Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 71 - Permintaan Anna Harold


__ADS_3

Bella terdiam memikirkan pertanyaan Dewa Harapan. Yang ada di otaknya saat ini hanyalah jumlah waktu 6 bulan 23 hari, merupakan waktu yang tidak sebentar. Jika dia mengorbankan waktu 6 bulannya untuk menyatakan pada Alex bahwa sebenarnya dia adalah Bella yang hidup untuk kedua kalinya di dalam tubuh Anna, maka waktu yang tersisa sebelum misi ketiganya keluar adalah 23 hari, tapi mengingat Alex saat ini sedang merencanakan acara pertunangan kemudian acara pernikahan untuk mereka berdua membuat Bella berpikir keras, bagaimana jika seandainya waktu 23 hari itu tidak cukup untuk dirinya berbahagia dengan Alex, dan bagaimana jika misi ketiga atau misi terakhirnya cukup sulit dan dia tidak berhasil menyelesaikannya nanti? Apa yang harus dia lakukan.


"Mm ... Dewa, sepertinya aku butuh waktu untuk memikirkan hal ini," ucap Bella kemudian.


"Baiklah, itu terserah kamu," balas Dewa Harapan kemudian menoleh menatap wanita itu yang nampak kembali terdiam selama beberapa saat. "Oh iya, sama seperti sebelumnya, karena kamu berhasil menyelesaikan misi keduamu, maka kamu kembali mendapatkan satu hak istimewa untuk yang kedua kalinya, jadi total hak istimewamu sekarang ada dua. Apa kamu tidak berniat untuk memakainya ataukah kamu masih mau menyimpannya untuk jaga-jaga pada misi berikutnya, karena siapa tahu kamu mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuan secara mendesak nantinya."


Bella masih saja terdiam selama beberapa saat.


"Mm ... Dewa, apakah aku bebas meminta apa pun dengan hak istimewa itu?" tanya Bella ingin memastikan.


"Ya, Tentu saja. Kecuali, kamu tidak boleh meminta untuk menuntaskan misi ketigamu tanpa melakukan apa pun, atau bahkan meminta untuk menghilangkannya. Kamu tahu, kamu mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali di tubuh Anna Harold bukan tanpa sebab, melainkan dengan tujuan tertentu. Mengerti?"


Bella kembali terdiam sambil menunduk.


"Mm, Dewa, sepertinya aku masih harus memikirkan semuanya dengan baik. Aku hanya tidak ingin gegabah dan terburu-buru dalam mengambil keputusan tanpa memikirkan matang-matang apa akibat yang akan ditimbulkan nanti jika aku sampai salah mengambil langkah."


"Baiklah, aku bisa mengerti. Panggil aku kapan pun kamu membutuhkan sesuatu," ucap Dewa Harapan.


Melihat Dewa Harapan yang seperti ingin pergi, Bella pun buru-buru mencegahnya.


"Tunggu sebentar, Dewa, masih ada yang ingin aku tanyakan padamu," ucap Bella ketika kembali mengingat foto yang dia temukan tadi, tapi dengan gerakan cepat telapak tangan Dewa Harapan langsung mengusap wajah Bella hingga wanita itu jatuh tak sadarkan diri di atas lantai. Hanya dalam sekejap tubuh wanita itu sudah berpindah ke tempat tidur, dengan kekuatan yang dimiliki oleh Dewa Harapan, dia tidak perlu repot-repot menggendong wanita itu untuk memindahkannya ke tempat tidur.


"Tidurlah. Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan padaku, karena aku bisa membaca isi pikiranmu," ucap Dewa Harapan sambil menatap AnnaBella yang sudah terlelap karena ulahnya. Bukan hanya sekedar membuat wanita itu kehilangan kesadaran, melainkan dia juga menghapus sedikit ingatan tidak perlu yang ada di dalam memori ingatan Bella.


.

__ADS_1


.


"Kak Bella! Kak Bella! Tunggu!"


Suara panggilan seorang gadis tiba-tiba saja mengejutkan Bella. Wanita itu lantas mengedarkan pandangannya ke sekeliling dengan kebingungan.


"Dimana ini?" gumam Bella semakin kebingungan. Pasalnya, saat ini dia tengah berada di sebuah tempat bernuansa serba putih yang tak tahu ujungnya dimana.


"Kak Bella, aku ada di sini. Di belakangmu." Suara familiar itu kembali terdengar. Sontak Bella memutar badan dan dia langsung mendapati sesosok gadis cantik berambut panjang berwajah ceria yang kini berdiri di hadapannya sambil tersenyum lebar memamerkan deretan gigi-giginya yang putih bersih dan rapi.


"A-Anna?"


Melihat sosok wanita cantik yang sudah hampir satu tahun ini dia gunakan tubuh dan identitasnya, sontak Bella menyentuh kedua pipinya kemudian memeriksa kedua tangan beserta anggota tubuhnya yang lain. Ya, sekarang dia sudah kembali ke wujudnya semula, tapi bagaimana bisa? Apa mungkin sekarang dia sedang bermimpi, atau mungkin ini memang nyata?


"Terima kasih, Kak Bella. Terima kasih sudah membuat Alex jatuh cinta padaku, dan terima kasih juga sudah membantuku mewujudkan keinginan terbesarku sebelum aku pergi. Sekarang papa sudah mengakuiku dan sudah tahu semua kebenarannya." Anna yang asli menggenggam kedua tangan Bella sambil tersenyum.


Melihat Anna tersenyum, seketika kekhawatiran yang ada di dalam hati Bella lenyap begitu saja, nyatanya dia terlalu berpikir berlebihan.


Bella balas tersenyum. "Seharusnya aku yang berterima kasih, jika bukan karena tubuhmu, mungkin aku tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk hidup yang kedua kalinya."


"Sama-sama, Kak Bella. Kita berdua sebenarnya sama-sama diuntungkan dalam hal ini," ucap Anna. "Namun Kak Bella, apakah aku bisa meminta satu permintaan padamu agar aku bisa pergi dengan tenang?" tanya Anna kemudian.


"Apa itu?" tanya Bella penasaran.


"Bisakah Kak Bella tidak membiarkan Alex tahu siapa identitas Kak Bella yang sebenarnya. Aku mohon dengan sangat, Kak, biarkan Alex tetap mencintai Kak Bella seperti sekarang ini sebagai aku, sebagai Anna. Aku tahu, ini mungkin berat untuk Kak Bella, tapi aku mohon, ini satu-satunya cara agar aku bisa pergi dengan tenang dan damai," pinta Anna dengan wajah memelas dan penuh harap.

__ADS_1


Bella terdiam selama beberapa saat memikirkan permintaan Anna. Dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia pun sangat menginginkan Alex mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya, tapi mendengar permintaan pemilik tubuh dan identitas yang selama ini dia gunakan, sepertinya Bella tidak boleh egois. Tetap membiarkan Alex tidak mengetahui semuanya sepertinya merupakan kompensasi untuk Anna agar gadis itu bisa pergi ke surga dengan tenang.


Bella kemudian tersenyum. "Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan Alex tahu yang sebenarnya. Dan karena sekarang kita adalah dua orang yang menjadi satu, Alex tidak hanya akan mencintai aku atau pun kamu, tapi dia akan mencintai kita berdua."


Mendengar penuturan Bella, sontak Anna langsung memeluk wanita yang lebih tua darinya tersebut. "Terima kasih banyak, Kak Bella, terima kasih."


"Sama-sama."


"Oh iya, Kak, aku masih punya satu lagi permintaan pada Kak Bella," ucap Anna setelah melerai pelukan mereka berdua.


"Apa itu?" tanya Bella penasaran.


"Tolong jaga papa baik-baik, Kak, sayangi papa seperti Kak Bella menyayangi orang tua Kak Bella sendiri, sekarang ini yang papa punya di dunia ini hanya Kak Bella, tidak ada lagi yang lain," pesan Anna dengan mata berkaca-kaca.


Bella tersenyum. "Jangan khawatir, aku pasti akan menjaga papa kita."


Tiba-tiba saja sebuah cahaya putih menyilaukan mata muncul di belakang Anna. Bella yang melihat hal itu langsung menutupi matanya dengan tangan.


"Sekali lagi terima kasih banyak Kak Bella, aku pergi dulu. Jaga diri Kak Bella baik-baik," pesan Anna sebelum akhirnya tubuh gadis itu menghilang bak ditelan oleh cahaya menyilaukan tadi. Bella yang menyaksikan hal tersebut tentu saja merasa panik.


"Anna!"


Bella tiba-tiba saja terbangun dalam posisi duduk dari tidurnya. Tangannya terulur ke depan ketika melihat Anna pamit padanya dalam mimpi.


"Astaga. Ternyata hanya mimpi." Bella mengusap wajahnya. "Tapi entah mengapa mimpi tadi rasanya begitu nyata," gumam Bella kemudian. Dia bisa mengingat dengan jelas apa yang dia dan Anna bicarakan tadi mengenai beberapa permintaan gadis itu sebelum pergi dan bersambung.🤣🤧

__ADS_1


__ADS_2