
Bandara.
"Asisten Kay? Kenapa kamu lagi sih yang datang menjemputku? Mana Alex?" tanya Carissa sambil menatap jengah asisten tunangannya itu lalu menyapukan pandangannya ke sekeliling. Namun, kedua netranya tidak kunjung menangkap sosok yang dia harapkan.
"Maaf, Nona Carissa. Presdir Huang tidak bisa datang menjemput Anda, dia sangat sibuk," jawab asisten Kay. Jawaban yang sama persis seperti yang diintruksikan oleh Alex tadi.
Carissa berdecak kesal. "Ck, dia selalu saja begitu, selalu mengedepankan pekerjaannya ketimbang aku, tunangannya sendiri."
Carissa merasa tidak terima jika Alex selalu saja menomor sekiankan dirinya. Padahal, sudah 6 bulan lamanya semenjak mereka terikat dalam ikatan pertunangan, tapi hingga detik ini Alex tidak pernah sekali pun bersikap layaknya seorang tunangan yang baik bagi wanita itu. Tadinya Carissa berencana membuat Alex menjadikan dirinya segalanya bagi pria itu, tapi sayangnya semuanya tidak berjalan seperti yang diharapkan oleh Carissa. Alex tetap saja sedingin es kutub meski pun pria itu sudah menjadi tunangannya.
"Kalau begitu bawa aku ke Hawei Group. Aku ingin bertemu dengan Alex sekarang juga." Carissa kembali berkata dengan nada memaksa. 1 Bulan lebih tidak pernah bertemu dengan Alex membuatnya sangat merindukan calon suaminya itu. Dia bahkan mengabaikan rasa pegal dan lelah yang menyerang tubuhnya akibat perjalanan jauh, hanya demi melihat wajah tampan sang pujaan hati.
"Sekali lagi saya minta maaf, Nona. Saat ini presdir Huang sedang tidak ada di tempat, dia sedang keluar untuk bertemu dengan klien penting," kata Kay berbohong. Sesuai dengan perintah Alex, dia harus mengatakan kebohongan itu pada Carissa agar wanita itu tidak datang menemuinya lagi di perusahaan seperti sebelum-sebelumnya.
"Aku tidak percaya, Asisten Kay, masa pagi-pagi begini Alex sudah pergi meninggalkan kantornya." Carissa berkata dengan ketus seraya mencoba menghubungi Alex. Tapi sayangnya, setelah beberapa kali dia mencoba menghubungi pria itu, nomornya tidak kunjung aktif. "Kok tidak aktif sih?" ucapnya semakin kesal.
"Kan sudah saya bilang, Nona, bahwa presdir Huang sekarang ini sedang sangat sibuk, dia pasti sengaja menon-aktifkan ponselnya karena tidak ingin diganggu," kata asisten Kay.
Carissa mendengus kasar. Kalau sudah seperti ini, dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain hanya pasrah. "Ya sudah, kalau begitu antar aku pulang."
"Baik, Nona. Kalau begitu kopernya biar saya yang bawa," kata Kay, seraya mengambil alih koper yang ada di tangan Carissa.
Perempuan yang satu ini benar-benar sangat merepotkan. Heran, presdir Huang yang biasanya tidak suka dekat dengan sembarang wanita kenapa mau ditunangkan dengan wanita seperti ini? Jika aku jadi dia, jelas aku lebih memilih Anna Harold ketimbang si Carissa Harold ini. Batin Kay.
__ADS_1
.
.
Ketika dalam perjalanan saat asisten Kay mengantar Carissa pulang menuju kediaman keluarga Harold, wanita yang sebelumnya diam itu tiba-tiba saja bertanya pada Kay, "Asisten Kay, apakah Alex sudah mengganti sekretarisnya lagi?"
Ya, hampir semua orang tahu jika Alex rutin mengganti sekretarisnya setiap bulan semenjak sekretaris Bella meninggal.
"Tentu saja sudah, Nona," jawab Kay sambil fokus ke jalanan.
Yang menjadi sekretaris presdir Huang sekarang adalah adik anda sendiri, nona. Saingan cinta anda untuk mendapatkan hati presdir Huang. Batin Kay.
Dia tidak akan mengatakan hal itu secara langsung pada Carissa karena tahu jika Anna dan kakaknya sejak dulu tidak pernah akur. Takutnya setelah Carissa tahu mengenai fakta tersebut, wanita itu malah akan langsung datang melabrak sang adik karena cemburu.
"Sudah berapa lama sekretaris baru itu bertahan?" tanya Carissa kembali.
"Oh, kalau begitu sebentar lagi dia akan dipecat," ucap Carissa begitu yakin mengingat kejadian-kejadian sebelumnya.
Sok tahu. Sampai kapan pun sekretaris Anna tidak akan pernah dipecat. Apalagi sejauh ini presdir Huang sudah melihat kinerja sekretaris Anna yang sangat cerdas dan kompeten seperti kinerja mendiang sekretaris Bella. Gumam Kay dalam hati.
"Asisten Kay, lihat aku sebentar," kata Carissa tiba-tiba.
"Hah? Untuk apa, Nona, saya melihat Anda? Saya 'kan sedang fokus menyetir, Nona," jawab Kay.
__ADS_1
Apa-apaan dia memintaku melihatnya disaat seperti ini. Apa dia tidak melihat kalau aku sedang fokus menyetir? Keterlaluan sekali. Dasar menyebalkan. Lagi pula, apa dia pikir wajahnya itu enak dipandang? Percaya diri sekali. Kalau aku tidak sedang menjalankan perintah, melihat wajahnya pun rasanya aku sangat malas. Batin Kay. Lagi-lagi dia hanya mempu mengomel dalam hati.
Rupa-rupanya, asisten Kay memiliki dendam pribadi dengan Carissa. Dulunya, karena Kay adalah teman dekat Anna, Carissa sempat mengedarkan isu bahwa Kaysan Lyndon adalah salah satu dari tiga pria yang pernah tidur dengan Anna Harold. Tentu saja Kay tidak terima dengan tuduhan keji itu, yang hingga kini menyisakan benci dan dendam pada tunangan atasannya tersebut.
"Ck, sebentar saja, Asisten Kay," ucap Carissa dengan sedikit memaksa. Dan dengan terpaksa Kay pun menoleh setelah memelankan laju mobilnya.
"Sudah, Nona." Kay berkata dengan malas setelah menoleh melihat gadis itu selama 2 detik.
"Menurut kamu ... lebih cantik mana, aku, atau sekretaris barunya Alex?" tanya Carissa dengan penuh percaya diri sambil senyam-senyum sendiri. Dia sangat yakin jika asisten Kay pasti akan menjawab bahwa dirinyalah yang lebih cantik.
Mendengar pertanyaan konyol yang terucap dari bibir Carissa, hampir saja tawa Kay meledak, tapi dia berusaha keras mengulum tawanya karena tahu jika Carissa pasti akan sangat marah dan tersinggung jika dia tidak bisa mengontrol diri dan malah menertawai wanita itu.
Setelah menahan diri untuk tidak tertawa, Kay pun akhirnya menjawab, "Tentu saja Nona Carissa lah yang paling cantik."
Jika dilihat dari lubang semut. Tambahnya mengejek Carissa dalam hati. Sejak awal wanita yang satu ini memang terlalu percaya diri dan sok kecantikan sehingga membuat Kay semakin ilfil saja padanya.
Mendengar pujian yang keluar dari mulut asisten Kay jelas membuat Carissa puas. Kini dia tidak perlu lagi khawatir Alex akan berpaling pada wanita lain karena dirinyalah wanita paling cantik yang lebih cantik dari siapa pun, termasuk sekretaris baru Alex yang hampir setiap hari dekat dengan tunangannya tersebut.
Tidak sia-sia aku mengikuti saran dari Ratu Sembilan Nyawa untuk merapikan bentuk hidungku. Batin Carissa sambil tersenyum puas saat melihat pantulan wajahnya di cermin kecil.
Sebenarnya selama hampir 2 bulan, Carissa tidaklah pergi ke New York. Pergi ke New York hanya dia jadikan sebagai alasan agar tidak ketahuan kalau sebenarnya dia pergi ke Korea untuk operasi hidung.๐๐
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
...___________________________________________...
...Bab berikutnya segera menyusul ya Bestie.. Mohon bersabar menunggu๐๐ผ๐...