fokus melihat ke arah jalan.


"Memangnya kenapa? Apa tidak boleh?" tanyanya sambil masih tersenyum dan kini sudah berani menatap Alex dengan lekat.


Alex terdiam sejenak. "Mm ... boleh saja. Lakukanlah selagi aku masih belum keberatan," jawabnya sembari mengulum senyuman. Tidak tahu mengapa dia merasa seperti anak remaja yang sedang kasmaran. Padahal, belum setengah jam yang lalu dia menangis di samping kuburan Bella.


.


.


Setelah mobil Alex memasuki pelataran gedung perkantoran dan berhenti tepat di depan pintu masuk utama gedung, Kay langsung menghampiri Anna begitu melihat gadis itu keluar dari mobil Alex.


"An, kamu dari mana saja? Aku mencarimu kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukanmu, bahkan panggilan teleponku pun tidak pernah kamu jawab. Memangnya kamu dan Alex habis darimana?" tanya Kay. Pria itu sungguh sangat mengkhawatirkan teman wanita sekaligus rekan kerjanya tersebut. Bisa-bisanya Anna pergi begitu saja dari restoran tanpa menunggu dan memberitahukannya kemana gadis itu akan pergi.


Terus terang Anna bingung harus menjawab apa.


Masa iya aku harus mengatakan yang sebenarnya pada Kay. Yang ada nanti Kay malah curiga. Batinnya.


"Aku ...."


"Sekretaris Anna baru saja menemaniku menemui klien penting." Alex yang baru saja turun dari mobilnya tiba-tiba menjawab pertanyaan Kay. Setelah menyerahkan kunci mobilnya pada sopir pribadinya, dia pun sekarang sudah berdiri di hadapan sekretaris dan asistennya.


"O-oh." Karena Alex sendiri yang berkata, mau tidak mau Kay pun terpaksa mempercayainya dan tidak akan bertanya lebih lanjut.


Ketiganya pun lalu berjalan memasuki gedung perkantoran. Saat mereka melewati lobi, tiba-tiba seseorang yang tidak diinginkan kehadirannya muncul dan langsung memeluk Alex dengan erat.

__ADS_1


"Sayang, aku sangat merindukanmu," katanya. Siapa lagi kalau bukan Carissa.


"Carissa? Sejak kapan kamu kembali dari New York?" tanya Alex. Setahunya wanita itu pergi ke luar negeri sejak beberapa minggu yang lalu, dan baru kali ini dia pulang tapi tidak memberitahu dan minta dijemput seperti biasanya.


"Baru saja. Habis dari bandara aku langsung kesini," jawabnya sambil tersenyum manja dan mendongak menatap prianya.


Melihat kehadiran Carissa, Kay pun langsung menarik tangan Anna untuk pergi dari sana, dan Anna hanya menurut tanpa melayangkan protes sedikit pun. Itu karena dia tahu kenapa Kay menariknya pergi dari sana hingga mereka sekarang sudah masuk ke dalam lift hendak naik ke ruangan mereka berdua.


"Saudaramu itu sangat menyebalkan sekali. Entah mengapa setiap kali melihatnya aku selalu merasa sangat kesal," celetuk Kay tiba-tiba saat mereka sama-sama keluar dari lift. Sementara Anna hanya menanggapinya dengan tertawa kecil, tidak tahu harus berkata apa. "Setiap kali aku mengingat bahwa dia pernah menyebarkan berita palsu yang begitu menjijikkan tentang kita berdua, aku selalu saja merasa emosi pada-"


"Apa? Kamu barusan bilang apa?" tanya Anna memotong ucapan Kay. Dia merasa sedikit terkejut dan penasaran dengan ucapan Kay barusan.


Berita palsu? Berita menjijikkan? Apa itu? Begitu pikir Bella.


Kay menatap Anna dengan kebingungan. "Apa kamu sudah lupa, kakakmu itu pernah menyebarkan foto-foto palsu yang sudah dia direkayasa menggunakan foto wajah kita berdua?"


Kay menatap Anna tidak percaya. "Bisa-bisanya kamu melupakan hal yang begitu penting. Kamu ini terlalu baik atau bagaimana sih, An? Begitu mudahnya kamu melupakan perbuatan jahat yang telah diperbuat oleh nona Carissa untuk menjatuhkanmu. Jangan bilang kamu juga sudah lupa kalau foto-foto palsu itu yang sudah menyebabkan kamu diusir dari rumah dan tidak lagi diakui sebagai anak oleh tuan Harold."


"Astaga." Anna langsung menutup mulutnya dengan tangan. Mendengar semua ucapan Kay barusan tentu saja dia sudah bisa mengerti arah pembicaraan pria itu.


Apa jangan-jangan, Kay adalah salah satu dari tiga pria yang pernah difitnah tidur bersama dengan Anna Harold di masa lalu? Batin Bella.


Gadis itu mendongak menatap Kay yang masih saja menatapnya dengan tatapan tidak percaya.Seketika Bella teringat akan misinya yang lain. "Mm ... Kay, bisakah aku meminta bantuanmu?"


"Bantuan apa?"


Anna menatap Kay penuh harap. "Bantu aku mencari tahu siapa dalang di balik-"

__ADS_1


"Berita palsu itu?" Kay tiba-tiba memotong ucapan Anna, lalu sejurus kemudian pria itu justru malah tertawa, lalu memegangi kepala Anna menggunakan kedua tangannya. "Anna ... Anna. Apakah kepalamu habis terbentur, hm? Kenapa kamu seperti orang amnesia yang melupakan banyak hal penting?"


"Maksud kamu?" tanya Anna semakin tidak mengerti.


"Apa kamu lupa? Dulu aku pernah mengajakmu melakukannya, tapi kamu malah bilang tidak mau karena kamu sudah terlanjur kecewa pada tuan Harold yang tidak bisa mempercayai kamu, putrinya sendiri," jelas Kay.


Anna menunduk sedih. Dia bisa membayangkan betapa berat dan menyedihkan hari-hari yang pernah dilalui oleh Anna di masa lalu setelah diusir danp tidak dianggap oleh ayah kandungnya sendiri.


"Tapi jika aku ingin mencari tahunya sekarang, apakah kamu siap membantuku mencari bukti?" Anna menatap Kay penuh harap.


"Aku mungkin tidak bisa banyak membantumu karena bukti-bukti itu sudah lama dihilangkan oleh pelakunya, tapi jika kamu ingin mencari tahu kebenarannya, satu-satunya orang yang bisa membantumu hanyalah Alex. Alex punya kenalan seorang hacker handal. Bahkan beberapa bulan lalu Alex pernah membantu tuan Hardi Adinatha untuk menemukan rekaman CCTV yang sudah lama dihapus di dalam unit sekretaris Bella. Bukti bahwa sekretaris Bella sempat mengalami penganiayaan sesaat sebelum dia tewas tertabrak."


Deg.


Anna langsung melebarkan matanya menatap Kay. "Serius? Jadi presdir Huang yang membantu tuan Adinatha menemukan bukti tersebut?" tanyanya masih tidak percaya. Setahunya, sang papa lah yang sudah membayar orang kepercayaannya untuk mencari bukti yang sudah dilenyapkan oleh Aaron dan Daisy. Rupanya, ditemukan bukti tersebut tidak lepas dari campur tangan Alex.


"Iya. Kenapa kamu terlihat begitu terkejut?"


"Ti-dak. Tidak apa-apa," Anna menggeleng cepat, "tapi tadi kamu bilang bahwa nona Carissa pelakunya. Darimana kamu tahu?" tanyanya mengalihkan pembicaraan, karena jelas-jelas di data Anna tertulis bahwa Carissa dan nyonya Irene adalah dalang dari masalah yang membuat Anna sampai diusir dan tidak diakui oleh tuan Harold.


"Tentu saja dia. Memangnya siapa lagi yang berani menyebarkan berita bohong tentangmu. Hanya saja kita tidak bisa menuduhnya secara terang-terangan karena kita belum bisa menemukan kebenaran dari ketiga foto rekayasa itu. Yang ada malah kita yang dituntut balik atas kasus pencemaran nama baik karena menuduh orang tanpa bukti. Apalagi kakak kamu itu sangat licik, jadi kita tidak boleh macam-macam dengannya."


Kay benar. Meski pun aku sudah tahu jelas bahwa nona Carissa dan nyonya Irene adalah pelakunya, tapi kami tidak bisa menuduh orang lain tanpa bukti. Sepertinya aku memang harus mengikuti saran dari Kay, yaitu meminta bantuan presdir Huang untuk mencari bukti kebenaran dari ketiga foto rekayasa itu. Tapi ... apakah presdir Huang mau membantuku nanti? Batinnya.


B e r s a m b u n g ...


..._______________________________________...

__ADS_1


...Maaf ya Bestie, Otor masih belum bisa up banyak-banyak soalnya masih dalam masa pemulihan. Otor masih perlu banyak istirahat dan masih belum boleh begadang seperti kemarin-kemarin🙏🏼...


__ADS_2