Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 50


__ADS_3

15 Menit kemudian.


Kamar pribadi Alex


"Kay, apa seharusnya kita membawa presdir Huang ke rumah sakit?" tanya Anna. Dia merasa sangat khawatir karena hingga detik ini Alex belum kunjung sadarkan diri juga.


"Tidak perlu, aku sudah meminta dokter Bram untuk datang kemari, sebentar lagi dia pasti datang kok, kamu tenang saja," jawab Kay, sambil mengelus puncak kepala Anna dengan lembut. "Bagaimana denganmu, apa ada yang terluka?"


Anna menggeleng. "Tidak ada. Aku tidak terluka sama sekali," jawabnya, lalu menatap Alex yang kini terbaring tidak sadarkan diri di atas tempat tidurnya. "Kay, bagaimana kalau terjadi apa-apa pada Presdir Huang? Aku pasti satu-satunya orang yang akan disalahkan atas kejadian yang menimpanya."


Kay tersenyum. "Kamu tenang saja. Alex tidak selemah itu. Lagi pula, dia tidak memiliki luka yang serius kok."


Meski pun Kay sudah menyuruhnya untuk tidak khawatir, tapi tetap saja gadis itu merasa sangat khawatir. Biar bagaimana pun, Alex bisa seperti ini karena menyelamatkan dirinya.


"Kay, aku pikir lebih baik kita membawa Presdir Huang ke rumah sakit saja. Tidak udah menunggu dokter Bram datang. Aku benar-benar takut terjadi apa-apa padanya," katanya sambil mendongak menatap Kay yang kini berdiri tepat di hadapannya.


Saat Anna tengah dilanda kekhawatiran, tiba-tiba saja dia melihat tangan Alex mulai bergerak, mata pria itu juga terlihat mengerjap-ngerjap. Itu artinya, Alex sudah sadar.


"Presdir, Presdir, Anda sudah sadar? Mana yang sakit?" tanya Anna. Akhirnya dia bisa bernapas lega juga saat melihat pria itu sadar dari pingsannya.


"Ssh ... kepalaku sakit sekali." Alex meringis seraya memegangi kepala bagian belakangnya, setelah itu tangannya berpindah memegangi pundaknya.

__ADS_1


"Apa semuanya terasa sangat sakit? Apa perlu kami membawa Anda ke rumah sakit untuk dirawat, Presdir?" Anna kembali terlihat panik saat pria itu mengeluh kesakitan.


"Tidak, tidak perlu," jawabnya, seraya berusaha untuk bangkit dari posisi berbaringnya. "Kay, bantu aku. Aku ingin duduk," pintanya pada asisten sekaligus sahabatnya tersebut. Tanpa menunggu lama, Alex pun segera membantunya untuk bersandar di sandaran tempat tidurnya.


"Tolong beri aku air, aku ingin minum," pinta Alex. Pria itu terlihat sangat lemas sekali.


"Air? Tunggu sebentar, Presdir. Biar saya ambilkan air di dapur." Anna pun bergegas berlari keluar dari kamar menuju ke arah dapur.


Begitu Anna meninggalkan Alex dan Kay berdua di dalam sana, Kay pun segera bersidekap sambil menatap tajam pada Alex.


"Apa tujuanmu sehingga kamu sampai berpura-pura pingsan seperti tadi?" Kay bertanya dengan nada rendah, takut Anna sampai mendengar pembicaraan mereka.


Kesal karena sahabatnya itu sudah membuat mereka panik dan khawatir, rasanya Kay ingin menghajar Alex sampai benar-benar pingsan sekalian. Ternyata, Kay sudah menyadari kepura-puraan Alex saat dia membantu menyingkirkan rak kayu yang katanya menimpa tubuh pria tersebut. Ternyata eh ternyata setelah Kay periksa, benda itu sama sekali tidak benar-benar mengenai kepala dan tubuh Alex, hanya hampir dan sedikit lagi. Beruntung karena ada kursi yang tadinya dipakai oleh Anna yang menyangganya rak tersebut sehingga mencegah benda berat itu benar-benar mencederai mereka berdua. Terutamanya Alex yang posisinya berasa di atas tubuh Anna.


"Sst, jangan ribut. Aku hanya ingin bermain-main dengannya saja," jawabnya tanpa rasa berdosa sedikit pun.


Kay mendengus kesal. "Cih, Alexander Huang yang terhormat, kamu ini sudah dewasa. Jangan berlagak seperti anak kecil," kata Kay. "Dan tolong, jangan coba-coba mempermainkan perasaan Anna lagi jika kamu dan nona Carissa pun tidak dapat dipisahkan. Karena aku, adalah orang pertama yang akan kamu hadapi jika kamu sampai membuatnya menangis lagi," ujar Kay memperingati.


"Kay, aku-"


"Presdir, ini airnya." Kemunculan Anna yang kembali dari dapur membuat kedua pria itu langsung menghentikan pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Minum dulu, Presdir." Anna duduk di pinggir tempat tidur sambil membantu Alex minum menggunakan gelas yang ada di tangannya.


Sementara itu, Kay yang menyaksikan pemandangan itu lebih memilih untuk membuang muka. Jujur saja, dia sungguh merasa tidak tahan melihat sikap kekanak-kanakan sahabatnya itu. Entah karena motif apa pria itu mempermainkan dan menipu gadis yang begitu polos di matanya.


Sedangkan Alex, melihat Anna begitu mengkhawatirkannya, pria itu pun kembali meringis dan  mengadu kesakitan. "Aduh, ssh ... kepalaku sakit sekali. Punggungku juga sakit. Seluruh badanku rasanya sakit semua."


Sebenarnya sekujur tubuh Alex memang terasa sakit karena tertimpa banyak buku, dan sebagai seorang pria, sakit itu jelas masih bisa dia tahan, tapi karena Alex ingin menarik perhatian Anna, dia pun terpaksa berpura-pura lemah di mata gadis itu.


"Apa sakit sekali, Presdir?" tanya Anna dengan raut khawatir yang tidak dapat dia sembunyikan, dan pertanyaannya itu langsung dijawab anggukkan oleh Alex.


"Kay, dokter Bram sudah ada di mana sekarang? Kenapa sampai  detik ini dia belum datang juga? Kasihan, Presdir Huang sepertinya sangat kesakitan." Anna berbalik menatap pria itu saat bertanya.


"Tunggu sebentar aku coba hubungi lagi." Tidak tahan melihat akting konyol Alex, Kay pun memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut, sebelum dia tidak bisa lagi mengendalikan diri dan berakhir membuat sekujur tubuh Alex benar-benar kesakitan karena babak belur.


"Presdir, bagaimana kalau Anda dibawa ke rumah sakit saja? Siapa tahu ada yang cedera. Kepala misalnya." Anna mencoba memberi saran. Gadis itu tidak akan berhenti mengkhawatirkan pria yang sudah menolongnya jika dia tidak mendengar diagnosa dari dokter secara langsung yang mengatakan bahwa pria itu baik-baik saja.


Lagi-lagi Alex menolak. "Tidak usah. Nanti lukaku akan sembuh dengan sendirinya. Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku berlebihan seperti itu." Alex tersenyum menatap Anna yang begitu mengkhawatirkannya.


B e r s a m b u n g ...


...__________________________________________...

__ADS_1


...Hayooo! Kalian suka kalau Otor crazy up, 'kan?😄 Terus Otor sukanya dikasih apa sih klo udah crazy up begini?🤔🤣 Siapa yang tau jawabannya? Komen di bawah🤣🥲...


__ADS_2