
Sekembalinya dari toilet, Anna langsung mengajak Kay untuk pergi meninggalkan restoran tempat mereka makan siang.
"Anna, ada apa? Kenapa kamu terlihat sangat kesal dan marah?" tanya Kay.
"Nanti akan aku ceritakan padamu di jalan, Kay. Lebih baik sekarang kita segera pergi dari sini," jawab Anna.
"Ya sudah, kalau begitu ayo kita pergi."
Sementara itu di tempat lain, Carissa kembali ke mejanya menghampiri Alex dalam keadaan menangis. Pipinya yang tadinya memerah akibat hantaman keras telapak tangan Anna kini semakin membara saja setelah dia tambahkan dengan blush on. Dia sengaja melakukan hal itu agar bisa mendapat empati dari Alex, sehingga membuat tunangannya itu marah pada Anna dan membantunya membalaskan perbuatan yang sudah diperbuat oleh gadis itu terhadapnya.
"Carissa, ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Alex.
Sebelum menjawab, terlebih dahulu Carissa duduk kembali di kursinya, lalu menunjukkan pipinya yang merah membara pada tunangannya tersebut. "Lihat, Lex. Ini ulah sekretaris kamu," katanya sambil terus menangis dibuat-buat.
"Ulah sekretaris Anna? Kenapa bisa?" tanya Alex terkejut. Namun dibalik wajahnya yang nampak sangat terkejut itu, tersimpan sorak riang gembira dalam hati.
Haha, sudah ku duga. Mereka pasti akan bertengkar saat bertemu. Anna ... Anna. Ternyata ekspresinya saja yang nampak tenang dan biasa saja saat melihatku bermesraan dengan Carissa, tapi sebenarnya di dalam hatinya, dia merasa sangat marah dan cemburu. Hebat sekali dia, ternyata dia sangat pandai menyimpan perasaannya sendiri. Batin Alex.
"Lex, kamu harus memecat Anna sebagai sekretarismu. Kamu masih ingat 'kan bagaimana dulu dia mengejar-ngejar kamu? Aku khawatir, dia menjadi sekretarismu hanya karena ingin merebutmu dariku," pinta Carissa dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat. Inilah tujuan utamanya Carissa berakting menderita dan teraniaya di depan tunangannya tersebut. Dia ingin menyingkirkan Anna dengan cara membuat gadis itu dipecat dari pekerjaannya. Jika Anna dipecat, itu artinya gadis itu tidak lagi memiliki celah untuk mendekati Alex.
"Tidak bisa, Carissa. Masalah pribadi tidak boleh dicampur adukkan dengan masalah pekerjaan. Sekretaris Anna itu adalah sekretaris yang cerdas dan kompeten, sama seperti mendiang sekretaris Bella. Kalau aku memecatnya, lalu siapa yang akan menggantikan posisinya? Tidak mudah untuk aku mendapatkan sekretaris yang kompeten seperti dia," jelas Alex. "Lagi pula, tuduhanmu barusan itu sama sekali tidak terbukti. Selama hampir 2 bulan Anna menjadi sekretarisku, seingatku dia sama sekali tidak pernah menggodaku biar sekali pun."
Mendengar pembelaan Alex, Carissa semakin emosi, dan sontak membuatnya berdiri dari duduknya.
"Jadi kamu lebih membela dia daripada aku, tunanganmu sendiri?!" Carissa menatap Alex tidak percaya. Niatnya membuat Alex semakin membenci Anna serta membuat pria itu membantunya menyingkirkan Anna dari samping pria itu seketika gagal karena Alex lebih memilih membela sekretarisnya dari pada dirinya, tunangan Alex sendiri.
"Tidak Carissa, bukan seperti itu maksudku. Aku sama sekali tidak membela sekretaris Anna, tapi aku berbicara yang sebenarnya berdasarkan kenyataan."
Tidak terima melihat Alex terus membela Anna, Carissa pun memilih untuk pergi dari sana. Hatinya semakin kesal dan dongkol saat melihat Alex sama sekali tidak ada usaha untuk mengejarnya, apalagi sekedar untuk membujuk dirinya yang sedang merajuk.
Si alan! Semua ini gara-gara perempuan ja**ng itu. Lihat saja, aku tidak akan membiarkannya terus berada di dekat Alex. Geram Carissa dalam hati.
__ADS_1
Dan untuk bukti tentang rekayasa foto itu, jangan harap dia bisa menemukannya, karena aku sudah menghapus semua barang bukti yang tersisa. Batinnya lagi.
Sementara itu di dalam restoran, Alex masih saja duduk di kursinya sambil senyam-senyum sendiri.
"Alex ... Alex. Pesonamu sungguh luar biasa, sampai-sampai membuat kedua wanita itu bertengkar karena memperebutkanmu," gumamnya, bangga pada diri sendiri. Meski pun ada readers yang mengatainya sok kegantengan, tapi Alex tidak memepedulikannya sama sekali. Wkwkwk🤣✌️
.
.
...(Bestie, kita lompat 1 bulan kemudian ya, soalnya ini alurnya dari kemarin berasa lambat banget🤦♀️)...
.
.
Tidak terasa waktu sudah berlalu 1 bulan kemudian. Bella mendengus kasar saat melihat angka presentasi pada kolom misinya yang masih tetap saja mentok di angka 0%.
Hari ini adalah hari minggu, seperti biasa, dia pasti akan menghabiskan waktu liburnya dengan berkunjung ke rumah kedua orang tua aslinya.
"Sebaiknya aku bersiap-siap untuk berangkat ke rumah mama dan papa. Seminggu tidak bertemu aku jadi sangat merindukan mereka." Bella bangkit dari pembaringan hendak beranjak menuju kamar mandi, tapi tiba-tiba saja ponselnya berdering pertanda sebuah pesan masuk di inbox-nya.
^^^Aku menunggumu di apartemenku pukul 8 nanti. Jangan sampai terlambat. Alamatnya sudah aku cantumkan di bawah. Isi pesan Alex.^^^
"Cih, menyebalkan sekali. Ini 'kan hari minggu, kenapa tiba-tiba menyuruhku untuk datang ke tempatnya?" gumam Bella sedikit kesal. "Lebih baik aku menolaknya. Enak saja dia memanggilku datang di hari libur."
Baru saja Bella hendak membalas pesan Alex dan menolaknya, tapi tiba-tiba saja pesan baru kembali masuk di inbox-nya.
^^^Aku tidak menerima bantahan. Kalau kamu tidak datang, itu artinya kamu sudah menyerahkan surat pengunduran dirimu. Isi pesan kedua Alex.^^^
"Alexander Huang!!! Kamu ini benar-benar!!! Dasar bos menyebalkan!!!" Saking kesalnya, Bella langsung melempar ponselnya ke atas tempat tidur. Makin kesini sikap Alex yang berubah drastis membuatnya kadang kesal kadang jengkel dengan sikap seenaknya dari atasannya tersebut.
__ADS_1
Batal sudah rencana Bella untuk berkunjung ke rumah kedua orang tuanya. Entah pekerjaan penting apa yang membuat Alex memanggilnya datang di hari minggu.
"Jika saja bukan karena misi, aku pasti akan langsung mengundurkan diri jika mendapat bos belagu seperti ini. Dasar menyebalkan!"
.
.
1 Jam kemudian.
Anna sudah siap untuk berangkat ke kediaman Alex. Sebelum taksi yang dia pesan datang, terlebih dahulu gadis itu memeriksa alamat yang dia tuju.
"Loh, ini 'kan apartemen lama milik presdir Huang, kenapa dia memintaku untuk datang ke sana di hari minggu? Bukannya dia sudah lama pindah?" gumamnya bertanya-tanya.
Ding!
1 Buah pesan kembali masuk di inbox Bella. Setelah dia periksa, ternyata pesan dari Alex lagi.
^^^Kalau kamu sudah datang, langsung masuk saja. Aku ada di dalam. Oh iya, ini password pintunya 831144.^^^
Deg.
Jantung Bella seketika berdetak kencang saat melihat angka yang menjadi password unit Alex.
Apakah ini hanya kebetulan? Tidakkah angka ini seperti namaku jika diartikan? 8-3-1-1-4-4, B-E-L-L-A-A.
B e r s a m b u n g ...
...__________________________________________...
...Ingat! Likenya jangan di skip ya Bestie😀...
__ADS_1