
"Sayang, bangun. Bangun, Sayang." Samar-samar Bella mendengar suara Alex memanggilnya, ditambah lagi suaminya itu membangunkannya dengan cara mencium pipinya bertubi-tubi.
"Eh, kamu sudah pulang, Dad." Bella mengerjap-ngerjapkan kedua bola matanya menatap wajah suaminya yang terlihat sangat dekat di atas wajahnya. "Maaf aku ketiduran?"
Alex tersenyum. "Tidak masalah, Sayang. Bangunlah, makanan pesananmu sudah siap. Ayo kita makan malam bersama."
Alex lantas membantu istrinya untuk bangun, kemudian menuntunnya keluar dari kamar menuju meja makan. Keduanya lalu makan malam berdua dengan lahap. Untuk saat ini Bella belum mengingat kalau sekarang misi ketiganya sudah berjalan, jadi dia masih bisa makan dengan lahap dan menghabiskan makanan di piringnya seperti biasa.
Disaat pasangan suami istri itu tengah bersantai di ruang keluarga sambil menonton drama bersama, ponsel AnnaBella tiba-tiba saja berdering, panggilan dari Tuan Harold.
"Iya, Pa," jawab wanita itu.
"Anna."
"Iya, Pa. Ada apa?"
"Papa harap kamu tidak terkejut mendengar kabar ini, Nak," ucap Tuan Harold.
__ADS_1
"Kabar apa, Pa?" tanya wanita itu penasaran.
"David kritis, Anna. Tapi sebelum dia seperti sekarang, dia sempat siuman sebentar dan meminta kamu untuk datang menjenguknya. Katanya kamu satu-satunya yang bisa menyembuhkannya dan membuatnya terbangun."
Deg.
Prak!
Saking terkejutnya, wanita itu langsung menjatuhkan ponsel dari tangannya. Sekarang dia baru ingat kalau dia memiliki misi kehidupan terakhir yang begitu penting dan harus segera dia selesaikan.
Alex yang melihat istrinya nampak shock sambil menjatuhkan ponsel pun segera mengambil ponsel itu dan menjawab panggilan sang ayah mertua.
"David, Alex, David butuh pertolongan dari Anna."
"David siapa, Pa? Tolong katakan dengan jelas." Alex jelas merasa sangat penasaran. Dia sama sekali tidak tahu siapa itu David.
Tuan Harold lantas menceritakan pada menantunya tentang David. Pria paruh baya itu juga mengatakan bahwa sekarang David seperti ini karena dulunya menolong Anna dari kecelakaan.
__ADS_1
Singkat cerita, Alex akhirnya mengantar istrinya ke rumah sakit tempat David di rawat selama hampir 1 setengah tahun terakhir. Di sana kedatangan Anna langsung disambut tangis oleh keluarga David, terutamanya ibu kandung David.
"Tolong anak Tante, Anna. Tolong David. Katanya hanya kamu yang bisa menolongnya. Bukankah dulunya kalian berdua juga sangat dekat." Ibu David memohon sambil menangis dan memeluk wanita itu.
"Tenang, Tante. Saya pasti akan menolong David," kata AnnaBella, sambil berusaha menenangkan wanita paruh baya tersebut.
"Hey, perempuan tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kamu baru kembali muncul setelah sekian lama! Apa kamu lupa?! Adikku bisa seperti ini gara-gara kamu! Dia rela membahayakan nyawanya demi cintanya padamu! Tapi lihat, bagaimana caramu membalasnya! Bukannya menunggunya kembali sadar lalu menikah dengannya, kamu malah sudah menikah dengan pria lain dan bahkan sudah hamil! Sementara adikku, dia masih terbaring tak berdaya di dalam sana karena ulahmu! Sebenarnya kamu ini punya hati nurani atau tidak sih, hah?!" Kakak perempuan David, Davidya, berkata dengan penuh emosi. Mengingat penderitaan sang adik selama hampir 1 setengah tahun terakhir benar-benar membuat hatinya teriris-iris. Apalagi di matanya pengorbanan sang adik tidak begitu berharga di mata seorang Anna Harold. Tidak tahu saja dia bahwa sebenarnya Anna Harold yang asli sudah lama tiada, yang berdiri di hadapannya saat ini hanyalah raga Anna namun diisi oleh jiwa orang lain.
Bella hanya tertunduk penuh penyesalan. Sungguh dia tidak tahu menahu mengenai hal ini. "Saya benar-benar minta maaf."
"Sudah, sudah. Tidak baik melimpahkan semua kesalahan dan menyalahkan Anna dalam kondisi ini. David bisa seperti ini itu semua sudah diatur oleh takdir." Nyonya Merry, ibunya David, yang masih bisa berpikiran jernih pun berusaha membela Anna dari tuduhan putrinya.
AnnaBella menyentuh bahu wanita paruh baya tersebut. "Tante, apa saya boleh melihat David?"
"Tentu, tentu saja. David pasti sangat senang kalau kamu datang menjenguknya. Tante harap dia bisa segera terbangun begitu kamu mengajaknya berbicara." Nyonya Merry memaksakan diri untuk tersenyum meskipun dalam hati dia sebenarnya sangat sedih karena kondisi putranya yang tiba-tiba drop setelah sempat siuman sebentar.
Usai mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) dari ujung kepala hingga ujung kaki, AnnaBella pun masuk ke dalam ruang perawatan David ditemani oleh ibunda pria itu.
__ADS_1
Hati Bella begitu sedih melihat kondisi pria yang terbaring lemah tak berdaya itu yang begitu memprihatinkan. Banyak sekali alat medis yang menempel di tubuhnya untuk membantunya agar tetap bisa bertahan hidup.
Sebenarnya ada satu hal yang membuat Bella penasaran, yaitu wajah David. Setiap kali ingatan masa lalu Anna tentang David muncul di otaknya, wajah pria itu langsung blur. Entah mengapa, Bella pun tak tahu penyebabnya. Namun, begitu dirinya mendekat dan bisa melihat wajah David dari jarak dekat, jantungnya seketika berdetak tidak karuan, karena rupanya David adalah ... 'Dewa Harapan?'