Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 60


__ADS_3

Bella duduk termenung sendiri di tempat duduknya setelah Dewa Harapan pergi. Setelah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, wanita itu nampaknya semakin galau. Sungguh konsekuensi yang harus dia tanggung teramat berat jika dia sampai nekat membocorkan identitasnya.


Sebenarnya dia sangat ingin mengungkapkan identitasnya pada Alex, tapi mengingat semua penjelasan dari Dewa Harapan membuatnya berpikir berulang kali untuk melakukan hal tersebut.


Hujan gerimis yang mulai turun akhirnya menyadarkan Bella dari lamunanya dan dengan cepat wanita itu berlari untuk kembali ke mobil Alex.


"Aish, kenapa malam ini pakai acara hujan segala?" Bella memeriksa jam tangannya disela-sela dia berlari. Rupanya dia sudah membuat Alex menunggu selama 1 jam. "Astaga. Ternyata sudah satu jam aku duduk di luar. Bisa-bisa presdir Huang marah karena aku sudah membuatnya menunggu terlalu lama."


Tap! Bella menutup pintu dengan keras begitu dia sudah kembali masuk ke dalam mobil Alex.


"Presdir, saya benar-benar minta maaf karena-" Bella langsung menghentikan ucapannya begitu melihat pria itu ternyata sedang tertidur.


Astaga. Ini salahku. Aku sudah membuatmu bosan menunggu sampai akhirnya tertidur di dalam mobil seperti ini. Kamu pasti kelelahan menungguku, ya? Bella menatap wajah Alex lekat diiringi dengan tatapan sendu.


Sementara itu di luar sana hujan sudah mulai turun dengan derasnya, tapi Bella justru merasa tidak tega untuk membangunkan Alex. Dia justru malah asyik menatap wajah tampan pria yang begitu mencintainya tersebut.


Seandainya aku tidak takut mengganggumu dan membuatmu terbangun, aku pastikan akan menyentuh semua yang ada di wajahmu. Kenapa kamu terlihat semakin tampan saat tertidur? Bella membatin sambil tersenyum sendiri menatap wajah Alex.


Namun, saat Bella tengah asyik memperhatikan wajah rupawan milik pria tersebut dengan seksama, tiba-tiba saja Bella dibuat keheranan saat kening Alex mulai mengeluarkan banyak keringat, padahal cuaca malam ini cukup dingin karena di luar tengah hujan deras. Seketika Bella merasa panik sendiri, apalagi saat melihat deru napas Alex yang tadinya tenang perlahan menjadi cepat, membuat dada pria itu terlihat jelas tengah kempas-kempis dan mulai naik turun. Alex nampaknya sangat gelisah sekali. Apa mungkin Alex sedang mengalami mimpi buruk? Begitu pikir Bella.


"P-Presdir Huang, kamu kenapa?" tanya Bella dengan sedikit panik. Baru saja Bella menggerakkan tangannya hendak menepuk pelan pipi pria itu untuk membangunkannya, tapi tiba-tiba saja Alex malah menarik tangan Bella dan membuat wanita itu dalam sekejap sudah jatuh ke dalam pelukannya.


"Bella! Jangan pergi, Bella! Aku mohon, jangan tinggalkan aku."


Deg.


Kini Bella semakin yakin bahwa Alex ternyata memang benar tengah bermimpi buruk tentangnya.


"I-iya. Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi," lirihnya. Tanpa sadar air matanya terjatuh saat semakin menyadari betapa dalamnya pria itu mencintai dirinya.

__ADS_1


Dalam keadaan tidak sadar Alex memeluk Bella dengan sangat erat, seolah tidak rela melepasnya lagi. Sementara Bella yang dipeluk hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. Ajaibnya, Alex seketika menjadi tenang saat pria itu memeluk wanita pujaannya tersebut.


Cukup lama mereka dalam posisi tersebut. Hingga bersamaan saat hujan sudah mulai reda di luar sana, Alex mulai terbangun dengan sendirinya, tapi justru malah Bella alias Anna yang tertidur di dalam pelukannya.


Hah? Apa yang terjadi?


Alex merasa terkejut sekaligus bingung dengan apa yang dilihatnya.


Kenapa aku bisa tertidur sambil memeluk sekretaris Anna dengan erat? Bukannya tadi sebelum aku tidur, dia masih duduk di luar sana. Dan seingatku, aku tadi kembali bermimpi tentang Bella. Tapi anehnya, alur dalam mimpi itu kenapa tiba-tiba jadi berubah dan tidak seperti biasanya. Jika sebelumnya kepergian Bella tidak dapat aku cegah, tadi aku malah bisa menarik tangannya dan membawanya ke dalam pelukanku dan memeluknya dengan sangat erat agar dia tidak bisa pergi lagi. Aneh. Apa mungkin saat aku bermimpi aku malah menarik sekretaris Anna dan memeluknya karena mengira bahwa dia adalah Bella.


Alex menatap wajah Anna yang tengah terlelap di dalam dekapannya. Ingin membangunkannya tapi rasanya tidak tega. Alex memeriksa arloji di pergelangan tangannya, rupanya sekarang sudah hampir pukul 11 malam. Sepertinya mereka harus pulang sekarang.


Alex memperbaiki posisi duduk Anna dengan sangat pelan, takut membangunkan gadis itu. Setelah mengencangkan sabuk pengaman untuknya barulah Alex kembali melajukan mobilnya.


.


.


Sreeeek!


Di dalam sebuah kamar presidential hotel, seorang pria mengenakan bathrobe berwarna putih tengah menyibak gorden yang menutupi kaca besar yang merupakan dinding sekaligus jendela kamar hotel tersebut, membuat gadis yang masih tengah asyik bergelung di balik selimut langsung menutup matanya dengan tangan saat cahaya mentari terasa begitu menyilaukan kala menembus dinding kaca.


"Egh. Tolong tutup kembali jendelanya, aku masih mau tidur sebentar," ucapnya lalu menyembunyikan seluruh anggota tubuhnya di balik selimut berwarna putih.


"Bagun Sekretaris Anna. Ini sudah jam berapa?" Alex berkata sambil bersidekap di samping tempat tidur.


Sementara itu di balik selimut, Bella yang tadinya merasa masih sangat mengantuk dan masih ingin melanjutkan tidurnya seketika langsung membulatkan bola matanya saat mendengar suara sang atasan. Rasa kantuknya sudah jelas menghilang begitu saja saat mendengar suara Alex membangunkan dirinya di pagi hari.


Apakah aku sedang bermimpi? Kenapa aku bisa mendengar suara presdir Huang pagi-pagi begini membangunkanku? Batin Bella kebingungan.

__ADS_1


"Aku tahu kamu sudah bangun. Jadi cepat bangkit dari tempat tidur sebelum aku kembali berbaring di sampingmu," ancam Alex.


What?! Apa maksud ucapannya itu? Apakah semalam kami tidur bersama? Bella semakin membulatkan matanya. Dengan cepat dia memeriksa pakaian yang dia kenakan saat ini. Rupanya pakaiannya masih lengkap tanpa berkurang sedikit pun. Itu artinya, semalam tidak terjadi apa-apa di antara mereka meski pun jika memang benar mereka tidur di atas tempat tidur yang sama.


Astaga aku baru ingat, semalam aku tertidur di dalam mobil. Lebih tepatnya sih ... di dalam dekapan presdir Huang. Tapi bagaimana bisa aku tidak terbangun saat dia membawaku kemari?" Batinnya dengan pipi merona.


Set.


"Akh-" Bella memekik tertahan saat selimut yang tadinya menutupi seluruh tubuhnya kini sudah terbang dan tergeletak di lantai. Rupanya Alex yang menariknya.


"Bagunlah, lalu mandi dan ganti pakaianmu. Aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu. Setelah itu, kita sarapan bersama sebelum berangkat bersama ke kantor." Alex berkata sambil tersenyum.


"B-baik, Presdir." Anna mengangguk mengerti, lalu segera turun dari tempat tidur. Dia baru sadar bahwa ternyata semalam mereka bermalam di hotel bukan di dalam kamar unit Alex.


.


.


Setelah sarapan bersama di dalam kamar hotel tempat mereka tidur bersama semalam, Anna dan Alex pun hendak berangkat ke kantor, namun saat mereka sampai di lobi hotel, mereka tidak sengaja melihat Carissa baru saja chek out bersama seorang laki-laki tak dikenal.


Apa semalam Carissa juga bermalam di hotel yang sama dengan pria tak dikenal tersebut? Begitu pikir Anna dan Alex. Namun keduanya memilih untuk berdiri dan diam di tempat sambil memperhatikan hingga akhirnya Carissa bersama dengan selingkuhannya itu sudah selesai dengan urusannya.


"Mm ... Sekretaris Anna, kamu duluan saja. Tunggu aku di mobil. Aku ada urusan sebentar," kata Alex dan langsung dijawab anggukan oleh Anna.


Bella melangkah cepat menuju pintu keluar hotel hendak menyusul Carissa. Dia penasaran, siapa sebenarnya pria yang tadi chek out bersama dengan wanita tersebut.


Bagus, sedikit demi sedikit fakta dan kelakuan buruk nona Carissa mulai terkuak. Hal ini pasti akan semakin memudahkanku untuk merebut Alex darinya. Batin Bella sambil menatap Carissa dan selingkuhannya pergi dengan mobil.


B e r s a m b u n g ...

__ADS_1


__ADS_2