Tubuh Sialan

Tubuh Sialan
11


__ADS_3

Jam 06.00 kenzo membuka matanya dia harus bersiap untuk joging pagi,tpi ketika dia sadar ada sesuatu yang salah diranjangnya.. dia perlahan membuaka selimutnya,dia ingin berteriak ketika melihat gadis kecil itu tidur bersamanya, apalagi melihat pose menggemaskan dari gadis kecil ,itu membuat dia membatalkan joging paginya yang sudah teratur... dia kembali menyelimuti alic denggan mendekap alic penuh rasa senang.


" kakkkkk kami duluan"ucap rivom yang dari tadi telah memanggil kakaknya tpi,tidak ada respon sama sekali.


"tumben bgt... kakak kamu gak banggun? biasanya dia paling pagi?" ucap miscel yang joging ditengah antara devanos dan rivom.


"dia gak bakal banggun sampek kita pulang pun bakal masih dikamarnya" jawab devanos santai... seolah tau apa yang akan terjadi kepada anak pertamanya.


"kakak gak sakitkan ded?"


"mana ada sakit... yang ada dia malah baru bahagiaaaaa bangget" ucap devanos yang memutuskan lari lebih dulu, sebelum dia keceplosan karena tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


*Gimana bisa dia tidur disini??.. benar benar menggemaskan, wajahnya yang kecil, bulu matanya yang panjang, kulit putihnya yang mulus, hidung kecilnya yang macung sangat pas diwajah alic yang sangat cantik,sayang dia sangat rapuh... seoalh minta untuk dilindungi* batin kenzo yang tidak henti hentinya menyentuh wajah alic.


jam 07.00 rivom kembali bersama orangtuanya, dia sanggat penasaran kenapa kakaknya belom banggun, dia memutuskan segera membuka kamar kakaknya tanpa menggetuk pintu terlebih dahulu.


"kak...kenapa tidak segera bangg...." ucapan rivom berhenti ketika melihat rambut panjang yang ada didalam pelukkan kakaknya, dia tidak melihat wajah perempuan... tapi dia yakin kalo yang ada didalam pelukkan kakaknya adalah seorang perempuan, meliaht hal itu rivom kembali turun dengan tampang tergesa gesa, dia benar benar tidak menyangka kakaknya akan seberani itu membawa pulang seoarang perempuan.


"mom... ded..., kakak meniduri seorang perempuan" ucap rivom yang membuag miscel dan devanos menyemburkan minumannya, mereka baru saja minum, dan sekarang harus keluar karena terlalu kaget.


"udah yukkkkk... liatin, biar tau jelas" ucap rivom yang menarik tangan momynya untuk masuk kedalam kamar kenzo ,sedangkan devanos tertawa geli mendengar ucapan rivom yang ngasal itu, perlahan devanos ikut kekamar kenzo, untuk meliahat expresi miscel dan rivom.


expresi miscel sudah sangat horor ketika melihat kenzo mendekap seseorang dengan rambut panjang terurai.

__ADS_1


"KENZOOOOOOOO" triak miscel yang sontak membuat kenzo kaget, begitu juga dengan alic yang segera banggun.. dan menatap kenzo yang sudah duduk ditempatnya,tpi dia tetap berusaha menutupi wajah alic yang masih terlihat binggung dengan keadaan sekarang.


"kamu...berani beraninya bawa pulang perempuan!" lanjut miscel yang tidak akan berhenti mengomel, begitulah pikiran semu laki laki yang ada disana, beda dengan miscel yang sedang marah ,,,,devanos sudah menahan tawanya sampai dia meneteskan air mata karena tak kuasa menahan tawa,rivom menikmati disetiap momen kakaknya kena omelan momynya.


"mom... trus aku harus bagaimana?? lagian udah terlanjur" jawab kenzo yang sengaja membuat momynya semakin geram dibuatnya.


"wkwkwkwkwkwk.... haduh gak kuat aku" ucap devanos yang tidak tahan untuk tidak tertawa


"dedy!!! tau anaknya ngelakuin hal yang gak bener kok malah tertawa sih?!!" ucap miscel yang gak tau harus marah seperti apa lagi.


perlahan alic membuak selimutnya dan memperlihatkan wajah kecilnya.

__ADS_1


"pagi. .. " ucap alic yang membuat rivom dan miscel membeku ditempat.


__ADS_2