
Sejenak Bella terdiam. Dia memikirkan jawaban yang cocok untuk pertanyaan Alex barusan, karena jelas dia tidak bisa mengatakan hal yang sejujurnya pada pria itu bahwa sebenarnya dia adalah Bella yang kini meminjam tubuh Anna Harold untuk hidup kembali. Selain karena semua hal yang dia alami selama ini di luar nalar manusia yang mungkin akan sulit dipercayai oleh siapa pun yang mendengar ceritanya, juga dia pasti akan melanggar aturan yang membuatnya mendapatkan hukuman dari Dewa Harapan. Entah hukuman dalam bentuk apa itu, Bella juga tidak tahu.
Lebih baik ucapannya itu aku iyakan saja. Apalagi sekarang ini di mata orang lain identitasku bukan lagi Bella Chintya, melainkan Anna Harold yang selama bertahun-tahun mencintai, mengejar, dan menggilai presdir Huang. Mulai sekarang aku harus mendalami karakter Anna dan tidak diam saja seperti sebelum-sebelumnya agar presentase pencapaian misiku bisa segera maju meninggalkan angka 0%. Batinnya.
"Ya, aku cemburu. Aku sangat-sangat cemburu," jawabnya dengan tegas meski pun sebenarnya dia berbohong.
Ingat Bella, sekarang ini kamu bukan lagi Bella Chintya yang dulu, melainkan sudah menjadi Anna Harold. Jadi sangat wajar jika kamu berkata kamu cemburu jika presdir Huang mencintai wanita lain. Batinnya.
"Bisakah mulai sekarang kamu melihat ke arahku saja dan tidak memikirkan wanita lain lagi? Apalagi wanita yang sudah tiada. Coba pikirkan bagaimana perasaanku selama ini? Selama ini ada aku yang begitu tulus mencintaimu, menyayangimu, tapi sedikit pun kamu tidak pernah memberiku kesempatan untuk memilikimu," kata Anna kemudian.
Dia mengingat jika di dalam informasi tentang Anna, Alex seringkali menolak pernyataan cinta gadis itu mentah-mentah. Selain itu, dulu Bella memang sering ditugaskan oleh Alex untuk menghadapi Anna yang bar-bar lalu mengusir gadis itu secara halus. Dan kini Bella baru tahu sekarang jika ternyata Alex menolak cinta Anna karena di dalam hati pria itu hanya ada namanya seorang. Bahkan sampai dirinya sudah tidak ada lagi di dunia ini pun dia masih mampu menjadi ratu penguasa di dalam hati pria itu.
Alex kembali terdiam. Dia sadar jika selama ini dia sudah teramat sering mematahkan hati gadis itu. Namun, disaat dirinya mulai menyadari bahwa dirinya tertarik pada Anna dan mulai memiliki perasaan suka terhadap gadis yang ternyata memiliki banyak kesamaan dengan wanita pujaannya itu, tiba-tiba mimpi buruk tentang Bella seketika kembali menghantuinya hingga dia kembali terpuruk karena perasaan bersalah dan menyesal yang dia rasakan, seperti saat awal-awal dia kehilangan wanita yang sangat dicintainya itu.
Alex melepas kedua tangan Anna yang kini sudah melingkar erat di perutnya, lalu memutar badan dan menghadap ke arah gadis itu. Kini dia dan Anna sudah saling menatap.
__ADS_1
"Kamu bilang aku tidak pernah memberimu kesempatan untuk memilikiku? Lalu apakah kamu rela jika laki-laki yang statusnya milikmu ternyata diam-diam masih memikirkan wanita lain? Sebagai seorang wanita, bagaimana perasaanmu jika seperti itu? Tentunya sangat menyakitkan dan mengecewakan, bukan?" tanya Alex.
Anna langsung menggelengkan kepala untuk menanggapi pertanyaan Alex. "Aku tidak ada masalah sama sekali jika wanita yang kamu pikirkan itu adalah wanita yang telah meninggal, jadi untuk apa juga aku cemburu pada orang yang sudah tiada?" jawabnya lalu tersenyum.
Toh, yang kamu pikirkan adalah aku. Jadi untuk apa juga aku marah dan kecewa? Justru sekarang aku merasa sangat senang dan bersemangat sekali untuk menyelesaikan misiku. Batinnya.
Bella pikir sudah saatnya dia membuat angka presentasi pencapaian misinya bergerak maju, toh dulu Anna Harold sering menyatakan cinta pada Alex, jadi tidak ada salahnya jika dia mencoba cara itu untuk mencapai misi pelakornya, yaitu merebut Alex dari tunangannya, Carissa Harold.
"Bisakah kamu memberiku kesempatan itu untuk membahagiakanmu? Aku berjanji akan menghapus segala kesedihan yang kamu rasakan selama ini karena kehilangan wanita itu. Aku berjanji akan memberimu kebahagiaan. Jujur saja, aku sungguh merasa sangat sedih dan terluka melihatmu bersedih dan terpuruk selama satu bulan terakhir. Kamu menjadi sangat jarang menyentuh makanan yang sengaja aku siapkan untukmu hanya gara-gara memikirkan wanita itu. Lihat, kamu bahkan terlihat lebih kurus sekarang." Bella jelas merasa sangat khawatir melihat kondisi Alex akhir-akhir ini. Pria itu sepanjang hari selalu saja terlihat murung seperti tidak memiliki semangat hidup biar sedikit pun.
Alex menatap kedua netra berwarna coklat muda di hadapannya. Dia dapat melihat jelas kesungguhan yang dipancarkan dari kedua bola mata gadis itu, yang seolah menghipnotisnya untuk mengabulkan permintaannya.
Si al. Apa kata Bella jika seandainya dia bisa melihatku? Baru saja aku menyatakan perasaanku sambil menangis-nangis di samping kuburannya, tapi tiba-tiba saja aku langsung menerima pernyataan cinta wanita lain, bahkan sebelum aku beranjak dari samping kuburannya. Jika saja Bella masih hidup, mungkin dia akan langsung menghajarku karena menganggapku sebagai pria brengsyek yang tidak memiliki pendirian. Batin Alex.
"Aku minta maaf, Sekretaris Anna. Tapi sepertinya ... aku masih harus menolak pernyataan cintamu seperti dulu. Kamu sudah tahu alasannya bukan bahwa hatiku masih belum bisa berpaling darinya," ucapnya sambil menatap nisan yang bertuliskan nama lengkap wanita yang dicintainya itu.
__ADS_1
Penolakan Alex itu tak serta merta membuat Bella menyerah, justru dia semakin bersemangat untuk memenangkan hati Alex untuk yang kedua kalinya meski pun menggunakan wujud yang berbeda.
Anna tersenyum. "Tidak masalah. Meski pun kamu lagi-lagi menolakku, tapi aku tidak akan pernah lagi menyerah. Aku akan kembali mengejarmu seperti dulu untuk membuatmu jatuh cinta padaku."
"Cih, keras kepala sekali." Alex mengulum senyumnya sembari membuang muka ke arah lain. Jujur saja, dia sungguh merasa sangat senang mendengar pernyataan gadis di hadapannya itu. Tidak bisa dia pungkiri bahwa sebenarnya dia juga sudah mulai mencintai sekretaris Anna. Karena setiap kali dia dekat dengan wanita itu, dia selalu saja merasa seperti sedang berada di dekat Bella. Juga karena dia sering melihat sosok Bella di dalam diri gadis itu sehingga sedikit bisa mengobati kerinduannya terhadap orang tercinta.
Alex memutar badan hendak berjalan menuju pintu gerbang keluar dari pemakaman. Sepertinya rasa sedih yang sempat membuatnya kembali terpuruk seperti sebelumnya seketika lenyap begitu saja. Entah karena habis mengunjungi makam Bella dan mencurahkan segala isi hatinya, atau mungkin karena bertemu dengan Anna Harold yang katanya ingin kembali mengejarnya seperti dulu sehingga membuat Alex seperti kembali menemukan semangat hidupnya.
"Mau sampai kapan kamu akan terus berdiri di situ? Apa kamu tidak punya niat untuk ikut pulang bersamaku?" Alex bertanya tanpa menoleh sedikit pun membuat Anna yang mendengarnya langsung melebarkan senyuman dan berlari kecil menyusul langkah lebar pria itu menuju mobilnya.
Ting!
Sebuah notifikasi masuk di smartphone pemberian Dewa Harapan untuk Bella. Gadis itu semakin melebarkan senyumannya saat mendapat pemberitahuan bahwa misi keduanya sudah tuntas 20%.
B e r s a m b u n g ...
__ADS_1
...__________________________________________...
...Jangan lupa dukungannya Bestie😉😄...