Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 35 - Keresahan Alex


__ADS_3

1 Bulan Kemudian.


Tidak terasa sudah 1 bulan Anna menjabat sebagai sekretaris presdir Huang yang baru. Namun, hingga detik ini Alex tidak kunjung menemukan kesalahan yang selama ini selalu dia cari untuk membuatnya memiliki kesempatan untuk memarahi sekretaris Anna. Anna benar-benar sosok sekretaris yang kompeten dan handal yang selama ini dia cari-cari. Di mata Alex dan para karyawan lainnya termasuk Kay, performa sekretaris Anna benar-benar sama persis dengan Bella saat bekerja, tidak ada bedanya. Hal itu jelas sangat mengganggu di mata Alex karena dia kerap kali melihat Anna sebagai Bella.


Bahkan hal yang dikhawatirkan oleh Alex yang meyakini bahwa Anna ingin menjadi sekretarisnya karena gadis itu ingin kembali mengejar dan menggodanya sama sekali tidak terbukti. Anna sungguh hanya melakukan tugasnya murni sebagai seorang sekretaris, tidak pernah sekali pun Anna menggoda Alex baik dari segi postur tubuh mau pun dari segi kata-kata. Hal itu sudah cukup mengubah pandangan Alex terhadap Anna yang sekarang. Sekarang rasa benci Alex terhadap Anna perlahan mulai berkurang, meskipun sebenarnya belum sepenuhnya hilang.


Apa dia benar Anna Harold yang aku kenal dulu? Kenapa dia tidak pernah mengejarku lagi dan menyatakan cintanya padaku seperti dulu? Begitu pikir Alex. Dia bahkan sangat heran melihat Anna yang sekarang sudah berubah drastis. Baik dari segi sikap mau pun penampilan.


Dulu, Anna adalah sosok gadis bar-bar yang sangat menyebalkan di mata Alex. Dia sangat membenci gadis itu karena gadis itu sangatlah agresif dan sering kali memeluknya dari belakang secara tiba-tiba sambil berkata, "Alex, aku sangat mencintaimu. Jadilah kekasihku."


Tapi entah mengapa setelah sekarang gadis itu berubah dan menjelma menjadi sosok wanita dewasa yang sangat elegan dengan sikapnya yang tenang dan santun, Alex justru merasa sangat aneh.


Eh, apa yang aku pikirkan? Apakah aku baru saja berharap agar dia kembali mengejarku seperti dulu? Apakah aku sudah gila? Batin Alex. Dia sampai heran sendiri dengan dirinya sendiri semenjak Anna kembali muncul. Sosok Anna yang sekarang sangat mirip dengan mendiang sekretaris Bella tidak bisa tidak menarik perhatiannya. Tadinya Alex ingin mengabaikan Anna meskipun gadis itu adalah sekretarisnya sendiri, tapi melihat Anna yang ternyata memiliki banyak kesamaan dengan Bella membuatnya tidak bisa tidak memperhatikan sekretarisnya itu diam-diam.


Apa mungkin sekarang dia tidak lagi mengejarku seperti dulu karena sekarang aku adalah tunangan kakaknya?


Alex jelas merasakan banyak hal yang berubah pada Anna. Dia bahkan merasa sangat kurang nyaman karena setiap kali dia menatap Anna dari belakang, dia justru merasa sedang melihat sosok Bella. Jangankan dari belakang, bahkan dari depan pun dia sering melihat sosok mendiang Bella dalam diri Anna.


Apa dia memang sengaja mengubah penampilan dan sikapnya menyerupai Bella agar dia bisa menarik perhatianku?


Begitu banyak hal yang Alex pikirkan tentang Anna hingga tanpa sadar dia sering memikirkan gadis itu setiap saat.


.


.


Siang ini ada rapat penting dengan klien, sebagai sekretaris presdir, Anna dipercaya untuk melakukan presentasi di depan rekan kerjasama bisnis mereka.


Sepanjang Anna melakukan presentasi, entah mengapa dimata Alex yang berdiri di depan sana bukanlah Anna, melainkan sosok sekretaris Bella. Hal itu membuatnya terus menatap ke arah depan Anna tanpa sedikit pun pandangannya teralihkan.


Kay yang melihat ada yang aneh dengan atasan sekaligus sahabatnya tersebut pun segera berbisik padanya.


"Presdir, apa Anda begitu terpukau pada performa Sekretaris Anna sehingga Anda terus menatap wajahnya seperti itu? Sadar tidak, yang Anda lihat sejak tadi bukanlah materi presentasinya, melainkan orang yang membawakannya," goda asisten Kay.


Menyadari yang dia lihat terus menerus sejak tadi bukanlah Bella melainkan sekretaris Anna, membuat Alex seketika menjadi malu dan salah tingkah.


Sh***it. Kenapa mereka berdua sangat mirip sih? Kenapa juga sekretaris Anna mesti merubah penampilan dengan meniru penampilan sekretaris Bella. Menyebalkan sekali. Batinnya sedikit kesal. Dia merasa sangat malu karena Kay memergokinya menatap Anna tanpa berkedip.

__ADS_1


.


.


Setelah berlalu selama 2 jam, rapat pun akhirnya selesai. Sebelum mereka keluar makan siang, Alex meminta Anna untuk tidak meninggalkan ruang rapat. Dia ingin berbicara empat mata dengan gadis itu.


"Apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya, Presdir?" tanya Anna.


"Cih." Alex berdecih seraya membuang muka ke arah samping. Melihat gaya bicara, penampilan, serta postur tubuh Anna yang sangat mirip dengan mendiang sekretaris Bella membuatnya semakin kesal.


Sepertinya dia memang sengaja meniru Bella agar bisa menarik perhatianku. Dia memang tidak menggoda dan mengejarku secara terang-terangan seperti dulu, tapi dia sengaja meniru segala hal tentang Bella sehingga perhatianku disita olehnya. Menyebalkan sekali. Tapi mulai detik ini, hal itu tidak akan lagi mempengaruhiku karena aku akan menyuruhnya mengubah semuanya. Batin Alex.


Alex menatap Anna yang kini berdiri di hadapannya. "Mulai besok, rubah penampilanmu itu, karena aku merasa sangat kurang nyaman melihatnya."


Bella terkejut, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Me-merubah penampilan saya, Presdir? Me-mangnya apa yang salah dengan penampilan saya?"


Bella menatap pakaian yang melekat di tubuh Anna dari atas sampai ke bawah. Apa yang salah dengan penampilanku? Kenapa presdir Huang bilang tidak menyukainya? Bukannya dulu dia sendiri yang memilih pakaian seperti ini untuk aku kenakan saat pergi ke kantor. Dia bahkan sering memujiku karena pakaian seperti ini sangat cocok untukku. Kenapa malah sekarang dia bilang tidak menyukainya? Aneh sekali.


"Tidak ada yang salah. Hanya saja aku meraya kurang nyaman melihatnya," jawab Alex.


"Baik, Presdir. Kalau begitu mulai besok saya akan merubahnya," ujar Bella.


.


.


Keesokan harinya.


Anna datang ke kantor dengan penampilan barunya. Jika biasanya dia selalu mengenakan blouse yang dipadukan dengan rok pendek dengan panjang beberapa senti di atas lutut, sekarang dia datang ke kantor menggunakan setelan celana panjang dan baju lengan panjang yang menyerupai jas berwana krem. Rambut coklat panjang bergelombangnya dia biarkan tergerai begitu saja di bagian belakang, sedangkan di bagian depan dia sematkan jepitan untuk menahan rambut bagian depannya agar tidak menghalangi matanya saat dia bekerja.


"Sekretaris Anna?" Kay menatap penampilan baru Anna dari ujung sepatu hingga ujung kepala. Penampilan Anna saat ini sungguh membuatnya pangling. "Kamu ... cantik se-ka-li."


Melihat Kay menatapnya tanpa berkedip, wajah Anna seketika merona. "Jangan menatapku seperti itu, Asisten Kay. Kamu membuatku malu."


Kay tertawa. "Ada apa gerangan sehingga kamu tiba-tiba merubah penampilan seperti ini?"


"Siapa lagi yang menyuruhku kalau bukan dia." Anna menjawab sambil berbisik, lalu menunjuk presdir Huang yang baru saja datang bersama kedua pengawalnya.

__ADS_1


Melihat siapa yang datang, Kay langsung berdiri di samping Anna untuk menyambut kedatangan pimpinannya tersebut.


"Selamat pagi, Presdir," ucap keduanya bersamaan.


Alex berhenti tepat di depan keduanya, lalu menatap penampilan baru sekretarisnya dari atas ke bawah. Setelah itu dia masuk ke dalam ruangannya tanpa berkomentar sedikit pun tentang penampilan baru Anna.


"Kay, ikut aku," titah Alex saat berjalan melewati pintu.


"Baik, Presdir."


Begitu keduanya memasuki ruangan, Alex kemudian berkata, "Jemput Carissa di bandara setengah jam lagi. Aku sedang sibuk jadi tidak sempat."


Ck, padahal nona Carissa itu tunangannya. Kenapa selalu aku yang disuruh untuk menjemputnya setiap kali dia pulang dari New York? Batin Kay, sedikit kesal dengan sikap Alex yang terkesan selalu mengabaikan tunangannya itu.


"Baik, Presdir." Meski pun Kay merasa sedikit keberatan melakukannya tapi dia tidak bisa menolak karena ini adalah perintah di jam kerja.


"Dan jangan lupa, jika dia bersikeras ingin datang kemari untuk menemuiku, bilang saja kalau aku sedang sibuk dan tidak bisa ditemui," tambah Alex.


"Baik, Presdir, saya mengerti."


Begitu asisten Kay keluar dari ruangan presdir Huang, kini giliran sekretaris Anna yang dipanggil masuk ke dalam.


"Apa jadwalku hari ini?" tanya Alex.


"Tidak banyak presdir, hanya ada pertemuan dengan pimpinan IY Jewelry pukul 10 nanti," jawab Anna.


"Oh, kalau begitu kamu bisa keluar," kata Alex.


Begitu sektetaris Anna berjalan menuju pintu keluar, mata Alex terus menatap punggung wanita itu dari belakang.


"Ck, sudah merubah penampilan tapi tetap saja terlihat mirip," gumamnya kesal. "Apa jangan-jangan mataku yang bermasalah? Sepertinya aku harus segera memeriksannya ke dokter spesialis mata."


B e r s a m b u n g ...


...______________________________________...


...Yang baca jangan lupa tekan fav❤️ dong. Ini dari kemarin viewnya naik tapi favoritnya cuma nambah dikit😢...

__ADS_1


__ADS_2