Transmigrasi Menjadi Pelakor

Transmigrasi Menjadi Pelakor
TMP - Bab 64 - Pawang Mr. Max


__ADS_3

Alex begitu terkejut ketika mendapati bahwa ternyata Anna masih p e r a w a n. Ya, saat ini keduanya tengah playing horse-horse ria di dalam kamar yang ada di ruangan Alex. Mr. Max yang sejak dulu hanya berkawan dengan sabun mandi kini begitu bersemangat setelah menemukan sarang yang cocok dan original. Dia ngotot tidak mau tidur sebelum mencoba dimanjakan dan dielus di dalam tempat yang seharusnya.


Berarti berita yang tersebar selama ini yang mengatakan bahwa Anna Harold bukan perempuan baik-baik dan suka tidur bergonta-ganti pria tidaklah benar. Berarti berita yang pernah tersebar luas beserta foto-foto itu hanya fitnah. Sepertinya aku harus mencari tahu siapa dalang di balik penyebaran berita palsu itu, demi membersihkan nama baik wanitaku. Batin Alex.


Seketika Alex menjadi emosi ditengah dia merasakan kenikmatan surga duniawi untuk yang pertama kalinya. Bukan marah pada wanita yang saat ini berada di bawahnya, melainkan marah pada penyebar berita bohong tersebut, yang membuat Anna Harold sampai diusir dari rumah dan tidak diakui anak oleh Tuan Harold.


Lihat saja, siapa pun dalang di balik penyebaran berita bohong itu, aku berjanji tidak akan pernah melepaskannya. Dia harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. Batinnya lagi.


.


.


Sementara itu di luar sana, Carissa tengah berjalan dengan angkuh memasuki gedung perkantoran Hawei Group. Dia sengaja datang pagi-pagi begini untuk mengajak Alex sarapan bersama. Tidak tahu saja dia kalau di atas sana Alex tengah sarapan kue apem legit milik sekretarisnya.


"Selamat pagi, Nona Carissa. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis yang tengah berjaga.


"Apa Alex sudah datang?" tanya Carissa.


"Sudah, Nona, sekitar setengah jam lebih yang lalu," jawabnya. "Apa Anda ingin saya memberitahukan tentang kedatangan Anda pada presdir Huang?" tanya Resepsionis itu ingin memastikan.


"Tidak perlu. Aku datang karena memang ingin memberi kejutan padanya," jawab Carissa.


"Baiklah kalau begitu, Nona."


Carissa pun berjalan menuju lift. Hanya berselang beberapa menit kemudian, dia akhirnya sampai di depan ruangan Alex dan sekarang dia sudah berdiri tepat di depan meja sekretaris Anna.

__ADS_1


"Pergi kemana dia pagi-pagi begini?" gumam Carissa saat melihat adik tirinya tidak ada di tempat. "Apa jangan-jangan, sekarang dia ada di ruangan Alex dan sedang mencari kesempatan untuk mendekati dan menggoda tunanganku? Ini tidak bisa dibiarkan." Seketika Carissa merasa geram. Dia tahu kalau sejak dulu adik tirinya itu begitu menggilai Alex.


"Aku tidak akan membiarkan dia menggoda dan merebut Alex dariku," geramnya lalu berjalan membuka pintu ruangan Alex.


Disaat yang bersamaan, Alex juga baru saja keluar dari kamar sambil bersiul-siul. Pagi ini setelah mendapat asupan cinta dari sekretaris kesayangannya, wajah pria itu nampak berseri-seri dan bahagia sekali.


Sementara itu, Carissa sendiri langsung merasa lega ketika mendapati Alex hanya sendirian di dalam ruangannya.


Ternyata aku sudah berpikir berlebihan. Batin Carissa.


"Good morning, Honey!" sapa Carissa dengan wajah sumringah. Dia harus terlihat bersemangat ketika bertemu pria itu.


Alex yang terkejut langsung saja menoleh. "Carissa, sejak kapan kamu ada di sini?"


Melihat tamu tak diundangnya datang, Alex lantas mengunci pintu kamarnya, takut ketahuan kalau dia menyembunyikan sekretaris alias selingkuhnya di dalam sana. Takut juga kalau Anna tiba-tiba keluar setelah selesai merapikan penampilannya. Bisa-bisa Carissa curiga kalau mereka berdua habis playing horse-horse di dalam sana.


"Oh, mm, itu. Aku habis buang air," jawab Alex. Buang airnya Mr. Max maksudnya. "Oh iya, kenapa kamu tiba-tiba datang ke sini pagi-pagi?" tambah Alex seraya berjalan menuju kursi kebesarannya.


"Aku mau mengajakmu sarapan. Kamu belum sarapan, 'kan?" Carissa meletakkan box sarapan yang dia bawa di atas meja Alex.


"Mm ... belum," jawab Alex setelah berpikir sejenak. "Oh iya, Carissa, bagaimana kalau kita sarapan di luar saja, jangan di sini?" usul Alex kemudian.


"Boleh."


Pfft .... Alex merasa sangat lega ketika Carissa langsung menyetujui usulannya. Itu artinya, tidak akan ada drama antara kedua wanita itu ketika Anna sadar bahwa Alex mengunci dirinya di dalam kamar. Setidaknya saat Anna mengamuk dan mendobrak pintu di dalam sana tidak akan ada yang mendengarnya, terutamanya Carissa.

__ADS_1


.


.


Sesampainya di sebuah kafe yang tidak jauh dari area perusahaan, Alex dan Carissa mulai sarapan di sana. Setelah mengobrol basa-basi, Carissa pun mengatakan tujuan utamanya datang menemui Alex pagi ini.


"Malam minggu nanti apa kamu ada kesibukan?" tanya Carissa.


"Kenapa?" Bukannya menjawab Alex malah balik bertanya.


"Papa dan mama ingin mengundangmu makan malam bersama. Katanya mereka sudah lama tidak bertemu denganmu," jelas Carissa, tapi Alex malah diam saja belum memberikan tanggapan sedikit pun. "Ya, Papa dan mama tahu kamu sangat sibuk, tapi setidaknya demi aku kamu mau meluangkan sedikit waktumu."


Tangan Carissa bergerak menggenggam tangan besar Alex. "Lex, kita sudah hampir satu tahun bertunangan, apa kamu belum mau membahas soal pernikahan kita."


Mendengar Carissa membahas soal pernikahan, seketika Alex berhenti mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya. Bisa-bisanya perempuan licik yang ada di hadapannya saat ini membahas mengenai pernikahan, sedangkan di belakang Alex dia sering bermain gila bersama pria lain. Bukan hanya di Jakarta, tapi menurut mata-mata yang Alex tugaskan, wanita itu juga suka bermain bersama pria bule ketika pergi ke luar negeri.


Alex mengambil selembar tissu dan melap mulutnya. "Nanti aku kabari kalau aku akan menghadiri undangan makan malam kedua orang tuamu. Maaf, aku pergi dulu. Aku masih banyak pekerjaan di kantor."


Alex melenggang pergi meninggalkan Carissa yang masih duduk di sana. Pria itu tidak peduli ketika Carissa berteriak memanggil namanya dan mencoba menahan agar tidak jadi pergi.


Enak saja dia mau menikah denganku. Menjadi pawang Mr. Max saja dia tidak bisa. Batin Alex. Pria itu tersenyum mengejek sambil memasuki mobilnya.


B e r s a m b u n g...


...__________________________________________...

__ADS_1


Hai Bestie, sembari menunggu lanjutan cerita ini, baca juga yuk novel Otor yang lain. Kalian bisa klik profil Otor yang ada di bawah ya👇


__ADS_2