
Alex mengusap wajahnya dengan kasar. "Apa yang sudah aku lakukan? Kenapa aku semakin tidak terkendali saat berada di dekatnya?"
Alex menjatuhkan pantatnya di atas sofa, lalu menengadahkan kepalanya menatap langit-langit ruangannya. Seketika memori ingatannya kembali memutar kenangannya bersama sekretaris kesayangannya, Bella.
Flash back on
Malam itu Alex dan Bella menghadiri pesta undangan dari rekan kerjasama bisnis mereka.
"Presdir, saya mohon sudah, Anda sudah minum terlalu banyak." Bella mencoba mengingatkan Alex untuk yang kesekian kalinya dengan cara berbisik, tapi sepertinya pria itu tetap saja abai. "Presdir, saya mohon. Kalau Anda pingsan di sini, saya sungguh tidak sanggup untuk menggendong Anda pulang," ucapnya lagi, sambil terus berusaha membujuk pria tersebut.
"Biarkan saja. Aku tidak peduli," balas Alex. Kini pria itu bahkan sudah meminum minuman dari botolnya langsung.
Siapa suruh kamu membuatku marah dan cemburu, Bella. Malam ini aku pasti tidak akan membiarkanmu pulang untuk menemui pria brengsyek itu. Batin Alex.
Rupanya, saat siang waktu itu, Alex tidak sengaja memergoki Aaron, suami Bella yang teramat sangat dicintai oleh wanita itu berselingkuh dengan Daisy. Alex sudah mencoba untuk memberitahukannya tapi Bella tetap saja tidak peduli. Dia bahkan berkata di depan wajah Alex bahwa dia sangat mencintai Aaron suaminya dan tidak akan membiarkan orang lain untuk mengacaukan rumah tangga harmonis yang selama ini mereka bina. Hal itulah yang membuat Alex marah. Selama bertahun-tahun dia berusaha untuk memendam perasaannya terhadap sekretarisnya itu karena tahu bahwa Bella punya kekasih hingga wanita itu kini sudah bersuami. Tapi karena sekarang Alex sudah tahu bahwa ternyata pria yang dicintai oleh Bella bukanlah pria baik-baik, Alex pun memutuskan untuk berhenti mengalah.
__ADS_1
"Presdir, saya mohon jangan seperti ini. Jangan mempermalukan diri Anda sendiri di depan umum," bisik Bella. Sejujurnya dia sendiri yang merasa sangat malu karena hampir semua orang menatap ke arah mereka. Kondisi Alex yang mabuk berat tentu saja menarik perhatian para tamu lain yang ada di sana.
"Presdir, kita pulang saja, ya?" bujuk Bella seraya berusaha memapah Alex keluar dari tempat pesta tersebut dengan susah payah. Dengan postur tubuh Alex yang tinggi dan besar tentu saja membuat Bella cukup kesulitan membawa pria itu keluar dari sana menuju parkiran.
Sepanjang perjalanan saat Bella mengantar Alex pulang ke apartemennya, pria itu terus saja meracau tidak jelas. Bella bahkan tidak mengerti apa yang dia ucapkan.
Setengah jam kemudian mereka akhirnya sampai di depan pintu unit apartemen Alex. Karena Bella tahu berapa password pintunya jadi dia bisa dengan mudah untuk membawa pemiliknya masuk ke dalam sana.
Namun, baru saja Bella menutup kembali pintu unit apartemen tersebut setelah mereka masuk, presdir Huang yang tadinya lemas dan berjalan sempoyongan karena mabuk sampai berjalan pun harus dibantu, kini tiba-tiba saja langsung mendorong tubuh Bella hingga bersandar di belakang pintu, dan dalam sekejap wanita itu sudah berada di dalam kurungan kedua tangan kekar milik pria itu, dan tanpa mengatakan apa pun, Alex tiba-tiba saja mencium sekretarisnya.
Mendapat serangan ciuman mendadak, mata Bella seketika langsung membelalak, refleks dia berusaha untuk mendorong tubuh pria itu dengan cepat, tapi sepertinya Alex justru tidak memberinya celah untuk melawan apalagi melepaskan diri. Alex terus saja menye**p bi8ir bawah sektetarisnya itu dengan penuh naf su. Tidak mendapat sambutan baik dari Bella, Alex pun menggigit kecil bi bir sekretaris kesayangannya tersebut hingga tanpa sengaja Bella membuka sedikit mulutnya memberi akses pada Alex untuk menyusuri rongga di dalam mulutnya.
Sesaat Bella hanya bisa berdiri mematung di tempat. Hah, aku sungguh tidak percaya ini. Setelah presdir Huang menciumku, dia malah langsung tertidur. Benar-benar tidak bisa ku percaya.
Sebenarnya Bella ingin marah dan protes, tapi melihat wajah tak berdosa Alex yang bersandar di pundaknya, dia pun mengurungkan niatnya tersebut.
__ADS_1
Ah, sudahlah. Lupakan saja. Anggap saja hal seperti ini tidak pernah terjadi. Apalagi presdir Huang melakukannya dalam keadaan mabuk berat, dia pasti tidak akan pernah ingat kejadian ini begitu dia tersadar nantinya. Setelah ini aku harus bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa diantara kami. Batin Bella, seraya berusaha memapah Alex menuju kamarnya.
Bella dengan susah payah membantu Alex berbaring di atas tempat tidurnya. "Hah, berat sekali."
Sebelum membantu pria itu melepaskan dasi, jas, beserta sepatunya, terlebih dahulu Bella mengambil jeda hanya sekedar untuk mengatur napas. Kini dia ikut duduk di pinggir tempat tidur, lalu melirik pria yang saat ini sedang berbaring tak berdaya di atas tempat tidurnya karena tidak sadarkan diri.
Setelah merasa cukup mengambil nyawa, Bella pun membantu memperbaiki posisi berbaring atasannya itu, melepas dasinya, membuka beberapa kancing kemeja teratas, membantu melepas jasnya, melepas belt yang melilit di pinggang, lalu yang terakhir melepas sepatu dan kaos kaki. Setelah semuanya selesai, Bella pun membantu menyelimutinya. Merasa tugasnya sudah selesai sampai disini malam ini, Bella pun segera meninggalkan tempat tersebut.
Sementara itu, Alex diam-diam membuka sedikit matanya menatap punggung Bella yang berjalan keluar dari kamarnya. Rupanya, sedari tadi pria itu hanya berpura-pura mabuk. Ternyata dia memang sengaja mencium Bella dalam keadaannya yang sadar sepenuhnya.
Alex tersenyum kecut seraya menyentuh bibirnya sendiri. "Kalau bukan dengan cara berpura-pura mabuk, aku yakin, kamu pasti akan sangat marah dan membenciku."
Flash back off.
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
...____________________________________________ ...
...Please, jangan demo karena bab ini terlalu pendek. Insya Allah besok Otor akan Crazy UP buat kalian semua😘🥰...