Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - BAB 30 - Ada Apa Dengan Anna?


__ADS_3

"Asisten Kay? Kenapa kamu bisa ada di sini?" Bella merasa sedikit kebingungan kenapa pria itu bisa tiba-tiba muncul tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Ditambah lagi waktu jam istirahat kantor sudah habis. Kenapa bisa asisten Kay malah keluyuran dan pergi ke tempatnya.


"Oh, ini," Kay mengangkat paper bag yang ada di tangannya, "saya membawa makanan kesukaan Anda, Nona." Pria itu memasang senyuman lebar.


"Oh, ya?" Anna balas tersenyum senang. Kebetulan sekali, dia memang merasa sangat lapar. "Kalau begitu masuklah. Aku memang belum makan siang," kata Anna sambil membuka pintu unitnya lebar-lebar agar asisten Kay bisa masuk.


Setelah memindahkan makanan yang dibawa oleh asisten Kay ke piring, keduanya pun lalu duduk di meja makan untuk makan siang bersama.


"Bagaimana rencana yang kita bicarakan waktu itu?" tanya Anna, sambil mengambil sedikit makanan ke piringnya.


"Sesuai dengan yang kita rencanakan, Nona. Jika saya gagal membujuk presdir Huang secara baik-baik, ya terpaksa saya harus memakai cara yang kedua," jawab Kay, sambil mengambil makanan ke piringnya juga.


"Jadi sekarang kamu bisa ada di sini karena sudah mengundurkan diri?" tanya Anna sedikit tidak percaya. Dia pikir waktu itu asisten Kay hanya bercanda, ternyata pria itu serius dengan ucapannya.


"Akan," jawab Kay, sedikit meralat ucapan Anna.


"Bagaiamana kalau presdir Huang benar-benar menerima surat pengunduran dirimu nantinya? Apa kamu tidak takut kehilangan pekerjaan?" Anna sedikit khawatir tentang hal itu. Dia pasti akan merasa sangat bersalah jika seandainya nanti Kay benar-benar kehilangan pekerjaan hanya gara-gara dirinya.


"Tidak akan." Kay tersenyum. Dia terlihat begitu  yakin bahwa Alex pasti tidak akan berani memecatnya. Selama ini atasannya itu memang sering mengancam akan memecatnya jika Alex sedang marah, tapi sebenarnya pria itu hanya menggertak saja. "Sudah cukup presdir Huang kehilangan sekretaris Bella, kalau dia sampai kehilangan saya juga, saya tidak bisa membayangkan akan sekacau apa dia nantinya."


"Iya juga sih." Anna membenarkan ucapan asisten Kay, mengingat sudah setengah tahun berlalu semenjak Alex mencari sekretaris baru, tapi hingga detik ini dia belum juga menemukan sosok ideal yang tepat untuk menggantikan posisi sekretaris Bella.


"Oh iya, Nona Anna, saya sengaja memesan makanan ini khusus untuk Anda." Kay tersenyum sambil memindahkan piring yang ada di hadapannya ke depan Anna.


"Asisten Kay, bisakah jangan memanggilku seperti itu? Jujur saja, aku merasa kurang nyaman. Kita berdua 'kan adalah teman, jadi seharusnya panggil nama saja. Tidak perlu terlalu formal dengan memanggilku nona."


Kay sungguh terkejut mendengar penuturan yang keluar dari mulut Anna. Dia sungguh tidak percaya gadis itu sudah menghilangkan batas yang telah Anna buat di antara mereka berdua.


"Anda serius, Nona?" tanya Kay ingin memastikan bahwa gadis yang ada di hadapannya itu sedang tidak bercanda.

__ADS_1


"Tentu saja aku serius. Untuk apa juga aku bercanda," jawab Anna, membuat Kay tidak bisa berkata-kata.


Kenapa setelah setengah tahun dia tidak pernah muncul, malah banyak yang berubah? Ada apa dengan Anna Harold sebenarnya? Batin Kay, seketika ingatannya kembali pada kenangan beberapa tahun silam.


Flash back on.


"Lepaskan aku, Asisten Kay!" Anna menghempaskan tangan Kay yang tadinya menahan sebelah lengannya agar gadis itu tidak terjatuh. Padahal Kay hanya ingin membantunya karena gadis itu berjalan sempoyongan gara-gara sedang mabuk. Seperti biasa, setelah pernyataan cintanya ditolak oleh Alex, Anna pasti akan berakhir mabuk-mabukan di bar.


"Anna, kamu sedang mabuk. Biar aku bantu mengantar kamu pulang," kata Kay, tapi tiba-tiba saja Anna menarik kerah kemejanya sambil mendongak menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kamu bilang apa tadi? Anna? Lain kali jangan memanggilku seperti itu, Asisten Kay," protes Anna. "Panggil aku Nona Anna. Nona Anna. No-na Anna," katanya menekankan kata 'Nona Anna' secara berulang-ulang agar pria itu mengerti dan tidak lagi memanggilnya dengan sebutan nama.


"Me-mengerti, Nona Anna."


Setelah Anna melepas kerah kemeja Kay, gadis itu kembali melanjutkan langkahnya dengan  langkah sempoyongan sambil kembali berkata, "Kamu harus ingat Asisten Kay, meski pun kita berteman cukup dekat, tapi kamu harus tahu batasan. Aku ini nona muda dari keluarga Harold, jadi sudah sepantasnya kamu hormat padaku."


"Dan satu lagi- ehe'." Anna sempat cegukan disela ucapannya. "Jangan sampai kamu menyalahartikan kedekatan kita selama ini, dan kamu sampai jatuh cinta padaku. Jangan, jangan sampai hal seperti itu terjadi. Kita hanya teman, tidak lebih. Dan cintaku, hanya untuk Alexander Huang seorang. Mengerti?!"


Deg.


Kay terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya menjawab, "Mengerti Nona. Saya juga cukup tahu diri. Kalau begitu ayo, mari saya antar pulang."


Kay pun memapah Anna menuju mobilnya, dan akhirnya Anna menurut tanpa sedikit pun melakukan perlawanan.


"Aku hanya tidak ingin kamu sakit hati Asisten Kay, karena kamu adalah temanku. Teman terbaikku. Dan mau sampai kapan pun, hatiku hanya untuk Alex seorang, tidak akan ada untuk pria lain. Meski pun Alex terus menolakku hingga ribuan kali, aku tetap tidak akan pernah menyerah untuk mengejarnya," kata Anna lagi sebelum akhirnya gadis itu tidak sadarkan diri.


Pfft. Kay menghela napas setelah memasukkan Anna ke dalam mobilnya.


Flash back off.

__ADS_1


.


"Ah! Pedas sekali! Pedas!" teriakan kecil Anna menyadarkan Kay dari lamunanya.


"Hah? Pedas? Kenapa bisa pedas?" tanya Kay kebingungan, dan dengan cepat menuangkan segelas air untuk Anna. "Minum dulu."


Aneh. Dulu 'kan dia paling suka makan makanan pedas. Kenapa sekarang malah tidak kuat sampai berteriak-teriak karena kepedasan? Batin Kay.


"Ini, untukmu saja. Aku paling tidak kuat makan makanan pedas," kata Anna, lalu mengembalikan piring berisi makanan pedas itu ke depan Kay.


"Kenapa ... sekarang kamu aneh?" tanya Kay dengan ragu-ragu, takut Anna tersinggung.


Deg.


Seketika Anna menghentikan aktifitasnya yang sedang meminum air untuk menghilangkan pedas yang membakar lidahnya. "A-aneh? Aneh kenapa?"


"Iya aneh, dan sepertinya sekarang kamu sudah banyak berubah. Dulu kamu paling suka makanan pedas, kenapa sekarang malah tidak kuat?" Sejenak Kay menjeda ucapannya. "Apa kamu masih ingat, dulu kamu bahkan pernah malam-malam menyuruhku untuk membelikan makan pedas level 10 untukmu?" tambah Kay.


Apa? Makanan pedas level 10? Apa Anak itu sudah gila? Bahkan level 1 pun aku tidak bisa, apalagi level 10. Batin Bella, sedikit terkejut dengan fakta yang baru saja dia ketahui tentang makanan kesukaan Anna Harold yang asli.


"Ah ... itu karena ... dokter bilang aku tidak boleh makan makanan pedas sekarang, karena tidak baik untuk kesehatan lambungku," jelas Anna beralasan, berharap Kay akan percaya begitu saja.


"Oh, jadi seperti itu." Kay mengangguk mengerti. "Aku minta maaf karena tidak tahu. Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi." Kay berkata sambil tersenyum. "Ya sudah, yang tidak pedas ini untukmu saja, yang pedas ini biar aku yang makan."


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...


...Bab berikutnya masih ada yah Bestie😊 Tadinya Otor tanpa sadar mengetik sampai dua ribu kata lebih untuk bab 30 ini😅 tapi setelah Otor pikir-pikir, mending dibagi menjadi 2 bab untuk menambah jumlah view😄 Mohon pengertiannya ya Bestie dan bersabar menunggu bab berikutnya lolos review🙏🏼 Terima kasih banyak untuk pembaca sekalian yang sudah mampir tanpa terkecuali.🙏🏼🙏🏼🙏🏼...

__ADS_1


__ADS_2