
Carissa mengangguk, lalu melakukan seperti yang dikatakan oleh Alex. Momen ini sungguh sangat mendebarkan bagi Carissa, entah hadiah kejutan spesial apa yang akan diberikan oleh Alex untuknya. Dia sungguh sudah tidak sabar. Saking senang dan bahagianya, Carissa sampai tidak bisa menahan diri untuk tidak berhenti tersenyum.
Sejenak Kay dan Anna saling menatap, seolah saling memberi isyarat, kira-kira kejutan apa yang akan diberikan oleh pria kutub itu pada tunangannya. Kay sangat berharap bahwa Anna tidak akan cemburu dan sakit hati saat melihat pemandangan di hadapan mereka nantinya.
Alex apa-apaan? Apa dia sadar, kemesraannya itu pasti akan melukai perasaan Anna? Kenapa mereka berdua sepertinya memang sengaja memamerkan kemesraan? Dan juga, Alex yang biasanya dingin dan tidak peduli pada nona Carissa, kenapa malam ini dia mendadak berubah menjadi pria yang penuh perhatian dan penuh dengan keromantisan? Meski pun ini sedikit aneh, tapi aku belum begitu yakin Alex sudah move on dari mendiang sekretaris Bella. Batin Kay.
Kay langsung menggenggam tangan Anna begitu melihat Alex mengeluarkan kotak perhiasan dari saku jasnya. Tepat seperti dugaannya, Alex ingin memberikan kejutan romantis untuk Carissa.
"Boleh aku tutup matamu?" bisik Kay. Lagi-lagi dia tidak rela Anna sakit hati karena menyaksikan pemandangan di hadapan mereka.
Anna menggeleng sembari menurunkan tangan Kay yang entah sejak kapan sudah berada tepat di depan wajahnya.
"Aku tidak apa-apa, Kay. Tenang saja." Anna balas berbisik sambil tersenyum.
"An, jangan menyembunyikan kesedihanmu dariku. Kalau kamu tidak sanggup melihatnya, bilang saja, aku pasti akan langsung membawamu pergi dari sini," bisik Kay lagi, sambil menatap gadis itu dengan tatapan sendu.
"Kay, aku serius. Aku benar-benar tidak apa-apa," balas Anna mencoba meyakinkan pria itu.
Kay menghembuskan napasnya dengan kasar. Meski pun Anna berkata tidak apa-apa, tapi dia tetap saja mengkhawatirkan gadis itu. Bagaimana nanti kalau sepulang dari tempat ini, Anna akan diam-diam menangis sendirian di apartemennya karena sakit hati dan cemburu.
Sementara itu, Alex mulai mengeluarkan sebuah kalung berlian dari kotak perhiasannya. Sebelum dia memakaikan kalung itu pada Carissa, terlebih dahulu di menyuruh wanita itu untuk membuka matanya. Begitu Carissa membuka mata, dia langsung menutup mulutnya dengan tangan karena dia tidak menyangka bahwa hadiah kejutan yang Alex maksud adalah memberinya sebuah kalung berlian yang sangat cantik.
"Wah, cantik sekali." Carissa terseyum sambil mendongak menatap Alex.
"Kamu suka?" tanya Alex, yang langsung dijawab anggukkan oleh Carissa.
Aku tidak menyangka, pria dingin berwajah datar yang selama ini aku kenal ternyata bisa juga seromantis ini. Batin Carissa.
Selesai Alex memasang kalung itu di lehernya, Carissa langsung berdiri dari tempat duduknya lalu memeluk Alex dengan erat.
"Terima kasih, Sayang. Aku benar-benar sangat menyukai hadiahnya." Carissa memeluk Alex dengan sangat erat, sementara itu Alex balas melakukan hal yang sama sambil sekilas menatap wajah Anna. Namun lagi-lagi dia harus merasakan kekecewaan karena ekspresi Anna nampak biasa saja. Sedikit pun tidak ada raut cemburu dan terluka yang terlukis di wajah gadis itu.
Ck, menyebalkan sekali. Kenapa dia masih terlihat biasa-biasa saja? Apa dia sama sekali tidak cemburu melihat kemesraan dan keromantisanku dengan Carissa. Batin Alex.
__ADS_1
Sepertinya hubungan presdir Huang dengan nona Carissa cukup baik. Mereka berdua nampaknya sangat saling mencintai. Presdir Huang yang selama ini aku ketahui sebagai pria dingin yang tak tersentuh bahkan menjadikan hadiah perhiasan dari tuan Aarav sebagai kejutan yang sangat romantis. Batin Bella.
Bagaimana bisa dia menampakkan wajah cemburu seperti yang dipikirkan oleh orang lain, Bella bahkan tidak memiliki perasaan spesial terhadap atasannya tersebut. Jika saja jiwa yang ada di dalam tubuh Anna adalah jiwa Anna yang asli, sudah pasti gadis itu akan langsung pergi dari sana tanpa perlu menyaksikan semua kemesraan dan keromantisan yang sengaja dipamerkan oleh Alex dan Carissa.
Menyaksikan kemesraan antara Alex dan Carissa, Bella semakin yakin bahwa dia akan kesulitan untuk menyelesaikan misi keduanya nanti.
.
.
Setengah jam kemudian.
Sejak 5 menit yang lalu Anna dan Kay sudah meninggalkan unit Carissa. Sementara itu, setelah kedua tamunya meninggalkan kediamannya, Carissa langsung menarik Alex untuk kembali masuk ke dalam kamarnya. Jika tadi menaikkan ritsleting dia jadikan sebagai alasan, sekarang dia malah meminta Alex untuk membantunya menurunkan ritsleting gaunnya.
"Apa yang kamu lakukan?" Alex cukup terkejut begitu dia baru saja membantu Carissa menurunkan ritsleting gaunnya, gadis itu malah menanggalkan pakaiannya sendiri di hadapan Alex. Kini yang melekat di tubuh putihnya yang mulus hanyalah sebuah pakaian yang menyerupai jaring-jaring. Sepertinya Carissa memang sudah menyiapkan segalanya dengan sangat matang hingga baju haram itu memang sudah dia kenakan sebelum mengenakan gaunnya.
Carissa terseyum genit di hadapan Alex. "Kamu masih bertanya apa yang aku lakukan? Tentu saja aku ingin mengajakmu menghabiskan malam kita dengan besenang-senang."
Sementara itu, Alex yang mulai diperlakukan sedemikian rupa oleh wanita itu hanya diam saja. Dia membiarkan Carissa melakukan sesukanya atas dirinya.
"Lex, bagaimana kalau kita menikah secepatnya? Aku sudah tidak sabar," kata Carissa seraya menggerakkan tangan Alex untuk menyusuri setiap lekuk-lekuk tubuhnya. Sesekali wanita itu juga mend3s4h tidak jelas padahal sedari tadi Alex hanya diam saja seperti patung bernyawa.
Merasa tidak cukup hanya dengan menggerakkan tangan Alex kesana kemari, Carissa mulai beralih pada bibir sensual milik pria tersebut. Bibir yang sejak dulu selalu membuatnya tergoda, tapi baru kali ini dia berhasil menyentuhnya menggunakan bibirnya sendiri.
Sementara Carissa mulai melakukan hal sesukanya atas dirinya, Alex justru malah sibuk memikirkan wanita lain. Dia merasa sangat heran, kenapa sekretaris Anna tidak cemburu sama sekali. Padahal, dia sudah melakukan banyak hal bersama Carissa di depannya. Apa Anna benar-benar sudah merelakan dirinya untuk bersama dengan Carissa? Entah mengapa memikirkan hal itu Alex justru tidak rela. Padahal, sebelumnya dia bahkan berpikir akan terjadi perang dunia ketiga ketika kedua wanita yang dulunya memperebutkannya itu bertemu. Namun nyatanya semua tidak seperti yang Alex harapkan. Berbeda dari Carissa yang terlihat emosi, Anna justru malah diam saja dan tetap bersikap tenang.
Astaga, ada apa denganku? Kenapa juga aku harus melakukan hal konyol hanya karena ingin membuatnya cemburu? Dia itu bukan Bella, hanya mirip, tapi kenapa dia bisa mempengaruhiku dan membuatku tidak terkendali. Batin Alex.
Sementara itu, merasa sudah cukup memancing gair4h Alex dengan berbagai pemanasan yang dia berikan, Carissa pun mulai beringsut turun dari atas tubuh prianya lalu tangannya hendak membuka belt yang melingkar di pinggang Alex.
Sadar dengan apa yang dilakukan oleh Carissa sudah berlebihan, Alex pun segera menahan tangan wanita itu untuk tidak melihat area paling pribadi miliknya. Dengan cepat Alex langsung bangkit dari posisinya.
"Kenapa?" tanya Carissa heran sekaligus kecewa. Rencananya untuk bersenang-senang dengan Alex malam ini sepertinya akan gagal total. Pria yang tadinya diam saja dengan semua perlakuannya kenapa sekarang malah menunjukkan reaksi penolakan.
__ADS_1
"Aku benar-benar minta maaf, Carissa, tapi sepertinya pernikahan kita harus ditunda hingga waktu yang tak bisa ditentukan," kata Alex, sambil merapikan kembali penampilannya.
"Maksud kamu apa, Lex? Apa alasannya sehingga pernikahan kita harus ditunda lagi?" Kini Carissa sudah ikut bangkit dan berdiri tepat di belakang prianya.
"Aku hanya tidak yakin bisa membahagiakan dan menyenangkan kamu nantinya," jawabnya.
"Maksudnya?" Carissa masih saja belum mengerti.
"Apa kamu masih belum mengerti juga? Apa aku harus menjelaskannya secara detail?" balas Alex.
"Sebenarnya apa maksud kamu, Lex? Aku benar-benar tidak mengerti?"
Alex mendengus kesal. "Carissa, kamu ini tidak tahu atau memang sedang berpura-pura tidak tahu? Apa kamu tadi tidak merasakan, bahkan Mr. Max ku pun sama sekali tidak bereaksi saat kamu menyentuhku dengan sedemikian rupa. Lalu apa yang bisa aku gunakan untuk menyenangkanmu dan membuat kamu puas?"
Mendengar penuturan Alex, wajah Carissa langsung pias, lututnya juga seketika langsung lemas, hingga rasanya tidak sanggup untuk menopang bobot tubuhnya sendiri dan membuatnya jatuh terduduk di lantai. Dia tentu saja mengerti arah pembicaraan pria itu. Dan dia sungguh merasa shock, malu, sekaligus terhina setelah mengetahui bahwa ternyata Alex sama sekali tidak memiliki ketertarikan sek*ual terhadapnya.
"Maaf. Aku harus kembali ke apartemenku. Selamat malam," ucap Alex sebelum akhirnya pria itu meninggalkan kediaman milik Carissa.
Melihat Alex kembali berubah dingin dan pergi begitu saja tanpa sedikit pun menoleh ke arahnya, membuat Carissa bertanya-tanya dengan semua perlakuan mesra dan romantis yang pria itu lakukan padanya malam ini. Kalau Alex sedikit pun tidak tertarik padanya, lalu untuk apa Alex melakukan semua hal yang bisa membuat hatinya melambung tinggi, tapi ujung-ujungnya malah menjatuhkan harga dirinya hingga terhempas sejatuh-jatuhnya.
"Argh!!"
Prang!
Bruak!
Carissa mengamuk di dalam kamar, melempar barang apa pun yang bisa dia raih. Dia sungguh merasa malu dan terhina karena tidak mampu membangunkan Mr. Max dari tidur panjangnya😅 Padahal dia sudah menyiapkan semuanya dengan sangat maksimal.
B e r s a m b u n g ...
...________________________________________...
...Sudah 2 bab ya Bestie😄 1 Bab untuk menutupi setoran yang kemarin😂 Otor mau siap-siap dulu otw kondangan😅...
__ADS_1