Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 27 - Ecamkan Itu!!!


__ADS_3

Tahap demi tahap seleksi telah Anna lewati dengan mudah, hingga akhirnya dia bisa berhasil menjadi salah satu dari 3 calon kandidat sektetaris yang dipilih oleh asisten Kay. Tinggal 1 tahap lagi, tahap yang paling menentukan, yaitu tahap wawancara yang dilakukan oleh presdir Huang sendiri. Dimana nantinya presdir Huang yang akan memilih secara langsung siapa yang akan menjadi sekretaris terbarunya bulan ini.


"Kalian bersiap-siaplah, sebentar lagi presdir Huang akan tiba disini," kata asisten Kay memperingati.


Dua kandidat lain yang terpilih selain Anna terlihat cukup gugup dan deg-degan. Sementara Anna hanya terlihat santai dan biasa saja. Itu karena Bella sangat yakin bahwa pasti Anna yang akan dipilih menjadi sekretaris terbaru presdir Hawei Group untuk menggantikan posisi dirinya. Apalagi dia sudah melewati tes seleksi dengan sangat mudah dan lancar tanpa kendala sedikit pun. Ditambah lagi yang dicari oleh presdir Huang memang adalah sekretaris baru yang kurang lebih sama dengan kinerja sekretaris Bella Chintya Adinatha, yang tidak lain dan tidak bukan adalah dirinya sendiri, hanya beda casing saja sedangkan jiwa dan kemampuanya tetaplah milik Bella. Jika berbicara soal kinerja dan kemampuan, sudah pasti Anna Harold tidak akan tersingkirkan dalam hal ini.


Ketika Alex memasuki ruangan, Anna bersama dua orang kandidat lainnya berdiri menyambut kedatangan pria tersebut sambil menunduk sopan. Bella tersenyum sendiri dalam hati saat melihat pria itu setelah 6 bulan mereka tidak pernah bertemu. Padahal, sebelum dirinya meninggal, selama bertahun-tahun, hari-harinya lebih banyak dia habiskan bersama pria itu dimana pun dan kemana pun mereka pergi. Keduanya selalu bersama karena tuntutan pekerjaan.


Ada rindu tersendiri yang tersimpan khusus di dalam hati Bella untuk Alex. Bukan rindu sebagai pria dan wanita, melainkan rindu bawahan terhadap atasannya. Bella sangat merindukan saat-saat dimana dia harus mengatur segala jadwal padat mantan atasannya itu setiap harinya, rindu mengerjakan tugas ini dan itu, rindu lembur bersama, rindu menemaninya menghadiri berbagai acara pesta, dan berbagai kesibukan lainnya.


Alex sudah mulai duduk di seberang meja ketiga kandidat calon sekretaris barunya itu. Dia cukup terkejut dan tidak pernah menyangka bahwa ternyata Anna Harold juga ada di dana. Sejenak tatapannya terkunci menatap sosok gadis bar-bar yang sangat menyebalkan di matanya itu. Sosok gadis kekanakan yang selalu mengganggu, membuntuti, mengejar dan selalu membuat emosinya meledak sampai ke ubun-ubun. Setelah 6 bulan lamanya gadis itu tidak pernah menampakkan batang hidungnya di hadapan Alex, sekarang malah tiba-tiba muncul dan ingin menjadi sekretarisnya.


Namun, ada sesuatu yang membuat Alex terus menatap Anna tanpa sadar, yaitu penampilan gadis itu yang kini sudah banyak berubah. Jika dulunya Anna selalu berpenampilan seksye dengan pakaian minim yang kekinian, kini gadis itu justru malah terlihat anggun dan dewasa dengan penampilan barunya yang sekarang.


Menyadari dirinya sudah menatap Anna lebih dari 5 detik tanpa berkedip, Alex buru-buru mengalihkan pandangannya dari gadis cantik itu. Dia tidak ingin Anna Harold salah paham karena dirinya menatap perubahan gadis itu yang sempat membuatnya pangling.


"Ekhm. Kay," panggil Alex sembari memberikan kode menggunakan jemarinya.


"Baik, Presdir." Asisten Kay yang bisa langsung mengerti dengan maksud atasannya itu segera menyerahkan sebuah map dan meletakkannya tepat di hadapan sang atasan.


Sebelah alis Alex sedikit naik ketika melihat penilaian sempurna yang diberikan oleh asisten Kay untuk Anna Harold. Sementara nilai untuk 2 kandidat lainnya berada jauh di bawahnya.


Cih, jangan harap kamu bisa melakukan cara curang untuk bisa lolos menjadi sekretarisku. Aku yakin, kamu pasti sudah menyuap Kay agar Kay memberikan nilai yang sempurna untukmu. Batin Alex tersenyum sinis dalam hati.

__ADS_1


Menganggap bahwa Anna telah melakukan kecurangan saat mengikuti seleksi membuat Alex semakin memandang gadis itu sebelah mata. Apalagi dia sangat yakin jika tujuan Anna datang kesana hanyalah untuk menggodanya, bukan untuk menjadi sekretaris yang sesungguhnya.


"Kay, kamu tahu 'kan kalau aku sangat tidak suka jika ada orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan dan mencapai sesuatu, apalagi dengan cara yang tidak adil." Alex menutup kembali map yang baru saja selesai dia periksa sambil sekilas menatap sinis pada Anna.


"Maksudnya, Presdir? Terus terang saya kurang mengerti," tanya asisten Kay.


Sementara itu, Anna hanya mengerutkan keningnya mendengarkan ucapan pria tersebut, lalu melirik 2 orang kandidat lainnya yang sedang duduk di sampingnya dan nampaknya saling berbisik. Rupanya, kedua gadis itu juga berpendapat sama seperti Alex yang menganggap bahwa Anna telah melakukan kecurangan dengan bantuan asisten Kay.


Apakah diantara kami bertiga ada yang melakukan kecurangan? Tapi siapa? Batin Anna kebingungan. Dia sama sekali tidak tahu kalau ternyata orang lain menganggap bahwa dirinya lah yang telah melakukan kecurangan.


"Anna Harold," panggil Alex sambil menatap gadis itu dengan tatapan remeh.


"Iya, Presdir," jawab Anna, spontan berdiri dari duduknya.


Cih, dia bahkan sudah fasih memanggilku dengan sebutan 'Presdir', dan bahkan langsung berdiri saat aku panggil. Apakah selama 6 bulan terakhir, dia memang sudah banyak berlatih hanya untuk mempersiapkan diri agar bisa menjadi sekretarisku? Batin Alex.


Pria itu semakin memandang Anna dengan tatapan remeh, mengingat gadis itu dulunya hanya memanggil dirinya dengan sebutan nama, tapi sekarang sudah memanggilnya dengan sebutan 'Presdir' dengan lancar seolah Anna sudah lama bekerja di perusahaan itu.


"Maaf, orang curang dan licik sepertimu tidak diterima di perusahaan ini. Jadi silahkan tinggalkan perusahaan ini sekarang juga," ucap Alex dengan penuh penekanan, sambil menunjuk ke arah pintu ruangan mengusir Anna.


Bella yang mendengarkan tuduhan kejam bernada sinis itu dilayangkan pada Anna seketika membulatkan mata. Begitu pula dengan asisten Kay yang tanpa sadar langsung memberikan pembelaan pada Anna.


"Tapi Presdir, Nona Anna sama sekali tidak melakukan kecurangan apa pun untuk bisa lolos sampai ke tahap ini," bela asisten Kay.

__ADS_1


Tadinya dia berpikir bahwa ini akan menjadi rutinitas bulanan terakhirnya untuk menyeleksi calon sekretaris untuk sang atasan. Itu karena asisten Kay menganggap bahwa dari sekian ratus calon kandidat yang telah dia seleksi selama beberapa bulan berturut-turut, Anna lah satu-satunya yang mendekati kinerja dan kemampuan mendiang sekretaris Bella. Apalagi setelah melihat betapa cekatannya Anna menyelesaikan berbagai macam tes seleksi yang dia berikan dengan cepat dan mudah, benar-benar sangat mirip dengan kinerja mendiang sekretaris Bella di matanya. Begitu pendapat asisten Kay tentang Anna.


"Diam kamu, Kay. Atau kamu juga sudah bersiap untuk angkat kaki dari perusahaan ini karena sudah menolong orang lain untuk melakukan kecurangan?" Sekilas Alex menatap tajam ke arah asistennya itu.


"Tapi Tuan-" Baru saja Kay ingin membela dirinya sendiri, tapi Alex malah kembali mengancamnya. Mendengar ancaman Alex yang berkata akan langsung memecatnya jika asistennya itu masih banyak bicara membuat asisten Kay langsung bungkam. Dia masih sangat menyukai pekerjaannya ini dan tidak mau dipecat lalu kehilangan pekerjaan hanya gara-gara membela Anna yang jelas-jelas memang tidak bersalah.


Kalau saya dipecat, Anda pasti akan semakin kerepotan, presdir. Sekretaris baru saja belum Anda dapatkan, masa harus kesusahan lagi untuk mencari asisten baru untuk menggantikanku. Batin asisten Kay.


Sementara itu, Bella jelas tidak terima dengan tuduhan yang dilayangkan oleh presdir Huang terhadap Anna. "Presdir Huang, atas dasar apa Anda menuduh saya melakukan  kecurangan? Anda bahkan belum memulai sesi wawancaranya, tapi Anda sudah mengusir saya dan menuduh saya yang bukan-bukan."


Seketika udara dalam ruangan itu terasa sangat mencekam, karena kini Anna dan Alex saling adu tatapan tajam. Sikap Alex barusan membuat Bella melihat sisi menyebalkan dari pria itu. 5 Tahun dia menjadi sekretaris presdir Hawei Group, dia sama sekali tidak pernah melihat Alex tidak profesional seperti ini sebelumnya saat bekerja, mengaitkan masalah pribadi dengan urusan pekerjaan.


Sebenci itukah presdir Huang terhadap Anna Harold? Sampai tega menuduhnya yang bukan-bukan. Sepertinya masuk kembali di perusahaan Hawei Group tidak semudah yang aku bayangkan sebelumnya. Tadinya aku pikir kemampuanku selama ini bisa membuat Anna dengan mudah diterima di perusahaan ini, tapi ternyata tidak semudah itu karena ternyata presdir Huang sangat membenci Anna Harold. Batin Bella.


"Kalau kamu tidak melakukan kecurangan, lalu bagaimana bisa kamu mendapatkan nilai sempurna seperti ini, hm? Jangan pikir aku tidak tahu riwayat pendidikanmu, Anna Harold. Dari Sekolah dasar sampai ke jenjang perguruan tinggi, prestasi akademikmu memang selalu terbelakang. Jadi gadis bodoh sepertimu, jangan pernah bermimpi untuk menjadi sekretarisku hanya untuk mencapai kepentingan pribadimu." Alex berkata dengan penuh penekanan. Lalu memberi kode pada dua orang pengawal pribadinya untuk masuk ke dalam ruangan. Apa lagi tujuannya kalau bukan untuk menyeret Anna Harold keluar dari perusahaannya.


"Heh, apa-apaan ini?! Lepaskan! Lepaskan aku!" teriak Anna sambil berusaha untuk memberontak saat kedua pria berpakaian serba hitam itu menariknya keluar dari ruangan.


"Bawa dia pergi. Aku tidak ingin lagi melihatnya menampakkan batang hidungnya di perusahaan ini," titah Alex.


"Keterlaluan kamu Alexander Huang!" teriak Anna dengan penuh emosi. Dia tidak menyangka bahwa Alex akan tega berbuat seperti itu pada Anna dan mengusirnya dengan tidak hormat.


"Awas saja! Aku pastikan kamu yang akan mengemis memohon agar aku mau menjadi sekretarismu, Alexander Huang! Ecamkan itu!!!" Anna kembali berteriak dengan kesal sebelum kedua pengawal itu benar-benar menyeretnya keluar.

__ADS_1


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2