Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 61


__ADS_3

Siang ini Alex, Anna dan Kay makan siang bersama setelah rapat dengan klien selesai. Namun, Alex harus dibuat gerah hati saat melihat kedekatan sekretarisnya dengan Kay.


"An, makan ini, aku sudah membuang semua seledrinya." Kay tersenyum, lalu menukar makanannya dengan makanan milik Anna. Kebetulan menu yang mereka pesan sama.


Anna balas tersenyum. "Terima kasih, Kay. Kamu perhatian sekali."


Sementara itu, Alex yang dari luarnya nampak sangat tenang dan sedang fokus menyantap makanan di piringnya, rupanya diam-diam memperhatikan interaksi antara Anna dan Kay. Alex sungguh tidak suka melihat Kay begitu perhatian pada Anna, meski pun sebenarnya dia tahu jika Anna dan Kay memang dekat sejak dulu, tapi tetap saja Alex sangat tidak suka melihat kedekatan kedua orang itu.


"An, coba ini. Rasanya enak sekali." Kay mengansurkan sesendok makanan ke arah mulut Anna, sedangkan Anna yang memang sudah terbiasa dengan perlakuan manis Kay pun langsung menerima makanan tersebut tanpa ada usaha untuk menolaknya sedikit pun.


"Em, iya. Enak sekali, Kay. Kalau tahu begitu aku juga pesan appetizer yang seperti itu."


Melihat Anna dengan mudahnya menerima makanan pemberian Kay membuat hati Alex semakin gerah, apalagi saat melihat Kay kembali menyantap makanannya menggunakan sendok yang sama yang baru saja pria itu gunakan untuk menyuapi sekretaris Anna.


Rasanya aku ingin mematahkan sendok itu. Batin Alex. Seketika selera makannya menjadi hilang.


.


.


Beberapa saat kemudian, mereka bertiga akhirnya sudah selesai makan siang bersama. Begitu ketiganya sudah sampai di parkiran ingin meninggalkan restoran, Alex tiba-tiba saja mencekal pergelangan tangan Anna saat gadis itu hendak ikut masuk ke dalam mobil Kay dan pulang bersama pria itu seperti biasanya.


"Masuk ke mobilku, kita kembali ke kantor bersama," bisik Alex pada Anna. "Kay, kamu pulang sendiri ke kantor. Aku dan sekretaris Anna ada urusan penting yang mesti kami bicarakan," tambahnya pada Kay yang terlihat sudah membuka pintu mobilnya untuk Anna.


"Tapi, Lex-" Baru saja Kay ingin melayangkan protes terhadap ucapan Alex, tapi pria itu sudah terlanjur mendorong Anna masuk ke dalam mobilnya.


"Ck, urusan apa sih? Kenapa aku tidak tahu? Kalau memang dia ingin membicarakan mengenai masalah pekerjaan, kenapa tidak membicarakannya saat sampai di kantor nanti saja. Aneh," gumam Kay sedikit kesal, lalu masuk ke dalam mobilnya sendiri begitu melihat mobil Alex sudah lebih dulu meninggalkan area restoran.


.


.

__ADS_1


Di dalam mobil Alex.


"Memangnya urusan penting apa yang mau kita bicarakan, Presdir? Kenapa kita tidak membahasnya saat sam-pai di kan-tor nan-ti sa-ja?" Anna langsung memelankan ucapannya saat melihat Alex tiba-tiba melemparkan tatapan tajam padanya.


"Kamu. Apa kamu sedang mencoba mempermainkanku? Baru kemarin kamu mengatakan akan kembali mengejarku, tapi kenapa tadi kamu malah dengan terang-terangan menerima perhatian pria lain tepat di depan mataku? Apa maksud semua itu, hah?"


Mendengar ucapan Alex yang penuh dengan penekanan, Bella bisa langsung mengerti arah pembicaraan pria itu.


"Ti-tidak ada mak-sud apa-apa, Presdir. Sungguh, aku tidak ada maksud untuk mempermainkanmu." Gadis itu menggeser sedikit tubuhnya agar bisa sedikit menjauh dari wajah Alex yang saat ini condong ke arahnya. "Lagi pula ... bukanya kamu tahu sendiri kalau aku dan Kay memang sudah sangat dekat dari dulu. Aku dan Kay hanya bersahab-"


"Aku tidak peduli! Siapa pun itu, asalkan dia seorang pria, maka kamu tidak boleh dekat-dekat dengannya. Mengerti?!" tegas Alex memperingati.


"Tap-tapi kenapa?" tanyanya tidak mengerti.


Alex semakin memicingkan matanya sambil terus menatap sekretarisnya itu dengan tajam, dan hanya dalam sekejap mata dia sudah membuat gadis itu terpojok di dalam kurungan tangan kekarnya.


"Dengar baik-baik Anna Harold, mulai sekarang kamu adalah milikku, selamanya akan tetap menjadi milikku. Dan wanitaku, tidak boleh dekat dengan pria mana pun. Mengerti?"


Astaga astaga astaga. Apa yang terjadi? Kenapa presdir Huang tiba-tiba mengklaimku sebagai miliknya dengan begituĀ  posesif? Apa mungkin dia cemburu karena aku dan Kay begitu dekat?


Melihat Anna hanya diam saja, Alex segera menarik dagu Anna dan membuat gadis itu mendongak menatapnya.


"Tatap mataku," titah Alex. Bak terhipnotis, Anna menuruti saja apa kata pria itu tanpa memberikan bantahan sedikit pun. "Kamu mengerti 'kan apa maksudku, hm? Aku mohon, jangan membuatku kecewa, apalagi sampai mengkhianatiku," pintanya kemudian sambil menatap Anna dengan lembut dan penuh cinta.


Begitu menemukan kembali wanita yang mampu membuat hatinya bergetar, Alex berjanji tidak akan melepaskan wanita itu sampai kapan pun. Sudah cukup dia melakukan kesalahan pada Bella di masa lalu.


Bella yang bisa melihat ketulusan di mata Alex pun tanpa menunggu lama langsung mengangguki ucapan pria tersebut. Meski pun sekarang Alex mencintainya sebagai Anna Harold, tapi Bella sama sekali tidak keberatan, karena memang itu tujuannya pada misi kali ini.


Alex tersenyum lalu mendaratkan ciuman pada kening sekretarisnya. "Terima kasih, Sayang. I love you."


Bersamaan saat Alex mengecup keningnya, Bella merasa smartphone yang ada di dalam tasnya bergetar. Sepertinya ada notifikasi yang masuk.

__ADS_1


Alex kembali ke posisi duduknya semula. Ekspresinya juga seketika menjadi biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya. Bella sampai dibuat terperangah melihatnya.


"P-Presdir Huang," panggil Anna dengan pelan, tapi Alex malah menoleh dan menatapnya dengan tajam, membuat gadis itu langsung menciut.


Aku salah apa lagi? Batinnya.


"Ada apa?" tanyanya sedikit ketus karena tidak suka Anna memanggilnya dengan sebutan 'Presdir Huang' setelah dirinya mengklaim gadis itu sebagai miliknya.


Harusnya dia memanggilku dengan panggilan yang romantis.


"Mm ... aku ingin bertanya, bagaimana ... dengan Carissa? Bukannya kalian berdua sudah bertunangan?" tanyanya dengan pelan dan hati-hati takut Alex kembali marah padanya.


Mendengar pertanyaan gadis itu, Alex langsung mendengus. "Bukannya tadi pagi saat kita masih di hotel, kamu melihat sendiri seperti apa kelakuan kakakmu di belakangku? Kalau dia bisa berselingkuh, kenapa aku tidak? Lagi pula, aku juga tidak mencintainya. Kami bertunangan pun hanya untuk kepentingan bisnis."


.


.


Mobil Alex sudah mulai memasuki pelataran Hawei Group. Begitu Alex turun dari mobil duluan, Bella pun mengambil kesempatan untuk mengecek notifikasi yang sempat masuk saat mereka masih dalam perjalanan tadi. Sesaat setelah Alex mengklaim Anna Harold sebagai miliknya.


"Akh-" Bella memekik tertahan saat melihat pencapaian misinya sudah mencapai 50%. Artinya, misinya untuk membuat Alex jatuh cinta pada Anna Harold dan merebut pria itu dari tunangannya sudah berhasil. Bella sungguh tidak menyangka hal ini, dan dia sungguh merasa terharu juga bahagia sekaligus. Berarti sekarang tugasnya hanyalah membuat Anna Harold kembali diakui oleh tuan Harold.


"Nona, Tuan Alex sudah menunggu Anda." Lamunan Bella seketika buyar saat salah satu pengawal pribadi Alex membukakan pintu mobil untuknya.


"Eh, maaf," katanya lalu segera turun dari mobil sambil tersenyum sumringah.


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...


...Baca juga karya terbaru AuthoršŸ˜‰ Aslinya sudah tamat di draft ya dan akan langsung ditamatkan begitu lulus review kontrakšŸ˜„

__ADS_1



...


__ADS_2