Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 72 - Misi Ketiga Atau Misi Terakhir


__ADS_3

1 Bulan kemudian.


Hari ini adalah hari pernikahan AnnaBella dan Alex. Sesuai dengan permintaan Anna dalam mimpi waktu itu, Bella benar-benar tidak ada lagi niat untuk membongkar identitasnya di hadapan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya. Pertunangan dan pernikahan mereka memang diadakan cukup cepat, semua itu tentu saja sesuai dengan keinginan Alexander Huang.


Sementara itu, dibalik kebahagiaan keduanya, ada hati yang terluka teramat parah. Pria yang tidak lain adalah asisten Kay tersebut hanya bisa menatap nanar wanita pujaannya bersanding di atas pelaminan bersama pria lain. Tidak kuat lagi melihat pemandangan yang ada di atas sana, Kay lantas segera meninggalkan tempat resepsi yang digelar saat malam hari tersebut.


Kay melajukan mobilnya menuju sebuah club malam. Saat ini pria itu hanya ingin mabuk-mabukan saja agar bisa segera melupakan segala rasa sedih dan sakit hatinya karena patah hati.


*


*


*Note : Karena novel ini hiatus terlalu lama, kita lompat ke beberapa bulan ke depan aja ya, akak Otor pikir, tidak perlu membuat bab tentang kisah romantisme sepasang pengantin baru yang tengah dimabuk cinta itu, kita langkahi saja hingga beberapa bulan ke depan tepatnya saat misi kehidupan ketiga AnnaBella launching😅 Janji jangan demo ya😅 Ini akak Otor lakukan agar novelnya bisa secepatnya ditamatkan.


.


.


.


Beberapa bulan kemudian.


"Nanti kamu mau makan apa, Sayang? Biar aku belikan setelah pulang kantor." Alex bertanya pada istrinya yang saat ini tengah hamil 5 bulan. Saat ini keduanya tengah berkomunikasi lewat sambungan telepon video karena Alex masih ada di kantor sementara AnnaBella sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah karena kehamilan anak pertama mereka.


Wanita itu terdiam memikirkan jawaban untuk pertanyaan sang suami. "Mm ... aku mau makan chicken steak saus enoki sama ... ayam lada hitam, Dad."

__ADS_1


Alex tersenyum. Nafsu makan istrinya itu memang sangat baik semenjak hamil. "Baiklah, Sayang, aku akan membeli makanan sesuai menu yang kamu pesan. Kalau begitu sudah dulu ya, aku masih ada pekerjaan."


Setelah sambungan telepon keduanya berakhir, AnnaBella tiba-tiba merasa ingin buang air kecil. Namun, wanita hamil itu seketika dikejutkan dengan kemunculan sosok Dewa Harapan yang muncul begitu saja dan menghadang langkahnya.


"Akh!" Wanita itu memekik karena terkejut. "Dewa, lagi-lagi kamu muncul tiba-tiba dan mengejutkanku." Wanita itu langsung bersandar di dinding tembok sambil memegangi dadanya yang berdetak lebih cepat.


Dewa Harapan dan Bella terdiam selama beberapa saat. Barulah Dewa Harapan angkat bicara setelah melihat wanita itu lebih tenang.


"Aku cukup senang melihatmu seperti sekarang ini," mata Dewa Harapan tertuju pada perut buncit wanita itu, "sepertinya pernikahan kalian sangat bahagia."


Bella tersenyum sambil mengusap perutnya. "Terima kasih."


"Oh iya, apa kamu ingat hari ini hari apa?" tanya Dewa Harapan sembari berjalan mengitari Bella.


Bella mengerutkan keningnya agak bingung. "Memangnya hari ini hari apa?"


"Batas waktu misi kehidupan keduamu sudah hampir habis, persiapan dirimu untuk misi kehidupanmu berikutnya."


Deg.


'Misi kehidupan terakhir?' Batin Bella seraya sontak memegangi perutnya. Hatinya mulai diselimuti perasaan cemas, khawatir, dan takut, semoga saja misi kehidupan terakhirnya ini tidak membawa dampak membahayakan bagi calon buah hatinya nanti.


"A-apa misi kehidupanku yang terakhir?" Bella bertanya dengan gugup. Dengan harap-harap cemas dia berharap misinya kali ini bisa dia selesaikan dengan cepat dan mudah.


"Waktumu tidak banyak," kata Dewa Harapan yang membuat jantung wanita itu semakin berdetak tidak karuan.

__ADS_1


"Mak-sudnya?" Bella bertanya dengan suara agak gemetar. Sejujurnya saat ini tidak ada yang dia khawatirkan selain kondisi bayi dalam perut. Semoga saja bayinya bisa selamat hingga nanti terlahir ke dunia.


"Iya, waktu misi kehidupan ketigamu tidak banyak, kamu harus menyelesaikannya dalam kurun waktu 3 hari, atau sekitar 72 jam."


"Apa?! Tiga hari? Kenapa waktunya begitu singkat?" tanya Bella begitu terkejut. Wanita hamil itu nampak semakin khawatir dengan waktu pencapaian misinya.


"Karena misi kehidupanmu kali ini adalah menyelamatkan hidup seseorang."


"Menyelamatkan hidup seseorang? Siapa orangnya?" tanya wanita itu penasaran.


"Seseorang yang dulunya sangat dekat dengan Anna Harold. Lebih tepatnya seorang pria yang cintanya bertepuk sebelah tangan kepada Anna Harold. Namanya David. Dulu David sangat mencintai Anna melebihi apa pun, tapi sayangnya Anna hanya menganggapnya sebagai kakak, tidak lebih."


"David." Bella jadi penasaran, sebenarnya seperti apa sosok pria bernama David tersebut. "Dewa, memangnya pria bernama David itu kenapa? Kenapa aku harus menyelamatkan hidupnya?"


"Saat ini David sedang terbaring kritis di rumah sakit, dan dia seperti itu karena dulunya dia menyelamatkan nyawa Anna." Dewa Harapan lantas menceritakan pada Bella bahwa dulunya nyonya Irene dan Carissa pernah berniat ingin melenyapkan Anna dengan cara membayar seseorang untuk menabraknya, tapi disaat rencana itu terjadi, David tiba-tiba datang mendorong Anna dan pada akhirnya dialah yang celaka, hingga detik ini pria itu masih belum sadar juga.


"Kasihan sekali." Bella benar-benar tersentuh dengan pengorbanan David terhadap Anna.


"Baiklah, seperti biasa, data David beserta memori saat Anna Harold bersamanya bisa kamu ketahui dengan membacanya di smartphone milikmu. Juga, aku akan mengembalikan sedikit ingatan masa lalu Anna Harold saat bersama dengan David. Bersiaplah, karena sebentar lagi waktumu akan kembali direset menjadi nol. Untuk meminimalisir masalah, kamu carilah tempat yang aman dan nyaman, karena memori ingatan yang akan kembali terputar bisa saja membuatmu kehilangan kesadaran."


Bella mengangguk mengerti, karena hal seperti itu pernah terjadi sebelumnya. Usai menyelesaikan urusannya di dalam kamar mandi, dia lantas segera berbaring di atas tempat tidur, hal ini dia lakukan untuk berjaga-jaga apabila dia sampai kehilangan kesadarannya nanti, Alex akan mengira bahwa dirinya hanya tertidur.


"Waktumu sisa 10 detik lagi. Bersiaplah untuk misi kehidupanmu yang terakhir," kata Dewa Harapan.


AnnaBella menarik napasnya dalam-dalam. Demi seseorang yang pernah menyelamatkan hidup Anna Harold, demi calon buah hatinya, demi suaminya, dan demi keluarganya, dia harus yakin bisa berhasil pada misi terakhir ini, meski pun waktunya sangatlah singkat. Karena apabila dia gagal, maka konsekuensinya adalah dia hanya bisa bertahan hidup selama 7 tahun ke depan. Sebagai calon ibu, tentu dia ingin melihat anaknya hingga tumbuh dewasa kelak dan memiliki keluarganya sendiri, kemudian mendapatkan cucu-cucu yang lucu-lucu.

__ADS_1


Misi ketiga AnnaBella akhirnya dimulai. Tangan Dewa Harapan pun kemudian bergerak menyentuh kepalanya mengembalikan ingatan tentang masa lalu Anna dan David.


"Argh!" Wanita itu mulai memekik kesakitan saat memori ingatan Anna dia dapatkan kembali, kepalanya rasanya mau pecah, hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.


__ADS_2