
Waktu terus berjalan hingga tak terasa waktu misi kehidupan ketiga Bella hanya tersisa 36 jam. Wanita itu nampak sangat gelisah karena semenjak pulang dari rumah sakit semalam, Alex terus saja menjaganya. Bahkan rencananya pria itu tidak akan pergi ke kantor hari ini demi menjaga istrinya agar tetap berada di rumah.
AnnaBella terkejut ketika Alex tiba-tiba memeluknya dari belakang. "Sayang, tumben kamu bangun pagi-pagi sekali?"
AnnaBella menggeleng sambil tersenyum dipaksakan. "Tidak apa-apa. Aku hanya ingin menghirup udara pagi."
Alex memutar posisi istrinya agar wanita itu berdiri menghadap ke arahnya, kemudian membelai pipinya dengan lembut. "Sayang, aku tahu, saat ini kamu tidak tenang dan semalam tidak tidur dengan nyenyak karena memikirkan pria itu, 'kan?"
AnnaBella mendongak menatap wajah suaminya dengan sendu dan memelas. "Dad, aku mohon mengertilah. Hanya aku yang bisa menyelamatkan nyawa David."
"Tidak, Sayang. Aku tidak akan membiarkan kamu melakukan hal yang bisa membahayakan nyawa anak kita demi menolong nyawa orang asing."
"Dad, David itu bukan orang asing. Dia sahabat baikku," jelas wanita itu. Matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis karena Alex terus saja menghalanginya menolong David, sekaligus menghalanginya menyelesaikan misi kehidupan ketiganya.
"Maksudmu sahabat baik yang mencintaimu dan rela mengorbankan nyawanya untukmu? Begitu?" Alex menatap istrinya dengan lekat. Mengetahui ada yang mencintai istrinya begitu besar, tentu dia merasa sangat cemburu dan merasa tersaingi. Seketika sikap posesif dan pencemburunya mendadak mencuat.
"Astaga, Dad. Apa yang kamu pikirkan? Apa kamu tidak percaya padaku? Apa hingga detik ini kamu belum yakin bahwa aku juga mencintaimu melebihi apa pun, sehingga dengan David pun kamu cemburu." Air mata AnnaBella terjatuh. Perasaan stres dan kalut yang dia rasakan semenjak pulang dari rumah sakit karena Alex juga tidak mendukung keputusannya membuat wanita hamil itu rentan sedih dan kecewa.
__ADS_1
"Tidak, Sayang. Tidak seperti itu. Aku tentu sangat percaya padamu. Jangan menangis, oke? Aku hanya tidak ingin terjadi apa-apa pada calon anak kita. Aku mohon mengertilah. Aku melakukan ini demi kebaikan dan kebahagiaan kita bersama, demi calon anak kita nantinya. Orang tua mana yang tidak akan sedih melihat anaknya tidak tumbuh dengan baik." Alex mencoba memberi pengertian pada istrinya, tapi bukannya berhenti menangis, AnnaBella justru malah memeluk Alex erat-erat dengan tangisan yang sudah pecah. Ada beban yang ditahan oleh wanita itu dan tidak boleh dia katakan meski pun dia sangat ingin.
Andai Bella bisa mengatakan pada Alex bahwa dia bersikeras ingin menolong David karena dia ingin menyelamatkan dirinya sendiri, demi bisa hidup lebih lama bersama pria yang ada dalam pelukannya beserta anak-anak mereka kelak. Bella sangat yakin Alex pasti akan mengerti jika dia tahu tujuan yang sebenarnya, tapi apalah daya, mengatakan sama saja dengan menggagalkan misinya sendiri.
*
*
Waktu terus berjalan dan batas waktu misi kehidupan ketiga Bella semakin berkurang. Pagi berikutnya sisa waktu yang tersisa kurang dari 12 jam, dan hal itu tentu saja membuat Bella menjadi sangat gelisah dan khawatir, ditambah lagi pagi ini Alex belum kunjung menunjukkan tanda-tanda akan berangkat ke kantor. Wanita itu benar-benar sangat khawatir tidak bisa menyelesaikan misinya kali ini.
Bella pura-pura melakukan streching di depan Alex. "Badanku rasanya pegal-pegal, mungkin karena sudah hampir seminggu ini aku tidak senam."
"Apa kamu mau aku antar ke kelas prenatal yogamu, Sayang? Mumpung aku sedang mengambil cuti," tawar Alex, sembari berjalan mendekat kemudian memijat-mijat bahu istrinya dari belakang.
"Tidak perlu, Dad, aku sedang malas keluar rumah. Mungkin sebaiknya aku senam di rooftop saja, aku juga sudah lumayan hafal dengan gerakannya kok, jadi tidak terlalu butuh instruktur yoga lagi. Lagi pula, aku juga sudah lama tidak berjemur. Sekalian aku ingin senam yoga sambil berjemur." AnnaBella berkata sambil tersenyum.
"Ya sudah, kalau begitu naiklah, aku mau mandi dulu." Alex mengecup kening istrinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
Melihat punggung Alex sudah hilang di balik pintu kamar mandi, AnnaBella lantas bergegas mengambil tasnya. Lumayan, durasi mandi Alex biasanya 15 sampai 20 menit, waktu itu sudah lebih dari cukup untuk wanita itu pergi dari rumah.
Begitu keluar dari kamar, AnnaBella langsung mencari asisten rumah tangganya.
"Bi, tolong setel musik senam di rooftop ya, jangan lupa sambungkan dengan speaker. 5 Menit lagi saya akan naik ke atas," titah AnnaBella pada wanita paruh baya tersebut.
"Baik, Nyonya." Wanita paruh baya itu lantas menaiki tangga menuju atap, begitu si Bibi sudah hilang dari pandangannya, AnnaBella lantas mengambil kesempatan untuk kabur. Namun, baru saja dia membuka pintu, dia langsung dikejutkan dengan sosok wanita yang sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Kak Davidya."
...___________________________________________...
...Hola Bestie, untuk para pembaca setia karya-karya akak Otor yang ingin mengetahui kapan jadwal update karya-karya akak Otor yang sedang on going silahkan bergabung di grup "Informasi Jadwal Update" milik akak Otor ya😊TQ🙏🏼...
__ADS_1