Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 52 - True Love?


__ADS_3

"Ak-aku pikir semuanya sudah berubah, Kay. Tapi ternyata ...." Alex sengaja menggantung ucapannya ketika sadar bahwa ada Anna di antara dirinya dan Kay. "Sudahlah, Kay. Untuk sementara aku tidak ingin membahasnya dulu. Bisakah kalian berdua meninggalkan aku sendirian? Rasanya aku ingin menyendiri dulu untuk sementara waktu. Aku tidak ingin diganggu oleh siapa pun," pinta Alex kemudian.


Mendengar permintaan Alex, Kay langsung memberi kode pada Anna untuk segera pergi dari sana.


Alex menatap punggung Anna yang menghilang dari balik pintu bersama Kay.


Aku pikir sekretaris Anna akan membawa perubahan besar di dalam kehidupanku. Aku pikir dia satu-satunya gadis yang bisa menggantikan posisi Bella di hatiku, tapi ternyata aku salah besar. Hingga detik ini aku masih belum bisa move on dari Bella. Batinnya dengan tatapan kosong menatap lurus ke depan.


.


.


Kini Anna dan Alex sudah duduk di kursi meja makan. Keduanya nampak diam setelah keluar dari kamar Alex. Anna terdiam setelah tahu beberapa fakta baru tentang Alex yang memiliki sangkut paut dengannya. Sementara Kay, dia merasa cukup prihatin karena sahabatnya itu ternyata masih belum bisa move on dari mendiang sekretaris Bella. Tadinya saat melihat Alex bermain-main dengan Anna, dia berpikir bahwa sahabatnya itu sudah bisa merelakan kepergian Bella dan membuka hati untuk gadis lain, tapi ternyata dugaannya itu tidak terbukti.


"Kay," panggil Anna, memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Hem, iya."


"Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Anna.


"Bertanya apa, An?" jawab Kay, balik bertanya.


"Tentang presdir Huang. Apa maksud dari ucapanmu tadi?" tanyanya penasaran.


Kay yang ditanya malah terdiam. Dia tidak menjawab pertanyaan Anna.


"Jawab Kay, kenapa kamu diam saja?" desak Anna.

__ADS_1


Bella yakin, Kay pasti tahu segalanya tentang Alex. Dan semua rasa penasaran yang kini ada di dalam benaknya, pasti jawabannya bisa dia dapatkan dari Kay. Karena selain dirinya, yang paling dekat dengan Alex tentu saja adalah pria itu. Sahabat sekaligus asisten Alexander Huang.


"An, sebaiknya aku tidak membahas masalah ini denganmu. Sebab, Alex melarangku untuk bercerita apa pun tentangnya kepada siapa pun. Bahkan terhadap kedua orang tuanya sendiri, dia menyuruhku untuk menyembunyikan semua hal yang dia alami selama ini, apalagi padamu," jawab Kay. Dia lebih memilih bungkam ketimbang membeberkan masalah Alex pada orang lain. Meski pun orang itu adalah Anna Harold, orang kedua yang paling dekat dengan Kay setelah Alex.


Maafkan aku Anna, aku hanya tidak ingin kamu semakin tersakiti dengan mengetahui fakta sebenarnya tentang Alex. Di hati Alex, sejak dulu hingga detik ini hanya ada sekretaris Bella seorang, tidak ada yang lain. Makanya dia selalu menolakmu mentah-mentah saat kamu mengejarnya. Batin Kay.


Bella yang tidak berhasil mendapatkan informasi apa pun dari Kay, tentu saja merasa sangat kecewa.


Sebenarnya apa yang mereka rahasiakan? Kenapa mereka menyembunyikannya hingga tidak ingin membeberkan kebenarannya biar sedikit pun pada orang lain? Bahkan pada orang yang paling dekat dengan presdir Huang sekali pun. Batin Bella.


.


.


1 Bulan berlalu semenjak kejadian itu.


Selama 1 bulan terakhir, Alex menjadi lebih banyak diam. Bahkan dia menjadi sangat sensitif dan sangat gampang marah. Kesalahan sekecil apa pun yang diperbuat oleh bawahannya, pasti akan langsung dimarahi olehnya habis-habisan. Beruntung karena Anna dan Kay mendapat pengecualian.


Melihat keadaan Alex yang seperti itu jelas membuat Bella alias Anna bersedih. Menurut penjelasan Kay, dulu saat sekretaris Bella baru saja meninggal, keadaan Alex bahkan jauh lebih parah dari yang sekarang.


Anna keluar dari ruangan Alex dengan perasaan sendu. Sementara itu, melihat Anna keluar dari ruangan atasan mereka, Kay pun segera menghampiri.


"Anna, bagaimana? Apakah dia memakan menu sarapannya?" tanya Kay, dan Anna pun menjawab dengan gelengan kepala.


Melihat hal itu, Kay hanya bisa mendengus kasar. Tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk membuat sahabatnya itu kembali bersemangat seperti saat Anna baru datang kembali ke kehidupan mereka.


.

__ADS_1


.


Kini Anna dan Kay sedang duduk di restoran tempat biasanya mereka makan siang bersama.


"Kay, bisakah kamu bercerita padaku sedikit saja tentang presdir Huang? Jangan terus menyembunyikannya, karena siapa tahu aku bisa membantu."


Kay menghela napas. Ingatannya kembali terputar pada kejadian 1 bulan lalu yang menjadi penyebab Alex kembali berlarut-larut dalam kesedihan karena kembali mengenang kepergian wanita yang dicintainya.


"Aku memang sudah mengingatkannya untuk tidak kembali ke apartemen lamanya sebelum dia benar-benar bisa merelakan kepergian sekretaris Bella, tapi dia begitu keras kepala. Bahkan dia sampai memanggilmu untuk pergi ke sana padahal dia sudah tahu bahwa hari itu adalah hari libur."


"Memangnya apartemen lama presdir Huang kenapa? Kenapa kamu melarangnya untuk kembali lagi kesana?" tanyanya.


"Ya itu semua karena di setiap sudut ruangan di dalam unit itu, semuanya penuh dengan kenangannya dengan Bella. Meski pun bukan kenangan romantis seperti orang yang menjalin hubungan, tapi tetap saja itu bisa mengingatkannya kembali. Dia bahkan tidak mau menyingkirkan album beserta bingkai foto yang berisi foto-fotonya bersama dengan wanita itu."


Tidak mampu lagi memendamnya sendiri, Kay pun memilih untuk mengungkapkan semuanya. Toh dia juga hanya bercerita pada Anna, bukan pada orang lain, dan dia yakin, Anna pasti bisa menjaga rahasia ini.


"Kay, aku ingin menanyakan sesuatu. Sebenarnya ... kenapa presdir Huang sampai sebegitu sedih dan terpuruknya karena sekretaris Bella tiba-tiba meninggal? Apakah ... presdir Huang memiliki perasaan spesial terhadap wanita itu?" tanya Bella. Hal inilah yang terus mengganjal di hatinya semenjak 1 bulan yang lalu. Ditambah lagi dengan angka yang dijadikan password di unit lama Alex yang menyerupai namanya. Bella pun berpikir bahwa itu mungkin bukanlah suatu kebetulan. Jangan-jangan presdir Huang memang menyukainya di masa lalu tapi tidak berani mengungkapkannya mengingat dirinya sudah menikah dengan Aaron.


Kay mengangguk. "Ya, Alex sangat mencintai sekretaris Bella. Sangat. Dia adalah cinta pertama dan terakhir di hati Alex. Cinta sejati Alex."


Deg.


Bella merasa tidak percaya dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja dia dengar. Ternyata dugaannya selama 1 bulan terakhir benar adanya. Alex sebenarnya mencintai dirinya, tapi tidak pernah mengatakannya.


"An, aku minta maaf jika sekiranya apa yang baru saja aku katakan menyakiti perasaanmu. Tapi sungguh, aku sudah tidak bisa memendamnya lagi sendirian, An. Masalah yang dirasakan Alex selama ini benar-benar membuatku prihatin." Pria itu menatap gadis di seberang mejanya dengan tidak enak hati.


Namun, tiba-tiba saja Anna bangkit dengan cepat dari tempat duduknya. "Kay, aku pergi duluan. Aku ada urusan mendadak!" Anna pergi begitu saja setelah berpamitan pada Kay.

__ADS_1


"An! Anna! Kamu mau kemana, An?! Tunggu aku!" teriak Kay, tapi sayangnya Anna tidak mempedulikannya. Gadis itu terus saja berlari menjauh meninggalkan restoran.


B e r s a m b u n g ...


__ADS_2