Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 68 - Misi Kedua Tuntas


__ADS_3

...Oke Bestie, terima kasih so much ya buat yang udah mampir di lapaknya Babang Mahend dan Naura💋 Karena sekarang sudah bertambah subscribers 10 orang lagi, maka sebagai hadiahnya akak Otor kembali update bab baru untuk cerita Babang Alex dan AnnaBella🥰 Eh, btw hari ini udah upload 3 bab yes, hampir 5rb kata loh dalam sehari🤭...


.......


.......


Wanita paruh baya itu mendorong dada Alex dengan sekuat tenaga sampai Alex hampir jatuh terhuyung. Untung saja ada Kay yang dengan sigap menahannya dari belakang.


Mata Nyonya Irene sudah memerah, dadanya juga sudah kembang kempis saking emosinya. Wanita paruh baya itu menatap Alex dengan tatapan benci yang teramat sangat. Andai saja dia bisa melenyapkan Alex sekarang juga, sudah pasti dia langsung melenyapkan pria kurang ajar itu. Sebenarnya apa masalah Alex sehingga dia berani-beraninya mencampuri urusannya dan ingin membongkar rahasia yang sudah dia simpan dengan rapat selama hampir 30 tahun lamanya.


"Kay, pasang proyektornya sekarang juga," titah Alex pada asistennya itu setelah memperbaiki kembali posisi berdirinya.


"Baik," ucap Kay.


Seperti yang diperintahkan oleh Alex, asisten Kay langsung menyambungkan laptop dan proyektor yang sudah dia letakkan di atas meja makan setelah menyuruh beberapa orang pelayan untuk menggeser menu makan malam yang bahkan belum mereka sentuh.


Carissa yang ketakutan melihat apa yang sedang dilakukan oleh Kay pun langsung menghampiri Alex.


"Lex, Alex, apa yang akan kalian lakukan? Tolong jangan seperti ini," pinta Carissa seraya berusaha menyentuh tangan pria itu tapi dengan cepat Alex menghindar dan berjalan menghampiri Anna yang sejak tadi hanya diam menyaksikan tontonan yang mereka buat.


"Sayang, kenapa kamu diam saja?" tanya Alex ketika sudah merangkul bahu Anna.


AnnaBella tersenyum. "Untuk sementara aku diam dulu menyaksikan kehebatan seorang Alexander Huang membongkar kasus kejahatan," jawabnya lalu tertawa kecil.


"Kalau aku berhasil, kamu harus berjanji memberiku hadiah yang besar setelah ini," bisik Alex lalu melepaskan rangkulannya dari wanita itu.


Hadiah besar apa yang dia maksud? Batin Bella. Baru saja dia ingin bertanya, tapi Alex sudah terlanjur berjalan menghampiri asisten Kay.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian. Sebuah cahaya putih mulai terpancar dari proyektor dan mengenai dinding tembok, tidak berselang lama, sebuah rekaman CCTV mulai menampakkan gambar Carissa saat memberikan selembar cek pada Pak Ben di parkiran apartemen waktu itu. Bukan hanya itu, masih banyak bukti-bukti foto dan rekaman CCTV lainnya di tempat yang berbeda, beserta foto lama pak Ben dan Nyonya Irene di masa lalu yang terlihat ganjal. Entah dari mana Alex bisa mendapatkan foto yang usianya puluhan tahun tersebut.


"Apa maksudnya ini?" tanya Tuan Harold yang masih belum mengerti, sebab rekaman CCTV itu tidak memiliki suara sama sekali, hanya gambar saja. Pria paruh baya itu lantas menatap istri dan anaknya meminta penjelasan, tapi keduanya malah saling menunduk sambil berpegangan tangan berusaha untuk saling menguatkan apa pun yang terjadi ke depannya.


Bukannya menjawab pertanyaan Tuan Harold, Alex malah memberi kode pada Kay. Tidak lama kemudian, sebuah rekaman suara mulai diputar oleh Kay. Dari suara rekaman itu terdengar sangat jelas suara Nyonya Irene dan Pak Ben sedang berbicara di telepon.


'Aku tahu Carissa itu memang darah dagingmu, Ben, tapi aku tidak akan membiarkan putriku mendonorkan satu ginjalnya untukmu.' Suara Nyonya Irene dalam rekaman itu.


'Aku tahu, Irene, aku juga tidak ingin putri kita hidup menderita karena aku. Aku hanya berkata, satu-satunya pendonor yang cocok untukku hanya Carissa, tapi meski pun Carissa mau melalukannya, aku juga tidak mungkin membiarkan putriku melakukan pengorbanan besar semacam itu untukku.' Kali ini suara Pak Ben yang terdengar.


Usai mendengar percakapan singkat itu, Tuan Harold langsung melempar tatapan tajam penuh amarah pada kedua wanita licik itu. Tuan Harold sangat geram, ternyata selama puluhan tahun dirinya telah dibohongi dan ditipu oleh kedua wanita ular itu. Rupanya putri yang selama ini sudah dia besarkan dengan penuh kasih sayang bukanlah darah dagingnya. Tuan Harold benar-benar sangat kecewa berat mengetahui fakta tersebut.


"Pa, jangan percaya, Pa. Itu semua bohong, hanya rekayasa," kata Nyonya Irene seraya berlutut memeluk paha Tuan Harold, begitu juga dengan Carissa.


"Pa, mereka semua bekerja sama memfitnah aku dan Mama. Tolong jangan percaya bukti palsu yang mereka tunjukkan, Pa." Kali ini Carissa yang berusaha membujuk Tuan Harold.


"Tenang dulu, Tuan Harold, karena saya masih harus membongkar satu lagi kejahatan mereka," ucap Alex sambil tersenyum penuh arti.


"Kay," imbuhnya kembali memberikan titah pada Kay, dan asistennya itu pun menanggapi ucapan Alex dengan anggukan.


Melihat beberapa foto Carissa tidur dengan beberapa orang pria yang berbeda, seketika membuat dada Nyonya Irene seperti ditimpa beban berat. Belum reda rasa terkejutnya karena rahasia besarnya terbongkar, kini wanita itu harus dikejutkan oleh bukti kebenaran foto rekayasa yang dulu sempat diedit dan digantikan oleh wajah Anna.


'Mama tenang saja, aku sudah menemukan cara untuk menyingkirkan Anna dari keluarga kita.' Sama seperti sebelumnya, kini giliran rekaman suara Carissa dan Nyonya Irene yang sedang merencanakan kejahatan untuk Anna melalui sambungan telepon.


'Apa itu?'


'Aku akan membayar orang untuk merekayasa beberapa buah foto syur menggunakan wajah Anna, setelah itu kita tunjukkan pada papa, kalau papa percaya, aku yakin, papa pasti akan langsung mengusir anak si alan itu dari rumah kita, kalau perlu, mama bujuk papa agar mencoret namanya dari daftar kartu keluarga, dengan begitu, aku bisa menjadi pewaris tunggal untuk semua harta kekayaan papa.'

__ADS_1


Nyonya Irene tertawa. 'Bagus, bagus. Kamu memang anak Mama, Carissa. Kamu pintar sekali, Mama bangga sama kamu, Sayang.


Saking shock nya karena semua rahasia terbesarnya terbongkar dalam sekejap, mata Nyonya Irene langsung berkunang-kunang, perlahan-lahan kesadarannya juga mulai menurun. Ya, wanita licik itu benar-benar pingsan sekarang, bukan akting.


"Ma, Mama! Mama kenapa, Ma?!" panggil Carissa panik. "Mama, Mama! MAMA!!!" teriaknya saat melihat sang Mama sudah tidak sadarkan diri.


"Pa, Papa. Tolong Mama, Pa. Mama pingsan," pinta Carissa pada Tuan Harold, tapi sayangnya, Tuan Harold sudah tidak peduli lagi pada kedua penipu itu, dia bahkan sudah tidak sudi melihat wajah keduanya.


Tidak mendapat tanggapan apa pun dari Tuan Harold, Carissa lantas beralih meminta bantuan pada Alex, tapi hasilnya sama saja, Alex juga tidak peduli padanya dan Nyonya Irene.


.


.


Kurang lebih setengah jam kemudian.


Setelah Nyonya Irene dilarikan ke rumah sakit oleh Carissa bersama pak Ben dan juga sopir pribadinya, kini tinggallah Anna, Alex, dan Kay di kediaman Tuan Harold.


"Anna, Papa benar-benar minta maaf, Nak. Selama ini Papa terlalu bodoh karena begitu percaya pada sandiwara kedua perempuan licik itu," ucap Tuan Harold seraya memeluk putri kandungnya. Pria paruh baya itu bahkan sampai meneteskan air matanya karena merasa sangat menyesal sudah membuang putri kandungnya sendiri demi mempercayai semua kebohongan yang sudah dirancang dengan matang oleh kedua perempuan licik itu.


"Tidak apa-apa, Pa. Yang penting sekarang Papa sudah tahu kebenarannya." Anna atau lebih tepatnya Bella membalas pelukan Tuan Harold. Entah mengapa wanita itu merasa sedih dan terharu ketika misi kehidupan keduanya berhasil dia tuntaskan hanya dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, hingga tidak terasa dia juga ikut meneteskan air mata bahagianya.


'Anna Harold, kalau kamu bisa melihat kami dari surga sana, pasti kamu juga akan bahagia seperti kami. Sekarang aku sudah berhasil mengabulkan semua keinginan terbesarmu sebelum kamu pergi. Kedua wanita licik itu sebentar lagi akan dijebloskan ke dalam penjara oleh papamu, dan kamu juga sudah kembali diakui oleh papamu. Eh tidak, bukan papamu, tapi sekarang dia adalah papa kita berdua, karena sekarang kita adalah dua orang yang menyatu menjadi satu, Annabella. Sementara Alex ... sekarang dia sudah mencintaiku sebagai kamu. Mencintai kita berdua.'


B e r s a m b u n g...


...___________________________________________...

__ADS_1


...Hayo yang masih mau nambah up, cus ke sebelah ya😂...


__ADS_2