Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 59


__ADS_3

Setelah keluar dari mobil Alex, Bella memutuskan untuk duduk di salah satu kursi panjang yang menghadap ke arah danau. Malam ini tempat tersebut terlihat tidak cukup ramai pengunjung, mungkin karena malam ini bukan malam minggu.


Pikiran Bella mulai terbang kemana-mana. Banyak hal yang mulai dia pikirkan saat ini. Mulai dari Alex yang terus saja memikirkannya hingga detik ini. Lalu bagaimana dia menyelesaikan misi keduanya? Siapa pria paruh baya yang menyebut dirinya sebagai ayah di depan Carissa? Bagaimana agar dirinya bisa meminta bantuan Alex untuk mencari bukti kebenaran foto rekayasa itu? Sampai masalah konsekuensi apa yang akan dia terima jika sampai melanggar peraturan saat menjalankan misi kehidupan yang keduanya ini.


Bella mendengus panjang. "Sepertinya sekarang beban hidupku makin banyak."


"Itulah hidup. Kalau tidak ingin punya beban, ya lebih baik tidak usah hidup saja." Seorang pria tiba-tiba saja duduk di samping Bella. Entah sejak kapan dia muncul dan duduk disana. Yang jelas Bella tidak menyadarinya.


"Astaga." Bella memegangi dadanya yang terasa berdebar karena terkejut. "Tahu tidak? Kamu hampir saja membuatku jantungan."


Bella mengedarkan pandangannya ke sekeliling,  ingin memastikan bahwa tidak ada yang melihat sosok yang duduk di sampingnya saat ini, terutamanya Alex yang saat ini sedang duduk di dalam mobilnya. Bagaimana jika Alex memperhatikannya dan melihat dirinya duduk bersama dengan pria lain? Pasti Alex akan salah paham padanya, dan arena salah paham itulah bisa saja membuat Alex akan menjauhinya nanti. Atau mungkin saja pria itu tidak melihat sosok yang sedang duduk bersamanya tapi melihatnya berbicara sendiri seperti orang gila. Bisa saja 'kan Alex yang saat ini duduk di dalam mobil malah diam-diam memperhatikannya. Begitu pikir Bella.


"Tidak usah panik. Tidak ada yang bisa melihatku selain kamu," ucap Dewa Harapan.


"Kenapa kamu tiba-tiba muncul disini? Kamu benar-benar mengagetkanku," bisik Bella.


"Mengapa kamu bertanya kenapa aku tiba-tiba muncul. Bukankah saat ini kamu memang sedang ingin menanyakan sesuatu padaku?" balas Dewa Harapan.


"I-iya juga sih. Tapi ... bagaimana kamu bisa tahu- ah, maaf. Aku lupa kalau kamu adakah Dewa Harapan yang serba tahu segalanya." Bella langsung meralat ucapannya sendiri ketika kembali mengingat siapa sosok yang tengah duduk di sampingnya tersebut.


"Cih." Dewa Harapan tersenyum sambil berdecih.


"Mm ... memang benar aku ingin menanyakan sesuatu padamu. Tapi ... sebenarnya aku baru ingin memanggilmu setelah aku kembali ke rumah, bukan di tempat umum seperti ini."

__ADS_1


"Rumah dan tempat umum apa bedanya? Aku pastikan tidak akan ada orang yang curiga saat kamu berbicara denganku, jadi kamu tenang saja. Di mata orang lain mereka akan melihatmu duduk bengong saat kamu berbicara denganku."


"Baguslah kalau begitu. Berarti sekarang aku sudah bisa lebih tenang."


Bella kembali mendengus, sambil menatap lurus ke depan. Wajahnya nampak sangat tak bersemangat.


"Dewa, saat ini hatiku sedang galau, dan kamu satu-satunya tempatku berkeluh kesah, tidak ada yang lain. Apalagi hanya kamu satu-satunya yang tahu siapa aku sebenarnya. Jadi ... aku ingin curhat sedikit padamu," ucap Bella, namun tidak mendapat tanggapan apa pun dari Dewa Harapan.


"Siang tadi aku baru tahu bahwa ternyata Alex sangat mencintaiku. Selama bertahun-tahun lamanya kami selalu bersama kemana pun, kenapa dia tidak pernah mengatakan tentang hal itu padaku? Kenapa aku baru tahu tentang perasaannya saat keadaanku sudah seperti ini? Hal itu sungguh sangat aku sayangkan," ungkap Bella, rasanya dia ingin menangis.


"Memangnya jika dia menyatakan perasaannya padamu waktu itu, kamu akan meninggalkan suamimu demi dia? Bukankah dulu kamu sangat mencintai suamimu lebih dari apa pun? Bahkan, kamu lebih mementingkan suamimu ketimbang kedua orang tuamu yang telah melahirkan, merawat, dan membesarkanmu selama puluhan tahun." Ucapan Dewa Harapan barusan membuat hati Bella tersentil.


"Hais, Dewa, kamu membuatku semakin sedih dan bersalah saja."


"Sudahlah. Jangan memasang wajah sendu seperti itu." Dewa Harapan mengalihkan pandangannya ke arah lain, tidak ingin menatap wajah sedih gadis di sampingnya karena rasanya dia sungguh tidak sanggup. "Kita langsung saja pada intinya," ucapnya kemudian.


"Inti apa?" Sejenak Bella bingung dengan ucapan Dewa Harapan, namun sejurus kemudian gadis itu sudah mengerti apa maksudnya. "Oh iya, maaf. Aku tadi sempat lupa lagi bahwa kamu adalah Dewa Harapan yang maha mengetahui segalanya. Termasuk pertanyaan yang sejak tadi terpatri di dalam otakku," ucapnya lagi diiringi senyuman.


"Baiklah. Mulai sekarang pasang telingamu baik-baik dan dengarkan apa yang akan aku jelaskan padamu nanti," kata Dewa Harapan yang dibalas anggukan mengerti oleh Bella.


"Jika kamu sampai melakukan pelanggaran dengan membocorkan identitasmu saat misi yang kamu jalankan sedang berlangsung, maka konsekuensinya waktu pencapaian misimu akan dipotong sebanyak 50 persen dari jumlah keseluruhan waktu yang telah ditentukan. Karena waktu yang ku berikan padamu untuk pencapaian misi keduamu ini adalah 1 tahun, maka otomatis waktumu akan dipotong sebanyak 6 bulan. Dan jika seandainya kamu sudah menjalankan misi keduamu ini lebih dari 6 bulan tapi kamu malah membocorkan identitasmu pada orang lain, maka otomatis kamu dinyatakan gagal menjalankan misi kehidupanmu. Alasannya karena waktu yang tersisa sudah tidak cukup 6 bulan lagi. Begitu pula jika seandainya kamu sudah berhasil menyelesaikan ketiga misi kehidupanmu nantinya hingga tuntas, jika kamu membocorkan identitasmu pada seseorang maka sisa usiamulah yang akan terpotong setengahnya, dan sudah sangat jelas disini bahwa kamu juga tidak boleh membocorkan identitasmu pada lebih dari 1 orang karena resikonya kamu pasti sudah tahu sendiri. Bagaimana, apa penjelasanku bisa kamu mengerti?" imbuhnya kemudian.


Bella mengangguk. "Bi-sa, bisa. Ternyata konsekuensinya seberat itu, ya? Aku harus kembali mempertaruhkan nyawa," kata Bella. "Lalu bagaimana jika seandainya aku gagal menjalankan misi keduaku ini? Keuntungan apakah yang akan aku dapatkan karena sudah berhasil menjalankan misi sebelumnya?"

__ADS_1


"Yah, karena sekarang kamu sudah berhasil menyelesaikan misi pertamamu, jadi kamu berhak untuk hidup selama 2 tahun ke depan setelah kamu dinyatakan gagal menyelesaikan misi keduamu ini."


"What?! Hanya 2 tahun?!" Bella langsung membekap mulutnya sendiri saat menyadari suaranya terlalu keras. Dia begitu terkejut karena ternyata kesempatan hidup yang dia dapatkan pada pencapaian misi sebelumnya begitu singkat.


"Ya, 2 tahun. Bukankah waktu 2 tahun itu lebih baik dibanding kamu tidak memiliki kesempatan hidup sama sekali," balas Dewa Harapan. "Bella Chintya Adinatha, jangan sampai kamu lupa bahwa sekarang kamu bisa duduk di sini karena kamu mendapatkan kesempatan untuk hidup kembali menggunakan tubuh orang lain."


"Iya, iya, maaf. Mana mungkin aku melupakan hal itu."


"Kamu dengarkan kembali baik-baik, masih ada hal yang ingin aku jelaskan padamu."


"Apa itu?" tanya Bella penasaran.


"Ini masih penjelasan tentang konsekuensi yang akan kamu dapatkan jika kamu sampai gagal menyelesaikan misimu, tapi sebelum kamu dinyatakan gagal, kamu pernah membocorkan identitasmu pada orang lain. Ini hanya sebagai contoh, karena sekarang kamu baru berhasil menyelesaikan 1 buah misi dan hanya akan mendapatkan kesempatan hidup kembali selama 2 tahun, maka waktu dua tahunmu itu akan kamu habiskan sebagai orang yang penyakitan. Setelah waktu 2 tahun itu berlalu maka kamu akan berakhir karena penyakit kronis yang menggerogoti tubuhku dan pada akhirnya membuat nyawamu kembali terenggut."


Bella bergidik ngeri. Ternyata semenyeramkan itu. Sepertinya dia harus berpikir 2 kali sebelum membocorkan identitasnya.


"Lalu bagaimana jika aku gagal karena waktunya memang sudah habis, dan aku juga tidak pernah membocorkan identitasku kepada siapa pun?"


"Kalau kamu gagal karena waktunya memang sudah habis, ya tentu jelas beda ceritanya. Kamu akan menghabiskan waktu 2 tahunmu itu seperti manusia normal dan sehat pada umumnya. Kalau pun waktu 2 tahunmu itu sudah habis, bisa jadi kamu mati karena serangan jantung, kecelakaan maut, musibah bencana alam, atau bahkan penyebab kematian tak terduga lainnya."


B e r s a m b u n g ...


..._________________________________________...

__ADS_1


...Otor benar-benar minta maaf Bestie karena baru bisa up sekarang🙏🏼...


__ADS_2